
Ayu dan Wahyu pun menatap ke langit-langit kamar itu dan terdengar nenek iroh berkata.
"itu adalah suara santet yang gagal mengenai sasaran. target nya adalah diri mu mas Wahyu."
"apa!? si..siapa yang menyantetku nek?" tanya Wahyu tegang.
"bos nya Ayu tempat nya bekerja dulu orang nya."
"pak Rehan!?" ujar Ayu dan nenek Iroh mengangguk seraya berkata.
"siang tadi, ketika kalian pergi dari rumah ini. ada empat preman yang datang ke rumah ini. niat mereka jahat kepada kalian, ketika mereka akan masuk ke rumah ini nenek segera mencegah nya dengan menampakan wujud arwah nenek dan mereka pun lari ketakutan."
"terima kasih banyak nek, berkat mu rumag ini aman dari penjahat itu." ujar Wahyu dan nenek itu berkata.
"jangan berterima kasih dulu, orang yang menyuruh ke empat preman itu telah menyuruh dukun untuk membuat mu menderita anak muda dan cucu ku pun ikut terbawa juga."
"memang nya apa motif orang tua itu bisa sebegitu benci kepada ku nek?" tanya Wahyu.
"motif nya adalah kecemburuan, seperti yang pernah aku katakan mas Wahyu. pak Rehan tak akan membiarkan masalah kita yang dulu damai begitu saja." Wahyu yang mendengar nya pun manggut-manggut mulai paham akan motif nya pak Rehan itu.
DI Dalam kantor nya pak Rehan, ia dan ke empat anak buah nya itu sedang melihat dukun itu memulai ritual santet kepada Wahyu. saat itu santet itu gagal mengenai sasaran dan membuat dukun itu geram.
__ADS_1
"sialan! ternyata orang ini memiliki pagar gaib dirumah nya! baru kali ini santet ku gagal mengenai sasaran!" ucap dukun itu dan membuat pak Rehan bertanya.
"apa tak ada cara lain lagi ki Agung?"
"ada, aku akan mencoba nya lagi dengan serangan yang besar!" lalu kedua dukun itu melakukan gerakan silat masih dalam posisi duduk menghadap sesejan dan alat-alat santet yang ia bawa.
Pak Rehan dan ke empat anak buah nya takjub melihat dukun itu memainkan keris yang ia pegang itu menyala merah. kemudian keris itu ditusukan ke gambar nya Wahyu dan seketika itu juga Wahyu merasakan badan nya panas.
"aduh badan ku panas sekali!" ujar Wahyu memegang perut nya dan membuat Ayu segera memegang badan Wahyu.
"ya ampun mas, badan mu panas sekali! nenek tolong mas Wahyu nek!" ujar Ayu panik dan nenek Iroh segera mengambil tusuk konde yang berada dirambut nya itu. kemudian ia menyuruh Ayu untuk mengambil segelas air putih dan Ayu buru-buru mengambil nya ke dapur.
Wahyu mengejang beberapa kali badan nya diranjang nya itu dan nenek iroh terlihat sedang memegang jempol kaki Wahyu. ujung lancip tusuk konde itu menyala biru dan ia tempelkan di telapak jempol Wahyu dan seketika itu Wahyu mengerang kesakitan.
Kemudian nenek iroh membacakan mantera Ilmu Tolak Bala ke air putih itu dan mencelupkan bagian atas tusuk konde itu ke dalam air. seketika air itu berubah warna dari bening menjadi putih susu.
"bangunkan anak muda ini." ujar nenek iroh dan Ayu segera membangunkan Wahyu yang sudah tak kepanasan seperti tadi. kemudian Ayu meminumkan air itu dan Wahyu meminum nya sampai habis. disamping itu, dukun yang sedang menyantet Wahyu badan nya mulai bergetar menahan keris yang ia tancapkan dipoto Wahyu.
Asap mulai mengepul dari poto Wahyu itu dan timbul api yang merambat ke dalam permukaan keris yang dipegang dukun itu. kemudian dukun itu terpental mundur sampai menabrak dinding kantor itu dan keris yang ia pegang membakar pakaian nya dengan cepat. dukun berkedok agama itu badan nya terbakar dan ia berteriak histeris berlari ke arah pak Rehan dan ke empat preman itu. dukun itu berhasil menusukan keris itu ke tubuh nya pak Rehan dan ke empat preman itu segera melarikan diri ke luar ruangan. tetapi naas bagi mereka, pintu itu ternyata terkunci dan dukun yang badan nya sudah dibakar api itu menyambut ke empat preman itu dan membunuh nya dengan menancapkan keris ditubuh ke empat preman.
Pak Rehan sudah mati tergeletak dengan badan terbakar oleh kobaran api dan kobaran api itu merambat ke sofa ruangan itu hingga membakar apa saja yang ada diruangan itu. ke empat preman itu pun mendapati nasib yang sama seperti pak Rehan, kemudian dukun itu pun akhir nya mati juga seperti mereka. club malam terbakar hebat dan membuat para pengunjung semua nya berlarian keluar. tak lama, mobil pemadam kebakaran tiba dan club malam itu seluruh nya sudah dilalap api sampai tak menyisakan bangunan itu lagi.
__ADS_1
Para petugas pemadam kebakaran itu masih berusaha memadamkan club malam itu dan para pengunjung club malam itu semua nya segera pergi kalang kabut membawa kendaraan mereka masing-masing karena mereka takut mendengar sirene mobil polisi dan takut mereka menjadi tersangka dari kebakaran club malam itu.
Wahyu sudah mulai membaik, namun badan nya lemah dan butuh istirahat. Wahyu akhir nya tidur diranjang itu dan Ayu sedang mengobrol dengan nenek nya yang telah berhasil melawan santet yang menyerang Wahyu itu dan membalikan nya kepada si pengirim.
"santet yang menyerang anak muda itu telah nenek kembalikan ke pemilik nya, harus nya pengirim nya itu mati akibat santet nya itu berbalik ke badan nya sendiri."
"terima kasih nek, terima kasih banyak sudah menolong Ayu dan mas Wahyu." seketika itu juga Nekek Iroh menatap Wahyu yang tertidur lelap itu.
"awal nya nenek benci sekali kepada anak muda itu, Ayu. alasan nenek membenci nya karena nenek telah melihat masa kelam hidup nya anak muda itu yang telah terjerumus dalam perbuatan musryik pesugihan. takut nya, kamu yang selama ini nenek jaga akan ia tumbalkan seperti yang pernah terjadi kepada istri nya."
"tapi nek, mas Wahyu sudah menjelaskan nya kepada Ayu bahwa ia telah menyesali perbuatan nya itu dan ingin memutus ikatan pesugihan itu nek."
"nenek sudah tahu Ayu, maka dari itu nenek kau panggil ke alam ini untuk membantu kesulitan nya anak itu bukan?" Ayu pun mengangguk mengiyakan, kemudian nenek iroh yang sebenar nya itu adalah raga arwah nya dalam bentuk nyata pun berkata.
"satu-satu nya cara untuk memutus ikatan pesugihan itu dengan cara menundukan atau mengalahkan Raja Genderuwo itu. lalu dukun perantara pesugihan itu pun harus dikalahkan juga, sebab ikatan pesugihan itu hukum nya seumur hidup sipenumbal yaitu si Wahyu ini. jadi satu-satu nya cara adalah mengalahkan pelaku pesugihan itu Ayu."
"lalu bagaimana cara mengalahkan nya nek? Ayu dan mas Wahyu pun tak mempunyai kekuatan apa-apa?" nenek Iroh mengusap pipi Ayu yang khawatir itu seraya berkata.
"nanti nenek yang akan melakukan nya, demi kebahagiaan cucu nenek. nenek rela melakukan apapun."
"terima kasih nenek." ujar Ayu dan memeluk nenek nya itu dengan erat.
__ADS_1
...*...
...* *...