PESONA SINGLE DADDY (Derita Istri Ketiga 2)

PESONA SINGLE DADDY (Derita Istri Ketiga 2)
BAB 16 SUNGGUH RUMIT


__ADS_3

“Sial! Kenapa Mama sulit di hubungi! Kondisi Papa sedang tidak stabil kenapa justru pergi!” omel Arya dengan ponselnya sendiri. Mau tidak mau ia menghubungi Kalina.


“Semoga saja Kalina mau mengurus Papa." Arya melihat Kalina dengan perut buncitnya setia di samping Abi yang masih belum sadarkan diri.


“Kalina,” panggil Arya. Kalina menoleh melihat Arya yang duduk di sofa bersama Kemala.


“Apa?” Kalina bangkit dari duduknya dan bergabung duduk di sofa.


Arya melihat Kalina dengan penuh arti, apa wanita didepannya ini benar-benar mencintai Papanya atau hanya karena harta, sehingga mau dijadikan yang kedua.


“Kamu mencintai Papaku?” tanya Arya serius.


Kalina tertawa kecil lalu mengehala nafas.“Kau pikir aku hanya mencintai harta Papamu. Arya, aku tahu aset Papamu sudah di bagi-bagi dengan ke tiga anaknya. Kau, Tara dan juga Tasya. Putriku ,Nasya tidak mendapatkan apapun. Tapi walaupun begitu Papamu sudah menyiapkan dana untuk sekolah adikmu sampai kuliah nanti. Bagiku itu sudah cukup. Papamu hanya memberiku rumah yang saat ini aku tinggali dengan adikmu.”


“Lantas alasan apa kau mau dengan papaku?”


“Aku mencintai papamu. 11 tahun pernikahan itu tidak mudah, Arya. Aku tahu pernikahanku hanya sebatas di atas selebar kertas dan hanya di bubui materai. Jika tidak ada rasa Cinta untuk apa aku bertahan selama itu dengan Papamu. Aku mengorbankan semua demi bersama Papamu. Ya, aku tahu aku salah sudah menjadi yang kedua di pernikahan papa dan mamamu. Tapi aku juga manusia biasa.”


“Ok, Mama juga sudah mengetahui hubungan kalian dan Mama memilih untuk tidak menemui Papa lebih dulu. Aku hanya ingin melihat apa kau ingin tetap bersama Papa saat papa terpuruk seperti saat ini. Oh iya, ada beberapa obat Papa yang tidak di cover asuransinya. Jadi itu kewajibanmu untuk melunasi sisanya, karena kamu juga istrinya.”


“Its, ok! No problems!"


“Baiklah, Aku mau pulang. Sampai dimana kau bisa bertahan dengan Papaku!”


“Aku tidak sejahat yang ada dalam pikiranmu, Arya!”


Arya bangkit di ikuti Kemala. Kemudian Arya melangkah keluar dari ruangan Abi. Kemala menyalami Ibu tiri sang Suami dan berpamitan.


“Maaf, Bu. Saya permisi. Jaga kesehatan Ibu."


Kalina tersenyum dan mengangguk kemudian Kemala berlari kecil mengejar suaminya.


“Mas! Tunggu!” seru Kemala.


Arya menoleh lalu merentangkan satu tangannya, Kemala tersenyum dan masuk kedalam rangkulan sang suami lalu keduanya berjalan menuju parkiran.


“Mas kok bicaranya begitu sama Bu Kalina? Kasihan Mas, beliau lagi hamil.”


“Tidak apa-apa. Mas hanya ingin tahu apa dan apa yang di inginkan kalina sebenarnya. Kita lihat, ia tulus atau tidak mencintai si tua itu.”


“Mas! Kok begitu. Itu Papa, Mas. Dan Bu kalina hamil adiknya Mas.”

__ADS_1


Arya berhenti begitu juga Kemala, Arya melihat Kemala membuat Kemala salah tingkah, takut apa yang di ucapkan menyinggung perasaan Arya, sebab di usianya yang ke 40 tahun ia akan mempunyai adik dari istri kedua Papanya.


“Adik? Hm sepertinya aku ingin memberikan adik untuk si kembar.”


“Hah!”


“Kamu mau, kan?”


Kemala tersipu malu dan menundukkan lalu mengangguk. Tiba-tiba ia tersentak dan melihat Arya. Ia teringat jika pernikahannya belum di resmikan secara negara


“Tapi resmikan dulu pernikahan kita, Mas.”


“Pasti! Besok Aku akan mengurus semuanya dan langsung jadi. Nanti malam kita bikin adik ya!” goda Arya lalu tertawa di ikuti Kemala Kemudian merek berjalan kembali menuju parkiran.


Saat di perjalanan Kemala terdiam sambil melihat sang suami menyetir. ia ingin menyampaikan sesuatu tetapi ia takut memulainya. Arya sekilas melihat Kemala dan tersenyum lalu meriah tangannya seolah mengerti apa yang ada di pikiran sang istri.


“Kamu kenapa?”


“Tidak ada, Mas.”


“Laper ya! Kita singgah ke restoran dulu ya. sekalian Aku mau melihat karyawan di restoran.”


Arya menambah kecepatan mobilnya dan menuju salah satu restoran miliknya. Sesampainya di restoran mereka masuk dengan bergandengan tangan. Semua karyawannya melihat tidak percaya bos pujaan hati mereka sudah menggandeng seorang wanita baru.


Salah satu karyawan menyambut mereka dengan ramah.“ selamat datang dan selamat siang, tuan.”


“Iya terima kasih.” Arya masuk dan menuju salah satu meja tempat favoritnya dan di ikuti salah satu pegawainya.


“Tuan, ingin pesan apa?”


“Seperti biasa saja, Sayang kamu mau apa?” tanya Arya pada Kemala.


“Samakan saja.”


“Baik, tuan. Mohon di tunggu. Oh iya tuan, lantai atas ada Nona Bella dan suaminya.”


Arya sekilas melihat Kemala laku melihat karyawan kemudian mengangguk.” Ya sudah, nanti antarkan makanannya di lantai atas.”


“Baik, tuan.”


Pegawai kembali ke belakang untuk mengambil pesanan Arya sedangkan Arya mengajak Kemala ke lantai atas untuk menemui Bella dan Alex. Arya berjalan menghampiri Alex dan Bella.

__ADS_1


“Selamat siang, Reyhan.”


Reyhan sontak menoleh ke arah Arya dan begitu gembira melihat Arya kembali. “Papa! eh. Om!” Reyhan mengurungkan niatnya untuk memeluk Arya. Arya tanpa kata langsung memeluk Reyhan, bagaimana ia juga merindukan anak tersebut.


Bella tersenyum begitu juga Alex. Mereka bersalaman seperti layaknya temen lama yang baru saja bertemu. Bella melihat Kemala pun senang akhirnya mantan suaminya sudah menemukan tembatan hati yang baru.


“Ini Kemala, Istriku!” ungkap Arya lalu mereka semua duduk kembali.


“Selamat ya, mas. Semoga pernikahan bahagia dan terakhir kalinya," ujar Bella sekilas melihat Alex . Alex tersenyum lalu merangkul Bella.


“Iya terima kasih."


Kemala tersenyum tipis mencuri pandang Bella. Ia masih bertanya apakah Bella di depannya ini adalah mantan istri sang suami atau bagaimana. Bukankah istrinya sudah meninggal.


“Oh iya, dalam rangka apa ke Surabaya?” tanya Arya.


“Ini, em ... kami sedang meninjau pembangunan kos-kosan baru milik Bella,” balas Alex.


“Wow, keren! Selamat ya!” ucap Arya melihat Bella yang semakin cantik dan bersahaja dalam berpenampilan.


“Terima kasih, Mas. Oh iya, Kalian menikah kenapa tidak mengundang kami.”


Arya melihat Kemala begitu sebaliknya.“Pernikahan kami tidak di rencanakan dan terjadi begitu saja. Pertemuan kami juga begitu singkat lalu memutuskan untuk menikah.”


“Owh! Bagus lebih cepat lebih baik.” Bella tidak ingin tahu bagaimana mereka bertemu dan sampai menikah. Biarkan lah itu urusan Arya dan sang istri. Ia cukup mendoakan saja.


“Maaf, Saya boleh bertanya sesuatu?” sela Kemala yang penasaran dengan Bella.


“Boleh, Silahkan kemala.” Bella memegang tangan Kemala sekilas.


“Maaf sebelumnya, Apa Mbak Bella ini, mantan istri Mas Arya, bukankah Istri Mas Arya sudah meninggal?”


Alex dan Bella tertawa kecil lalu Alex menepuk pundak Arya. Sepertinya memang benar mereka bertemu dan langsung menikah dan Arya belum menceritakan masa lalunya.


“Kau jangan mengulangi kesalahan yang sama, Bung!” ujar Alex


“Biar suami kamu saja yang bercerita,” jawab Bella. Kemala melihat suaminya, agar menceritakan segalanya.


"Bella, ini istriku dulu sebelum Mama dari si kembar, kamu istriku yang Ketiga dan Reyhan anak Bella bersama Alex. Mereka dulu berpisah dan setelah aku dan Bella berpisah, mereka rujuk lagi. Kalau anak perempuan itu, itu anak Alex dari istri pertamanya.”


“Sungguh rumit kisah cintamu, Mas!" Kemala menggeleng kepalanya sementara Alex dan Bella tertawa melihat ekspresi Kemala. kini terjawab sudah siapa yang selalu disebut Arya saat bercinta dengannya

__ADS_1


__ADS_2