PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)

PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)
HANCUR NYA KERAJAAN GENDERUWO


__ADS_3

Kini dukun sesat yang melakukan perantara praktek pesugihan yang dilakukan oleh ki Baron itu sudah hancur tak tersisa lagi. tetapi, Raja Genderuwo yang menjadi dalang utama dari pesugihan tersebut masih hidup. sosok nenek nya Ayu yang menghilang itu sudah tiba di istana nya Raja Genderuwo dialam siluman. ia sedang dihadang oleh prajurit kerajaan Genderuwo yang terdiri dari Genderuwo-Genderuwo berbadan besar dan wujud rupa yang menyeramkan.


"hei mana raja kalian!? panggil agar dia datang untuk menemuiku!"


"siapa kau nenek tua berani-berani nya menyuruh raja kami untuk menemui mu!?"


"kau ingin tahu aku siapa?" tanya nenek iroh.


"kau hanyalah seorang nenek tua peot keropos, benar kan kawan?"


"benar, huahahaha!" ujar teman Genderuwo itu tertawa terbahak-bahak.


Nenek Iroh mulai naik pitam, ia langsung menghentakan kedua telapak tangan nya ke arah dua sosok Genderuwo penjaga pintu gerbang istana itu.


bukkk!! bukkk!!


"ughhhh!" dua penjaga gerbang itu terpental hingga menabrak pintu gerbang. lalu pintu gerbang itu terbuka akibat tertabrak dua badan besar nya dua penjaga gerbang istana itu. Nini Iroh Sulawesi nenek nya Ayu itu segera masuk ke dalam gerbang istana itu dan membuat nya dikepung oleh prajurit kerajaan Genderuwo itu.


Tak perlu banyak basa-basi, Nini Iroh segera menyerang siapa saja orang yang menghadang nya itu. tubuh-tubuh prajurit berbadan besar itu terpental menabrak dinding-dinding istana dan membuat kegaduhan diluaran istana itu. didalam istana Genderuwo, para pelayan merasakan ada keributan diluar dan mereka segera melihat nya keluar. pintu istana dibuka dan nampaklah Nini Iroh berjalan ke arah pintu itu dan para prajurit Genderuwo semua nya sudah terbaring tak berdaya.


Para pelayan yang terdiri dari arwah-arwah yang mati ditumbalkan oleh pelaku pesugihan itu segera berhamburan untuk menyerang nenek tua berwajah menyeramkan itu.


"mundur kalian! untuk apa kalian menyerangku hah!?" tanya nenek iroh kepada para pelayan itu.

__ADS_1


"kau telah menyusup dan membuat keributan di istana ini nenek!" ujar suara pelayan lelaki dan yang lain nya berseru membenarkan.


"jangan ikut campur! kalian ini bodoh sekali! apa kalian tak mau bebas dan kembali ke keluarga kalian masing-masing? aku yakin kalian adalah para korban pesugihan yang telah ditumbalkan dan dijadikan budak nya si Genderuwo keparat itu kan?" para arwah korban pesugihan itu pun saling tatap dan mereka saling berbincang soal darimana nenek tua itu tahu soal mereka.


Didalam kamar istana Genderuwo itu, Raja Genderuwo sedang bercinta dengan beberapa pelayan wanita dan diantara nya ada Lastri. saat itu pintu kamar itu diketuk keras dari luar dan raja Genderuwo itu marah besar,


"brengsek! siapa itu yang mengganggu ku? coba buka pintu kamar ini!"


"baik tuan raja." ujar salah satu gundik nya Raja Genderuwo itu.


Pintu kamar itu lalu dibuka dan ada beberapa pelayan yang berdiri memberi hormat seraya berkata.


"maaf mengganggumu tuan raja, di luar istana ada orang tua gila yang menyusup nekat masuk ke dalam istana ini. semua para prajurit semua nya tumbang dikalahkan oleh orang itu!"


"siapa orang itu? berani-berani nya dia mengusik ku dan kerajaan ku ini!"


"biar aku yang urus penyusup itu! aku yakin dia bukan seorang nenek tua sembarangan!" lalu Raja Genderuwo itu keluar kamar menuju depan istana nya.


Lastri mengingat bahwa nenek tua itu mungkin nenek nya Ayu yang pernah ia temui ketika ia datang ke rumah nya Wahyu. Lastri pun segera mengikuti pergi nya Raja Genderuwo bersama para gundik lain nya. nenek iroh berhasil menyadarkan semua korban dari pesugihan itu,


"inilah saat yang tepat bagi kalian untuk melarikan diri! aku datang kemari untuk membebaskan kalian semua dan membunuh si Raja Genderuwo itu!" kemudian para pelayan istana itu sepakat untuk melarikan diri dari istana itu.


Semua pelayan terbang melesat ke atas melarikan diri untuk pergi dari dalam istana itu, para pelayan yang jumlah nya puluhan itu hampir semua nya kabur dari sana. para prajurit Genderuwo tak bisa menahan mereka karena nenek Iroh yang menghadang para prajurit itu dan membuat para prajurit Genderuwo itu babak belur. tubuh tua renta nenek iroh masih sangat gesit menghindar dan melawan para prajurit yang berani menangkap nya itu.

__ADS_1


Saat itu raja Genderuwo keluar dari istana nya dan mendapati semua anak buah nya terkapar menyedihkan tak berdaya.


"jahanam busuk! siapa orang yang telah berani membuat para prajurit ku terkapar lemah begini hah!?" teriak raja Ganderuwo dan kemudian ada suara nenek tua yang menyahut nya dari balik patung singa.


"akulah orang nya!" lalu nenek Iroh menampakan diri dan raja Genderuwo itu nampak bergetar tubuh nya.


"kau...kau! ternyata kau adalah orang yang telah membuat anak buah ku sekarat hingga tewas rupa nya!"


"iya memang aku yang telah membuat anak buah mu itu sekarat!"


"hei nenek tua! apa maksud kedatangan mu ke tempat ku ini hah!?"


"aku ingin menghentikan tindak pesugihan yang mengancam nyawa cucuku dengan cara membunuhmu!"


"huahahaha! tubuh tua renta begitu ingin melawanku? lebih baik kau gali liang kubur mu sendiri nenek tua!"


"brengsek kau telah menghinaku! heaat!" nenek iroh menghentakan tangan nya ke depan dan keluar sinar merah melesat ke arah raja Genderuwo itu.


Raja Genderuwo pun menahan nya dengan telapak tangan nya, seketika itu juga sinar tenaga dalam itu teredam dikepalan tangan raja Genderuwo itu.


"huahaha! serangan mu tak ada apa-apa nya nenek peot! heahh!" raja Genderuwo pun melemparkan serangan tenaga dalam yang ada digenggaman nya itu ke arah nenek iroh. sinar tenaga dalam itu terlihat melesat cepat ke arah nenek iroh dan nenek iroh lalu menghindari nya.


jgarrrr! ledakan pun terjadi dari benturan sinar tenaga dalam tadi yang mengenai dinding pintu gerbang istana itu.

__ADS_1


"bangsat! kalau begini cara nya bisa hancur istanaku!" geram raja Genderuwo dan ia langsung mendekati nenek iroh melawan nya dengan jarak dekat.


Lastri dan beberapa gundik raja Genderuwo itu sedang mengintip pertarungan nini iroh dan raja Genderuwo itu dari balik pintu istana. tebakan Lastri pun benar, bahwa orang yang datang itu adalah nenek nya Ayu. nenek Iroh dengan tubuh gesit nya berhasil menghindari serangan pukulan dan tendangan raja Genderuwo itu. pertarungan tak seimbang dalam hal badan itu membuat hancur dan porak poranda halaman istana itu. nenek Iroh pun segera mencabut tusuk konde yang ada dirambut nya, kemudian ia menusukan nya ke arah kepala raja Genderuwo. tetapi Raja Genderuwo menangkis nya dan tusuk konde itu terlempar ke arah pintu gerbang istana.


__ADS_2