
AYU Melihat Wahyu yang senyum-senyum sendiri melihat ponsel nya itu. sembari menaruh lauk yang baru matang dimeja makan, Ayu bertanya.
"mas Wahyu kenapa senyum-senyum begitu???"
"tak apa kok sayang, aku cuman sedang menonton video lucu saja."
"oh begitu." ujar Ayu bersikap biasa saja dan Ayu lanjut menghidangkan masakan nya yang sudah matang itu dimeja makan.
Wahyu saat itu sudah membohongi Ayu, ia masih saling mengirim pesan dengan Tiana.
"mas Wahyu tahu darimana kalau aku punya pacar???" tanya Tiana dan Wahyu membalas nya.
"sehari setelah kematian istriku, aku masuk kerja bukan? ketika akan pulang kerja, awal nya aku akan mengajak mu jalan-jalan. namun ketika aku akan memanggil mu, aku melihat mu mendekati mobil berwarna putih dan berpelukan serta berciuman dengan lelaki tampan yang keluar dari dalam mobil itu. jadi aku memastikan bahwa kau sudah punya pacar dan lelaki itu pacarmu." ujar Wahyu dan Tiana membaca nya dan menepak dahi nya.
"aduh! mengapa sampai ketahuan mas Wahyu ya!? padahal aku sudah memastikan bahwa mas Wahyu tak melihat ku!" ujar Tiana yang duduk diranjang kamar nya dan ia pun tak bisa mengelak beralasan atau berbohong kepada Wahyu.
"hmm iya itu pacar ku mas Wahyu, maaf aku baru memberitahumu sekarang."
"ok tak apa-apa Tiana, yasudah besok kamu kerja seperti biasa ya. aku masih belum enak badan untuk masuk mengecek kantor, apa kau masih sanggup menjadi pengganti ku???"
"masih sanggup bos."
"baiklah kalau masih sanggup, yasudah aku mau makan malam dulu dengan Ayu. kamu jangan lupa makan ya. dah Tiana."
"baik bos." balas Tiana dan obrolan lewat pesan pun berakhir.
Wahyu sudah menaruh ponsel nya ketika Ayu duduk dikursi meja makan itu. mereka berdua pun makan malam bersama sambil sesekali berbincang membahas rencana pemutusan tumbal ikatan nya dengan Raja Genderuwo dan ki Baron.
"sayang aku ada ide, bagaimana kalau kita pergi ke ustad atau kiyai yang paham ilmu gaib saja untuk menanyakan soal pesugihan yang mas Wahyu lakukan itu?"
"aku setuju sayang, tapi aku takut hal itu diketahui oleh Raja Genderuwo itu dan bisa-bisa keluarga ku yang ada dikampung yang terkena imbas nya."
__ADS_1
"hmm benar juga ya, lalu bagaimana jika kita tanyakan kepada nenek ku saja." Wahyu menatap kaget kepada Ayu.
"bagaimana cara nya? memang bisa?" Ayu mengangguk dan menjawabnya.
"nanti sehabis kita makan, aku akan membicarakan cara-cara nya mas."
"baiklah." ujar Wahyu dan kemudian mereka berdua lanjut makan lagi sampai beres.
Dimalam yang kian gelap itu, Ki Baron sedang melakukan ritual untuk menghubungi Erwin melalui bisikan gaib nya. kala itu Erwin sedang bercinta dengan istri nya dikamar, kemudian ia mendengar bisikan suara ki Baron.
"mas Erwin, ini aku Ki Baron. besok kau harus datang kemari dengan mengajak teman mu yang bernama Wahyu itu! ajak dia bersama wanita yang bersama nya itu, jika dia bertanya untuk apa alasan nya. katakan saja, bahwa ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada nya dan kepada mu. jika besok kau tak datang menepati perintahku, akan aku santet istri mu itu!" bisikan gaib itu membuat Erwin menghentikan percumbuan nya dengan istri nya.
Istri Wahyu yang sudah terbakar birahi itu menatap Erwin yang tiba-tiba merenung itu.
"kau kenapa sayang?"
"eh tidak sayang." ujar Erwin menutupi nya dan ia lalu membatin.
Pak Rehan nampak geram ketika ia mendapati ke empat anak buah nya itu tak datang lagi setelah ia menyuruh nya untuk mencari dukun. ia menghubungi nya berkali-kali namun tak mendapat jawaban, bahkan panggilan nya pun tak dapat dihubungi.
"keparat brengsek! kemana empat preman brengsek itu pergi nya!? apa mereka berniat untuk kabur dari perintah ku!?" ujar pak Rehan geram. padahal, saat itu ke empat anak buah pak Rehan sedang perjalanan pulang setelah mencari seorang dukun. mereka membawa seorang yang ahli dalam hal gaib yang mengaku bisa mengirimkan santet dan semacam ilmu perdukunan lain nya.
Tampilan nya mirip seorang dukun berbalut agama, memakai gamis dan udeng dikepala nya. pakaian nya seperti orang muslim, tapi ia mengaku nya sebagai praktisi supranatural atau paranormal. ke empat preman itu membawa paranormal itu masuk ke dalam club malam dan membuat pengunjung club malam itu menatap aneh pada tampilan paranormal itu. setelah tiba dilantai dua, ke empat preman itu mengetuk pintu dan pintu pun terbuka. pak Rehan yang awal wajah nya sudah kesal dan kusut, kini seketika berubah dengan senyum lebar.
Ia segera bangun dan mendekati ke empat preman yang membawa paranormal itu.
"hei siapa yang kalian bawa ini? apa dia dukun?"
"iya bos. hanya Ki Agung ini yang kami temui ketika kami mencari dukun."
"tak apa, yang penting ilmu nya. tapi apa benar orang ini seorang dukun? pakaian nya mirip seperti ustad."
__ADS_1
"saya bisa dipanggil ustad bisa juga dipanggil dukun pak."
"oh begitu kah? kalau begitu kau bisakan menyantet seseorang?" tanya pak Rehan dan dukun itu mengangguk seraya berkata untuk menyuruh pak Rehan menyiapkan bahan-bahan santet nya.
Ke empat anak buah pak Rehan segera diperintahkan untuk mencari bahan-bahan yang sudah disebutkan paranormal itu dan kini paranormal itu sedang berbincang dengan pak Rehan disofa dalam kantor tersebut.
"jadi Ki Agung ini bisa menyantet orang melalui poto?"
"bisa pak, mau di buat menderita apa langsung mati korban nya itu pak???" Pak Rehan berpikir sejenak dan ia teringat akan Ayu.
"bunuh saja langsung pak."
"tapi bayaran nya besar, apa pak Rehan sanggup membayar nya???"
"berapapun akan aku bayar jika kau berhasil membunuh anak bau kencur ini." ujar Pak Rehan sembari memberikan sepotong poto Wahyu yang ia dapatkan dari website kepemilikan pabrik tekstil punya nya Wahyu.
Paranormal berusia setengah tua itu manggut-manggut dan berkata,
"kalau boleh aku tahu, dendam apa pak Rehan ini kepada anak muda ini?"
"anak bau kencur itu sudah merebut wanita yang aku sayangi ini." ujar pak Rehan sembari memberikan poto Ayu kepada dukun itu.
"hmm boleh juga, lalu apakah dua orang ini harus aku santet sampai mati?"
"yang perempuan jangan! tapi pelet saja dia agar dia tergila-gila kepada ku. apa kau bisa Ki Agung???"
"tentu bisa, bagiku hal seperti itu sangat mudah sekali." pak Rehan pun tertawa terbahak-bahak mendengar kesanggupan paranormal itu.
...*...
...* *...
__ADS_1