PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)

PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)
MAHKLUK SURUHAN


__ADS_3

SUARA Angin malam terdengar berhembus dipepohonan samping rumah besar itu. nampak sesosok mahluk hitam dan tingg besar sedang bertengger disalah satu dahan nya. daun pohon itu memang rimbun, meskipun tak rimbun tak akan ada orang yang bisa melihat mahluk berwujud Genderuwo itu. mata merah terang dan taring yang amat panjang, membuat rupa wajah Genderuwo itu begitu sangat memyeramkan. ditambah, ciri khas bau dari Genderuwo itu adalah bau singkong yang di bakar.


Hal tersebut sudah menjadi mitos masyarakat umum bahwa jika tercium bebauan seperti itu dimalam hari, maka pertanda didekat mereka ada hantu sejenis Genderuwo. Wahyu saat itu akan menjelaskan soal cerita kejadian yang telah lalu itu kepada Ayu dan saat itu mereka belum mencium bau dari Genderuwo itu. Mahluk suruhan raja Genderuwo yang sudah mati itu adalah mahluk yang telah membunuh istri nya Erwin dan kini tugas terakhir nya membunuh Wahyu dan juga istri nya atas pesan terakhir dari raja nya.


"ketika aku dan kau masuk ke dalam pondok nya ki Baron, kau nampak malu-malu dam berada duduk dibelakang ku. aku saat itu memang sudah merasakan sesuatu yang tak beres dari ki Baron karena tatapan nya selalu tertuju kepada mu. ditambah ada si Erwin yang lelaki mata keranjang itu, aku mengira ia akan berbuat macam-macam jika kau tak bersama ku. tetapi, saat itu suami kakak nya Lastri menghubungiku dan mau tak mau aku harus keluar dulu untuk mengangkat panggilan ponsel itu. disitulah aku mendengar kau berteriak meminta tolong dan ketika aku akan masuk pintu sudah dikunci dari dalam. aku nekat mendobrak nya dan mendapati kau sedang dipeluk Erwin dan digerayangi, aku marah dan akan menyerang. namun muncul ki Baron dari dalam kamar nya dan menyuruh Erwin untuk membunuh ku. ternyata, mereka berdua telah bersekongkol akan memperkosa mu dan berniat ingin membunuhku. disitulah awal aku berkelahi dengan si Erwin hingga aku lupa dengan dirimu yang ada didalam bersama ki Baron. aku pikir, kau akan aman didalam karena nenek mu merasuki tubuh mu. namun disaat pondok itu terbakar, aku mulai panik dan ingin menyelamatkanmu. sayang nya si Erwin tetap keras kepala menghalangiku dan tiba-tiba saja kau muncul dari dalam mobil hingga memukul si Erwin dengan kayu bakar itu." Ayu yang mendengarkan nya pun manggut-manggut, kemudian ia berkata.


"disitulah aku terakhir memegang jimat tusuk konde itu, apa jangan-jangan ada didalam mobil ya sayang?"


"ayo coba kita cek sayang, semoga saja ada disana." Ayu mengangguk saja dan kini kedua nya keluar rumah dan pergi menuju garasi mobil.


Pintu rumah terbuka dan nampak Ayu bersama dengan Wahyu berjalan ke samping teras rumah menuju garasi mobil. sosok Genderuwo yang bertengger diatas dahan pohon samping rumah itu melotot ke arah Wahyu dan Ayu. tatapan mata nya masih memperhatikan gerak-gerik Wahyu dan Ayu yang masuk ke dalam garasi mobil itu. kemudian sosok Genderuwo itu melesat turun ke pos satpam dan bertemu dengan sosok pocong yang menghuni tempat itu.


"hei siapa kau?!" tanya sosok pocong.


"kau yang siapa!" bentak suara Genderuwo dan seketika langsung membuat nyai sosok pocong itu ciut.


Sosok pocong itu bertanya lagi kepada sosok Genderuwo itu.


"kau sedang apa disini kang?"


"bukan urusanmu buruk rupa!"


"aku hanya ingin tahu saja kang, apa kau sedang memperhatikan dua manusia itu???"

__ADS_1


"ya!" jawab sosok Genderuwo itu singkat.


"apa kau tertarik kepada wanita itu kang?"


"ya!" jawab nya singkat lagi.


"aku harap kau jangan coba-coba menyentuh wanita itu kang." seketika wajah Genderuwo itu menatap pocong itu.


"apa maksud mu melarangku hah!? apa kau mau penguasa dirumah ini hah???"


"tidd..tidak kang. aku hanya mengingatkan saja kang."


"mengingatkan soal apa hah?!"


"wanita itu dijaga oleh seorang nenek tua yang sakti mandraguna kang! semua mahluk penghuni rumah itu semua nya diusir oleh sosok nenek sakti itu! aku pun hampir saja di usir jika aku tak segera memohon bahwa aku disini tidak menganggu."


Wahyu dan Ayu telah menemukan tusuk konde itulagi yang ternyata terjatuh berada di bawah kursi kemudi mobil. Ayu dan Wahyu akan membawa nya ke dalam rumah, namun seketika angin tiba-tiba berhembus ke arah mereka.


wusssh!


kedua nya menganggap hembusan angin itu hanyalah hembusan angin malam biasa saja, padahal itu adalah angin yang berasal dari sosok Genderuwo yang terpental ketika ia mendekati Ayu dan Wahyu. sosok pocong yang melihat sosok Genderuwo itu terpental hingga keluar gerbang rumah itu tertawa puas melihat nya.


Wahyu dan Ayu kini sudah masuk ke dalam rumah dan berada didalam kamar lagi.

__ADS_1


"apakah tusuk konde ini masih bisa memanggil arwah nenek mu sayang?"


"entahlah sayang, aku tak berani melakukan nya lagi karena nenek ku sudah pamit ke alam nya. aku tak mau menganggu ketenangan arwah nenek ku sayang."


"hmm yasudah kalau begitu, tapi semoga saja tusuk konde ini masih bisa dijadikan jimat penangkal mahlum gaib di rumah ini sayang."


"iya sayang semoga saja masih bertuah." lalu Ayu pun menguap merasa mengantuk.


Wahyu lalu melihat jam yang menunjukan pukul sebelas malam.


"sudah larut malam sayang, kita tidur yuk."


"yuk sayang." ujar Ayu dan kini kedua nya tidur dan tusuk konde itu digeletakan begitu saja diatas meja rias. sosok Genderuwo yang terpental itu nampak geram, mata nya mengucurkan darah. sosok pocong yang tadi menertawakan sosok Genderuwo itu pun didekati oleh sosok Genderuwo tadi.


"brengsek sekali kau menertawakanku!"


"tadi aku sudah memberitahu mu bahwa wanita itu ada yang menjaga nya, sekarang kau merasakan akibat tak mau mendengar perkataan ku tadi." sosok Genderuwo tadi tak menjawab ucapan pocong berwajah buruk rupa itu.


Sosok Genderuwo itu sedang berpikir soal kejadian yang baru di alami nya itu. sosok Genderuwo tadi berjalan ke arah rumah itu lagi dan sosok pocong tadi berusaha mengatakan jangan gegabah melakukan hal seperti itu lagi. tetapi sosok Genderuwo itu tak mau mendengar nya, ia masih saja berjalan sembari memegang dada nya yang sesak. tiba didepan kaca kamar depan, sosok Genderuwo itu mengintip ke dalam kaca. namun ia segera menarik kepala nya karena ada sesuatu yang membuat nya merasa kepanasan.


Mata merah dari sosok Genderuwo itu melihat ada lapisan gaib yang menyelimuti rumah itu.


"grrrr! seperti nya ada pagar gaib di dalam rumah ini! bagaimana cara nya aku masuk ke dalam rumah ini!? apa aku harus tetap menunggu diluar rumah ini???" ucap Genderuwo itu. lalu ia menatap ke arah dalam kamar, disana ia melihat Ayu tertidur memeluk Wahyu. Ayu tidur hanya memakai ****** ***** dan penutup buah dada nya saja dan Wahyu hanya memakai celana pendek saja. seketika napsu genderuwo itu berkobar melihat Ayu berpenampilan seperti itu.

__ADS_1


...*...


...* *...


__ADS_2