
WAHYU Pun teringat ketika Erwin menghubungi nya setelah ia pulang dari pondok nya Ki Baron untuk mengajukan pengalihan tumbal itu dan Erwin bilang kepada Wahyu bahwa itu diperbolehkan dan harus karyawan yang masih perawan. saat itulah Wahyu menggenggam erat kepalan tangan nya dan suara nya berat menggeram.
"keparat si Erwin itu! rupa nya dialah orang yang telah menumbalkan karyawan ku demi kepentingan pribadi nya itu! teman macam apa dia itu! apa dia ingin membuka gerbang permusuhan dengan ku!?"
"apa mas Wahyu yakin dialah orang dibalik kecelakaan karyawan mas Wahyu itu? lalu bagaimana cara nya ia bisa membuat karyawan mas Wahyu kecelakaan???"
"bukan dia yang melakukan nya, tetapi mahluk gaib anak buah Raja Genderuwo yang telah melakukan nya! tumbal itu dilakukan melalui mahluk gaib dan merasuki tubuh orang yang akan ditumbalkan. seperti dari keterangan yang pernah kita dengar itu, karyawan tersebut antara sadar dan tak sadar dan karyawan perempuan itu seperti nya masih perawan. jadi tak menutup kemungkinan bahwa semua bukti itu ada hubungan nya dengan si Erwin, aku yakin itu!" ujar Wahyu masih nampak geram dan Ayu yang sudah tenang tak sedih seperti sebelum nya itu segera menenangkan Wahyu.
Wahyu kemudian menatap Ayu dan bertanya,
"maaf jika aku telah membohongi mu, Lastri sebenar nya meninggal bukan karena ia cemburu kepada Tiana dan nekat pergi naik mobil sampai kecelakaan."
"aku memaafkan mu mas, apa kau bisa menjelaskan nya???"
"kau tak marah atau telah menyesal karena telah mengenalku???" Ayu menggelengkan kepala dan berkata,
"sudah aku katakan dari awal, sejahat dan seburuk apapun kisah masa lalu dirimu mas. aku tak akan menghujat mu atau meninggalkan mu, apalagi menyesali perkenalan ku dan mas Wahyu. apa mas Wahyu masih ingat???" Wahyu pun mengangguk dan berkata,
"baiklah kalau begitu. sebenar nya Lastri meninggal karena kesalahan ku juga. dulu, dirumah ini sangat angker dan sering kali membuat pengisi rumah merasakan ketakutan itu. aku dan Lastri berniat ingin pergi ke dukun untuk mencari tahu ada apa dirumah ini sampai-sampai para mahluk gaib nya suka sekali mengganggu. singkat cerita aku dan Lastri akan pergi ke dukun untuk menanyakan soal rumah ini, hingga akhir nya perjalanan ku membawa mobil ku ke arah pondok nya Ki Baron, seorang dukun pesugihan perantara ku."
"lalu? setelah itu???" tanya Ayu penasaran.
"setelah itu kami masuk dan berbincang-bincang, aku kala itu seperti orang linglung dan seringkali pikiran ku terganggu. tanpa sadar Ki Baron menyebutkan soap pesugihan yang aku lakukan itu dengan nya dan alhasil membuat Lastri yang mendengar nya seketika itu juga marah besar. Lastri pergi keluar pondok dan aku mengejar nya, sayang Lastri sudah naik mobil dan aku telah meneriaki nya bahwa ia belum terlalu lancar mengemudi. namun naas, mobil yang dikendarai Lastri dengan kencang menabrak pohon besar dan Lastri pun meninggal ditempat bersama calon bayi ku." Wahyu meneteskan air mata dan ia segera menghapus nya.
__ADS_1
Ayu yang mendengar cerita Wahyu pun merasa kasihan terhadap Lastri yang telah meninggal karena emosi akibat mengetahui bahwa ternyata mas Wahyu itu selama membina rumah tangga dengan Lastri telah melakukan pesugihan.
"sabar mas Wahyu, semua manusia sudah ada jalan takdir nya. mungkin Lastri sudah semesti nya meninggal dalam keadaan seperti itu. mas Wahyu harus iklas menghadapi cobaan itu, jika mas Wahyu berani berbuat berarti mas Wahyu harus berani menanggung konsekuensi nya."
"iya sayang, aku telah mengiklaskan semua itu dan telah menyadari nya bahwa apa yang aku lakukan itu salah. terima kasih atas perhatian mu ini sayang, kau telah berhasil mengobati luka lama dihati ku dan kenangan pahit dihidup ku ini."
"sama-sama mas Wahyu, aku pun berterima kasih kepada mas Wahyu. jika mas Wahyu tak pernah datang ke club malam itu dan bertemu dengan ku, mungkin aku saat ini masih menjadi wanita penghibur dan entah sampai kapan kehidupan ku itu akan berubah." ujar Ayu dan membuat Wahyu memeluk Ayu dengan penuh kasih sayang.
Kemudian terdengar Ayu berkata,
"lalu sampai kapan kita menunda pernikahan kita sayang?"
"aku tak bisa memastikan nya sayang, aku takut kau menjadi tumbal setelah kita menikah."
"aku membatalkan nya sayang, setelah aku melihat kejadian kecelakaan karyawan yang tak wajar itu. aku merasa tak tega untuk melakukan nya, aku masih punya rasa kasihan terhadap karyawan ku. terlebih lagi kepada keluarga korban, pasti mereka sangat terpukul karena telah kehilangan orang yang mereka sayangi dan itu telah aku rasakan sejak kehilangan Lastri."
"tapi sayang, bagaimana tentang perjanjian tumbal pesugihan itu? apakah akan merenggut keluarga mas Wahyu jika mas Wahyu tak menepati perjanjian tumbal itu???"
"sudah pasti itu akan merenggut keluarga ku, karena Erwin sudah mengalami nya."
"benarkah? mengapa bisa begitu sayang? bukankah dia sudah menumbalkan karyawan mu itu mas???"
"sebelum dia menumbalkan karyawan ku, Erwin telah mencoba mencari cara untuk memutus ikatan perjanjian pesugihan itu dengan raja Ganderuwo agar istri nya tak menjadi ditumbalkan. ia telah mendatangi seorang ustad dan ternyata ustad itu hanya mampu menghalau bala agar nyawa istri dan diri nya baik-baik saja namun tak mampu membuat ikatan pesugihan itu terputus. namun naas, apa yang dilakukan oleh Erwin itu telah membuat Raja Genderuwo murka dan sebagai balas kemurkaan nya dibunuhlah kedua orang tua nya Erwin."
__ADS_1
"oh begitu, jadi mas Erwin telah menceritakan hal itu kepada mas Wahyu sebelum kejadian kecelakaan karyawan mas Wahyu itu terjadi?"
"betul, kalau tak salah waktu kita sedang bersantai dilantai dua. kala itu Erwin menelepon, apa kau masih ingat ketika kita sedang mencari mobil untuk dibeli dan belajaan online yang kamu pesan itu?"
"iya sayang aku masih ingat. lalu apa langkah yang harus kita lakukan? aku ingin membantu mas Wahyu keluar dari jerat lingkaran setan ini. aku yakin, kita tak akan bahagia jika mas Wahyu masih terikat perjanjian pesugihan itu sampai kapan pun."
"kau begitu peduli kepada ku sayang, beruntung sekali aku bisa bertemu dengan mu dan memilikimu. kau sungguh dewasa dan dapat memecahkan permasalahan setiap kali aku kebingungan dalam menentukan sikap." Ayu tersenyum disanjung seperti itu dan Wahyu pun bahagia bisa memiliki seorang perempuan yang bijak seperti Ayu.
Mereka berdua saling tatap dalam buai cinta asmara dan kemudian mereka pun berciuman mesra. setelah berciuman Wahyu berkata,
"nanti akan kita bicarakan lagi soal memutus ikatan pesugihan itu sayang. aku yakin, mahluk halus yang mendiami rumah ini seperti nya sudah kalang kabut setelah jimat tusuk konde yang kau pakai itu disimpan disini."
"iya sayang, itu arti nya rumah ini sudah aman dari gangguan mahluk halus bukan?"
"iya sayang." ujar Wahyu mengiyakan.
Waktu yang awal nya siang hari kini telah berganti menjadi senja sore hari. sinar matahari sore menyorot ke arah kaca kamar Wahyu dan saat itu Wahyu berkata.
"sudah sore sayang, kita mandi yuk."
"yuk sayang." ujar Ayu dan kini mereka berdua mandi sore bersama lagi seperti biasa nya. sosok nenek tua yang sejak tadi berada didalam kamar itu hanya tersenyum menatap kepergian Wahyu dan Ayu itu, entah apa maksud dari senyuman sosok arwah nenek nya Ayu itu.
...*...
__ADS_1
...* *...