
DI Dalam kamar, Wahyu sedang membuka brankas uang yang ada dikolong ranjang nya. isi nya adalah uang gepokan senilai ratusan milyar dan poto-poto pernikahan Wahyu dan Lastri. Ayu nampak terkejut kepada Wahyu akan uang itu ia dapat darimana,
"apakah uang ini kau dapatkan dari hasil pesugihan itu???"
"bukan, uang ini murni dari hasil penghasilan pabrik tekstil yang aku pimpin. dari pesugihan itu, aku hanya diberikan ini saja." lalu Wahyu mengambil kepompong ulat emas dan Ayu berkata,
"jadi inilah benda yang dipakai untuk pesugihan?"
"iya sayang, aku akan membuang nya."
"untuk apa kau buang?"
"aku sadar akan langkahku yang musrik ini, ini adalah penglaris yang selama ini aku pakai. dulu aku adalah seorang pedagang kaki lima dan dagangan ku laris ketika memakai ini. uang dari hasil dagang itu aku kumpulkan hingga hampir satu tahun lama nya dan sampai punya perusahaan besar beserta kantor nya." Ayu pun manggut-manggut, kemudian ia bertanya,
"apakah sebanyak itu kau akan memberikan uang untuk keluarga nya Lastri?"
"kurasa ini sudah cukup sayang, sudah aku akan berikan uang ini dulu." ujar Wahyu dan ia segera memasukan uang itu ke dalam amplop coklat, kemudian memberikan nya kepada para polisi yang mengantar nya itu. para polisi sedang menunggu diruangan tamu rumah itu.
Ayu masih ada didalam kamar dan sedang melihat poto-poto pernikahan Wahyu dan Lastri, kemudian ia membatin.
"mewah sekali acara pernikahan mereka berdua." kemudian terdengar suara nenek tua menyapa nya.
"cucuku, bagaimana kabarmu?"
"nenek!?" Ayu segera beranjak memeluk nenek nya dan nenek nya pun memeluk nya.
"terima kasih atas bantuan nenek, Ayu hanya bisa mendoakan saja yang terbaik untuk nenek."
"terima kasih cucuku, nenek mau pamit kepada mu Ayu."
"nenek mau pamit kemana? bukankah nenek akan selalu ada didekat Ayu???" sang arwah nenek iroh pun mengusap rambut cucu nya.
"nak, tugas nenek sudah selesai. jika kau sudah memiliki pendamping nenek akan pergi."
"tapi nek, mengapa nenek harus pergi? bukan kah nenek bisa hidup disini dengan Ayu?"
__ADS_1
"cucuku, tempat nenek bukan di sini. nenek sudah meninggal dunia. kau harus mengerti cucuku."
"baiklah nek jika memang jalan nya harus begitu, Ayu hanya bisa pasrah saja." saat itu pintu kamar dibuka dan nampak Wahyu masuk ke dalam kamar.
Arwah nenek Iroh dan Ayu menatap ke arah Wahyu yang masuk ke dalam kamar itu.
"nenek iroh? nek terima kasih atas pertolongan mu." ujar Wahyu yang kemudian ia salim kepada nenek iroh.
"nak Wahyu, nenek minta tolong padamu. jaga cucu nenek ini ya."
"saya berjanji akan menjaga cucu nenek."
"baiklah jika begitu, nenek pamit." lalu Nenek iroh pun berpamitan dengan Wahyu dan Ayu.
Ayu menangisi kepergian nenek nya itu yang kini sudah lenyap dari pandangan mata mereka.
"sudah sayang, jangan menangis lagi. nenek mu sudah menitipkan mu kepadaku."
"iya sayang. lalu bagaimana soal biaya pemakaman untuk keluarga Lastri???"
"hmm begitu, lalu bagaimana dengan nasib mas Erwin?"
"entahlah, mungkin dia akan dipenjara atas kelakuan nya itu."
"aku kasihan kepada istri dan anak nya mas." seketika Wahyu teringat akan istri nya Erwin.
"coba aku hubungi istri nya Wahyu, apa dia tahu akan suami nya itu."
"tapi sayang, nanti jika dia syok bagaimana?"
"benar juga." ujar Wahyu dan kemudian ia berkata,
"aku tak menyangka bahwa dalang dari kerusakan di hidup ku ini berawal dari Erwin. aku tak mengira bahwa dia adalah salah satu karyawan yang menyelundupkan uang pemasukan di pabrik tempat ku dan dia bekerja. pantas, dia mampu membayar mahal dukun itu hanya demi pesugihan nya itu."
"lalu sayang, bagaimana awal kau di ajak ikut pesugihan dengan Erwin?"
__ADS_1
"seperti yang pernah aku ceritakan sebelum nya, aku menganggur dan tak punya pekerjaan karena di PHK ditempat kerja ku dulu."
"iya aku tahu cerita itu, lalu apa yang kau bayar ketika melakukan pesugihan itu mas???"
"Erwin meminjami ku uang untuk membayar biaya pesugihan itu, setelah aku berhasil. baru aku mengganti nya dan setelah itu kami semakin akrab dan berteman baik."
"tapi ternyata kebaikan itu hanyalah kedok saja bukan mas? aku mendengar ketika kau dan Erwin berkelahi. Erwin mengatakan bahwa dia hanya memaanfaatkan mu saja bukan? dia pun bilang mengajak mas Wahyu hanya untuk dialihkan tumbal pesugihan nya saja kepada keluarga mas Wahyu. apa itu benar???"
"benar sayang, nenek dan kakek ku meninggal tanpa ada gejala sakit atau apa. kemudian di susul oleh paman dan bibi ku, aku tak menyangka mereka telah ditumbalkan oleh si Erwin itu."
"lalu bagaimana dengan kedua orang tua mu mas???"
"mereka masih hidup dan aku berencana akan mengenalkan mu kepada mereka."
"kapan sayang???"
"nanti akan aku putuskan kapan kita akan pergi ke kampung halaman ku. sekarang hari sudah sore, yuk kita mandi sayang. aku sudah sangat gerah sekali."
"baiklah sayang." ujar Ayu dan kini mereka berdua pergi ke kamar mandi untuk mandi sore.
Sementara itu, keluarga Lastri sudah pulang ke kampung halaman nya dengan membawa jenazah Lastri untuk dikuburkan dan disempurnakan jasad nya nanti. keluarga Lastri sudah menerima uang ganti rugi dari Wahyu senilai satu milyar dan kini mereka sudah mengiklaskan kepergian anak nya itu. didalam sel tahanan, Erwin berteriak-teriak.
"tidaaaak! jangan bunuh aku! aku takut sekali!" ujar Erwin dipojokan sell tahanan itu. para penjaga polisi menganggap Erwin seperti orang gila dan mereka hanya membiarkan nya saja.
Dirumah nya Erwin, nampak para polisi sedang menyita rumah Erwin beserta semua kendaraan mewah nya. istri Erwin mengamuk dan tak menyangka bahwa suami nya telah melakukan penyelundupan uang senilai ratusan milyar ditempat kerja nya dulu. istri nya Erwin di interogasi untuk menanyakan semua perusahaan yang dipimpin oleh Erwin itu. tetapi istri Erwin menolak dan ia marah besar dengan mengacungkan pisau tajam kepada para polisi.
"jangan paksa aku! aku tak segan akan membunuh kalian!" gertak istri nya Erwin, semua polisi mencoba menenangkan istri nya Erwin.
Namun tiba-tiba saja tubuh istri nya Erwin mengejang dan menancapkan ujung pisau dapur itu.
"ughhhh!" sentak istri nya Erwin dan ia langsung tergeletak dilantai bermandikan darah. para polisi nampak heran dengan aksi nekat istri nya Erwin dan segera membawa nya ke rumah sakit. namun, nyawa nya tak bisa tertolong lagi. istri Erwin tetap dibawa ke rumah sakit untuk nanti dicari identitas nya dan akan disemayamkan dimana jenazah nya nanti. dibalik aksi bunuh diri istri nya Erwin, ternyata ada sosok Genderuwo yang selama ini berdiam diri dirumah itu untuk memantau Erwin dan istri nya. ia tahu raja nya telah Mati dan dengan balas dendam nya, para anak buah raja Genderuwo yang masih hidup itu akan membunuh orang-orang yang telah melakukan pesugihan itu atas perintah terakhir raja Genderuwo.
...*...
...* *...
__ADS_1