PESONA SINGLE DADDY (Derita Istri Ketiga 2)

PESONA SINGLE DADDY (Derita Istri Ketiga 2)
BAB 26 HANYA KEMALA


__ADS_3

Arya menghisap rokoknya sambil melihat hujan gemericik dari luar jendela besar ruangan kerjanya, suasana hujan menambah hatinya gundah. Memikirkan sang Mama yang semakin yakin ingin berpisah dengan sang Papa. Arya juga sudah berusaha mencari pria brondong Mana yang sudah mengendalikan Mamanya itu. Namun, hasilnya nihil.


Arya mematikan puntung rokoknya ke dalam asbak yang ada di meja lalu ia duduk di kursi kerja kerjanya. Matanya melihat ke arah figura foto yang terletak atas mejanya. Foto keluarga besarnya saat ia menikah dengan Bella dan masih ada foto Bella serta Reyhan. Arya tersenyum tipis lalu mengambil figua tersenyum kemudian melepas dan mengambil fotonya. Arya mengganti foto tersebut dengan foto kedua anaknya dan foto dirinya bersama Kemala saat di kantor KUA. Arya menyobek foto keluarga besarnya dan foto Bella bersama Reyhan dan membuangnya kedalam toh sampah. Ia benar-benar ingin melupakan Bella sepenuhnya dan fokus dengan Kemala dan keluarga kecilnya.


Tak lama terdengar ketukan pintu ruangannya. Ia merapikan figura dan membiarkan orang yang mengetuk pintu masuk kedalam.


“Permisi tuan, ini dokumen yang Anda minta,” ucap karyawannya yang bernama Alya.


Arya melihat karyawannya lalu mengambil map yang ada di tangannya. Arya sekilas melihat Alya yang sedang berdiri melihat dirinya. Memang pesona Arya membuat semua karyawannya terpesona.


“Kau tidak perlu memandangiku seperti itu. Katakan saja jika kau menyukaiku!” Goda Arya sambil memeriksa berkasnya.


“Ah! Maaf tuan, Bukan begitu. Habisnya tuan tampan!” Alya tertawa kecil dan sedikit salah tingkah.


“Saya sudah mempunyai istri, jadi harapanmu gugur!” Arya tertawa melihat perubahan ekspresi wajah Alya yang cemberut.


“Siapa istri tuan? Memang benar gosip di luar, tuan kencan dengan Kemala, makanya Kemala mengundurkan diri?”


“Justru Kemala keluar setelah menjadi istri saya! Saya yang memintanya keluar dari pekerjaanya!.”


“Apa istimewa Kemala sih, tuan. kami-kami staf penting jauh lebih cantik, kenapa tuan milihnya official girl?”


“Bagiku, Kemala lebih cantik dan attitudenya bagus. Tidak sombong dan tentunya jauh lebih muda dan bukan istri orang.” Arya tertawa kecil.


“Ya deh, kami kalah. Tapi boleh ya tuan, kami mengidolakan tuan.”


“Terserah kalian. Sudah kembali lah bekerja!” Arya menyerahkan mapnya. Alya tersenyum lalu mengambil map ya dari tangan Arya kemudian keluar ruangan.


“Sialan! Masak kita kita kalah sama OG tengil! Pasti pakai pelet itu si Mala!” grutu Alya saat sudah berada di luar ruangan Arya.


Arya tertawa kecil mengingat para stafnya yang rata-rata Memang mengidolakan dirinya. Terkadang ia geli sendiri jika harus meladeni candaan para stafnya, beruntung stafnya masih dalam tahap wajar saat menggodanya.

__ADS_1


Arya memilih Kemala menjadi istri bukan tanpa alasan. Ia jatuh hati karena sikapnya yang lembut, penurut seperti Bella. Ia sudah bosan dengan wanita yang terlalu pintar dan mandiri seperti kebanyakan anggota keluarganya. ia menginginkan sosok yang senang bermanja dengannya dan tergantung padanya.


Arya tersenyum memikirkan Kemala, kemudian ia mengambil ponselnya dan lalu menghubungi sang istri.


Terdengar suara sambungan ponselnya, Arya sudah tidak sabar mendengar suara lembut milik sang istri.


“Halo, Mas." Akhirnya Kemala menjawabnya. Sejenak Arya tersenyum dan mengusap dadanya yang berdebar.


“Ya, sayang. Kamu sedang apa?” tanya Arya dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya.


“Baru selesai Nina bobo'in anak-anak tidur siang. Cuaca hujan jadi mereka ngantuk!”


Arya tersenyum lalu melihat keluar jendela, memang hujan beluo berhenti. Pikiran melayang membayangkan sedang bercumbu dengan sang istri. Mungkin suasana hujan seperti ini, akan lebih romantis.


“Kamu gak ikut tidur?” tanya Arya.


“Tidak, Mas. Aku lagi belajar buat kue sama Bibi.


Kemala tersenyum sambil melirik Bibi yang sedang memanggang kue. wajah Kemala tersipu malu. “Iya, Mala tunggu di rumah. Hati-hati di jalan.”


“Ok, Miss you, sayang!”


“Miss you, Mas!” keduanya mengakhiri panggilan ponselnya.


Kemala tersenyum malu kemudian pamit pada asisten rumah tangga untuk masuk kedalam kamar tanpa memberikan alasan. Kemala Mandi dan bersiap untuk menyambut sang Suami. Kemala berhias dan menggunakan apa yang diminta sang Suami. Tak lupa ia menggunakan parfum yang di sukai suaminya.


Arya pun bergegas pulang, sebab memang tidak bada pekerjt yang begitu penting. Saat di lift ia bertemu sang paman, Putra.


“Paman!” sapa Arya lalu berdiri di samping Putra.


“Kamu mau kemana?” tanya putra.

__ADS_1


“Mau pulang. Ada perlu!” Arya mengendurkan dasinya.


“Perlu?”


“Hm, keperluan yang tidak bisa di tunda dan hanya Kemala yang bisa memberikannya. Arya memainkan kedua alisnya ke arah Putra, seketika putra paham maksud keponakan yang di matanya itu berlagak tampan.


“Anak, Bapak, Podo wae!”


“Halah! Paman, Yo Podo wea!” Keduanya tertawa.


Mereka sedikit membahas pekerjaan dan membahas tentang Abi, yang saat ini sidang perceraian di gelar , Putra menyayangkan sikap Utari yang berubah di masa tuanya. Tidak seperti Utari yang dulu, ceria, penuh gelak tawa.


“Ya sudah, paman. Aku pulang. Salam untuk Bibi Lisa!” Ujar Arya saat keluar lift. Putra hanya mengangguk lalu mengangkat tangannya.


Arya berlari menuju parkiran yang tidak jauh dari depan kantor. ia masuk dalam mobil dan langsung melajukan mobilnya pulang kerumah. Ia sudah tidak sabar untuk segera sampai di rumah. Ia tidak peduli di luar hujan begitu lebat. ia terus melajukan mobilnya hingga sampai rumah.


Sesampainya di rumah, Arya keluar dari mobil dan berlari masuk kedalam rumah dan menggunakan jasnya untuk melindungi kepalanya dari hujan.


“Sayang! Aku pulang!” teriak Arya di ruang tengah.


“Nyonya ada di kamar tuan!” balas salah satu asisten rumah tangganya yang sedang istirahat duduk sambil di kursi meja makan. Arya bergegas menuju kamar dan dengan sedikit kasar membuka pintu.


Arya tersenyum saat melihat sang istri yang sudah cantik dan seksi menyambutnya. Kemala tersenyum dan lalu menghampiri suaminya. Arya menutup pintu dan menguncinya.


Kemala mengalungkan tangannya ke leher Arya walau ia sedikit harus berjinjit. Kemala tersenyum memandangi sang suami yang rambutnya sedikit basah.


“Apa yang mas inginkan, Apa tadi melihat wanita cantik, hm!” ucap Kemala pelan.


“Anggap saja begitu!” Arya mengangkat Kemala dan mereka pun berciuman. Arya membaringkan Kemala ke tempat tidur dan terus mencumbunya. Dengan tidak sabar Arya membuka kancing bajunya sambil melihat Kemala tertawa kecil sambil menggodanya.


“Jangan menggodaku seperti itu sayang. Aku akan membuatmu melayang.” Arya pun langsung melancarkan aksinya.

__ADS_1


Di tengah hujan lebat mereka memadu kasih, erangan mereka saling bersautan menambah hawa panas di kamarnya.


__ADS_2