PESONA SINGLE DADDY (Derita Istri Ketiga 2)

PESONA SINGLE DADDY (Derita Istri Ketiga 2)
BAB 9 PERNIKAHAN SEBATAS DI ATAS KERTAS


__ADS_3

Akhad nikah sudah selesai. Arya dan Kemala menikah di kediaman pak leknya dan hanya di saksikan pak kiyai, Bu, lek Kemala, Abi dan Kalina selaku dari pihak Arya. Kemala hanya bisa pasrah Arya menikahinya tanpa ada tercatat negara, yang terpenting saat ini adalah Ibunya.


Abi juga tidak bisa berbuat banyak karena ia juga sadar diri jika ia melakukan hal yang sama pada Kalina. Arya memberikan Cincin Mas perak sederhana dan sejumlah uang. Tak lupa Arya juga memberikan banyak uang untuk keluarga Kemala terutama untuk kebutuhan sekolah Adiknya.


Bu lek Kemala menangis melihat Kemala yang kini sudah menikah, Tetapi pernikahan itu hanya sebatas di atas kertas putih yang banyak sekali perjanjian yang tidak boleh di langgar Kemala. Namun mereka bisa apa. Hanya orang kecil di hadapan keluarga Arya.


“Baiklah, malam ini Kemala saya bawa. Dan besok Ibunya Kemala akan saya pindahkan ke rumah sakit besar,” ucap Arya menyalami pak lek Kemala dan bu leknya serta pak kiyai.


“Iya, tuan. Kam titpp Kemala.”


Abi sebenarnya menyayangkan sikap Arya yang tidak mau mendaftarkan pernikahan di kantor Agama. Sebab Arya juga mempunyai alasan sendiri, yaitu sang Mama. Arya tidak mau lagi sang Mama mencampuri urusan pribadinya.


Kemala pamit pada pak lek dan Bu leknya. Ia juga minta maaf sudah mengecewakan karena mengambil jalan pintas.


“Bu, lek. Titip Kinanti ya, bu lek. Nanti kalau dia pulang dari asrama, beritahu kemala.”


“ Iya. Kamu hati-hati ya. Jangan lupa tetap layani suami kamu. Bu lek tahu perasaanmu.”


Kemala tersenyum tipis lalu melepaskan pelukannya, kemudian ia berjalan keluar mengikuti langkah keluarga Arya menuju mobil. Abi dan Kalina melihat Kemala yang sepertinya takut pada Arya. Apakah Kemala mendapatkan tekanan dari Arya atau hal lain. Entahlah, Mereka tidak berhak mencampuri urusan rumah tangga sang Anak.


“Arya, kau langsung pulang kerumah?” tanya Abi.


“Tidak, pa. Aku mau ajak Kemala ke apartemen. Belum waktunya aku kenalkan pada anak-anak, apalagi Mama.”


“Baiklah. Semoga kalian bahagia.”


Arya tersenyum lalu melihat Kemala. “Masuklah!” titah Arya pada Kemala agar masuk ke mobil.


Kemala masuk lalu di ikuti Arya di bagian kemudi, sedangkan Abi dan Kalina di mobilnya sendiri. Arya membawa Kemala ke apartemen. Sepanjang perjalanan Kemala gelisah, diam, tidak tahu harus berucap apa. Ia tidak berani melihat wajah Arya hanya diam seribu bahasa, meliriknya pun tidak.


Kemala hanya tahu Arya menikahinya hanya rasa ketertarikan saja dan mungkin hanya untuk pelampiasan nafsunya dan itu memang kenyataannya. Ia hanya bisa berharap suatu saat nanti Arya mencintainya dengan tulus. Disisi lain ia juga sadar pesona Arya begitu memikat banyak wanita, mampan dan tampan.

__ADS_1


Arya sendiri juga mengakui, jika dirinya tidak mencintai Kemala melainkan hanya tertarik, tetapi keduanya tidak tahu jika tangan Yuhan sudah bekerja mereka bisa saja saling jatuh cinta dan takut kehilangan satu sama lain. Semoga!


Sesampainya di apartemen, Arya mengajak Kemala ke kamar dan meletakkan tas milik Kemala di samping lemari. Kemala masuk dengan ragu, ia melihat sekeliling kamar yang begitu rapi dan tampak mewah. Kemala melihat Arya duduk di atas tempat tidur sambil melepas jas dan jam tangannya sedangkan ia masih berdiri di dekat pintu sambil memegang jemarinya. Perasaannya begitu cemas, takut salah dalam bersikap.


“Kamu kenapa masih berdiri di situ? Kemarilah. Tolong pijit punggungku.” Arya sekilas melihat Kemala lalu membuka kemejanya.


Kemala sedikit tersentak lalu berjalan menghampiri Arya. Dengan sedikit takut Kemala membantu membuka kemeja Arya. Arya tersenyum tipis kemudian menarik Kemala ke pangkuannya.


“Tuan!” pekik Kemala terkejut dengan Arya yang tiba-tiba menariknya.


“Diamlah.” Arya membuka tali dress Kemala lalu membuka semuanya dan hanya menyisakan penutup dada. Arya membaringkan Kemala dan melihat wajah Kemala yang tampak takut.


“Kamu tidak perlu takut. Bukankah sebelumnya kita sudah melakukannya.”


Dengan pasrah Kemala berada dalam kungkugan Arya. Arya juga turut peduli dengan rasa rintihan sakit yang di rasakan Kemala, sebab Arya memang kasar saat melakukannya.


Kemala menangis. Tidak bisa melawan Suaminya. Yang ia lakukan adalah pura-pura puas agar Arya cepat-cepat menyelesaikan permainannya.


Keesokan harinya Kemala bangun lebih awal, Ia mandi lalu setelah ia membuatkan kopi untuk Arya, walau dengan susah payah ia menuju dapur. Setelah membuat kopi ia membuka lemari pendingin rupanya tidak ada bahan makanan sedikit pun bahkan roti. Ia begitu lapar setelah satu malam di hajar oleh Arya di atas tempat tidur. Kemala memberanikan diri untuk membangunkan Arya. Tak lupa ia membawa kopinya dan meletakkan di meja nakas dekat tempat tidur.


“Tuan,” panggil Kemala yang masih memanggil Arya tuan. Kemala mengusap bahu Arya.


“Tuan,” panggilnya lagi. Arya membuka matanya dan melihat Kemala yang sudah mandi dan wangi seperti Bella saat membangunkannya.


“Jam berapa sekarang?” tanya Arya sambil menarik Kemala kepelukanyan.


“Tuan, jangan seperti ini!” pekik Kemala tertawa kecil karena Arya memegang pinggangnya.


“Kamu sudah rapi. Mau kemana? Hm." Arya memeluk Kemala dengan erat di atas tempat tidur.


“Kerja tuan, ini sudah jam 6 pagi.”

__ADS_1


“Hari ini tidak udah bekerja. Di apartemen saja.”


Kemala bingung dengan sikap Arya yang tiba-tiba romantis membuat dirinya gugup dan jantungnya berdetak lebih cepat. Kemala melihat wajah Arya begitu dekat tersenyum dalam hati.


“Tuhan, semoga momen seperti ini akan terus berlanjut sampai nanti, semoga ada cinta di hati Tuan Arya untukku!”


‘kruuukkkk’ tiba-tiba bunyi suara perut Kemala. Arya melihat Kemala dan tertawa kecil. Kemala begitu malu dan langsung membalikkan tubuhnya.


“Kamu lapar?”


“Iya tuan, tapi saya tidak menemukan apapun di kulkas. Maksud saya membangunkan tuan untuk minta makan.”


Arya bangkit dan meraih ponselnya lalu menghubungi seseorang untuk mengantarkan sarapan pagi ke Apartemennya.


“Halo, Mbak Dewi, tolong antarkan sarapanku sekarang ya, seperti biasa dan kali ini dua porsi, jangan lupa buah pisang dan apel,” ucap Arya di sambunan ponselnya. Dewi adalah Asisten rumah tangga Arya, khusus untuk mengurusi apartemennya dan tinggalnya juga tidak jauh dari apartemen Arya. Dewi dua hari sekali datang untuk membersihkan apartemennya dan jika Arya ada di apartemen ia siap siaga jika sang majikan meminta di buatkan makanan.


“Baik tuan.”


Arya mematikan sambungan ponselnya lalu melihat Kemala yang sudah bangkit dan menyiapkan setelan kemeja untuk Arya bekerja. Ia bangkit lalu menyeruput kopinya sebentar kemudian menuju kamar mandi.


“Kemala!” panggilnya sebelum masuk ke kamar mandi.


“Ya, tuan.” Kemala melihat Arya.


“Tolong nanti kalau ada bel berbunyi, kamu buka ya. Itu mbak Dewi yang mengantarkan makanan.”


“Baik tuan.”


“Hm." Arya masuk ke kamar mandi.


Kemala kemudian merapikan tempat tidur, setelah itu ia keluar dari kamar dan menunggu orang yang dimaksud Arya.

__ADS_1


__ADS_2