PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)

PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)
KEPERCAYAAN


__ADS_3

MALAM Hari telah tiba, seperti biasa Ayu sedang membuat masakan untuk makan malam nya bersama Wahyu. Wahyu ada dimeja makan dan sedang memainkan ponsel nya sembari berkata,


"mobil yang kita pesan itu besok akan sampai disini sayang."


"serius sayang?" tanya Ayu.


"iya sayang." jawab Wahyu.


"berarti besok aku sudah bisa diajarkan untuk menyetir mobil dong sayang?"


"iya sayang, tapi nanti saja jika kita sudah menikah."


"kapan sayang? kau selalu mengatakan rencana menikah tapi sampai sekarang belum pasti kapan acara pernikahan itu akan dilakukan." Wahyu tersenyum menatap Ayu yang sedikit cemberut itu.


Kemudian Wahyu mendekati Ayu yang sedang memasak itu,


"besok kita akan pergi ke kampung halaman ku dulu. aku ingin meminta restu kepada orang tua ku soal acara pernikahan kita nanti sayang."


"oh yasudah kalau begitu, aku hanya menuruti keputusan mu saja sayang." lalu Wahyu mengecup kening Ayu dan berkata,


"aku pun akan selalu menuruti kemauan mu sayang." Ayu pun tersipu malu jadi nya.


Tiba-tiba suara ponsel Wahyu berdering dan membuat Wahyu dan Ayu yang sedang berciuman itu terhenti.


"siapa itu sayang?"


"ini Tiana, sebentar ya aku angkat dulu. kamu lanjut masak saja dulu sayang." Ayu hanya mengangguk saja dan lanjut memasak nya


Wahyu lalu pergi ke depan teras rumah nya dan mengangkat panggilan ponsel tersebut,


"halo ada apa Tiana???"


"halo bos. begini bos, aku ingin memberikan laporan soal pembukaan pabrik tekstil milik bos Wahyu yang sempat ditutup sementara itu."


"oh itu, lalu kapan akan dibuka kembali? apa sudah mendapat izin dari pihak kepolisian???"


"sudah bos, kata nya pabrik itu sudah bisa di operasikan kembali."


"hmm baguslah kalau begitu, oh iya. bagaimana soal dikantor? apa lancar-lancar saja?"


"lancar bos, siapa dulu dong yang mengatur dan mengawasi nya kalau bukan Tiana."


"hahaha, bisa saja kau. aku percaya penuh kepada mu Tiana. apa aku boleh meminta tolong kepada mu lagi?"


"minta tolong apa bos???"

__ADS_1


"besok aku akan pergi untuk pulang kampung dulu untuk meminta restu kepada orang tua ku. aku akan mengadakan acara pernikahan ku dengan Ayu dirumah ku ini. nanti kau bicarakan kepada semua karyawan untuk menghadiri acara pernikahan ku ini."


"kapan memang nya acara nya bos?"


"mungkin nanti jika aku sudah pulang dari kampung ku, aku akan hubungi kau lagi. nanti kau buatkan surat undangan untuk disebarkan kepada rekan-rekan bisnis diperusahaan kita ya."


"baik bos, akan aku laksanakan."


"baiklah, aku transfer uang untuk biaya membuat surat undangan nya sekarang."


"baik bos." lalu Wahyu pun mengirimkan uang ke rekening nya Tiana,


"banyak amat bos? apa ini tidak kelebihan???"


"sisa nya buat mu Tiana, itu bonus buat mu karena kau telah bekerja keras dalam menggantikan posisiku dikantor dan mengurus semua nya."


"terima kasih banyak bos, semoga rezeki bos Wahyu semakin lancar dan acara pernikahan nya berjalan baik nanti."


"amiin Tiana." saat itu terdengar suara Ayu memanggil nya dari dalam rumah.


"sayaaaaang...? dimana kau? ayo makan malam. masakan nya sudah matang."


"bos calon istrimu mencari mu." ujar Tiana.


"baik bos." ujar Tiana dan kini panggilan ponsel pun berakhir.


Ayu keluar rumah dan mendapati Wahyu sedang menatap ke arah pos satpam gerbang rumah nya.


"kau sedang apa sayang???"


"itu lihatlah, seperti nya ada orang di pos satpam itu."


"mana aku tak melihat nya." ujar Ayu mencoba mencari-cari dengan mendelikan mata nya. tiba-tiba Wahyu mengecup pipi Ayu dan membuat Ayu kaget,


"aduh sayang!"


"hehehe, maaf aku tadi hanya bercanda sayang. ayo kita makan malam, sudah matang kah masakan mu???"


"sudah sayangku."


"yasudah ayo kita masuk ke dalam." Ayu pun masuk kembali ke dalam rumah bersama Wahyu.


Tiba dimeja makan, mereka berbincang lagi.


"tadi siapa yang menghubungi mu sayang???"

__ADS_1


"tadi Tiana yang menghubungi ku sayang."


"oh asisten meneger kantor mu itu, memang nya ada apa dia menghubungi mu sayang???"


"dia menghubungi ku hanya karena ingin memberitahukan bahwa pabrik tekstil ku yang dulu diberhentikan operasi nya karena kecelakaan kerja itu kini sudah dibuka lagi oleh pihak polisi."


"oh soal itu, syukurlah kalau begitu sayang." ujar Ayu sambil makan dan Wahyu berkata,


"aku juga menyuruh Tiana untuk membuatkan surat undangan acara pernikahan kita nanti."


"memang nya kapan rencana nya sayang?"


"nanti setelah kita pergi ke rumah orang tua ku untuk meminta izin doa restu, baru kita adakan acara pernikahan disini."


"apakah orang tua mas Wahyu akan merestui hubungan kita? apa keluarga mas Wahyu tahu bahwa istri mas Wahyu telah tiada???"


"hmm aku usahakan agar hubungan kita ini direstui. lalu soal keluarga ku soal meninggal nya Lastri, seperti nya mereka tidak tahu. aku sudah lama tak menghubungi mereka."


"apa mas Wahyu ada masalah dengan keluarga sampai-sampai tak pernah menghubungi keluarga lagi???" Wahyu merenung disela makan nya itu.


Ayu masih terdiam menunggu Wahyu menjawab pertanyaan nya itu, kemudian Wahyu menatap Ayu dan menjawab nya.


"kedua orang tua ku tahu aku telah melakukan pesugihan dengan seorang dukun. mereka kecewa kepada ku bahwa selama ini aku telah membohongi mereka bahwa harta kekayaan yang aku dapatkan ini hasil dari kerja keras ku. padahal, aku sama sekali tak pernah membicarakan hal ini kepada siapa pun. aku dituduh telah menumbalkan paman dan bibi serta nenek dan kakek ku, padahal aku sama sekali tak pernah menumbalkan mereka." ujar Wahyu menceritakan tentang masalah nya dengan kedua orang tua nya.


Ayu yang mendengar nya pun manggut-manggut, kemudian berkata.


"jadi jika begitu, kau sudah di fitnah sayang. maksud ku sudah ada yang membocorkan rahasia mu itu."


"iya tapi siapa???"


"siapa lagi kalau bukan si Erwin itu." sontak Wahyu menatap Ayu dan berkata,


"ada benar nya juga! mengapa aku sampai tak kepikiran kesitu!"


"mungkin saat itu mas Wahyu tak mengira bahwa orang yang melakukan itu adalah Erwin karena dialah yang telah membuat mas Wahyu sekaya sekarang bukan???"


"ya dulu aku berpikir seperti itu, tapi sekarang semua sudah terbukti bahwa si Erwin itulah pelaku nya."


"apa si Erwin itu juga pernah bertemu dengan kedua orang tua mu mas???"


"pernah, ketika aku akan menikah dengan Lastri. Erwin dan istri nya ikut pergi ke kampung halaman ku karena aku dan Lastri mengadakan acara pernikahan dikampung ku saat itu."


"hmm begitu, sudah pasti si Erwin itulah biang kerok nya sayang."


"sudah pasti sayang, sekarang dia sudah dipenjara atas kelakuan nya itu. lalu, bagaimana aku menjelaskan kepada orang tuaku soal fitnah tumbal yang dilakukan si Erwin itu sayang?" Ayu pun lalu memikirkan jalan keluar dari ucapan pertanyaan dari Wahyu itu.

__ADS_1


__ADS_2