
SEPASANG Suami istri itu kini sudah berada didepan teras rumah, Wahyu lalu menggandeng lengan Ayu masuk ke dalam rumah. disaat pintu terbuka, sosok pocong dan Genderuwo yang masih berada diposisi nya itu terpental keluar rumah dan sekujur tubuh nya terbakar. sosok pocong badan nya terbakar dan ia menjerit pergi entah kemana karena tak kuat menahan sakit nya tubuh nya terbakar tanpa ada sebab yang jelas. sedangkan sosok Genderuwo itu pun terbakar tubuh nya dan membuat bulu disekujur tubuh nya rontok terbakar, tapi api gaib itu tak sampai menyentuh kulit nya karena sosok Genderuwo itu segera menahan nya memakai kekuatan nya dan membuat api gaib itu padam.
"sialan babi bunting! siapa yang berani menyerangku hah!?" geram nya dan ia pun menatap tubuh nya yang kini tanpa bulu.
"bajingan! bulu tubuhku terbakar! bagaimana ini!? aku bisa malu jika bertemu dengan wanita cantik itu!" ujar sosok Genderuwo itu menggerutu kesal.
Sedangkan sosok pocong yang ikut terpental juga itu, ia mati dalam keadaan tubuh menjadi abu. api gaib yang membakar tubuh sosok pocong itu telah membuat hangus raga pocong itu. di dalam rumah nya Wahyu, Ayu dan Wahyu sedang pergi ke dapur untuk makan siang. ketika Ayu membuka tudung nasi. ia tersentak kaget dan membuat Wahyu ikut kaget juga.
"kau kaget kenapa sayang???"
"it..itu! lihatlah!" ujar nya tegang dan Wahyu pun melihat makanan yang ada dibalik tudung nasi itu.
"astaga! kenapa makanan ini semua nya dihinggapi belatung!? bau nya pun seperti makanan sudah basi selama bermingu-minggu!" ujar Wahyu dan Ayu berkata,
"padahal kau pun lihat sendiri kapan aku memasak semua hidangan ini mas Wahyu."
"iya aku tahu, kau beres masak jam delapan pagi tadi dan kini pergi ke klinik jam sembilan dan pulang kemari jam sebelas. aneh nya, mengapa makanan ini semua nya dipenuhi belatung dan berbau apek begini sayang???" Ayu merenungkan ucapan Wahyu tadi, kemudian ia manggut-manggut seraya berkata.
"seperti nya ada yang tak beres selagi kita pergi keluar dari rumah ini sayang."
"maksudmu???" tanya Wahyu tak mengerti.
Kemudian Ayu membuka tudung nasi itu dan mengorek-ngorek nasi dan lauk pauk itu dengan sendok. Wahyu masih memperhatikan Ayu yang sedang mematikan beberapa belatung itu memakai sendok. kejadian aneh pun terjadi, belatung yang dimatikan itu tiba-tiba lenyap secara gaib dan membuat Wahyu keheranan.
"mengapa belatung itu menghilang?"
"ini adalah belatung gaib mas, belatung ini muncul ketika ada mahluk halus yang memakan makanan itu
__ADS_1
contoh nya masakan ini, aku yakin ketika kita pergi ada mahluk halus yang masuk ke dalam rumah ini dan memakan saripati makanan ini dan akibat nya adalah makanan ini cepat basi dan timbul belatung."
"ouh begitu rupa nya, ckckck." ujar Wahyu manggut-manggut, lalu ia berkata lagi.
"bukankah jimat tusuk konde itu dapat menghalau mahluk gaib apapun sayang? mengapa masih bisa tembus juga?" Ayu menatap Wahyu yang seperti orang bingung itu,
"bukankah tusuk konde ini aku bawa keluar sayang? apa kau lupa bahwa tusuk konde itu aku pakai digelungan rambutku ini???" Wahyu lalu melihat gelungan rambut Ayu dan nampak disana tusuk konde yang dianggap jimat itu.
"astaga aku baru mengingat nya sayang, maaf aku lupa. jadi jika jimat itu tak ada dirumah, mahluk halus macam apapun akan bisa masuk ke dalam rumah ini tanpa penghalang begitu?" Ayu pun mengangguk membenarkan seraya berkata,
"jika jimat ini ada disini, tak akan ada mahluk yang berani masuk mas."
"iya aku paham sayang, sudah buang saja semua makanan ini sayang. biar aku yang memesan makanan dari online saja, aku sudah tak kuat menahan lapar."
"baiklah sayang." ujar Wahyu dan Ayu pun segera membuang semua makanan itu ke dalam tong sampah. sedangkan Wahyu ia sedang memesan makanan via online.
Sembari menunggu pesanan Wahyu tiba, Wahyu pergi ke kamar dulu untuk berganti pakaian. setelah tiba dikamar, ia tersentak kaget melihat tumpukan baju kotor dikeranjang berantakan dilantai. yang semakin membuat dia heran adalah, yang berserakan dilantai hanyalah ****** ***** dan bra nya Ayu saja. sedangkan pakaian kotor lain nya masih berada di dalam keranjanh tersebut. Wahyu pun berteriak memanggil istri nya dan Ayu pun segera masuk bergegas dari dapur menuju kamar.
"lihatlah sendiri." ujar Wahyu seraya menuduhkan jari nya ke lantai.
Ayu mengerutkan dahi nya dan berkata,
"mengapa kau mengacak-acak pakaian dalam ku yang kotor mas???"
"hei kamu jangan salah tanggap dulu, aku memanggil mu untuk melihat pakaian dalam mu berserakan dilantai."
"jadi bukan mas Wahyu yang mengacak-acak nya???"
__ADS_1
"untuk apa aku mengacak-acak pakaian kotor?" ujar Wahyu dan membuat Ayu berpikir juga.
"lalu siapa yang telah mengacak-acak pakaian dalam ku ini mas? apakah ini perbuatan dari tikus?"
"entahlah, aku rasa di rumah ini tak ada tikus." ujar Wahyu dan Ayu segera memungut pakaiab kotor nya itu dan memasukan nya ke dalam keranjang.
Keanehan pun terjadi, Ayu segera menjatuhkan nya kembali ke lantai.
"apa ini lengket sekali!?" ucap nya kaget dan Wahyu mendekat.
"kenapa sayang?"
"lendir apa ini sayang? padahal semalam kita tak melakukan hubungan badan bukan?"
"seingatku kita tak melakukan nya semalam, mungkinkah semalam kau bermimpi basah?"
"aku tak merasa bermimpi basah sayang, ketika aku akan berganti pakaian pun sama sekali tak ada lendir seperti ini. kecuali darah dari menstruasi ku, itu pun tak banyak." ucapan Ayu itu membuat Wahyu kebingungan dan kemudian berkata.
"coba kau hirup, bagaimana bau nya." lalu Ayu pun melakukan nya dan ia pun langsung mual.
"hueekk!"
"kenapa sayang? apa kau mual lagi?" tanya Wahyu dan Ayu segera pergi ke kamar mandi dan berkata,
"lendir ini bau nya seperti ****** laki-laki, tapi cenderung apek dan bikin mual." Wahyu yang mendengar nya pun mencoba mencium ****** ***** nya Ayu itu.
Baru saja ia memegang nya, ia sudah melemparnya dan ia pun ikut mual juga. dalam hati Wahyu pun membatin,
__ADS_1
"pasti ini bau ****** Genderuwo! bau nya persis seperti yang aku temukan dikamar mandi setelah Lastri mengaku berhubungan badan dengan ku dikamar mandi! sudah jelas sekarang, sosok Genderuwo itu pasti mengincar Ayu!" ujar batin Wahyu geram dan ia membatin lagi,
"aku tak akan membiarkan Ayu mengalami nasib seperti Lastri yang pernah disetubuhi oleh sosok Genderuwo itu! pasti ini adalah sosok Genderuwo yang selalu mengikuti pergi nya Erwin kemana pun dan mungkin Erwin juga seperti nya sudah dibunuh seperti yang dilakukan sosok Genderuwo itu kepada istri nya." lalu Wahyu pun segera menghubungi pihak kepolisian untuk menanyakan kabar Erwin didalam sel tahanan.