PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)

PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)
TAMAT


__ADS_3

RENCANA Wahyu dan Ayu untuk membunuh sosok Genderuwo yang meneror mereka itu pun segera dilakukan. Wahyu sedang menunggu Ayu yang berganti pakaian yang memamerkan paha mulus nya dan belahan dada nya itu.


"kau nampak menggairahkan sekali jika memakai pakaian yang pernah kau pakai diclub malam tempat mu bekerja dulu itu sayang, aku yakin mahluk menjijikan itu akan sangat menyukaimu."


"iya mas, tapi apakah rencana kita ini akan berhasil mas?" tanya Ayu.


"ini harus berhasil sayang! tak ada lagi kesempatan dua kali di rencana kita ini!".


"tapi jika kita gagal bagaimana? pikirkan dulu resiko nya." ujar Ayu dan Wahyu pun berkata.


"benar juga, rencana ini sangat beresiko. bisa saja nanti tiba-tiba pintu terkunci dengan sendiri nya dan aku tak bisa masuk. hmm begini saja, kau taruh saja pisau dapur yang sudah diolesi bawang putih dibawah bantal. ingat sayang, gunakan dalam keadaan terdesak!"


"baik sayang aku paham." ujar Ayu.


"baiklah jika kau paham, jangan ragu untuk menghujamkan pisau dapur itu ke tubuh mahluk yang menyerupai ku itu." Ayu hanya mengangguk dan kemudian Wahyu pergi ke dapur untuk mengambil pisau dapur.


Setelah pisau dapur itu dibaluri getah bawang putih yang sudah di iris itu, Wahyu membawa nya ke dalam kamar.


"ini pisau nya, ingat pesan ku tadi sayang."


"baik sayang, aku akan berusaha semampuku."


"berikan tusuk konde itu, biar aku yang membawa nya agar ia bisa masuk ke dalam rumah ini." Ayu pun memberikan tusuk konde itu kepada Wahyu dan kini mereka sudah sepakat melakukan tugas masing-masing. mereka lalu berpelukan dan berciuman sebentar hanya untuk saling mendukung satu sama lain.


Waktu siang hari dibiarkan begitu saja menuju senja waktu disore hari. semilir sejuk angin sore membuat Wahyu terhenyak dalam duduk nya dikursi depan rumah nya itu. didepan nya ada meja keramik dan Wahyu menaruh jimat tusuk konde itu didepan nya dan posisi Wahyu saat itu sedang berpura-pura memainkan ponsel nya. sedangkan Ayu, ia sedang berbaring dikamar sembari menonton televisi. sosok Genderuwo yang sejak tadi sedang memutari area rumah itu untuk mencari anak buah baru dari golongan mahluk halus lain nya, sama sekali tak membuahkan hasil. para mahluk gaib semua nya takut melihat sosok Genderuwo yang bulu disekujur tubuh nya itu rontok karena terbakar.


Ketika sosok Genderuwo itu berada didepan rumah Wahyu, ia melihat Wahyu dan mendekati nya.


"hmm jimat brengsek itu ada pada nya! untuk apa dia menaruh nya disini!? dia pikir jimat brengsek itu akan membuat ku terpental lagi!? oh tentu tidak! bukti nya aku bisa mendekati nya kali ini!" lalu sosok Genderuwo itu segera teringat akan bayangan kotor nya kepada kecantikan dan kemolekan tubuh Ayu.

__ADS_1


"inilah kesempatan ku untuk menggauli wanita itu! setelah aku puas, tinggal aku bunuh wanita itu dan juga si brengsek ini!" lalu sosok Genderuwo itu pun mencoba masuk ke dalam rumah lewat pintu dan berhasil menembus nya.


"akhirnya! huahahaha! aku bisa masuk ke dalam rumah ini! huahaha dia pikir jimat brengsek itu akan berlaku memagari rumah ini dari luar!? nyata nya ternyata hanya berlaku untuk didalam rumah saja! huahaha!" lalu sosok Genderuwo itu pun merubah wujud nya menjadi wujud Wahyu.


Potongan pakaian, rambut, wajah serta postur tubuh pun mirip persis dengan Wahyu. orang yang tak tahu wujud kelemahan sosok Genderuwo itu, pasti akan mengira bahwa sosok itu adalah Wahyu yang asli. sosok itu berjalan layak nya Wahyu yang berjalan seperti biasa nya. ia berjalan menuju kamar yang dimana Ayu sedang terbaring sambil menonton televisi. pintu seketika terbuka pelan, dan Ayu segera memalingkan wajah nya ke arah pintu dan ia membatin.


"apakah itu mas Wahyu? tumben dia tersenyum manis begitu kepadaku." lalu Ayu menatap ke arah kaki Wahyu yang berjalan ke arah nya.


"kaki nya tak berbulu! tapi jari-jari kaki nya hanya ada tiga, hmm seperti nya itu memang sosok Genderuwo yang menyamar menjadi mas Wahyu! aku harus bisa berpura-pura seolah dia mas Wahyu." lalu Ayu pun bertanya kepada Wahyu yang mendekati nya tanpa bicara.


"bagaimana mas? apa kau sudah menghubungi pihak kepolisian untuk menanyakan kabar nya mas Erwin???"


"sudah sayangku." jawab nya singkat dan suara nya pun persis mirip dengan Wahyu.


Ayu buru-buru memegang ponsel nya, namun Wahyu segera menyergap nya menindih tubuh Ayu dan berkata.


"tunggu sebentar sayang! aku..ohhh! aughhh!" Ayu pun tak bisa meneruskan ucapan nya lagi. raihan ponsel nya pun tak terjangkau oleh tangan nya dan tubuh Ayu saat itu sedang digerayangi oleh sosok Genderuwo yang menyerupai Wahyu itu.


"hentikan! aouhh! hentikan!" rengek Ayu ketika Wahyu memagut ujung buah dada nya yang sekal itu.


Pakaian Ayu sudah dilucuti separuh dan badan Ayu habis diciumi dari batas buah dada sampai kening nya. Ayu sudah dibakar birahi dan ia masih berusaha untuk menahan gejolak napsu nya itu. Wahyu segera membuka baju nya dan seringai penuh napsu terlihat jelas diwajah Wahyu. Ayu terdiam ngos-ngosan ketika Wahyu meraba area terlarang nya Ayu. lengan Wahyu digesek-gesekan dibagian belahan paha nya Ayu itu dan membuat Ayu menggelinjang keenakan dengan erangan jeritan kecil.


Wahyu yang asli masih berdiam diri duduk di kursi teras rumah nya. ia sedang memegang jimat tusuk konde itu dan sesekali menatap ponsel nya.


"mengapa lama sekali? apa Ayu tertidur? apa jangan-jangan sosok Genderuwo itu sudah memperdaya Ayu hingga Ayu tak bisa menahan nya dan menuruti kemauan nya!? astaga! aku baru ingat! Lastri dulu juga dibuat terbuai oleh sosok Genderuwo yang menyerupai ku itu dan ia bagai patuh diperlakukan bagaimana pun meskipun ia merasakan keanehan! aku harus segera masuk!" lalu Wahyu beranjak dari duduk nya dan masuk ke dalam rumah.


Untung pintu rumah Wahyu tak terkunci dari dalam dan ia segera berlari ke arah kamar. pintu kamar terbuka sedikit dan Wahyu mendengar suara erangan Ayu yang sesekali menjerit kecil. Wahyu segera menendang pintu kamar itu karena kemarahan nya sudah diatas ubun-ubun.


brakkk!

__ADS_1


"bajingan busuk kau setan!" bentak Wahyu dan seketika sosok yang menyerupai Wahyu itu menghentikan kegiatan nya yang sedang menjilati sarang burung nya Ayu itu.


Sosok itu menatap nanar dan marah kepada Wahyu dan ia membentak Wahyu.


"hei brengsek! berani nya kau menganggu kesenanganku hah!"


"kau yang brengsek! dia itu istri ku! Ayu sadarlah kau!" teriak Wahyu dan Ayu masih ngos-ngosan bagai orang tak berdaya. sosok yang menyerupai Wahyu itu turun dari ranjang dan ia berdiri menghadap Wahyu seraya berkata.


"gara-gara kau! raja ku dan semua rekan ku mati diistana kerajaan Genderuwo! kau akan aku habisi sekarang juga! heaaah!" sosok Genderuwo itu melemparkan sesuatu seperti serbuk hitam ke arah Wahyu.


Namun Wahyu yang memegang jimat tusuk konde itu tak menghindari nya. ia berdiri bagai tak gentar berjalan ke arah sosok Genderuwo itu. lemparan serbuk aneh itu meletupkan suara letupan dan percikan api. kemudian Wahyu berlari menusukan jimat tusuk konde itu ke arah sosok Genderuwo yang menyerupai nya itu. seketika sosok Genderuwo itu mendelik mata nya bukan karena ia takut melihat jimat tusuk konde yang sakti itu, tetapi ada yang menusuk tubuh nya dari arah belakang.


Saat itu juga Wahyu pun menusukan ujung runcing jimat tusuk konde itu dijantung nya sosok Genderuwo itu dan seketika ia menjerit dan memuntahkan darah segar dan perwujudan nya seketika berubah menjadi sosok Genderuwo seukuran manusia. ternyata ketika Wahyu ingin menyerang sosok Genderuwo itu, Ayu baru tersadar dari linglung nya. seketika ia langsung mengambil pisau dapur dibawah kasur dan menancapkan nya dipunggung dekat belikat nya. Ayu segera turun dari ranjang nya dan memeluk Wahyu yang berhasil menancapkan jimat tusuk konde itu di dada sosok Genderuwo itu.


Ayu menangis terisak dan Wahyu menenangkan nya. sosok Genderuwo itu pun rubuh badan nya ke lantai bersamaan dengan darah membanjiri tubuh nya dan tak lama raga tubuh nya berasap dan menguap hingga tubuh sosok Genderuwo itu tak tersisa lagi wujud nya. pisau dapur dan jimat tusuk konde itu masih tergeletak dilantai dan Wahyu segera memeluk Ayu yang menangis histeris seraya Ayu berkata.


"maafkan aku sayang, aku tak bisa mengendalikan hawa napsu ku. hixhixhix."


"tak apa sayang, untung aku datang tepat waktu."


"apa aku sudah berhasil digauli oleh mahluk itu sayang?"


"hampir saja sayang, yang penting kau tak sampai di perkosa nya saja."


"syukurlah sayang, aku hanya takut sekali jika rencana kita ini gagal."


"sudah tak perlu ditangisi lagi sayang, semua sudah berakhir dan rencana kita berhasil. sekarang, kita sudah Terbebas Dari Teror Hantu Pesugihan itu. mulai saat ini, kehidupan kita berdua akan bahagia sampai kita memiliki sikembar." lalu Wahyu pun mengecup perut Ayu yang sedikit membesar karena sedang mengandung bayi kembar itu. Ayu pun terharu mendengar nya, kemudian mereka berdua berdoa kepada tuhan agar mereka selalu dilindungi dari segala marabahaya baik dari bahaya fisik maupun gaib. kini Wahyu yang hidup nya penuh dengan kegelisahan teror dari hantu-hantu yang berkaitan dengan pesugihan yang dilakukan nya itu kini sudah tenang dan ia akan memulai lembaran hidup baru nya bersama Ayu, yaitu Istri pengganti setelah meninggal nya Lastri.


...* TAMAT *...

__ADS_1


__ADS_2