
MOBIL Erwin berhenti di depan kantor polisi itu ketika Wahyu dan Ayu baru masuk ke dalam kantor polisi, awal nya Erwin ingin tahu apa yang akan dilakukan pihak kepolisian kepada Wahyu. tetapi ia takut di curigai Wahyu tentang kematian karyawan wahyu yang telah ia tumbalkan itu.
"aku penasaran sekali ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian itu kepada Wahyu. tetapi nanti Wahyu bisa curiga kepada ku, soal nya ia tahu bahwa aku tak tahu menahu soal kejadian kecelakaan karyawan nya itu. nanti yang ada dia malah berpikiran akulah yang telah menumbalkan karyawan nya itu! daripada aku dicurigai seperti itu, lebih baik aku pergi saja ke restorant ku!" ujar Erwin dan kini mobil nya sudah pergi dari depan kantor polisi itu.
Wahyu sudah beres membuat laporan tentang kecelakaan kerja karyawan nya itu dan kini ia bersama Ayu akan pergi ke restorant nya Erwin untuk makan siang. kini mereka berdua sudah ada didalam mobil dan akan menuju restoran nya Erwin, diperjalanan mereka berbincang-bincang.
"kita mau pergi makan siang ke tempat teman mu yang bernama Erwin itu sayang???"
"iya sayang, sekalian aku ingin mengenalkan mu kepada nya. sebentar sayang aku hubungi dulu dia, syukur-syukur dia di restorant milik nya." Ayu hanya mengangguk saja dan Wahyu pun segera menghubungi Erwin.
"halo Win kau dimana???"
"halo Wah? aku sedang ada direstu, ada apa Wah???" tanya Erwin.
"kau ada dimana? aku sedang menuju restorant mu untuk mampir makan siang bersama pacar ku."
"oh kebetulan aku ada diresto ku, kesini saja Wah."
"oh baiklah, sebentar lagi aku tiba."
"oke aku tunggu." ujar Erwin dan kinu obrolan telepon pun berakhir.
Tak lama mobil Wahyu tiba diparkiran restorant nya Erwin dan Ayu menatap restorant mewah berkelas bintang lima itu.
"way besar sekali restorant ini, berarti teman mas Wahyu kaya juga ya." ujar Ayu kagum dan Wahyu berkata,
"iya sayang, dia sangat kaya lebih kaya dari ku. berkat dia, aku tak akan sampai di posisi sekarang."
"posisi bagaimana sayang?" tanya Ayu tak paham.
"posisi menjadi orang kaya sayang, hehehe."
"oh..." ujar Ayu mulai paham dan kini mereka segera keluar dari dalam mobil tersebut.
__ADS_1
Erwin nampak berdiri diteras restorant nya itu, ia tersenyum melihat Wahyu melambaikan tangan nya ke arah nya. senyuman persahabatan dari Erwin itu berubah menjadi senyuman penuh napsu melihat Ayu yang cantik dan berbadan seksi itu. tetapi seringai napsu itu tak berlangsung lama, ia segera membuang nya setelah Wahyu mendekati nya bersama Ayu.
"apakabar mu Win?"
"baik Wah, kau datang bersama pacar mu yang sudah kau ceritakan itu bukan?"
"iya Win, kenalkan nama nya Ayu." Ayu pun tersenyum dan menjulurkan tangan nya untuk bersalaman dengan Erwin dan Erwin pun menyambut nya.
Terasa lembut dan halus sekali tangan Ayu ketika dirasakan oleh Erwin dan ia pun membatin.
"mulus sekali tangan nya! aduuuh harus nya perempuan cantik ini milik ku! tak cocok jika ia bersama si gembel ini!" ucapan batin Erwin terhenti karena Ayu segera menarik tangan nya yang sejak tadi digenggam terus oleh Erwin. Wahyu masih terlihat biasa saja dan tak berpikiran jelek soal itu, kemudian Erwin berkata.
"nama ku Erwin, teman nya Wahyu. ngomong-ngomong cantik sekali pacar mu ini Wah, mirip sekali dengan bidadari."
"ahhh bisa saja kau, hehehe." ujar Wahyu tertawa pelan dan Ayu hanya tersipu malu saja disanjung begitu.
"yasudah ayo masuk, seperti nya kalian sudah lapar sejak tadi." ajak Erwin dan Wahyu hanya mengangguk saja sembari menggenggam lengan Ayu masuk ke dalam restorant nya Erwin itu.
Wahyu dan Ayu sudah duduk dikursi meja makan yang sudah disuguhkan oleh Erwin. kemudian Erwin memanggil pelayan karyawan nya untuk melayani Wahyu dan Ayu.
"makasih mas Erwin." ujar Ayu seraya tersenyum sembari melihat buku menu dan Erwin hanya membalas nya dengan senyuman saja.
Wahyu duduk disamping Ayu dan ia pun berkata kepada Erwin yang duduk dihadapan mereka.
"apa kau tahu berita soal kecelakaan kerja dipabrik ku Win?"
"apa? sejak kapan dipabrik mu ada kecelakaan kerja?"
"tadi pagi Win sekitaran jam enam pagi."
"waduh terus gimana dengan nasib karyawan mu itu???" tanya Erwin memasang wajah kaget seakan ia baru tahu berita tersebut.
"karyawan itu meninggal dunia dan aku sudah mengurus semua biaya dari korban itu. aku merasakan ada yang janggal Win."
__ADS_1
"janggal bagaimana? mungkin sudah semesti nya begitu kali, nama nya juga kecelakaan kerja yang disebabkan oleh karyawan yang lalai."
"aku pun sempat berpikir begitu, tetapi saksi mata ada yang melihat nya dengan jelas bahwa itu bukan sekedar kecelakaan kerja biasa. posisi wanita itu antara sadar dan tak sadar kata nya, jelas-jelas ia tahu itu adalah mesih penjepit bahan tekstil."
"lalu!?" tanya Erwin lagi makin penasaran.
"karyawan itu mati dengan raga tubuh yang mengerikan, mual aku kalau ingat." ujar Wahyu yang segera meminum jus jeruk pesanan nya itu.
Ayu yang ada disamping Wahyu pun hanya mendengarkan saja, mereka sudah memesan makanan dan hanya tinggal menunggu saja. kemudian Erwin berkata,
"yang sabar ya Win, nama nya juga pekerjaan. pasti ada saja permasalahan nya."
"iya Win, tapi aku sempat berpikir bahwa kematian karyawan ku itu ada hubungan nya dengan obrolan kita yang kemarin."
"maksud mu obrolan soal..." ucapan Erwin terhenti karena Wahyu menaruh jari telunjuk nya di bibir nya seraya isyarat mata nya ke arah Ayu.
Erwin paham maksud isyarat dari Wahyu itu agar ia tak membicarakan soal rahasia pesugihan dari kedua nya. Ayu menatap heran kepada Erwin yang jadi meneruskan ucapan nya itu,
"obrolan soal apa mas Erwin? memang nya kalian membahas apa kemarin sayang?" tanya Ayu kepada Wahyu dan membuat Wahyu gelagapan bingung ditanya seperti itu.
"oh itu soal bisnis yang akan kami kerjakan bersama mbak Ayu."
"bisnis apa memang nya???" tanya Ayu semakin kepo dan Wahyu segera berkata,
"sudah itu urusan laki-laki sayang, kau tak perlu tahu soal itu."
"yasudah." ujar Ayu sedikit cemberut, semakin membuat wajah Ayu yang cantik itu lucu menggemaskan.
Erwin menatap Wajah Ayu yang sedang dirayu oleh Wahyu agar tak ngambek itu,
"boleh juga si Ayu itu, bodi nya sempurna sekali. berbeda jauh dengan istri ku yang hampir kendor itu, hmm bagaimana ya cara nya aku mendapatkan hati nya si Ayu itu? apa aku harus secara terang-terangan merebut si Ayu itu dari si Wahyu??? hmm seperti nya aku harus diam-diam mendekati Ayu agar si Wahyu itu tak curiga kepada ku." ujar batin Erwin saat itu dan pikiran mesum terhadap Ayu membuat Erwin tersenyum nakal kepada Ayu yang saat itu tak sengaja menatap nya.
...*...
__ADS_1
...* *...