PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)

PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)
PESANAN AYU TIBA


__ADS_3

PAGI Hari telah tiba, Wahyu baru saja terbangun dari tidur nya. ia mencari-cari Ayu disamping nya namun Ayu sama sekali tak ada disamping nya. kemudian Wahyu berniat ingin mencari Ayu dan ketika ia berada didapur rumah itu, ia mendapati Ayu sedang menyiapkan sarapan pagi. seketika itu juga Wahyu segera teringat akan Lastri lagi, ingatan itu membuat Wahyu menunduk sedih. akan tetapi ia sadar bahwa ingatan tersebut sudah tak berguna lagi untuk ia ingat-ingat, kini ia segera membuang kenangan tersebut dan segera mendekati Ayu.


"pagi sayang...., tumben pagi-pagi begini sudah tampil membuat sarapan."


"pagi juga sayang, aku ingin menjadi seorang istri yang berbakti kepada suami mas Wahyu."


"hehehe, tapi kan kita belum menikah sayang?" ujar Wahyu yang duduk dikursi meja makan dan minum air putih.


"ya maka nya kita segera menikah sayang, agar kita resmi menjadi sepasang suami istri."


"nanti ya sayang aku pikirkan dulu kapan kita akan menikah."


"dari semalam bilang nya begitu terus sayang? memang nya kamu masih sibuk apa belum siap?" Wahyu pun bingung ditanya seperti itu, kemudian ia menjawab nya dengan alasan.


"aku masih ada kesibukan sayang, nanti saja jika aku sudah tak ada kesibukan dikantor. aku akan segera menikahi mu sayang."


"hmm baiklah, tetapi kata nya kamu hari ini mau mengajari ku menyetir sayang? kok malah mau pergi ke kantor si?"


"bukan nya aku sudah bilang semalam, nanti jika aku habis pulang dari kantor aku akan mengajari mu menyetir sayang. apa kamu lupa?" Ayu merenung sebentar dan kemudian tersenyum malu,


"hehe maaf sayang, aku lupa."


"iya tak apa-apa, yasudah aku mau mandi dulu sayang. nanti..."


"sarapan dulu sayang, nanti habis itu mandi." ujar Ayu menyarankan.


"baiklah." Wahyu pun tak mau mengelak dan kini mereka sarapan pagi bersama.


Diluar rumah itu, ada seorang kurir pengantar paket yang membawa mobil. kurir itu mendekati pintu gerbang rumah itu dan menekan bell rumah tersebut.


tingnong....!


sejurus tak ada yang datang dari sang pemilik rumah, kemudian kurir itu menekan tombol bell lagi untuk yang kedua kali nya. ia heran karena sejak tadi tak ada satupun orang yang membuka pintu gerbang itu. ketika kurir itu melongok ke dalam lubang gerbang yang bolong dekat kunci gembok itu, ia menatap ke arah pos satpam.

__ADS_1


Disana ia melihat sosok pocong berada didalam pos itu berdiri membelakangi pintu gerbang. sontak kurir itu kaget dan segera pergi ke dalam mobil nya. teman kurir yang duduk dikemudi itu menatap heran teman nya itu,


"hei kau kenapa seperti orang yang sedang ketakutan begitu!?"


"itu itu! tadi aku melihat pocong didalam rumah itu!"


"pocong!? ahhhh kau jangan mengada-ada Anwar! mana ada pocong dipagi hari begini? ngawur kamu War!"


"serius budi! coba kau yang kesana kalau tak percaya!" ujar Anwar tetap keras kepala. Budi hanya tertawa saja seakan tak percaya ucapan teman nya itu,


"hahaha ada-ada saja kau, kalau tak terbukti berarti kau sedang mabuk angin." ujar Budi yang keluar dari mobil dan Anwar hanya mencemooh kesal saja kepada Budi. setiba budi didepan pintu gerbang itu, ia langsung menekan tombol bell dua kali dan didengar oleh Wahyu dan Ayu yang masih sarapan itu.


"seperti nya tadi ada suara bell deh sayang?" ujar Ayu dan Wahyu pun mengangguk,


"iya sayang aku juga mendengar nya, coba aku ke depan dulu sayang." ujar Wahyu dan Ayu hanya mengangguk saja.


Budi melihat-lihat ke dalam lubang seukuran genggaman tangan itu dan sama sekali tak melihat apapun didalam pos satpam itu. Budi menatap Anwar yang ada dimobil dan memanggil nya memakai isyarat tangan. Anwar pun turun dari mobil dan mendekati Budi,


"mana aku tak melihat apa-apa didalam, kau mabok kali War."


"coba kau lihat lagi kalau ada." lalu Anwar mengintip lubang itu lagi dan kali ini tak melihat sosok pocong yang ia lihat sebelum nya.


"aneh! tadi aku jelas sekali melihat sosok pocong membelakangi ke arah pintu gerbang ini!" ujar Anwar heran.


"sudah-sudah jangan dibahas lagi bualan mu itu, ngomong-ngomong kemana pemilik rumah ini? mengapa sama sekali tak ada yang membuka pintu ini?"


"entahlah, mana aku tahu." ujar Anwar dan pada saat itu pintu gebang pun dibuka kunci nya dari dalam.


Dua kurir itu saling tatap dan kemudian menatap ke arah pintu gerbang yang terbuka itu, disana sudah ada Wahyu yang bertanya kepada dua kurir itu.


"iya ada apa ya?"


"oh ini pak, kami kurir yang membawa pesanan ke alamat rumah ini." ujar Anwar sembari memberikan surat jalan ke alamat rumah itu.

__ADS_1


"oh benar memang ini alamat rumah ini, tapi pesanan apa itu?"


"kami berdua kurang tahu pak, kami hanya kurir soal nya."


"benar pak, silahkan bapak cek saja dimobil."


"baiklah." ujar Wahyu dan mereka kini pergi menuju mobil kurir itu.


Wahyu melihat semua barang yang sudah dikemas packing itu dan ia segera ingat bahwa itu adalah pesanan yang dipesan oleh Ayu.


"astaga inikan pesanan yang Ayu pesan kemarin sore?" ujar Wahyu pelan dan ia lalu bertanya kepada kurir itu.


"berapa semua total pesanan nya?"


"ini pak." lalu kurir itu memberikan bill total belanjaan semua barang itu, kemudian Wahyu berkata.


"boleh minta tolong bawakan semua barang itu ke dalam? saya nanti akan membayar nya didalam."


"baik pak." lalu kedua kurir itu membawa barang itu semua nya ke teras rumah Wahyu.


Saat itu Ayu sudah berdiri diteras rumah itu dengan memakai pakaian tangtop dan celana pendek sebatas paha. dua kurir itu nampak salah tingkah ketika melihat kecantikan wajah dan kemolekan tubuh Ayu yang seksi aduhai itu. Wahyu berkata kepada Ayu bahwa ia ingin mengambil uang dulu untuk membayar semua paket yang Ayu pesan itu. Ayu hanya mengangguk seraya tersenyum kepada Wahyu dan ia lanjut memperhatikan kurir-kurir itu membawakan barang paketan itu dari dalam mobil kurir sampai ke teras rumah.


Budi dan Anwar berada di mobil dan membawa barang terakhir, mereka disana mengobrol membahas Ayu.


"sumpah cantik sekali itu perempuan War!"


"iya Bud! bodi nya juga bahenol! beda ya kalau orang kaya itu perawatan nya!"


"hooh! andai kita orang kaya ya War! pasti istri-istri kita akan secantik dan sebohai itu!"


"iya Bud! sudah ayo kita kesana, mungkin yang punya rumah sudah menunggu kita!"


"yasudah ayo!" lalu mereka berdua pun masuk ke dalam rumah itu lagi. disana Wahyu sudah ada dan sedang dipeluk oleh Ayu, kemudian Wahyu memberikan uang untuk membayar pesanan paket tersebut. kini, kedua kurir itu sudah pergi dari rumah Wahyu dengan hayalan mesum nya masing-masing terhadap Ayu.

__ADS_1


...*...


...* *...


__ADS_2