PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)

PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)
KASUS TELAH TERUNGKAP


__ADS_3

DUA Detektive itu kini memberikan surat laporan hasil penyelidikan nya itu kepada ketua polisi.


"baiklah, demi mempersingkat waktu, saya akan membacakan surat laporan ini." kemudian pak ketua polisi melanjutkan ucapan nya.


"hmm dilihat dari hasil otopsi mayat Lastri, dibadan nya ada sidik jari mas Wahyu." semua orang menatap Wahyu dan Wahyu menjawabnya.


"ketika Lastri kecelakaan, aku segera menolong nya mengeluarkan tubuh Lastri yang terhimpit kursi mobil. aku ada disamping nya disaat terakhir hembusan napas nya, apa itu dianggap aku sebagai pembunuh???"


"kau tetaplah pembunuh anak ku brengsek!" bentak ayah nya Lastri, kemudian Lastri yang merasuki Yanti berkata.


"ayah, jangan menuduh mas Wahyu. mas Wahyu tak salah, tetapi Lastri yang salah karena nekat pergi hingga Lastri kecelakaan."


"tapi kan kamu sudah ditumbalkan oleh si Wahyu itu Lastri!" ujar Randi dan Lastri menjawab nya.


"memang, tapi saat itu belum waktu nya aku ditumbalkan karena itu kecelakaan murni karena aku mengendarai mobil dengan cepat dan rem nya blong."


"lalu mengapa kau menyangkut pautkan aku Lastri!?" tanya Erwin dan Lastri berkata,


"karena kau telah merusak mesin mobil mas Wahyu!"


"apa!?" sentak Wahyu kaget dan menatap Erwin.


Yang ditatap segera beralasan tak merasa melakukan nya.


"jangan asal bicara kau! kau sudah mati dan itu hanya bualan mu saja Lastri!"


"mas Wahyu, apa mas Wahyu masih ingat mobil kita yang merah itu sudah ada sebulan mogok?"


"iya kenapa memang nya???" tanya Wahyu.

__ADS_1


"apa mas Wahyu masih ingat ketika saat itu Erwin datang ke rumah kita? seperti nya dia telah membuat mogok mobil kita dengan cara merubah mesin nya."


"benar juga, aku masih ingat! apakah kau yang telah membuat mobil ku itu mogok Erwin!?"


"hei kalau mogok tak mungkin mobil itu bisa kau bawa tolol!"


"benar juga. tapi aku curiga, jangan-jangan kau datang ke pondok nya ki Baron dan mengubah mesin nya?"


ujar Wahyu lagi dan semua orang masih diam melihat obrolan mereka itu. Erwin tetap membantah dan memaki-maki Wahyu.


Kemudian pak ketua polisi berkata,


"sudah tak perlu kalian perdebatkan! semua bukti sudah ada disaya." lalu semua nya menatap ke arah ketua polisi itu lagi dan mendengarkan lanjutan ucapan nya.


"lalu, dimobil bekas kecelakaan itu. semua nya sudah diselidiki dan jelas ada sidik jari mas Erwin dimesin tersebut." semua orang menatap Erwin dan Erwin seketika itu juga pucat pasi.


"itu tidak mungkin! pasti laporan itu palsu! hei kau detektive, jangan asal membuat laporan kau sialan!" bentak Erwin dan kedua detektive itu menjawab nya.


"jangan mengelak kau! sudah jelas ada sidik jari mu di mesin mobil itu! apa kau meragukan kemampuan kami?" tanya Dendi kepada Erwin dan Erwin menjawab nya.


"kalian tak pantas menjadi seorang detektiv!" tegas Erwin, kemudian ketua polisi berkata kepada anak buah nya.


"anak buah, bawa mas Erwin itu ke sell tahanan!"


"hei mengapa aku ditahan!? apa salah ku hah!?"


"ini kau lihatlah! ini adalah laporan sidik jari beserta wajah mu! kau pikir kami sebabagi aparat keamanan akan bermain-main dengan data seseorang??? data mu ini sudah tersebar luas! ada satu kasus pencucian uang ketika kau masih bekerja di PT Arabica dan kau telah menjadi buronan saat itu!" Wahyu seketika menatap Erwin yang tegang itu.


"jadi kau dipecat karena telah melakukan pencucian uang dipabrik itu!? pantas agak lama kau berhenti bekerja dipabrik itu, semua karyawan diPHK termasuk diriku dan ternyata uang pabrik itu telah kau selundupkan! pasti kau tak sendirian bukan dalam mencuri uang itu???"

__ADS_1


"orang yang sudah ikut andil dalam penyelundupan itu sudah sejak lama kami tangkap! namun mas Erwin ini yang susah kami lacak keberadaan nya dan kini tanpa dicari lagi mas Erwin ada ditempat ini!" Erwin mati kutu tak bisa membantah nya, kemudian pak ketua polisi segera menyuruh anak buah nya membawa Erwin ke sell tahanan.


"sekarang bawa orang ini dan jebloskan ke dalam penjara!" tegas ketua polisi dan anak buah nya segera melaksanakan perintah teraebut.


Setelah Erwin dibawa ke dalam sell tahanan, Ayu pun berkata dengan suara nenek nya.


"baiklah jika begitu tugas ku sudah selesai. sampai jumpa kembali anak muda, jaga cucu ku ini baik-baik."


"baik nek, terima kasih atas bantuan nya." seketika Ayu langsung pingsan dan ditangkap oleh Wahyu. kemudian dari keluarga Lastri yaitu ayah nya Lastri bertanya,


"lalu yang membunuh Lastri ini siapa sebenar nya pak ketua polisi???"


"Lastri meninggal bukan karena dibunuh pak, tapi murni itu meninggal karena kecelakaan nya sendiri. lalu penyebab Lastri meninggal pun karena mobil yang dikendarai nya itu rem nya blong dan itu salah nya Erwin. mas Wahyu tak ada sekalipun terbukti telah membunuh Lastri pak. mas Wahyu, aku tak marah kau memiliki istri lagi. mungkin ini adalah akhir dari pertemuan kita. Ayah, ibu, kak Yanti dan kak Randi, Lastri pamit."


"baik Lastri, jaga dirimu baik-baik dialam sana. aku akan selalu mendoakan mu." ujar Wahyu dan seketika Yanti badan nya tersentak dan tersadar. keluarga Lastri masih meratapi kesedihan akan meninggal nya Lastri. kemudian mereka menatap ke arah Wahyu yang saat itu sedang menyadarkan Ayu dari pingsan nya.


Kemudian dari dua detektive yang sejak tadi diam itu salah satu berkata yaitu pak Alex,


"seperti nya kasus ini sudah ditemukan titik terang nya pak ketua polisi."


"iya kasus ini sudah selesai, tinggal dari pihak keluarga Lastri saja bagaimana menyikapi Kasus yang sudah terungkap ini kepada maa Wahyu." Wahyu nampak menatap ke arah keluarga nya Lastri yang saat itu Yanti masih dirasuki oleh arwah Lastri,


"maafkan aku bapak, ibu, kak Yanti dan kak Randi. maafkan aku yang telah menyebabkan meninggal nya Lastri dan untuk Lastri, aku tak bermaksud akan menumbalkan mu. andai kala itu kau mau mendengarkan ucapan ku, mungkin saat ini kau masih hidup Lastri."


"sudah mas Wahyu, semua sudah terjadi. aku sudah memaafkan semua kesalahan mu itu. ayah, ibu, kak Yanti dan kak Randi, tolong maafkan mas wahyu. Lastri sudah iklas akan takdir yang dialami Lastri ini."


kemudian kelurga Lastri pun merenungkan ucapan Yanti yang dirasuki oleh arwah nya Lastri itu.


"baiklah, kami memaafkan mu. tapi bapak meminta hak nya Lastri darimu, Lastri ingin disempurnkan jasad nya dan kami tak punya biaya banyak untuk hal itu."

__ADS_1


"tenang saja pak, aku akan bertanggung jawab semua biaya pemakaman Lastri hingga acara tujuh hari pengajian nya." kemudian pak ketua polisi berkata,


"baiklah jika begitu, mas Wahyu terbukti bukan orang yang membunuh Lastri dan kini kasus ini ditutup dengan cara kekeluargaan. ayo kita semua berdoa untuk Lastri." lalu semua orang yang ada disitu mendoakan Lastri. kini dua detektive itu sudah pamit lebih dulu dan kemudian Wahyu dan Ayu pulang ke rumah nya untuk mengambil uang untuk biaya pemakaman Lastri bersama para polisi yang mengikuti nya untuk nanti untuk membawakan uang ganti rugi kepada keluarga nya Lastri.


__ADS_2