PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)

PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)
BEBAS NYA PARA ARWAH KORBAN TUMBAL


__ADS_3

SOSOK Arwah Lastri segera mengambil tusuk konde yang tergeletak itu dan ia melihat nenek iroh melesat ke arah nya ingin mengambil tusuk konde itu. namun, nenek iroh lupa pada lawan nya. ia terkena tendangan keras di punggung nya dan membuat nenek iroh terlempar ke arah Lastri yang memegang tusuk konde itu.


"uhuk-uhuk huekkk!" nenek iroh memuntahkan darah segar dan Lastri mendekati nya.


"kau tak apa-apa nek?"


"kau..kau? oh aku ingat! kau adalah anak perempuan yang sedang dicari oleh keluarga mu itu bukan? kau harus membunuh raja Genderuwo itu agar arwah mu bisa bebas dan bisa kembali ke alam manusia untuk..uhuk! menemui keluarga mu!"


"nek jangan mati dulu! aku harus bagaimana sekarang???" tanya Lastri serba salah dan raja Genderuwo berjalan mendekati nenek iroh yang sekarat itu.


"tusukan ujung tusuk konde itu dikepala nya!" setelah berkata begitu, nenek iroh pun mati walaupun itu hanyalah arwah nya saja. tetapi arwah pun bisa mati juga dan tak akan hidup lagi sampai akhir zaman.


Lastri menatap ke arah Raja Genderuwo itu yang kini telah ada didekat nya,


"minggir kau! aku akan membunuh nenek tua renta ini!" Lastri pun mundur dan ia melihat raja Genderuwo itu menginjak-injak tubuh tua renta nenek iroh.


"inilah saat nya untuk aku menancapkan tusuk konde ini dikepala nya!" lalu Lastri pun terbang ke atas dan menancapkan tusuk konde itu dengan sekuat tenaga ditengah-tengah kepala tempat lubang mahkota raja itu berada.


slappp!

__ADS_1


"arghhhhh! kepala ku sakiiiit!" teriak raja Genderuwo itu memegang kepala nya dan ia langsung menatap ke arah Lastri yang ada dibelakang nya.


"berani nya kau! kubunuh kau!" baru saja Raja Genderuwo itu akan melangkah, tiba-tiba tubuh nya rubuh dan berasap. tubuh raja Genderuwo itu berguling-guling seperti cacing kepanasan dan ia berteriak kesakitan memegang kepala nya. darah hitam membasahi lantai pelataran istana itu dan para prajurit istana pun semua nya melarikan diri karena ketakutan melihat raja nya kelojotan seperti itu.


Para pelayan yang masih tersisa diistana itu merasakan guncangan seakan istana itu mau rubuh, lalu Lastri berteriak karena melihat pilar istana itu bergetar.


"ayo semua nya kita pergi dari sini! meskipun kita sudah mati dan menjadi arwah gentayangan begini, jangan lupakan tempat asal mu semasa hidup karena orang terdekat kita masih merindukan kita! ayo kita pergi ke alam manusia! ikuti aku!" teriak Lastri dan kini para pelayan yang tersisa itu mengikuti Lastri yang terbang entah kemana.


Tubuh Raja Genderuwo itu semakin berasap dan tubuh nya mengering sampai kering hanya terbungkus tulang dan kulit saja. sosok nenek tua yang sudah mati itu pun tiba-tiba bangun lagi dalam keadaan tubuh nya utuh lagi.


"akhir nya aku hidup lagi setelah tusuk konde itu menyerap energi si raja Genderuwo itu! bagaimana pun, nyawa ku masih terikat dengan jimat tusuk konde itu dan aku akan tetap bisa hidup untuk menjaga cucuku seumur hidup ku!" ucap nenek iroh dan ia lalu menarik tusuk konde yang ada dikepala raja Genderuwo yang sudah mati itu. istana Genderuwo itu pun kemudian ambruk bersamaan dengan pergi nya Nenek iroh dari istana tersebut.


Kini ikatan pesugihan yang dilakukan oleh Wahyu pun terputus semua dengan bantuan nenek nya Ayu dan juga arwah mantan istri nya yaitu Lastri. tetapi, apakah ikatan tentang tuduhan pembunuhan yang dilakukan oleh Wahyu kepada Lastri itu bakal terputus juga atau sebalik nya ia malah jadi tersangka atas kematian nya Lastri...???


"baiklah, saya mulai sesi tanya jawab nya. didepan saya ada tiga orang tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Lastri. dimeja didepan saya ini, adalah barang bukti ditempat kejadian dan mayat Lastri masih dalam masa otopsi dirumah sakit. nanti jika hasil nya sudah ada akan segera saya beberkan di sini atas meninggal nya Lastri." kemudian ketua polisi itu bertanya kepada Wahyu,


"mas Wahyu apa anda bisa menjelaskan bagaimana awal Lastri meninggal dunia???" Wahyu yang ditanya itu pun mengangguk, kemudian ia menatap wajah keluarga nya Ayu yang masih terlihat meratapi duka atas kematian Lastri.


"sebelum nya aku meminta maaf yang sebesar-besar nya kepada keluarga dari Lastri terutama ayah dan ibu serta kakak Lastri dan suami nya. sebenar nya, kematian Lastri itu terjadi ketika aku mendatangi dukun ditempat itu. selama ini aku selalu memendam lelaku pesugihan yang aku jalani ini tanpa sepengetahuan Lastri, saat itu Ki Baron membocorkan bahwa aku telah melakukan pesugihan dengan nya dan semua kekayaan miliku berasal dari pesugihan itu. Lastri pun marah besar kepada ku dan menyangka selama ini aku telah melakukan pesugihan ketika aku telah menikahi nya. padahal jauh sebelum itu, aku adalah seorang pemuda yang miskin dan perantauan mencari pekerjaan dikota ini dan tanpa memiliki sanak keluarga dikota ini. semua nya bermula ketika aku melakukan pesugihan ini atas dasar dorongan dari Erwin, kala itu aku tak punya pekerjaan karena habis di PHK dan aku meminta tolong kepada nya untuk meminta bantuan mencarikan pekerjaan. tetapi dia malah mengajak ku untuk melakukan pesugihan karena ia telah menceritakan pengalaman nya yang dulu dia hidup susah kemudian menjadi kaya raya dalam waktu singkat lewat pesugihan itu." ucapan Wahyu terhenti karena Erwin berkata,

__ADS_1


"kau jangan menuduhku bahwa akulah penyebab kau terjerumus ke dalam pesugihan itu! jelas-jelas kau yang bersedia menanggung resiko nya itu!"


"aku sadar dan aku pun mengaku salah, apa kau pun waktu hidup susah tak memikirkan resiko nya hah? ternyata kau selama ini berbuat baik kepada ku hanya untuk memanfaatkan ku saja! kau telah menum..."


"cukup brengsek! ku pukul kau!" geram Erwin yang hendak meninju Wahyu dan kerah nya dicengkram kuat.


Para polisi yang bertugas sebagai keamanan segera memisahkan mereka dan Erwin serta Wahyu dijaga ketat oleh para polisi itu. Ayu menenangkan Wahyu yang masih terlihat trauma akan kesalahan nya atas meninggal nya Lastri itu. kemudian ketua polisi berkata,


"teruskan ucapan mu itu mas Wahyu, setelah kau selesai menceritakan awal kasus ini saya akan mencoba mencocokan dengan bukti-bukti yang sudah terkumpul ini."


"tunggu!" sentak Erwin menyela.


"untuk apa dia menjelaskan nya lagi pak? sudah jelas-jelas dialah pembunuh Lastri dan aku sebagai saksi yang melihat jelas Lastri mati ditabrak oleh si Wahyu itu!"


"kau jangan memfitnahku brengsek! kau lah pembunuh sebenar nya! kau juga yang telah menumbalkan kakek, nenek, paman dan bibi ku juga demi kepentingan pribadi pesugihan mu itu! oh iya, karyawan ku yang kecelakaan kerja sampai meninggal pun itu ulah kau juga bajingan!"


"cari mati kau rupa nya sialan! tanpa aku saat ini masih menjadi gembel!" bentak Erwin dan ketua polisi menyuruh polisi yang menjaga Erwin itu untuk membawa Erwin keluar dulu dari dalam ruangan itu


.

__ADS_1


...*...


...* *...


__ADS_2