
SEHARI Setelah acara pernikahan Ayu dan Wahyu selesai diselenggarakan. sepasang suami istri itu kini sedang berada didepan teras rumah mereka. mobil yang mereka pesan sebelum nya sudah sampai dirumah tersebut. setelah Wahyu membayar harga mobil mewah itu, petugas dealer yang mengantar mobil itu sudah pulang kembali. Ayu nampak senang sekali melihat mobil yang ia inginkan itu sudah datang,
"ternyata mobil ini lebih bagus asli nya daripada yang ada di poto sayang." ujar Ayu kepada Wahyu.
Wahyu hanya tersenyum saja, kemudian menjawab nya.
"mobil ini sebenar nya hampir sama dengan mobil ku yang rusak ketika dikendarai Lastri. tapi ini desain bentuk nya lebih bagus dan dinamis. warna merah yang cerah ini melambangkan keberanian dalam menghadapi apapun."
"warna merah adalah kesukaan ku sayang." ujar Ayu dan Wahyu pun mencubit pipi nya seraya berkata,
"pantas pakaian dalam mu warna nya merah semua."
"ichhh apa sih sayang bahas begituan! malu ah!" ucap Ayu dan Wahyu semakin tertawa lebar.
Mobil yang baru mereka beli itu akan mereka coba pada sore hari itu juga. sekalian Wahyu akan mengajari Ayu menyetir mobil seperti keinginan nya dulu ingin bisa mengendarai mobil.
"injak rem kaki nya pelan-pelan sayang, jangan dihentak begitu." ucap Wahyu mengajari Ayu dan Ayu pun mengangguk mendengarkan nya. dijalanan komplek yang cukup sepi itu, Wahyu mengajari Ayu cara menyetir dan menyeimbangkan cara berkendara yang benar dan baik. Ayu mendengarkan nya dengan penuh perhatian dan selalu mengikuti arahan dari Wahyu.
"menurutku, dibanding dengan Lastri. Ayu lebih cepat paham dan mudah diajari. Lastri banyak bertanya dan susah paham ketika aku beri arahan, sedangkan Ayu sekali aku mengarahkan nya ia tak banyak bertanya dan langsung bisa." ucap batin Wahyu kala mengajari Ayu menyetir mobil.
Cukup lama Wahyu mengajari Ayu menyetir mobil mengelilingi komplek perumahan mewah itu, kini mereka kembali lagi pulang ke rumah. diteras rumah setelah Wahyu memarkirkan mobil nya digarasi, Ayu bertanya.
"sayang, mengapa perumahan di sini sepi sekali? apakah tak ada penghuni nya sama sekali???"
"ada sayang, mereka hanya enggan keluar saja jika bukan jam berangkat bekerja."
"oh begitu sayang." ujar Ayu.
"memang nya kenapa sayang???"
__ADS_1
"tak apa-apa, aku hanya bertanya saja."
"oh begitu, sudah jangan memikirkan hal yang bukan-bukan sayang. jaga kondisi janin mu, kau kan sedang hamil muda."
"iya mas, jadi besok kita akan pergi ke dokter untuk mengecek kandungan ku kan???"
"iya sayang." ujar Wahyu dan kini mereka masuk ke dalam rumah untuk mandi sore.
Malam nya, mereka sedang berada diranjang. kedua nya sedang berbaring diranjang. mereka sedang menonton televisi, tiba-tiba siaran televisi menyiarkan acara berita malam. Wahyu nampak serius melihat berita itu,
"seorang perempuan nekat bunuh diri ketika akan diperiksa oleh pihak kepolisian? diduga perempuan itu memiliki kelainan jiwa dan tiba-tiba menikam jantung nya. korban bunuh diri itu dilarikan ke rumah sakit namun di perjalanan, wanita itu meninggal dunia. setelah masa otopsi, wanita itu bernama Indah Pertiwi." Wahyu nampak kaget mendengar nama itu ketika diucapkan oleh reporter diberita televisi tersebut.
"Indah Pertiwi!?"
"kenapa mas? apa mas Wahyu mengenal nya???"
"seperti nya istri nya pun ikut terjerat kasus suami nya mas."
"seperti nya begitu sayang, tapi mengapa dia nekat bunuh diri? padahal dia tak tahu soal pesugihan yang dilakukan oleh si Erwin itu! apalagi soal penggelapan uang!"
"mungkin istri nya depresi sayang ketika rumah nya di datangi polisi dan menyebutkan bahwa suami nya ditangkap akibat kasus yang menjerat nya itu."
"bisa jadi sayang, tapi aku masih terpikir akan ikatan pesugihan yang ia jalani."
"bukankah ikatan pesugihan itu akan musnah jika sidukun dan si pemberi pesugihan itu mati atau dikalahkan sayang???" Wahyu menggelengkan kepala nya dan menjawab,
"memang seperti itu sayang, tetapi sosok anak buah raja Genderuwo yang ditugaskan untuk mengikuti kemana pergi nya si pelaku pesugihan itu masih hidup. mereka ditugaskan untuk membunuh orang yang melakukan pesugihan itu jika mereka mengingkari ikatan dalam pesugihan itu atau raja mereka menyuruh nya."
"hmm begitu sayang, apakah anak buah raja Genderuwo itu akan mengincar kita?"
__ADS_1
"aku tidak tahu sayang, harus nya sih itu hanya berlaku untuk orang yang ia ikuti saja. sedangkan sosok raja Genderuwo yang mengikuti ku itu sudah dikalahkan oleh nenek mu."
"iya sayang aku pun tahu soal itu, tetapi kalau sosok itu datang kemari bagaimana? sedangkan nenek ku sudah pamit pergi untuk selama-lama nya."
"bukankah jimat tusuk konde itu masih ada?" Ayu merenung sejenak, Wahyu menunggu Ayu menjawab pertanyaan nya.
Tak lama Wahyu menunggu, Ayu pun menjawab.
"seingat ku, jimat tusuk konde itu terakhir aku memegang nya ketika aku berada didalam mobil ketika kita pergi ke rumah nya dukun sesat itu mas."
"iya aku masih ingat akan soal itu, lalu setelah itu kau bawa kemana lagi???"
"aku tak mengingatnya secara jelas, ketika aku memanggil-manggil nama nenek ku ditusuk konde itu. entah kenapa diriku langsung pingsan hingga aku terbangun aku mendapati mas Wahyu berkelahi dengan si Erwin itu." Wahyu tercengang dan bertanya,
"lalu orang yang masuk ikut dengan ku ke dalam pondok nya ki Baron itu siapa???"
"aku tak merasa masuk ke dalam pondok dukun itu bersama mu sayang." ujar Ayu tak merasa dan Wahyu pun mulai teringat akan ucapan nenek nya Ayu saat itu.
Wahyu mengingat-ingat kejadian kemarin-kemarin itu ketika ia sedang berada didalam pondok nya ki Baron.
"pantas aku sedikit curiga melihat mu tersenyum-senyum kepada si Erwin itu. aku pikir kau terkena pelet nya si Erwin itu sayang."
"tak mungkinlah sayang aku terkena pelet, tapi aku rasa nenek ku itu merasuki ku lalu menyerupai wujudku untuk mengelabui dukun itu. karena nenek ku sudah tahu rencana dukun itu sayang, maka nya dia tak mau mengorbankan cucuku."
"oh jadi seperti itu, aku baru tahu kejadian awal nya. aku pikir kau yang ikut masuk bersama ku ke dalam pondok nya dukun itu."
"memang nya sosok nenek ku itu melakukan apa saja didalam pondok dukun sesat itu? aku benar-benar tak tahu apa yang sedang dilakukan nya itu sayang."
"hmm sebentar aku ingat-ingat dulu." ujar Wahyu mencoba mengingat-ingat kejadian yang sudah berlalu itu. Ayu hanya mengangguk menunggu Wahyu menceritakan kejadian yang telah terjadi kepada mereka sebelum nya itu.
__ADS_1