PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)

PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)
SATE DAGING BURUNG GAGAK


__ADS_3

ERWIN Saat itu datang ke rumah seorang dukun yang tak lain adalah Ki Baron. ia datang ke tempat itu bukan karena tanpa alasan, ia datang kesana karena ingin menuntut apa yang telah terjadi kepada keluarga nya akibat imbas dari pesugihan yang dilakukan nya itu.


"bagaimana ini Ki Baron!? mengapa orang tua ku sampai menjadi tumbal pesugihan itu!? bukankah tumbal itu hanya mengambil nyawa wanita yang ku nikahi saja!?" tanya Erwin dengan tegas dan membuat Ki Baron manggut-manggut mendengar nya.


"sebentar aku lihat dulu..." lalu Ki Baron mengaduk air dalam gentong yang bercampur dengan kembang tujuh rupa itu memakai sebuah keris.


"seperti nya ada sesuatu yang telah kau langgar dalam perjanjian itu, mas Erwin." Erwin mengerutkan dahi nya dan bertanya,


"peraturan yang mana Ki!? aku rasa aku selalu mematuhi peraturan yang ada di dalam pesugihan itu!"


"kau telah melanggar satu peraturan mas Erwin, apa kau ingat dengan apa yang pernah aku katakan dulu kepada mu soal peraturan larangan yang tak boleh kau langgar?"


"apa itu Ki???" tanya Erwin lupa dan Ki Baron memberitahukan nya.


"jangan sekali-kali kau mencoba melakukan pemutusan ikatan pesugihan ini dengan cara apapun! tetapi kau telah melanggar nya dan telah melakukan nya kepada seorang ustad!" ujar Ki Baron tegas dan wajah nya memasang wajah marah.


Erwin terdiam ketika mendengar ucapan Ki Baron itu dan berusaha mengelak nya,


"aku merasa tak pernah melakukan itu Ki!"


"kau jangan berbohong didepan ku!" tuding Ki Baron memakai keris nya ke arah Erwin.


"kau pikir aku ini dukun abal-abal hah!? jangan meremehkan ku kau! aku bisa melihat gerak-gerik mu melalui gentong ini jika kau telah melakukan kesalahan di dalam pesugihan itu! maka dari itu Raja Genderuwo marah karena peraturan nya telah kau langgar dan resiko nya adalah nyawa kedua orang tua mu lah yang menjadi jaminan atas kesalahan mu itu! apa kau masih tak ingat akan resiko yang sudah kau sepakati itu!?" Erwin pun akhir nya hanya bisa menunduk pasrah mengakui kesalahan nya itu.


"kau yang telah memulai segala nya dan kau juga yang harus mengakhiri nya mas Erwin! jika kau ragu akan pesugihan yang sudah kau sepakati ini, harus nya kau tak perlu datang kepada ku dan tetaplah hidup miskin seperti dulu! tetapi apakah dari pesugihan itu kau tetap hidup miskin? tidak kan? sekarang lihat dirimu, penampilan mu mencerminkan kau orang yang kaya raya tak seperti dirimu yang baru pertama kali datang kemari dengan penampilan yang amat menyedihkan!. ingat baik-baik, kau bisa sampai di titik ini karena perantara ku! kau berhutang budi banyak kepada ku! jika kau mencoba untuk melakukan hal itu lagi, jangan salahkan aku jika Raja Genderuwo itu membunuh mu!" ujar Ki Baron menasehati Erwin dengan ancaman dan Erwin pun akhir nya hanya bisa meminta maaf dan tak akan melakukan kesalahan nya lagi.


Kemudian Erwin disuruh untuk membawakan daging burung gagak yang sudah dibuat sate kepada Ki Baron.

__ADS_1


"aku bisa saja memaafkan mu, tetapi Raja Genderuwo tak akan semudah itu memaafkan mu mas Erwin."


"lalu apa yang harus saya lakukan Ki???"


"bawakan aku Sate Daging Burung Gagak seperti yang telah kau bawa waktu pertama kali kau meminta pesugihan kepada ku!"


"baik Ki, aku akan mencari nya dulu."


"pergilah, aku akan menunggu mu!" Erwin pun pamit untuk mencari daging burung gagak yang telah dibuat sate itu. ia biasa membeli nya disebuah warung sate langganan nya itu, diperjalanan ia keluar dari kampung tempat dukun itu berada ia sempat membatin.


"tadi aku melihat ada sesuatu yang ditutupi dibawah sebuah pohon besar oleh daun-daun pisang yang sudah mengering. bentuk nya seperti sebuah mobil, tetapi mobil siapa yang ditaruh disana? apa jangan-jangan itu mobil nya Ki Baron yang sengaja ditutupi dengan dedauan pohon pisang yang kering itu?" ujar Erwin dikala itu menyetir mobil nya dan ia masih memikirkan hal tersebut.


Kemudian ia segera mengecek ponsel nya karena sudah lama ia tak mengecek ponsel nya.


"sudah lama sejak kematian kedua orang tua ku aku tak mengecek ponsel ku." ujar Wahyu dan ia segera menyalakan ponsel nya yang sengaja dimatikan itu. setelah ponsel nya menyala, ia melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari Wahyu.


"Wahyu!? ada apa dia memanggil ku sampai ratusan panggilan tak terjawab???" ujar Erwin merasa heran dan ia kemudian menghubungi Wahyu. kala itu Wahyu sedang berduaan bersama Ayu diteras lantai dua, sembari menikmati cemilan dan dua cangkir teh mereka mengobrol sembari melihat-lihat mobil mewah yang dijual di marketplace online dilayar ponsel nya Ayu.


"yang merah bagus juga sayang." ujar Wahyu dan Wahyu seketika itu juga teringat akan mobil mewah berwarna merah nya itu.


"bagaimana dengan yang warna ungu saja sayang?"


"bagus juga sayang, tapi aku tetap mau yang merah."


"serius kamu mau yang berwarna merah?" Ayu mengangguk dengan senyum manja nya kepada Wahyu.


"hmm baiklah, pesankan saja sekarang. lalu kamu mau beli apa lagi?" tanya Wahyu menawarkan dan membuat Ayu semakin tersenyum ceria.

__ADS_1


"aku ingin membeli sandal yang sampai saat ini belum kesampaian aku membeli nya. lalu tas dan pakaian sayang."


"yasudah kamu pesan saja dulu sayang, nanti aku yang akan membayar nya semua."


"baiklah terima kasih banyak sayang." ucap Ayu tersenyum senang dan Wahyu langsung mengecup kening Ayu dan saat itu ponsel Wahyu berdering.


"siapa sayang?" tanya Ayu.


"ini teman ku nama nya Erwin." ujar Wahyu dan ia langsung mengangkat panggilan tersebut.


"halo Wahyu?" tanya suara Erwin dan Wahyu pun menjawab nya.


"halo Erwin, kemana saja kau ini???"


"maaf aku tak mengangkat panggilan mu karena sedang ada kesibukan."


"oh begitu, lalu kau sekarang sedang apa?"


"aku sedang ada dijalan."


"oh begitu, apa kau masih sibuk sekarang?"


"masih sih, tapi aku sempatkan untuk menghubungi mu dulu. memang nya ada apa kau kemarin-kemarin menghubungi ku sampai ratusan kali???" pertanyaan Erwin itu didengar jelas oleh Ayu yang ada disamping nya Wahyu.


Wahyu lalu menatap Ayu yang sejak tadi sedang sibuk melihat layar ponsel nya, ia sedang melihat-lihat pakaian wanita dimarketplace online itu.


"aku ingin bicara perihal bisnis, Win. sebentar aku lihat dulu proposal nya yang aku simpan dikamar ku." lalu Wahyu berkata kepada Ayu,

__ADS_1


"sayang tunggu disini sebentar ya, aku ingin pergi ke kamar dulu."


"iya sayang." ujar Ayu dan Wahyu segera pergi turun ke lantai satu untuk pergi ke kamar nya.


__ADS_2