
SOSOK Genderuwo itu berusaha akan memasuki alam mimpi nya Ayu, namun ia tetap tak bisa masuk karena ada dinding penghalang menuju alam bawah sadar nya Ayu. ia lalu menatap ke arah meja rias, disana ia melihat cahaya putih berkilau dan setelah ia lihat secara jelas cahaya itu berasal dari tusuk konde.
"pantas aku tak bisa masuk ke dalam rumah ini! ternyata ada jimat yang terpasang dirumah ini!" lalu sosok Genderuwo itu akan berusaha menggerakan benda itu dengan kesaktian nya, namun ia tak kuat dan akhir nya terpental tak seberapa jauh.
"monyet kurap! menjengkelkan sekali!" geram sosok Genderuwo itu dan sosok pocong yang berada dipos satpam itu pun menertawakan nya.
Sosok Genderuwo itu berusaha mencoba nya lagi, namun ia akan berusaha ingin memasuki alam bawah sadar nya Wahyu dan kemudian merasuki nya. pada akhirnya sosok Genderuwo itu pun bisa masuk ke dalak alam bawah sadar Wahyu tanpa hambatan apapun. saat itu Wahyu sudah tertidur pulas, begitu juga dengan Ayu. suara denting jarum jam tak membuat mereka terbangun dari tidur nya. tiba-tiba Wahyu terbangun, namun posisi mata nya masih terpejam.
Ayu yang menindih tubuh Wahyu itu terbangun karena ia tergusur ke samping, ia menatap Wahyu yang bangun namun mata nya tetap terpejam. kemudian Wahyu turun dari ranjang dan berjalan menuju meja rias untuk mengambil tusuk konde itu. Ayu awal nya tak merasa aneh melihat suami nya berjalan sambil mata nya terpejam, namun ia mencium bau singkong bakar dan Ayu tahu bau apa itu.
"celaka! inikan ciri khas bau Genderuwo! dimana sosok itu!? apakah dia merasuki mas Wahyu???" pikir Ayu dan ia berkelabat turun dari ranjang ingin mengambil tusuk konde yang akan diambil oleh Wahyu itu.
Wahyu yang dirasuki sosok Genderuwo itu tahu Ayu akan mengambil tusuk konde itu, kemudian dengan menggunakan tubuh Wahyu sosok Genderuwo itu langsung menangkap tubuh Ayu dan memeluk nya.
"lepaskan! sadar mas Wahyu!" ujar Ayu mengelak dan Wahyu yang dirasuki sosok Genderuwo itu mendusalkan wajah nya dileher Ayu hingga Ayu merasa geli. dua buah dada Ayu diremas-remas kuat dan membuat Ayu mendesah kenikmatan. tetapi Ayu tetap tak mau terpancing gairah nya, ia tahu bahwa suami nya sedang dirasuki oleh sosok Genderuwo yang berusaha ingin menikmati tubuh nya.
Ayu langsung menginjak kaki Wahyu dan seketika itu juga Wahyu langsung tersadar dan sosok Genderuwo itu keluar dari tubuh Wahyu hingga terpental ke atas atap rumah. Wahyu tergeletak dan memekik kesakitan memegang kaki dan pantat nya, Ayu mendekati nya dan berkata.
"maaf sayang, aku lakukan ini demi menyelamatkan mu!"
"aku dimana ini!? mengapa kaki ku dan pantat ku sakit sekali? lalu mengapa kita ada diteras???" tanya Wahyu bagai orang linglung.
"tenangkan dirimu dulu mas, ayo kita ke ranjang lagi. nanti aku akan jelaskan setelah aku mengambil air minum untuk mu." Wahyu hanya mengangguk saja, kemudian Ayu mengambil air minum yang ada diruangan tengah dan kemudian masuk lagi ke dalam kamar.
Setelah Ayu memberikan segelas air minum dan Wahyu meneguk nya, Wahyu pun bertanya.
__ADS_1
"coba kau jelaskan, mengapa tadi kita ada diteras."
"tadi kau bangun tidur sayang dan berjalan sambil matamu terpejam. aku pikir mas Wahyu sedang mengigau, tetapi tak lama aku mencium bau singkong bakar sangat menyengat sekali diruangan kamar ini. aku mulai berpikir pasti mas Wahyu dikendalikan raga nya oleh sosok Genderuwo itu yang entah mau kemana dia membawa raga mas Wahyu ke meja rias itu. oh iya, disana kan ada jimat tusuk konde." lalu Ayu mengambil jimat tusuk konde itu.
Wahyu yang masih linglung itu pun berkata,
"tapi aku sama sekali tak merasakan tubuh ku bergerak, aku hanya merasakan kaki ku sakit dan pantat ku."
"kasus nya hampir sama seperti orang mengigau dari tidur nya mas, tapi beda nya raga mas Wahyu ini dikendalikan dan jika aku tak menginjak kaki mas Wahyu tadi. mungkin aku sudah diperkosa oleh sosok Genderuwo itu memakai tubuh mas Wahyu."
"benarkah!?" tanya Wahyu tegang dan Ayu mengangguk seraya menjawab,
"tadi ketika aku ingin menyadarkanmu, aku disergap olehmu dan dipeluk erat. leherku habis didusal olehmu dan buah dada mu diremas-remas dengan kuat nya, maka daripada aku menjadi korban pemerkosaan mahluk menjijikan itu lebih baik aku sadarkan dirimu dengan cara menginjak kaki mu."
"hmm begitu rupa nya, pantas kaki ku sakit hingga aku terjatuh." ujar Wahyu manggut-manggut, lalu ia berkata lagi.
"seperti nya mahkul itu sudah pergi ketika keluar dari tubuh mu mas."
"kalau begitu kita harus lebih waspada dan berhati-hati sayang."
"iya sayang, kalau tak ada tusuk konde ini. mungkin mahluk halus sisa anak buah si dukun sesat dan raja Genderuwo itu akan mudah mengincar nyawa kita."
"iya sayang, kita harus bawa tusuk konde ini jika pergi kemana-mana demi keselamatan kita."
"iya sayang, aku masih mengantuk. kita tidur lagi yuk."
__ADS_1
"yuk sayang, jam sudah setengah tiga." ujar Wahyu dan kini mereka tidur lagi dan tusuk konde itu disimpan dibalik bantal oleh Ayu.
Sosok Genderuwo itu semakin jengkel dan murka akan rencana nya yang gagal itu. sosok Genderuwo itu lalu mendekati sosok pocong yang ada dipos satpam itu,
"hei buruk rupa! coba kau katakan! apa kelemahan dari jimat yang ada dirumah itu!"
"aku tidak tahu soal kelemahan nya kang, tapi setahuku jimat tusuk konde itu milik kepunyaan nenek tua khodam nya perempuan cantik itu."
"grrrr! lalu mana si nenek tua itu hah!? sejak tadi aku tak menemukan nya!"
"terakhir aku melihat nya ada disini bersama ku. setelah itu aku tak melihat nya lagi sampai sekarang, mungkin sosok nenek sakti itu bersembunyi di dalam jimat itu."
"grrr aku tak boleh gegabah lagi kalau begitu! aku yakin pasti orang yang membunuh raja ku adalah si nenek peot itu!"
"aku tak tahu kang, jangan bertanya begitu padaku."
"diam kau!" plakk!
"aduuuuh sakiiit kang!" ujar sosok pocong itu terpelanting terpental hingga jatuh ketika ditampar oleh sosok Genderuwo itu.
Sosok Genderuwo itu pun mendengus kesal kepada sosok pocong itu. kemudian ia mempunyai pikiran,
"hei buruk rupa, ayo bantu aku!"
"bantu untuk apa kang? tangan ku saja terikat begini bagaimana aku mau membantu mu?"
__ADS_1
"bodoh! gunakan kekuatan mu! bantu aku untuk menaklukan jimat biadab itu!"
"aduh bagaimana ya." ujar sosok pocong itu ragu dan sosok Genderuwo itu melototi pocong itu hingga membuat sosok pocong itu ketakutan dibuatnya.