PESONA SINGLE DADDY (Derita Istri Ketiga 2)

PESONA SINGLE DADDY (Derita Istri Ketiga 2)
BAB 38 RUANG TERSENDIRI


__ADS_3

Arya dan Abi serta staf lainnya sedang rapat. Kali ini rapat di pimpin oleh Abi. Abi terus melihat sang Anak yang sepertinya tidak menyimak dirinya sedang memberikan presentase. Abi terus menyampaikan materinya sambil berjalan ke arah Arya yang sedang melamun dan tersenyum sendiri.


"Saudara Arya, mungkin ada yang ingin tambahan,,” ucap Abi sambil memegang pundak Arya. Membuat Arya terkejut dan melihat sekelilingnya.


“Eum... tidak ada!” jawab Abi tersenyum tipis melihat staf yang lain satu persatu, ia pun menutupi rasa salah tingkah karena kedapatan tidak fokus.


“Ok, baiklah! Ada yang ingin di tanyakan, mungkin mau ada yang mau menambahkan?” tanya Abi sambil meremas bahu Arya. Arya hanya meringis menahan sakit kemudian melirik sang Papa dengan wajah kesal.


“Tidak ada, tuan!” balas salah satu staff.


"Baiklah, rapat sampai disini. Dan tolong laksana sesuai prosedur untuk proyek baru kita.“ Abi menutup rapat setelah staff mengerti.


Semuanya keluar setelah rapat selesai kecuali Abi dan Arya. Mereka duduk di kursi dan bersantai sejenak. Abi memandangi Arya yang saat ini sedang melihat ponselnya.


"Apa yang kamu lihat?” tanya Abi sambil merebut ponsel Arya.


"Papa!” Pekik Arya berusaha mengambil kembali ponselnya, Namun Abi menghindar dan melihat layar ponselnya. Abi melihat foto Kemala saat masih menjadi OG kantornya.


"Dasar! kamu puber keberapa?” tanya Abi sambil mengembalikan ponselnya pada Arya.


"Ck! Papa, lagian ini istriku sendiri, Sah-sah saja, kan.”


"Ok ...! Oh iya, bagaimana Mamamu. Masih suka ke Singapore, main judi sama brondongnya?” tanya Abi.


"Hm ... susah Pa, menasehati Mama. aku dan Tasya bingung harus bagaimana lagi! Mungkin paman Putra bisa membantu, Karena Mama hanya takut dengan Paman.”


"Tapi itu dulu, Arya. Tapi saat ini Mamamu bukan keluarga besar kita lagi. Apa masih takut dengan Pamanmu.”


"Dicoba saja, Pa. Kalau Mama terus seperti itu, bisa-bisa hartanya habis hanya untuk mengikuti keinginan dirinya dan brondongnya. Mungkin saat ini, belum terasa karena aset Mama masih banyak. Tapi lihat Setahun kedepan, pasti semua habis.”

__ADS_1


Abi diam, memikirkan cara bagaimana menyelamatkan mantan istri dari jeratan pacar brondongnya tersebut. "Ya sudah, nanti aku bicarakan ini dengan pamanmu!" Abi bangkit dari duduknya.


"Pa, kenapa Papa masih peduli dengan Mama, Papa tidak bisa melupakan Mama, atau Papa masih mencintai Mama?” tanya Arya membuat senyum kecut di bibir Abi.


"Dengar! Masalah percintan kita tidak jauh beda, tapi Papa sampaikan hal ini padamu. Percaya atau tidak, akan ada satu orang yang tidak akan bisa kamu lupakan meski kamu sudah berpisah, bahkan kamu pun sudah menikah. Kamu tidak akan bisa melupakannya, bukan karena kamu ingin kembali padanya, melainkan memang orang tersebut ada di ruang sendiri dihatimu. Dan sekuat apapun kamu melupakannya, kamu tidak akan pernah bisa, karena orang tersebut sudah menjadi bagian perjalanan hidupmu dan hatimu!” Abi tersenyum kemudian keluar dari ruangan rapat


Sementara Arya masih duduk diam di ruang rapat dan melihat kembali foto sang istri dari ponselnya. “Kemala, Bella,” batinnya tersenyum.


"Memang sulit melupakan kenangan indah bersama denganmu, Bella. Tapi Saat ini yang berhak aku cintai adalah Kemala. Aku tahu kamu lebih bahagia dengan Alex, karena sejatinya cintamu hanya untuknya.” Arya tersenyum menyadari jika selama ini dihati Bella hanya Alex, sama seperti dirinya yang dihatinya hanya ada Bella. Tetapi ia sadar cinta tidak harus saling memiliki. Apalagi saat ini ada wanita yang begitu mencintainya yaitu Kemala. Arya hanya bisa dan percaya seiring waktu pasti dihatinya akan ada Kemala seorang.


Arya kemudian keluar dari ruangan rapat, saat membuka pintu, rupanya banyak karyawannta yang sedari tadi mengintip di balik pintnya. Semua karyawan terkejut saat ia membuka pintu tersebut.


"Lah...! Podo ngopo tah?”


"Hehe! Tuan, sudah selesai rapatnya?” balas salah satu karyawannya.


"Sudah!” Arya melihat satu persatu karyawannya yang berdiri didepan pintu. Ada yang merapikan jasnya, ada yang merapikan rambutnya dan ada pula yang tebar pesona. Arya hanya tersenyum geli melihatnya melihat karyawannya yang sedari dulu ada saja tingkah yang membuat Arya geli dan mencari perhatian darinya, tapi sayang hanya Kemala yang berhasil menarik hatinya.


"Tidak usah! Kalian kembali bekerja, nanti kalau proyek baru ini gol, kalian dapat bonus lagi, Mau tidak?”


"Iya, tuan! Mau."


"Hem.” Arya kemudian meninggalkan mereka menuju ruangannya. Tidak peduli tatapan mereka penuh harap ingin bisa lebih dekat dengannya.


"Dasar cewek-cewek kemayu!” Arya menggelengkan kepalanya dan tidak menyadari sang istri sudah menunggu di ruangannya.


Arya terkejut saat melihat sang istri duduk tersenyum melihat ke arahnya. " Mas ngedumel apa, sih?” tanya Kemala.


Arya duduk disamping Kemala.“Tidak ada, biasa itu karyawan ada berulah!”

__ADS_1


"Ya ... mungkin lagi cari perhatian sama Mas!” Kemala tahu jika beberapa staff kantor suaminya itu ada mencari perhatian dengan suami tampannya.


Arya tertawa lalu mencubit gemas kedua pipi sang istri, terlihat jelas istrinya begitu cemburu.“ Tapi yang bisa mencuri hatiku cuma kamu, sayang. Tidak ada yang lain." Arya kemudian mengecup sekilas bibir kemala dan tersenyum manis.


"Mas bisa saja gombal, biar aku gak marah, kan?”


Arya begitu gemas hingga menekan pipi Kemala sampai bibir Kemala mengerucut. " Tidak! Mas suka lihat kamu marah, tambah lucu, tambah cantik, tambah gemesin!”


"Mas, sakit!” Kemala menepuk tangan Arya dan keduanya tertawa.


"Oh, iya. ini aku bawakan makan siang. Sop daging.” Kemala kemudian membuka kotak makannya.


Arya tersenyum lalu melihat sang istri membuka kotak makan siangnya. Arya melihat isian SOP tersebut dan merasa tidak asing. Ia tersenyum dan mengingat masakan Bella.


"Cobain, Mas! Aku tadi minta resep dari si Mbok. dan Mbok memberitahu resepnya. Katanya resepnya dari Bella.”


Arya hanya tersenyum lalu mencoba sopnya. Benar saja rasanya memang seperti masakan Bella. Kemala melihat begitu cemas,bia takut rasanya tidak seperti yang diharapkan sang suami.


“Bagaimana, Mas?” tanya Kemala sambil melihat mimik wajah Arya yang sedang memakan sopnya.


"Enak! Ku juga makan, ya!” ajak Arya menyuapi Kemala.


Akhirnya mereka berdua makan bersama, saling menyuapi dan Arya sesekali mengusap perut sang istri yang sudah terlihat buncit.


"Mas, nanti acara empat bulanan, aku boleh undang pak lek, sama Bu lek, juga adikku, Em ... maksudku Anak Ayah!”


"Boleh, tapi yang jaga Ibu di rumah sakit siapa?”


"Kan, ada Suster, hanya untuk acara empat bulanan saja, Mas. Bagaimanapun mereka sudah men bagian hidupku!“

__ADS_1


"Baiklah, nanti aku bicarakan ini dengan pihak rumah sakit, agar menyiapkan suster khusus untuk menjaga Ibu, selagi Bu lek dan pak lek di rumah kita.”


"Terima kasih ya, Mas?” Kemala begitu bahagia mendapatkan izin sang suami. Ia menunggu momen tersebut untuk berkumpul dengan keluarga angkatnya.


__ADS_2