
PINTU Pondok Ki Baron yang terkunci dari dalam dan terbuat dari kayu itu berhasil didobrak oleh Wahyu dengan tendangan nya.
brakkk! saat itu Wahuyu menatap Erwin yang mendekap tubuh Ayu dari belakang.
"hentikan! rupa nya kau telah menjebak ku brengsek!" geram Wahyu kepada Erwin yang sedang mendekap tubuh Ayu dari belakang itu. saat itu Ki Baron berjalan keluar kamar sembari memegang punggung nya yang sakit.
"wanita lacur! berani-berani nya kau mendorong ku!" geram Ki Baron,
"berikan wanita itu padaku Erwin! turuti perintah ku untuk membunuh si Wahyu itu!" Erwin menyeringai menatap ke arah Wahyu, kemudian ia berkata kepada ki Baron.
"aku pinjam keris mu ki, akan aku bunuh anak pembawa sial itu!" lalu Ki Baron memberikan keris nya kepada Erwin dan Ayu diberikan kepada Ki Baron.
"rupa nya kalian berdua telah menipuku dan menjebak ku! keparat juga rupa nya kau Erwin! dan kau Ki Baron, aku tak akan segan melawan mu jika kau menyakiti Ayu!" pada saat itu Wahyu akan menyelamatkan Ayu, tetapi Wahyu mendengar suara bisikan nenek tua dari mulut Ayu yang terbuka dan mata nya mengedip ke arah nya.
"kau tak usah khawatir, cucuku aman ditanganku." mendengar bisikan itu, Wahyu pun tak jadi bertindak. ia segera berpikir bahwa sosok nenek nya Ayu pasti sedang merasuki Ayu, maka Wahyu pun segera membuang rasa gelisah nya itu.
Kemudian Erwin berjalan dengan angkuh mendekati Wahyu seraya berkata,
"asal kau tahu! akulah yang telah menumbalkan karyawan mu itu! hahaha!"
"dari awal aku sudah curiga kepada mu Erwin! ternyata kau Musuh didalam selimut! ternyata selama ini kau hanya memanfaatkan ku saja bajingan!"
"itulah bodoh nya dirimu! heaah!" lalu Erwin menyerang Wahyu dengan memakai keris yang ada ditangan nya itu.
__ADS_1
Ponsel Wahyu yang tergeletak diteras kayu nya ki Baron itu masih menyala dan masih terhubung panggilan nya dengan ponsel nya Randi. polisi telah merekam aksi suara keributan yang terdengar dari ponsel nya Randi itu. mereka masih belum tahu ada apa sebenar nya yang terjadi kepada Wahyu itu, hingga ponsel nya masih menyala dan tak ada jawaban lagi dari Wahyu. polisi sudah melacak nya dan berhasil menemukan alamat dimana Wahyu berada. kini para polisi sedang menuju ke tempat Wahyu berada bersama keluarga nya Lastri.
Wahyu mundur untuk menghindari serangan Erwin yang memakai keris itu sampai ke depan halaman pondok ki Baron. Ayu segera dibawa oleh Ki Baron ke dalam kamar nya lagi untuk ia nikmati kemolekan tubuh nya.
"sangat disayangkan jika wanita secantik ini aku tumbalkan kepada si Genderuwo itu! lebih baik dia aku jadikan istri ku untuk menemani ku disini! hahaha!" ujar Ki Baron gembira dan ia lalu membaringkan Ayu yang sudah berpura-pura pingsan itu. ia lalu melepas pakaian Ayu satu persatu agar ia leluasa menikmati tubuh molek nya Ayu itu. tetapi, tiba-tiba saja tubuh ki Baron tersentak mundur karena Ayu menampar wajah ki Baron dengan keras.
Perkelahian Wahyu dan Erwin masih berlanjut, Wahyu menangkis serangan Erwin yang memakai keris tajam itu dan membuat lengan Wahyu tersayat mengucurkan darah. Wahyu mencoba menendang, namun tendangan nya berhasil dihindari Erwin. lalu Erwin menyodokan ujung keris itu lagi ke arah perut Wahyu yang berusaha ingin menghajar nya. Wahyu berhasil menghindar dengan menggulingkan badan nya ditanah. kemudian ia bangkit lagi,
"pengecut kau! lawan aku tanpa memakai senjata!" sentak Wahyu kepada Erwin yang masih bernapsu ingin membunuh Wahyu.
"sebenar nya apa yang kau inginkan dari ku hah?! apa aku kurang memberimu uang sebagai timbal balik karena kau telah mengajak ku melakukan pesugihan ini hah? jawab Erwin!" bentak Wahyu dan ia segera mengambil kayu bakar disamping rumah ki Baron.
Erwin pun menjawab pertanyaan nya Wahyu itu,
"asal kau tahu! aku sengaja mengajak mu melakukan pesugihan agar kau bisa aku tumbalkan! apa kau pikir aku mengajak mu itu tanpa ada tujuan nya??? tujuan ku adalah untuk mengalihkan pesugihan tumbal ku itu memakai keluarga mu atau orang terdekat mu!"
"betul sekali! tadi nya aku akan menumbalkan Lastri, tapi sayang dia sudah lebih dulu meninggal akibat tumbalmu itu!"
"jahanam kau! kau tak akan aku maafkan!" bentak Wahyu dan ia segera melayangkan ujung kayu bakar sebesar tangan nya itu ke arah Erwin.
Erwin yang memegang keris itu menangkis serangan Wahyu dan keris itu pun langsung patah. lalu Wahyu menghantamkan kayu itu ke arah pinggang nya dan Erwin pun meringis kesakitan. lalu Wahyu langsung meninju wajah Erwin yang terjatuh itu dan ia terus saja meninju wajah Erwin yang mencoba menahan pukulan Wahyu itu. kemudian Erwin membenturkan kepala nya ke kepala Wahyu hingga Wahyu terjungkal ke belakang. lalu Erwin segera menerkam tubuh Wahyu dan meninju wajah nya Wahyu seperti yang dilakukan oleh Wahyu tadi kepada nya.
Ki Baron marah besar kepada Ayu yang telah berani menampar nya itu. Ki Baron kemudian menyergap tubuh Ayu, namun Ayu berhasil menghindari nya.
__ADS_1
"perempuan lacur! kemari kau!"
"kau dukun biadab! ternyata kaulah orang nya yang telah membunuh kedua orang tua anak ini dan juga suami nya!" Ki Baron mengerutkan dahi nya karena ia mendengar Ayu suara nya mirip nenek-nenek.
"bicara apa kau perempuan lacur!" seketika itu juga Ayu berubah wujud menjadi sosok ayah nya Ayu yang sudah meninggal.
"kau tahu pasti siapa orang ini hah!?" seketika itu juga Ki Baron mendelik mata nya. kemudian Ayu berubah wujud lagi ke wujud ibu nya dan terakhir berubah ke wujud suami nya Ayu yang sudah meninggal juga.
"kau..siapa kau sebenar nya bisa berganti-ganti wujud begitu hah? apa kau dedemit!?" tanya Ki Baron nampak sedikit takut.
Kemudian wujud suami nya Ayu berubah menjadi sosok nenek tua yang rambut nya di konde.
"kau harus menebus atas kelakuan mu yang sudah menyantet mereka sampai mati!"
"hei nenek peot! aku hanya disuruh saja oleh orang yang datang kemari! minta tebusan sana kepada orang itu jangan kepadaku!"
"orang itu sudah aku bunuh! sekarang giliran kau yang menjadi dalang mati nya mereka!" nenek nya Ayu melesat terbang ingin mencakar tubuh nya ki Baron.
Ki Baron nampak ketakutan, ia segera lari keluar kamar untuk mengambil keris pusaka nya yang lebih panjang dari yang diberikan kepada Erwin.
"jangan lari kau pengecut! lawan aku!" geram nenek nya Ayu dan Ki Baron sudah mengambil keris panjang nya itu untuk dihujamkan ke arah nenek iroh. seketika itu juga nenek iroh merasakan hawa panas menyerang nya dan nenek iroh pun langsung lenyap dari pandangan nya Ki Baron.
"kemana nenek tua itu!?" ujar Ki Baron mencari-cari kemana pergi nya nenek Iroh itu. tak lama, tiba-tiba Ki Baron tersungkur jatuh karena ada yang menyerang nya dari arah belakang dan keris nya terlempar ke depan. ketika Ki Baron akan mengambilnya, keris itu sudah ada dibawah kaki nenek iroh dan diambil, hal itu membuat Ki Baron kebingungan untuk merebut nya kembali.
__ADS_1
...*...
...* *...