
Erwin sedang ditanya-tanya oleh polisi lain nya dan ia berkata berdusta, ia menjelek-jelekan Wahyu dan Ayu yang telah membuat kericuhan di tempat tersebut. Ayu saat itu sedang mengobrol dengan ibu, kakak nya Lastri dan suami nya kakak nya Lastri. Ayu sudah mengenalkan diri bahwa ia adalah pacar nya Wahyu. ia berusaha sedang menjelaskan soal meninggal nya Lastri dan ia berkata bahwa Wahyu mengatakan bahwa Wahyu bukanlah pembunuh atau orang yang membunuh Lastri. Lastri meninggal karena ia menyetir mobil sendiri ditempat itu dan akhir nya menabrak pohon, lalu Ayu menunjukan ke arah bawah pohon yang daun-daun kering nya sedang di buang oleh Ayu.
"ini lihatlah, ini adalah mobil yang Lastri kendarai. mas Wahyu bilang, ketika mereka datang kemari. dukun pemilik rumah yang terbakar itu berkata bahwa mas Wahyu sudah melakukan pesugihan dengan nya. saat itu Lastri marah dan nekat pergi keluar, mas Wahyu mau menjelaskan namun Lastri tetap nekat pergi. Lastri yang belum lancar mengemudi itu nekat mengemudi hingga menabrak pohon ini lantaran ia kesal karena mas Wahyu selama ini telah melakukan pesugihan tanpa bilang-bilang kepada Lastri. padahal, mas Wahyu mengaku kepada ku. bahwa ia telah melakukan pesugihan sebelum ia mengenal Lastri. jika ibu tak percaya ucapan saya, bisa ditanyakan kepada mas Wahyu sendiri atau lelaki yang disana karena ia adalah orang yang mengajak mas Wahyu ikut dalam pesugihan dengan dukun itu." ujar Ayu berkata kepada keluarga nya Lastri, lalu ibu nya Lastri bertanya.
"mengapa kau membela pembunuh itu!? apa kau dibayar dan ikut andil dalam pembunuhan itu!?"
Ayu menggelengkan kepala nya dan berkata,
"ibu jangan menuduh saya sembarangan, saya mengenal mas Wahyu beberapa hari setelah meninggal nya Lastri."
"kau akan menjadi saksi atas semua ini mbak Ayu." ujar Yanti kepada Ayu dan Ayu berkata bahwa ia siap menjadi saksi tanpa takut sedikit pun.
__ADS_1
Pada saat itu para warga kampung itu berdatangan dan menemui pak polisi yang ada di situ. para warga bertanya ada apa polisi datang ke tempat itu, setelah pak polisi menjelaskan bahwa mereka sedang mencari tersangka pembunuhan. para warga berbondong-bondong menyerukan agar pondok nya Ki Baron dirobohkan saja dan memenjarakan Ki Baron karena telah melakukan praktek perdukunan dikampung itu. mereka pun menyerukan kata, para warga banyak yang resah karena banyak nya orang yang hilang di kampung mereka dan ditemukan meninggal tanpa ada sebab nya. mereka berkata bahwa mereka mati karena telah ditumbalkan oleh Ki Baron dalam melakukan praktek perdukunan nya itu. saat itu pondok ki baron sudah terbakar habis dan menyisakan rangka rumah nya saja dan para Warga nampak gembira karena pondok ki Baron mereka anggap sudah dibakar oleh para polisi itu.
Para polisi berkata bahwa ia sama sekali tak menemukan ki Baron ditempat itu dan mengaku tak membakar pondok itu, para warga kemudian berbondong-bondong mencari ki Baron disekitaran tempat itu hingga ke pondok nya yang sedang mereka robohkan rangka rumah nya itu. Wahyu dan ayah nya Lastri sudah kembali ke tempat semula dengan membawa mayat Lastri yang masih terlihat segar. wajah Lastri memang masih lembab oleh darah yang mengucur dikepala nya akibat robek oleh kaca mobil dan pakaian nya masih bersimbah darah yang lembah.
Pecah tangis dari keluarga Lastri menangisi orang yang mereka sayangi itu. Wahyu dimaki habis-habisan oleh keluarga Lastri dan pak polisi pun yang menghadang Wahyu agar tak terkena pukulan dari keluarga nya Lastri. Erwin nampak tersenyum sinis kepada Wahyu yang habis-habisan dicaci itu, kemudian ia mendekati Ayu yang sedang membela Wahyu.
"sudah jangan bela lagi pembunuh itu! kau ikut denganku saja ke rumah ku."
"jaga bicara mu! jelas-jelas kau lah biang masalah dihidup nya mas Wahyu!" semua orang menatap perdebatan Ayu dan Wahyu itu. Erwin pun memegang pipi nya yang pedas itu dan menatap Ayu yang masih membela Wahyu.
"lihat saja nanti jika Wahyu berhasil dipenjara! kau akan bertekuk lutut untuk mengemis cinta dihadapan ku!" ujar batin Erwin kepada Ayu.
__ADS_1
Saat itu para warga ramai karena telah menemukan mayat ki Baron yang sudah hangus terbakar dan di tubuh nya ada keris yang menancap. para polisi detektive yang bertugas untuk mencari barang bukti atas kematian Lastri pun dikerahkan ditempat itu dan mobil ambulan yang sebelum nya sudah dihubungi untuk membawa mayat Lastri untuk di otopsi pun sudah datang. Wahyu, Erwin dan Ayu segera dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan nanti disana bersama keluarga nya Lastri atas meninggal nya Lastri.
Mayat Ki Baron awal nya akan dibawa untuk di otopsi atas kematian nya yang janggal itu, tetapi para warga mengecam nya bahwa dukun sesat seperti ki Baron tak perlu diperlakukan secara baik karena semasa hidup nya sudah banyak merugikan orang lain. para polisi pun tak mau mengekang para warga yang sudah lama resah akan perlakukan Ki Baron semasa hidup nya itu. saat itu banyak korban Ki Baron yang mengadukan soal pelecehan seksual hingga kehilangan sanak keluarga nya kepada polisi. polisi pun tak bisa menyergah perlakuan para warga itu yang akan menguburkan jasad ki Baron dipemakaman di belakang rumah nya. mereka melihat lubang kuburan tak terlalu dalam dan disanalah lubang bekas Lastri dimakamkan tak layak oleh Wahyu dan juga Ki Baron yang kemudian di bongkar lagi oleh Wahyu atas suruhan pak polisi.
Jasad Ki Baron dilemparkan ke dalam lubang kuburan itu dan kemudian ditimbun layak nya memakamkan binatang yang mati. para polisi hanya bisa menyaksikan aksi para warga itu dan disamping itu para arwah korban yang meninggal akibat ditumbalkan oleh Ki Baron pun nampak menyaksikan hina nya Ki Baron dikuburkan seperti itu. para korban seakan puas kepada ki Baron yang kini telah merasakan Karma nya atas kelakuan nya dulu kepada para korban ketika menguburkan nya layak nya seperti binatang.
Para detektive sudah menemukan banyak barang bukti yang diantara nya ada ponsel nya Wahyu yang mati karena baterai nya habis. lalu keris patah dan kayu bakar yang mengandung bercak darah. kemudian mobil yang menabrak pohon, disana banyak sekali mendapatkan barang bukti dan kini barang bukti akan dibawa ke kantor polisi untuk diurus nanti. kini para warga sudah kembali pulang setelah mereka meratakan pondok nya Ki Baron yang habis terbakar itu. mobil Wahyu dan mobil Erwin sudah dibawa oleh beberapa polisi bersamaan dengan pergi nya para korban dan tersangka ke kantor polisi. kemudian mobil yang hancur bekas kecelakaan Lastri itu pun dibawa dengan mobil derek ke kantor polisi untuk diselidiki lebih lanjut.
...*...
...* *...
__ADS_1