PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)

PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)
OBROLAN WAHYU DAN ERWIN


__ADS_3

TIBA Di dalam kamar nya Wahyu, ia segera berkata kepada Erwin.


"halo Win?"


"iya halo, ada apa? apa kau sudah tiba dikamar mu?"


"sudah, maaf jika lama menunggu Win. ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mu."


"bicarakan saja Wah, ada bisnis apa nih?" tanya Erwin penasaran.


"bukan soal bisnis Win, tapi soal pesugihan yang telah aku lakukan itu."


"memang nya ada apa masalah apa Wah?" tanya Erwin yang penasaran. Wahyu awal nya enggan berbicara, tetapi ia pun paksakan untuk berbicara juga.


"istri ku meninggal dunia akibat kecelakaan yang dialami nya Win! Ki Baron berkata bahwa istri ku meninggal karena sudah seharus nya dia dijadikan tumbal pesugihan ku itu!"


"apa!? lalu sejak kapan itu terjadi???" tanya Erwin sedikit kaget dan tempat tujuan nya sudah sampai.


"tunggu sebentar Wah, aku parkirkan mobil dulu."


"iya jangan lama-lama." ujar Wahyu yang tak sabar ingin segera menceritakan soal kematian istri nya itu kepada Erwin.


Kemudian Erwin bertanya lagi soal cerita yang ingin disampaikan oleh Wahyu itu,


"coba ceritakan Wah, aku sudah memarkirkan mobil ku."


"baiklah, istri ku meninggal karena kecelakaan yang dialami nya memakai mobil yang biasa aku pakai."

__ADS_1


"coba kau jelaskan secara rinci bagaimana kronologi nya istri mu itu meninggal dunia."


"awal nya aku datang ke pondok nya Ki Baron, entah mengapa aku bisa datang ke rumah dukun itu. padahal tujuan ku bukan kepada nya, singkat cerita aku sampai dirumah nya dan dijamu oleh Ki Baron. oh iya, sebelum nya aku telah mendapat bisikan gaib dari Raja Genderuwo di alam mimpi ku agar aku segera menyiapkan tumbal istri ku itu. tetapi aku kala itu hanya menganggap itu hanya mimpi buruk biasa dan sama sekali tak mengira bahwa mimpi itu bisa jadi kenyataan!" ucapan Wahyu berhenti disitu karena suara nya mulai serak, lalu terdengar Erwin berkata.


"apa kau lupa akan resiko yang sudah kau sepakati itu Wah? harus nya kau pun sadari hal itu dan mencoba merelakan istri mu itu."


"tapi Win, mengapa aku bisa sampai lupa akan soal itu? semenjak aku menikah dengan Lastri, tiba-tiba saja aku lupa dengan pesugihan yang telah aku sepakati itu."


"kau tak sendirian Wahyu, aku pun merasakan apa yang kau rasakan itu."


"benarkah!? lalu apa istri mu juga menjadi tumbal pesugihan itu???"


"istri ku masih selamat, tetapi kedua orang tua ku yang menjadi korban pengganti tumbal itu."


"kok bisa!? bukankah Raja Genderuwo itu hanya menginginkan tumbal seorang perempuan yang kita nikahi saja!?"


"lah mengapa begitu???" tanya Wahyu heran.


"karena ia telah mengetahui rencana ku yang ingin menghapus perjanjian pesugihan itu melalui seorang ustad. tetapi ternyata ilmu ustad itu tak seperti yang aku harapkan, ia hanya berhasil menyelamatkan istri ku dari renggutan tumbal Raja Genderuwo itu dan memagari rumah ku dengan ilmu nya sehari sebelum malam bulan purnama terjadi. tetapi imbas nya, kedua orang tua ku lah yang direnggut nyawa nya oleh Raja Genderuwo itu. aku tak bisa menyalahkan siapapun lagi selain menyalahkan diriku sendiri, aku telah berdosa besar karena telah membuat kedua orang tua ku menjadi tumbal akibat pesugihan yang aku lakukan itu. aku..., kau pun pasti sangat merasakan kehilangan orang yang sangat kau cintai itu bukan. hixhixhix." ucapan Erwin yang panjang lebar sembari menangis itu membuat hati sanubari Wahyu merasakan kepiluan juga.


Ia pun terduduk diranjang kamar nya dengan air mata membasahi pipi nya. ia teringat akan Lastri, orang yang paling ia cintai didalam hidup nya setelah kedua orang tua nya. Wahyu pun bertekad agar kedua orang tua nya tak sampai menjadi tumbal selanjut nya seperti yang pernah terjadi kepada Erwin. pada saat itu Erwin bertanya lagi dan suara nya sudah tak sesedih seperti tadi,


"aku sudah meminta maaf kepada Ki Baron atas kelakukan ku itu dan dia memaafkan nya, tetapi Ki Baron berkata kepada ku bahwa Raja Genderuwo tak akan semudah itu memaafkanku. ia sudah marah besar kepadaku dan berniat ingin membuat ku sengsara lalu menghabisi nyawa ku karena aku telah melanggar larangan nya itu. tetapi Ki Baron masih peduli terhadap ku, maka ia menyuruh ku untuk membawakan sate daging burung gagak untuk ritual permintaan maaf ku kepada Raja Genderuwo melalui Ki Baron. aku saat ini sudah sampai ditempat penjual sate tersebut dan kau pun tahu dimana tempat nya bukan?" ucapan Erwin itu tak dijawab oleh Wahyu, karena saat itu Wahyu sedang menatap poto Lastri yang ia simpan didalam box besi bersama harta Wahyu yang berupa, uang gepokan senilai ratusan milyar rupiah, tumpukan perhiasan emas dan berlian serta sertifikat rumah dan perusahaan nya.


Semua poto Lastri dan Wahyu yang dibingkai dan ditaruh dirumah itu memang semua nya sudah Wahyu buang ketika Wahyu ingin melupakan semua kenangan tentang Lastri untuk pergi ke club malam. tetapi hanya satu poto yang tak ia buang dan ia menaruh nya di dalam box besi itu.


"Wahyu!? hei mengapa kau diam?" tanya suara Erwin yang terdengar diponsel nya Wahyu. seketika itu juga Wahyu langsung terperanjat kaget dan menjawab suata Erwin,

__ADS_1


"maaf Win, aku teringat akan kenangan ku bersama Lastri."


"iya tak apa aku memaklumi nya, oh iya tadi suara perempuan siapa? aku kira itu suara istri mu."


"ouh itu, dia pacar ku."


"buset cepat sekali kau mendapatkan pacar? apakah kau akan menumbalkan pacar mu itu lagi?" pertanyaan Erwin itu membuat Wahyu trauma,


"aku tak akan menumbalkan pacar ku itu Win, aku tak mau mencari wanita lain lagi untuk aku jadikan istri ku."


"lalu kau akan menumbalkan siapa lagi jika bukan pacar mu yang akan menjadi istri mu nanti???" tanya Erwin heran.


"aku akan menumbalkan karyawan-karyawan ku, tak ada cara lain lagi selain itu. aku tak ingin kedua orang tua ku dan saudara-saudara ku menjadi tumbal dari pesugihan yang ku lakukan ini."


"hmm boleh juga akal mu, aku pun punya pemikiran lain soal itu."


"pemikiran soal apa lagi???" tanya Wahyu dan Erwin menjelaskan nya.


"jika semua karyawan mu kau tumbalkan, lalu siapa yang nanti akan meneruskan pekerjaan mu itu? sama saja itu perlahan-lahan akan membuat mu bangkrut Wah."


"tak akan sampai bangkrut Win, lagi pula Raja Genderuwo itu hanya meminta tumbal dalam kurun waktu tujuh bulan sekali dan tepat dimalam bulan purnama. kekurangan satu karyawan pertahun aku tak merasa rugi, tetapi kehilangan penghasilan dari karyawan ku itu yang membuat ku rugi. aku akan mencari orang lagi yang akan menggantikan karyawan ku yang telah aku tumbalkan itu."


"hahaha, aku setuju kalau begitu akan rencana mu itu. aku pun akan melakukan apa yang kau katakan itu Wah, nanti jika aku sudah kembali ke pondok nya Ki Baron. aku akan mencoba bertanya kepada Ki Baron akan rencana mu itu, bisa apa tidak. semoga saja bisa dan kita akan tetapi bersama istri kita bukan?"


"benar Win, tanpa seorang istri kita bisa kesepian tahu."


"hahaha benar juga, yasudah kita sudahi dulu obrolan ini. aku nanti akan menghubungi mu lagi jika aku sudah selesai membicarakan hal itu kepada Ki Baron. sekarang aku mau beli sate daging burung dulu, dah sahabat ku."

__ADS_1


"baiklah, semoga sukses sahabat ku juga." ujar Wahyu dan kini obrolan tersebit berakhir.


__ADS_2