
SOSOK Arwah Lastri sedang berada dirumah orang tua nya. ia menangis melihat orang tua nya yang sedang melaksanakan shalat subuh dan kemudian sedang mendoakan keselamatan Lastri. setelah kedua orang tua Lastri selesai berdoa, Lastri pun mencoba ingin merasuki kakak perempuan nya yang saat itu sedang menyapu rumah.
Kakak nya Lastri tiba-tiba tergeletak dilantai dan membuat seisi rumah panik. kakak perempuan nya Lastri yang sudah menikah itu segera dibawa oleh suami nya ke dalam kamar dan kedua orang tua nya ikut masuk ke dalam kamar. kakak perempuan nya Lastri yang kerasukan itu langsung menangis tanpa sebab,
"Yanti kamu kenapa sayang?" tanya suami kakak perempuan nya Lastri yang bernama Yanti. tetapi Yanti tak menjawab pertanyaan suami nya itu, kedua orang tua Yanti pun segera bertanya.
"Yanti kamu kenapa nak?" ujar sang ibu dan ayah nya ikut bertanya.
"tak biasa nya kamu bertingkah aneh begini nak."
"ini Lastri bu, hixhixhix." kedua orang tua Yanti dan suami nya Yanti saling tatap.
Kemudian Yanti berkata lagi disela tangisan nya,
"ibu, ayah, kak Randi dan kak Yanti. aku minta maaf yang sebesar-besar nya, ini Lastri yang merasuki tubuh kak Yanti. Lastri sebenar nya sudah meninggal ayah, ibu. hixhixhix."
"apa!?" sentak sang ibu dan seketika itu juga ibu nya langsung pingsan dan ditahan oleh suami nya. Randi suami nya Yanti itu bertanya,
"mengapa kau bisa meninggal?! lalu apa yang dilakukan oleh suami mu itu?"
"aku meninggal karena kecelakaan mobil kak, mas Wahyu tak salah tapi Lastri yang salah. hixhixhix."
"tapi mengapa suami mu itu tak menghubungi kami nak? mengapa dia diam saja dan lalu sekarang kau dimakamkan dimana???" tanya sang Ayah yang tak kuasa sudah menahan tangisan nya.
Yanti pun menjawab nya,
"kalian semua datang saja ke rumah nya mas Wahyu untuk menanyakan hal ini, Lastri tak bisa menjelaskan nya. waktu ku tak bisa lama lagi. hixhix, aku pamit semua nya dan aku mohon sempurnakan jasad ku ayah." seketika itu juga Yanti langsung pingsan lagi dan sosok Arwah Lastri sudah kembali ke istana nya raja Genderuwo. pada saat itu Yanti pun terbangun dan ia langsung memeluk suami nya sambil menangis.
"brengsek juga si Wahyu itu! kita harus datang ke rumah nya si Wahyu untuk menuntut kematian Lastri pak!"
"bapak setuju! nanti agak siangan kita datangi rumah si Wahyu itu! bapak ingin menjebloskan nya ke penjara!" geram ayah nya Lastri dan saat itu ibu nya Lasti memanggil nama Lastri berulang-ulang kali dan suami nya langsung menenangkan nya.
__ADS_1
Yanti yang sudah sadar itu berkata disela tangis nya,
"Lastri meninggal ayah, Yanti melihat jelas ketika tadi dirasuki Lastri. ia meninggal dalam kecelakaan mobil di dalam sebuah hutan. hixhixhix."
"didalam hutan?" ujar suami nya Yanti dan ayah nya berkata,
"kita akan bawa polisi untuk menangkap si Wahyu itu! dia sudah ayah cap seorang pembunuh karena ia tak memberitahukan kematian Lastri akibat kecelakaan itu! pasti dialah yang telah membuat Lastri celaka!"
"Randi setuju pak!" kemudian mereka sepakat akan pergi ke rumah nya Wahyu bersama polisi untuk menangkap Wahyu.
Pagi itu Erwin sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah nya Wahyu untuk mengajak nya pergi ke pondok nya Ki Baron. ia lalu menghubungi Wahyu dulu untuk memberitahukan soal keperluan nya yang bersangkutan dengan Ki Baron. pagi itu, Wahyu dan Ayu sudah bangun dan sudah mandi pagi serta sarapan pagi juga. dipagi hari yang sedikit mendung itu, Wahyu sedang berada di teras rumah nya dan ia sedang menikmati teh hangat nya. Ayu sedang berada di taman bunga itu dan sedang menyiram tanaman. saat itu panggilan ponsel Wahyu pun berdering dan Wahyu mengangkat nya,
"halo Win ada apa? tumben pagi-pagi begini?" tanya Wahyu dan terdengar suara Erwin menjawab nya.
"kau sedang apa Wah? hari ini sibuk tidak?"
"tidak, memang nya ada apa Win???"
"memang nya ada perlu apa lagi?"
"aku tak tahu soal itu Wah, pokok nya kau harus kesana bersama ku. oh iya pacar mu juga sekalian ajak, kalau kau menolak nya Ki Baron akan mengancam kita dengan membunuh kita."
"wah serius itu?" Erwin pun mengiyakan dan Wahyu pun berkata,
"yasudah kau datang saja kemari, aku dan Ayu akan bersiap-siap dulu."
"baik Wah." lalu panggilan ponsel pun berhenti, Erwin masih berada diteras rumah nya dan ia pun membatin
"hehehe, seperti nya rencana ku akan berhasil jika Wahyu dibunuh oleh Ki Baron ketika datang kesana. lalu aku akan merebut Ayu dan kujadikan istri ku, hahaha! tapi aku tak tahu mengapa Ki Baron menyuruh ku mengajak Wahyu datang kesana bersama pacar nya, lalu ia pun mengancam ku juga. hmm aku jangan senang dulu, bisa jadi ini perangkap Wahyu yang mengadu kepada Ki Baron karena Wahyu seperti nya mencurigai soal kecelakaan karyawan nya yang tak wajar itu dan dikaitkan dengan ku." lalu Erwin pun segera membuang pikiran kotor itu, ia segera menuju mobil nya untuk pergi ke rumah Wahyu.
Wahyu pun mendekati Ayu yang masih menyiram tanaman bunga itu,
__ADS_1
"sayang..."
"iya sayang ada apa???"
"tadi Erwin menghubungi ku dan mengajak ku pergi ke tempat dukun pesugihan itu."
"benarkah? berarti kita harus segera siap-siap melakukan rencana yang dikatakan nenek ku itu?"
"iya sayang, kau harus berpura-pura tak tahu menahu soal rencana itu jika Erwin sudah datang."
"baik sayang, aku paham maksud mu."
"yasudah ayo kita ganti pakaian dan siap-siap" Ayu mengangguk dan kini mereka masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian.
Setelah berganti pakaian, kedua nya siap-siap untuk keluar rumah. jimat tusuk konde dibawa juga dan diselipkan digelungan rambut Ayu, hal itu dilakukan agar Erwin dan Ki Baron tak mencurigai kedua nya membawa senjata tajam. tiba diluar rumah, Wahyu segera membuka gerbang rumah nya dan mengeluarkan mobil nya. Ayu menyusul ke luar dan masuk ke dalam mobil sesudah Wahyu mengunci pintu gerbang rumah nya itu. saat itu Erwin sebentar lagi tiba didepan rumah Wahyu dan ketika Wahyu akan menghubungi Erwin, mobil Erwin sudah sampai didepan rumah itu.
"baru saja kau akan aku hubungi Win." ujar Wahyu kepada Erwin yang turun dari mobil nya.
"iya tak apa, kemana pacar mu? apa dia tak ikut?"
"dia ada di dalam mobil ku."
"oh begitu, yasudah kita berangkat sekarang saja."
"tunggu Win, aku ingin bertanya."
"bertanya soal apa???" tanya Erwin kepada Wahyu.
"apa kau tahu alasan Ki Baron menyuruh kita datang ke pondok nya Ki Baron???"
"aku tak tahu menahu Wah, aku hanya diperintahkan untuk mengajak mu saja kesana bersama pacar mu."
__ADS_1
"hmm begitu, yasudah kalau begitu ayo kita jalan." Erwin pun mengangguk dan kini mereka masuk ke dalam mobil nya masing-masing untuk pergi ke pondok nya Ki Baron.