PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)

PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)
AJIAN PELET ASMARA


__ADS_3

AYU Menatap aneh kepada Erwin dan Ayu merasakan hati nya bergetar ketika menatap mata Erwin. ia merasakan hati nya seperti dibuai kehangatan dan keteduhan dari tatapan mata Erwin itu. rasa biasa saja yang awal nya Ayu rasakan terhadap Erwin kini mulai berganti menjadi rasa luar biasa. ia jatuh cinta pada Erwin saat itu juga, tetapi pikiran dan hati nya berbeda pendapat.


"mengapa hati ku bergetar begini ketika ditatap oleh mas Erwin? apakah aku merasakan jatuh cinta kepada nya??? oh tidak! aku sudah punya mas Wahyu, tetapi mengapa hati ku bergetar kala ia menatap ku itu! oh tuhan.., mengapa tiba-tiba aku merasakan hal aneh ini???" ujar batin Ayu dan saat itu Wahyu pun menatap Ayu dan juga Erwin, kemudian ia pura-pura batuk.


"uhuk-uhuk." kedua nya langsung membuang muka mendengar suara batuk dari Wahyu itu, pada saat itu pesanan makan siang mereka sudah tiba.


"ayo silahkan dimakan, aku mau ke kantor dulu diatas." ujar Erwin yang merasa diri nya tak enak ditatap aneh oleh Wahyu.


"iya mas Erwin." ujar Ayu dan kini Erwin sudah pergi naik ke lantai dua setelah memamerkan senyum manis nya kepada Ayu dan Wahyu. dibalik tembok tangga lantai dua, Erwin mengintip Wahyu dan Ayu yang kini sedang makan itu.


"kena kau! Ajian Pelet Asmara pemberian Ki Baron berhasil ku lakukan kepada mu Ayu. tinggal menunggu waktu saja hingga kau datang mencari ku kemari dan bertekuk lutut mengharapkan cintaku. hahaha." ujar batin Erwin yang ternyata ketika ia bertatapan mata dengan Ayu tadi, ia telah mempelet Ayu dengan tatapan mata nya tadi.


Erwin sangat berambisi sekali ingin mendapatkan Ayu secara diam-diam, ia akan menjadikan Ayu wanita simpanan nya nanti jika Ayu berhasil ia miliki. tetapi Erwin pun tak mau dianggap sebagai perusak hubungan teman nya itu, maka ia pun hanya bisa melakukan nya secara diam-diam. kini Erwin sudah berlalu segera naik ke kantor nya yang ada dilantai dua dan masih membayang-bayangi wajah cantik dan bodi seksi nya Ayu itu.


Wahyu terlihat buru-buru makan nya dan Ayu pun menatap nya dengan heran. tetapi ia tak menegur nya, takut Wahyu marah kepada nya. sampai makan siang bersama mereka selesai, tak butuh waktu lama setelah selesai Wahyu pun mengajak Ayu untuk segera pulang.


"ayo kita pulang."


"mengapa buru-buru sayang? kita baru saja selesai makan." Wahyu tak menjawab pertanyaan Ayu, ia lalu memanggil pelayan resto itu untuk menghitung semua pesanan nya. setelah Wahyu membayar nya, kemudian Wahyu berkata kepada pelayan itu.

__ADS_1


"bilang kepada bos mu, aku tak bisa lama-lama disini karena masih ada urusan yang harus ku kerjakan."


"baik mas Wahyu." ujar pelayan yang sudah mengenali Wahyu itu, kini Wahyu sudah mengajak Ayu untuk keluar dari dalam restoran itu menuju mobil nya.


Tiba didalam mobil, Wahyu segera berkata kepada Ayu.


"tadi kau kenapa sebegitu nya menatap Erwin? apa kau suka kepada nya?" pertanyaan Wahyu bernada cemburu itu membuat Ayu memgerutkan dahi nya tanda tak mengerti.


"maksud mu sayang? aku tak mengerti maksudmu." Wahyu pun menarik napas sesak nya itu dan mendengus kesal.


"tadi aku melihat mu bertatapan mata dengan si Erwin, aku curiga kepada mu. jangan-jangan kau menyukai nya kan?"


"jika kau tak murahan, tak mungkin si pemilik kontrakan mu itu menikmati tubuh mu ini! kau lupa dengan ucapan mu itu kan?"


"ucapan yang mana!?" tanya Ayu mulai emosi.


plakkkk! Ayu menampar wajah Wahyu dan menuding nya,


"jangan asal menuduh ku! aku tak seperti yang kamu kira! kau salah mengartikan ucapan ku kala itu rupa nya!" ujar Ayu baru ingat akan ucapan nya ketika ia dan Wahyu akan pergi dari kontrakan nya Ayu dan Ayu tak mau diri nya di anggap sebagai wanita murahan oleh Wahyu.

__ADS_1


"kau berani menamparku!?" ujar Wahyu seraya memegang pipi nya dan mata nya mendelik, saat itu Ayu segera tersadar dengan apa yang telah ia lakukan itu.


"ma...maaf sayang. aku tak bermaksud untuk menamparmu, kau juga yang telah menuduhku seperti itu hingga membuat ku emosi." ujar Ayu seraya mencoba menarik hati Wahyu kembali, Wahyu terdiam dan menunduk seraya berkata.


"aku pikir kau bisa menggantikan posisi Lastri di hidup ku, Lastri jika marah ia tak akan sampai hati untuk menampar ku. tetapi kau? kita baru saja berpacaran tapi kau sudah seperti ini kepada ku? bagaimana jika nanti kita menikah???" ucapan Wahyu itu membuat Ayu merasa bersalah juga.


"maafkan aku mas, aku yang salah. hixhixhix." ujar Ayu menangis sembari memeluk Wahyu dan Wahyu tetap terdiam memikirkan sikap Ayu kepada nya itu.


Di dalam pabrik tekstil nya Wahyu, satpam penjaga pabrik itu sedang menunggu para karyawan pabrik itu keluar dari dalam untuk membawa barang-barang mereka yang tertinggal didalam. satpam pabrik itu yang berjumlah dua orang itu merasakan merinding ketika mereka menatap ke arah mesin tempat karyawan yang kecelakaan itu.


"mengapa aku merinding ketika melihat mesin bekas karyawan yang kecelakaan itu ya pak Anton?"


"aku juga merasakan nya juga pak Heri, sudah ayo kita pergi keluar. para karyawa sudah keluar semua." pak Anton hanya mengangguk seraya berkata,


"lama-lama bis angker juga ini pabrik."


"sudah tak usah banyak bicara, nanti penghuni pabrik ini tersinggung." ujar pak Tono dan kini mereka sudah keluar dari dalam pabrik itu.


Didekat mesin penjepit tekstil itu, terlihat banyak sekali mahluk halus yang berkumpul disana. mereka sedang menghirup bau anyir darah yang sebetul nya sudah dibersihkan itu. tetapi aroma anyir itulah yang menjadikan para mahluk halus penunggu pabrik itu menyukai nya. para mahluk halus itu pun tahu awal kronologi mengapa karyawan itu meninggal, karena karyawan itu dirasuki sosok Genderuwo hingga mengakibatkan karyawan itu meninggal dunia. sosok Genderuwo yang telah mengakibatkan meninggal nya karyawan Wahyu itu berasal dari Genderuwo yang selalu mengikuti kemana pergi nya Erwin, saat ini Genderuwo itu ada didekat Erwin yang sedang duduk dimeja kantor nya itu.

__ADS_1


Semalam sebelum pagi nya ada kejadian kecelakaan karyawan nya Wahyu, Erwin yang setelah memanggil Wahyu melalui ponsel nya itu. mendengar suara bisikan gaib dari Raja Ganderuwo agar ia segera menyiapkan korban tumbal pengganti istri nya. saat itulah Erwin segera berkata untuk mengambil nyawa karyawan nya saja, lalu Erwin segera menunjukan tempat dimana pabrik itu berada setelah bisikan gaib itu menyuruh Erwin untuk menunjukan dimana tempat nya. kemudian Erwin datang ke pabrik nya Wahyu dan sosok Genderuwo yang selalu mengikuti Erwin pun segera pergi ke pabrik itu untuk mencari karyawan wanita yang masih perawan. disanalah Erwin yang telah menjadi dalang yang telah menumbalkan Karyawan nya Wahyu itu demi kepentingan pribadi nya.


__ADS_2