
AYU Merasa merinding duduk sendirian diteras lantai dua itu. ia sejak tadi masih berdiam diri menunggu Wahyu datang kembali, tetapi sudah hampir setengah jam ia menunggu Wahyu pun tak kunjung datang kembali.
"mengapa mas Wahyu lama sekali? dia bilang cuman mau mengambil proposal bisnis nya itu yang akan ia obrolkan dengan teman nya. tetapi mengapa sampai selama ini? apa mas Wahyu masih menelepon teman nya itu?" ujar Ayu dan ia awal nya ingin menghubungi Wahyu, tetapi ia tangguhkan karena takut Wahyu masih mengobrol dengan teman nya dan bisa mengganggu obrolan Wahyu tersebut.
Ayu merasakan ada hawa aneh disamping nya, ia pun menengok kesana dan tak ada apa-apa.
"angin apa ini yang tiba-tiba datang menerpa ku? arah nya dari sebelah pohon itu." ujar Ayu pelan dan ia menatap ke arah pohon berdaun cukup rimbun. disana banyak sekali sosok Kuntilanak yang duduk bertengger menatap sinis dan benci kepada Ayu. tetapi Ayu sama sekali tak melihat nya karena ia tak bisa melihat mahluk gaib. ketua kuntilanak yang wajah nya lebih cantik dari para anak buah nya itu merencanakan sesuatu untuk mencelakakan Ayu.
Ayu melihat pohon yang dilihat nya itu bergoyang-goyang daun nya dan cahaya senja matahari disore itu terlihat jelas menyorot ke arah pohon rindang berdaun cukup lebat itu.
"mengapa pohon itu bergoyang-goyang? padahal tak ada angin tak ada hujan?" ujar Ayu menatap heran ke arah pohon itu. saat itu ketua kuntilanak nampak geram karena Ayu seakan tak takut akan goyangan pohon yang digoyangkan oleh anak buah nya itu kemudian sosok Ketua kuntilanak itu melesat terbang ke arah Ayu, sosok itu ingin merasuki Ayu. tetapi tiba-tiba tubuh ketua Kuntilanak itu terpental hingga menabrak teman-teman nya yang ada dipohon itu.
Tubuh sosok kuntilanak itu terbakar dan beberapa ada yang ikut terbakar juga. semua nya lari kalang kabut tak tentu arah meninggalkan rumah gedong itu. Ayu tak bisa melihat itu dan ia masih fokus menatap ponsel nya lagi. penyebab ketua kuntilanak itu terpental karena ia telah menabrak pagar gaib yang berasal dari jimat tusuk konde yang disimpan di dalam lemari kamar nya Wahyu. energi yang terpancar dari tusuk konde itu telah menyelubungi semua area rumah itu kecuali luaran rumah itu.
Wahyu sudah berniat untuk naik ke lantai dua untuk menemui Ayu, tetapi langkah nya terhenti dengan kemunculan sosok nenek tua yang pernah Wahyu lihat dikontrakan nya Ayu.
"sss..siapa kau nek!?" tanya Wahyu kaget dan takut meluhat sosok nenek tua itu.
"kau telah menyekutukan tuhan dengan pesugihan yang kau lakukan itu! semua harta benda mu itu ternyata bukan hasil dari kerja keras mu!"
__ADS_1
"apa maksud mu nek?" tanya Wahyu beranikan bertanya dan sudah menguasai rasa takut nya.
"kelak kau akan mendapati akhir yang buruk jika sampai cucu ku itu menjadi tumbal pesugihan mu itu! camkan ucapan ku ini anak muda!" seketika itu juga sosok nenek tua itu lenyap dari pandangan Wahyu.
Wahyu masih berdiam diri dan memikirkan ucapan dari nenek tua itu.
"apa maksud dari ucapan sosok nenek tua itu!? tahu dari mana ia bisa tahu akan pesugihan yang aku lakukan ini!? apa dia mendengar nya ketika aku mengobrol dengan Erwin tadi? seperti nya sosok nenek tua itu sudah tahu dari awal ketika aku ada dikontrakan nya Ayu. ya ya, aku sekarang ingat! sosok nenek tua pernah berkata seperti itu dan ada kaitan nya dengan Ayu. apa jangan-jangan itu adalah sosok arwah nya nenek nya Ayu yang pernah ia sebutkan itu? kalau begitu aku akan mencoba menanyakan nya kepada Ayu!" lalu Wahyu pun segera keluar dari kamar dan pergi naik ke lantai dua untuk menemui Ayu.
Setiba Wahyu di teras lantai dua, Ayu bertanya.
"mengapa lama sekali sayang?"
"maaf sayang, aku harus memberitahukan secara rinci soal bisnis ku itu kepada Erwin."
"yasudah beli saja semua yang ada dikeranjang, aku yang akan membayar semua nya."
"baiklah sayang." lalu Ayu segera memesan semua barang yang akan ia beli itu.
Pada saat itu Wahyu pun mulai bertanya akan sosok nenek tua yang selalu ingin melindungi Ayu itu.
__ADS_1
"oh iya sayang, apakah aku boleh bertanya sesuatu kepada mu?"
"mau bertanya soal apa sayang?"
"soal jimat tusuk konde yang kau bawa itu, hubungan nya apa dengan nenek mu itu?"
"oh soal itu, sebenar nya tusuk konde itu punya nenek ku."
"punya nenek mu? jadi ia dapat darimana jimat tersebut???"
"ketika nenek ku masih muda. dulu nya ia adalah seorang dukun yang sering mengobati orang yang sakit, setelah tua ia beralih menjadi dukun bayi. konon jimat tusuk konde itu ia dapatkan ketika ia masih muda dan mendalami ilmu perdukunan beraliran ilmu putih disebuah wilayah yang tak aku ketahui dimana tempat nya. karena nenek ku saat itu tak menyebutkan nya."
"hmm begitu, lalu bagaimana nenek mu itu bisa mendapatkan tusuk konde itu?"
"kata mendiang nenek ku, tusuk konde itu adalah pemberian dari guru nya sebelum guru nenek ku meninggal dunia. jadi tusuk konde itu adalah warisan dari guru nya nenek ku dan telah dijadikan jimat oleh nenek ku. nenek ku telah menunjukan kesaktian yang terdapat didalam tusuk konde itu kepada ku."
"apa kesaktian nya? apa kau bisa menceritakan nya sayang?" Ayu mengangguk dan mulai menjelaskan nya.
"nenek ku pernah menggunakan jimat itu untuk melawan serangan mahluk halus yang ingin mencelakakan keluarga ku. kata nenek ku ada seorang dukun santet yang merasa ilmu nya tersaingi oleh nenek ku. maka dukun santet itu menyerang keluarga ku dengan serangan gaib melalui perantara jin kafir. saat itu ayah dan ibu ku masih hidup, tetapi selang beberapa tahun setelah kejadian itu. kedua orang tua ku jatuh sakit dan membuat kedua nya meninggal dunia. nenek ku saat itu sudah sangat tua dan tak bisa melakukan pengobatan lagi. satu-satu nya harapan nenek ku adalah agar jimat tusuk konde itu bisa melindungi ku dari orang jahat baik itu melalui media gaib atau nyata. tetapi ketika aku bekerja disebuah club malam itu, aku seakan sudah lupa akan tugas yang diberikan nenek ku itu. salah nya aku karena aku sudah masuk ke dalam pekerjaan yang hina dan kotor itu, padahal nenek ku pernah menasehati ku untuk mencari pekerjaan yang halal dan menjauhi pekerjaan yang haram." ucapan Ayu terhenti di situ karena ia sedih jika ingat nasib nya kala ia kehilangan kedua orang tua, suami nya, nenek nya dan semua yang ada pada diri nya.
__ADS_1
...*...
...* *...