
AYU Yang mendengar penjelasan dari Tiana pun beranikan berkata,
"apa jangan-jangan karyawan itu dirasuki oleh mahluk halus sampai ia tak sadar akan apa yang dilakukan nya itu???" ucapan Ayu itu membuat ketua polisi berkata,
"seperti nya memang begitu, tapi mungkin juga karyawan itu sedang depresi dengan masalah hidup nya atau sedadng ada masalah dengan dikeluarga nya hingga ia depresi ingin mengakhiri hidup nya. ada juga rata-rata karyawan yang bekerja dipabrik sering kali kecelakaan disebabkan oleh kelelahan dan mengakibatkan diri nya kurang fokus dalam bekerja. akan tetapi, kasus kali ini tak masuk akal sama sekali. sebab, korban itu seperti orang yang linglung dan bisa jadi ada campur tangan mahluk halus juga." ucapan dari ketua polisi itu membuat orang yang disitu manggut-manggut mengartikan ucapan tersebut.
Kemudian Tiana berkata tanya kepada pak ketua polisi itu,
"lalu apakah pabrik ini akan tetap terus berjalan atau ditutup untuk sementara pak???"
"kami akan menutup nya sementara waktu karena untuk mengantisipasi ada nya kecelakaan yang beruntun lagi. takut nya, karyawan yang lain nya masih belum terbiasa bekerja akibat trauma nya melihat kejadian ini. apa mas Wahyu menyetujui nya???" Wahyu yang sejak tadi menatap Tiana dan Ayu bergantian itu pun menjawab nya.
"saya menurut saja apa yang akan dilakukan oleh pak Polisi, saya juga harus bertanggung jawab juga terhadap keluarga karyawan korban yang meninggal dunia itu."
"baiklah jika begitu, pabrik untuk sementara akan kami tutup. jika masa pembersihan didalam pabrik itu sudah selesai dan sudah seperti biasa lagi, para karyawan sudah bisa bekerja lagi seperti semula."
"baiklah pak." ujar Wahyu dan kini Wahyu memanggil pak satpam yang berjaga dipabrik itu.
"iya bos Wahyu ada apa?"
"tolong panggil semua karyawan yang ada diluar pintu gerbang untuk masuk, saya akan mengumumkan soal kedepan nya para pekerja pabrik ini."
"baik bos." lalu satpam itu segera memanggil semua karyawan yang menunggu diluar gerbang pabrik tersebut.
Setelah semua nya dipanggil dan berkumpul semua nya dihalaman luas pabrik itu, Wahyu pun mulai mengumumkan soal libur sementara untuk semua karyawan pabrikan itu hingga situasi kembali normal seperti biasa nya. setelah Wahyu mengumumkan hal itu, semua karyawan pabrik itu pun sudah pulang ke rumah nya masing-masing dan para polisi bersama para petugas rumah sakit yang sudah membersihkan bekas darah dipabrik itu serta membawa mayat karyawan itu sudah kembali ke tempat nya masing-masing. Tiana disuruh Wahyu untuk mengurus biaya ganti rugi jaminan pihak keluarga yang kecelakaan itu dirumah sakit. sedangkan Wahyu pergi bersama Ayu ke kantor polisi untuk membuat surat laporan kecelakaan kerja dipabrik nya itu.
__ADS_1
Diseberang jalan pabrikan itu, terlihat Erwin berada didalam mobil nya melihat ke arah pintu gerbang yang sudah di gembok dan diberi lintas polisi. ia tertawa terbahak-bahak melihat mobil Wahyu yang mengikuti mobil polisi itu karena ia telah menyangka Wahyu telah menjadi tersangka kasus kecelakaan itu.
"mampus kau! hahaha, rencana ku berhasil juga! pasti para polisi menyangka kecelakaan karyawan itu akibat kelalaian karyawan nya dan si Wahyu itu yang dimintai pertanggung jawaban! padahal akulah yang telah menumbalkan karyawan nya itu, hahaha!" ucap Erwin kala melihat mobil Wahyu mengikuti mobil polisi itu.
Tetapi tawa riang nya seketika itu juga berhenti ketika melihat wanita yang duduk disamping kemudi Wahyu,
"siapa wanita itu!? apakah pacar nya si Wahyu? wah hebat sekali dia bisa mendapatkan wanita secantik itu! hmm, cocok juga untuk aku jadikan istri kedua ku. hahahaha!" ujar Erwin tertawa terbahak-bahak lagi dan kini ia pun mengemudikan mobil nya untuk mengikuti mobil nya wahyu. sebenar nya Erwin ada disana hanya untuk melihat apa yang akan terjadi setelah kecelakaan yang dialami oleh karyawan nya Wahyu dan ternyata telah membuat rencana nya itu berhasil menggiring Wahyu dalam kehancuran nya.
Diperjalanan menuju rumah sakit, Tiana terus saja memikirkan kedekatan Wahyu dengan Ayu itu.
"padahal aku sudah tampil cantik begini, apakah mas Wahyu tak tertarik akan penampilan ku ini??? bisa-bisa nya ia bersikap biasa saja kepadaku, tak seperti kemarin-kemarin hari. apa jangan-jangan wanita yang bernama Ayu itu telah mempelet mas Wahyu hingga mas Wahyu tetap terfokus pada nya saja!?" Tiana terus saja berpikiran jelek seperti itu kepada Ayu, kemudian ia membatin.
"mengapa aku kala itu tak jujur saja bahwa aku menyukai mas Wahyu!? pasti saat ini aku sudah menjadi pacar nya dan bersama nya! huhhh! mengapa aku bodoh sekali tak memaksimalkan kesempatan waktu itu!" ujar Tiana dan ia masih saja menyalahkan diri nya sendiri dalam batin nya itu hingga ia tiba dirumah sakit.
"tadi bagaimana dengan kondisi karyawan yang kecelakaan itu sayang???" tanya Ayu yang penasaran.
"sangat mengerikan, dari bagian pusar sampai kepala nya hancur remuk terjepit mesin jepitan tekstil yang cukup besar itu."
"serius sayang!? kasihan sekali orang itu."
"iya sangat kasihan, padahal baru sekarang ada kejadian seperti itu dipabrik ku." ujar Wahyu yang mulai kepikiran soal tumbal pesugihan nya itu.
"mungkin sudah seharus nya begitu kali sayang, kamu yang sabar ya." ujar Ayu menenangkan Wahyu.
"iya sayang." ujar Wahyu mengangguk, kemudian Ayu bertanya lagi.
__ADS_1
"wanita yang tadi itu asisten kantor mu sayang?"
"iya kenapa memang nya sayang?"
"cantik juga, pantas mantan istri mu cemburu kepada nya." ujar Ayu dan Wahyu mengerutkan dahi nya dan bertanya,
"mengapa kamu berbicara soal itu sayang???"
"tak apa-apa sayang, aku hanya sekedar mengingatkan mu saja mas Wahyu."
"mengingatkan soal apa???"
"soal aku lah, kamu harus menjaga hati demi diriku mas. jangan biarkan aku seperti mantan istri mu yang cemburu melihat kedekatan mu dan asisten mu itu." Wahyu hanya geleng-geleng kepala saja dan berkata,
"tak usah khawatir sayang, aku akan setia kepada mu. apakah salah seorang bos itu dekat dengan asisten nya hanya karena soal pekerjaan saja???"
"memang tak salah, tapi jika kalian berdua sudah bermain api dibelakang ku itu sudah jelas salah."
"tak akan sayang, sumpah demi tuhan aku tak akan melakukan hal konyol seperti itu! lagi pula kau dan Tiana lebih cantik diri mu sayang." ujar Wahyu menggoda Ayu dan Ayu hanya tersenyum tipis saja dan berkata,
"janji ya? awas lho kalau kamu ingkar!"
"iya sayang aku berjanji, kalau aku ingkar terserah kau mau apakan aku. aku pasrah saja sayang." ujar Wahyu seraya mencium pipi Ayu dengan gemas dan Ayu diam saja tak mengelak nya.
Kini mobil mereka sudah tiba dikantor polisi untuk mengurus semua laporan ada nya kejadian kecelakaan kerja yang dialami oleh karyawan nya itu, setelah itu Wahyu dan Ayu berniat akan pergi ke sebuah restoran untuk makan siang. restoran yang mereka tuju nanti adalah restoran nya Erwin yang berada tak jauh dari kantor polisi itu berada.
__ADS_1