PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)

PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)
KERAGUAN WAHYU


__ADS_3

AYU Pun sedang menjelaskan soal kehadiran tak biasa nya arwah nenek nya itu kepada Wahyu.


"dulu ketika orang tua ku masih hidup, nenek ku kala itu sudah meninggal dunia. kala itu aku sudah menikah beberapa bulan yang lalu. pada malam hari kala aku tertidur dengan suami ku, aku mendapat bisikan suara gaib seorang nenek-nenek. ketika aku terbangun, ternyata nenek ku ada disampingku dan mengusap-usap rambutku seraya berkata bahwa kehadiran nenek ku itu pertanda akan ada bahaya didalam rumah ku dan menyuruh ku untuk mengajak keluarga ku berdoa. kala itu aku tak mempercayai nya dan ketika aku akan bertanya soal bahaya apa yang akan datang kepada keluarga ku. nenek ku menghilang begitu saja dan tak muncul lagi. tiga hari setelah kejadian itu, kedua orang tua ku tiba-tiba sakit-sakitan dan tak lama langsung meninggal pada hari itu juga. disaat itulah aku menyesali nya karena tak mempercayai perkataan nenek ku yang sudah meninggal itu. selang sebulan setelah kematian kedua orang tuaku, nenek ku hadir kembali dan kali ini hadir didalam mimpi. ia menjelaskan bahwa ada orang sekampung yang syirik kepada keluarga ku dan berniat akan mencelakakan suami ku. karena sebelum nya sudah kedua orang tua ku yang menjadi korban kesyirikan itu dan kemudian meneror suami ku."


"memang nya apa motif dari orang yang syirik kepada keluarga mu itu???" tanya Wahyu.


"keluarga ku bukan keluarga yang berada dan hanya keluarga ekonomi biasa saja. tetapi hal yang membuat tetangga kampung itu syirik karena lamaran nya ditolak oleh kedua orang tua ku. aku kala itu memang dilamar oleh anak seorang rt dikampung ku, tetapi kedua orang tua ku menolak nya karena kedua orang tua ku tak mau mengekang diriku untuk bersuamikan dengan siapa saja semau diriku. kala itu aku masih berpacaran dengan suami ku yang kala itu pekerjaan nya adalah seorang dokter umum disebuah puskesmas. mungkin karena penolakan lamaran oleh kedua orang tua ku, anak rt itu menyewa dukun untuk menyantet kedua orang tua ku dan kemudian suami ku." ucap Ayu dan mulai menitikan air mata nya.


Wahyu pun segera memeluk Ayu yang mulai menangis terisak-isak karena teringat akan masa lalu nya itu.


"aku tak tahu harus bagaimana menceritakan nya ketika aku kehilangan suami ku, aku harus menanggung biaya rumah sakit suami ku dan harus mencari pinjaman kepada rentenir. seperti yang sudah aku ceritakan sebelum nya kepada mu bukan? bahwa aku sempat menggadaian sertifikat rumah ke bank dan akhir nya aku menjual nya juga. kematian suami ku itu sangat membuat ku terpuruk sekali hingga aku berakhir bekerja ditempat kotor dan nista itu demi membiayai biaya hidup ku dan melunasi hutang-hutang ku. hixhixhix." Ayu menangis semakin keras dan Wahyu mengusap-usap punggung Ayu agar Ayu tetap bisa sabar. Wahyu tak ingin bertanya-tanya lagi, karena ia ingin Ayu puas menangisi kesedihan masa lalu nya itu.


Disatu sisi dan berada disebuah ruangan kantor pribadi nya pak Rehan yang ada diclub malam tempat Ayu bekerja sebelum nya, disana pak Rehan nampak geram mendapat laporan tak mengenakan dari ke empat anak buah nya.


"sialan! dasar tak berguna kalian! aku menyuruh kalian untuk masuk ke dalam rumah itu dan menghabisi sipemilik rumah itu dan menculik Ayu! bukan nya kalian datang kembali tak mendapat apa-apa tapi malah melaporkan hal konyol itu kepada ku! bodoh kalian semua!" bentak pak Rehan kepada ke empat anak buah nya yang sebelum nya telah datang ke rumah nya Wahyu namun segera pergi lagi setelah mereka dijahili oleh seorang sosok nenek tua.

__ADS_1


Ke empat anak buah pak Rehan yang bertampang preman itu berdiri menunduk seraya terus saja berkata meminta maaf.


"kalian ini tampang saja preman dan berbadan besar enakutkan! tapi sama hal gaib seperti nenek-nenek saja langsung ciut nyali kalian berempat!"


"ampun bos, seumur hidup kami baru kali ini kami melihat hal gaib seperti itu bos!"


"benar bos, sosok nenek tua awal nya ada didalam gerbang rumah itu. tapi ketika mereka bertiga ingin membuktikan apa yang aku lihat itu. tiba-tiba saja nenek tua itu ada didalam mobil dan berada dibelakang ku. padahal aku tak melihat nya masuk ke dalam mobil bos, kalian pun melihat nya kan?"


"iya kami melihat nya,"


"kami tak mengarang cerita bos." ujar salah satu preman itu dan membuat pak Rehan merenungkan ucapan ke empat anak buah nya itu.


Ayu sudah bisa meredakan tangis nya dan ia lanjut menceritakan soal kisah masa lalu nya itu.


"setelah kematian suami ku itulah nenek ku tak pernah menampakan diri lagi dan kini ditempat ini, nenek ku menampakan diri lagi dan membisikan kepada ku bahwa ada bahaya yang sedang mengancam ku." seketika itu juga Wahyu menatap Ayu dengan kaget dan berkata,

__ADS_1


"bahaya seperti apa itu?"


"entahlah, nenek ku tak mengatakan nya sayang. inilah yang membuatku bingung, aku takut jika bahaya itu mengancam hubungan kita berdua sayang." ujar Ayu menatap sendu ke arah wajah Wahyu dan kemudian Ayu berkata.


"pasti bahaya itu berasal dari si Erwin! aku yakin dialah yang akan menjadi dalang dari bahaya tersebut kepada kita sayang!"


"hmm lalu apakah setega itu diri nya kepada kita mas? bukankah dia sudah punya istri? apa ia tak malu kepada mu jika ia berniat akan merusak hubungan kita sayang? bukankah mas Erwin dengan mu itu berteman akrab???" Wahyu menggelengkan kepala nya seraya berkata.


"sebenar nya kami tak seakrab yang kamu kira sayang." Ayu manggut-manggut, kemudian ia teringat akan rencana nya ketika berada diperjalanan pulang dari restoran nya Erwin yang ingin mendengar langsung tentang masa lalu Wahyu.


"oh iya sayang, aku belum tahu latar belakang mu dulu itu seperti apa. bisakah mas Wahyu menceritakan nya??? aku sangat penasaran sekali sayang." ucapan Ayu itu membuat Wahyu terdesak hati nya dan membatin.


"mampus aku! jika aku mengatakan yang sebenar nya bagaimana tentang masa lalu ku, bisa-bisa dia tahu kebusukan ku ini dalam mencari kekayaan! aku harus bagaimana ini!? apakah aku harus jujur apa harus terus berbohong kepada Ayu???" ucapan batin Wahyu itu di expresikan dengan wajah keraguan dan membuat Ayu berkata tanya.


"apa kamu ragu sayang? kalau begitu kamu tak mau jujur kepada ku! sedangkan aku, apakah aku pernah berbohong kepada mu soal masa lalu ku? bukankah mas Wahyu sudah mendengar semua kisah masa laku ku tanpa aku tutup-tutupi bukan?" pertanyaan Ayu itu membuat Wahyu mati kutu dan bingung harus menjawab nya bagaimana.

__ADS_1


...*...


...* *...


__ADS_2