PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)

PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)
KECURIGAAN AYU


__ADS_3

MOBIL Wahyu sudah berjalan dan tujuan nya adalah pulang ke rumah nya. diperjalanan Ayu Masih saja berusaha untuk meyakinkan Wahyu bahwa ia sama sekali tak memiliki perasaan suka ataupun jatuh cinta kepada Erwin. awal mula nya Wahyu tak mempercayai ucapan Ayu, tetapi setelah ia pikir-pikir dalam renungan nya itu ia mulai sadar bahwa Erwin pasti telah menggunakan ajian pelet dari Ki Baron itu untuk membuat Ayu tertarik kepada nya. Wahyu tahu hal itu karena ia dulu melihat Erwin diberikan mantera ajian pelet oleh Ki Baron ketika pertama kali Erwin mengantarkan Wahyu untuk melakukan pesugihan Genderuwo di pondok ki Baron. kemudian Wahyu pun teringat ketika Erwin sering sekali main ke rumah nya, ia sering kali mencuri pandang kepada Lastri dan Lastri seringkali berkata kepada Wahyu bahwa ia merasa risih jika seringkali ditatap dengan pandangan nakal oleh Erwin. Wahyu kala itu hanya memaklumi nya karena ia tahu watak Erwin itu memang mata keranjang dan Lastri sudah diperingatkan oleh Wahyu agar jangan seringkali menatap mata nya walaupun sedang mengobrol bertatap mata.


Wahyu baru menyadari nya lagi kini dan sudah pasti itu bukan salah Ayu, melainkan salah Erwin si mata keranjang yang telah mencoba mempelet Ayu agar Ayu jatuh cinta kepada Erwin. padahal, istri nya Erwin pun masih terbilang cantik dan seksi juga. hanya pakaian istri nya Erwin itu selalu tertutup dengan memakai jilbab dan gamis sehari-hari nya, tak seperti Ayu yang selalu mengumbar aurat tubuh nya dan membuat laki-laki mana saja yang melihat nya menjadi panas dingin.


Di dalam mobil Ayu masih memeluk Wahyu yang masih duduk terdiam dikursi kemudi dan Ayu masih berkata-kata diselingi isakan tangis meminta maaf atas tamparan nya itu kepada Wahyu. pikiran Wahyu pun kini mulai menyesal telah menuduh Ayu yang bukan-bukan,


"sudah sayang, aku memaafkan mu. maafkan aku juga karena telah menuduh mu yang bukan-bukan sayang." ujar Wahyu seraya memeluk Ayu dan Ayu pun akhir nya memaafkan tuduhan Wahyu yang sebelum nya itu.


Kemudian Wahyu melepas pelukan itu dan mengusap air mata Ayu seraya berkata.


"kamu harus berhati-hati dengan Erwin, sayang."


"memang nya mas Erwin itu kenapa sayang???" tanya Ayu penasaran.


"dia itu lelaki mata keranjang. Lastri saja dulu seringkali ditatap nya dengan pandangan nakal seperti itu."


"benarkah? lalu apa yang terjadi setelah nya???" Wahyu menatap mata Ayu lekat-lekat dan balik bertanya,


"apa yang kau rasakan ketika kau ditatap seperti tadi oleh Erwin?" Ayu merasa malu untuk menjelaskan nya dan berkata alasan.


"apakah aku harus mengatakan nya? bukankah itu sangat memalukan sayang?"


"memang memalukan, tetapi setidak nya kau harus berterus terang dan berkata jujur kepada ku dan tak membohongi isi hati mu itu kepadaku." ucapan Wahyu itu membuat Ayu pun merasakan tekanan batin yang rumit.

__ADS_1


"apa kau ragu soal perasaan mu itu sayang?" Ayu menggelangkan kepala nya seraya berkata,


"entah kenapa hati ku ini seakan enggan untuk mengungkapkan isi hati ini mas, berat sekali hati ini rasa nya."


"coba tenangkan pikiran mu dulu kemudian tarik napas pelan-pelan dan hembuskan dengan pelan-pelan juga, lakukan itu secara berulang-ulang.


Ayu pun menuruti nya dan setelah dirasa sudah tenang, kegelisahan hati nya itu ternyata dapat diatasi.


"sayang...."


"iya? apa sudah membaik?" Ayu mengangguk dan berkata,


"ketika aku menatap mata mas Erwin tadi, entah kenapa hati ini bergetar melihat pesona senyum nya seakan aku sedang merasakan jatuh cinta dan kagum kepada mas Erwin. wajah mas Erwin terlihat begitu cerah sekali dimata ku, sampai-sampai aku tak bisa memalingkan wajah ku mas Wahyu." ujar Ayu menjelaskan apa yang ia rasakan ketika bertatapan mata dengan Erwin ketika makan siang tadi, Wahyu yang mendengarkan nya berkata,


"begitulah rasa nya jika kau terkena pelet si Erwin itu sayang."


"Erwin memiliki ajian pelet, ajian pelet itu ia dapatkan dari seorang dukun pesugihan." seketika itu juga Wahyu langsung kaget dan membekap mulut nya.


Ayu menatap Wahyu dengan aneh, keanehan itu ia pertanyakan.


"mengapa mas Wahyu menutup mulut? lalu dukun pesugihan itu apa hubungan nya dengan pelet cinta???" pertanyaan Ayu itu membuat Wahyu pucat pasi dan salah tingkah.


"bodoh! mengapa aku sampai kebablasan berkata seperti itu!? bodoh sekali aku!" ujar batin Wahyu kala itu dan membuat nya bingung harus menjawab apa dari pertanyaan Ayu tadi.

__ADS_1


"jawab sayang! tadi kau meminta ku untuk berterus terang kepada mu, sekarang aku meminta mu untuk berterus terang mengapa hanya diam saja!?" Wahyu pun tak bisa mengelak untuk diam atau beralasan, tak ada pilihan lain untuk nya membohongi Ayu soal harta kekayaan yang ia dapatkan dari pesugihan.


Tetapi ia masih enggan untuk mengatakan nya karena ia takut Ayu akan bersikap seperti yang pernah Lastri lakukan ketika mereka berada di pondok nya Ki Baron. Ayu mengulangi pertanyaan nya lagi dan kali ini Wahyu menjawab nya,


"nanti saja dirumah sayang, pasti aku akan menjelaskan nya."


"mengapa tak sekalian disini saja?"


"kita sudah sampai rumah, aku mau membuka pintu gerbang dulu." ujar Wahyu yang cuek atas pertanyaan Ayu itu.


Sementara Wahyu keluar mobil untuk membuka kunci pintu gerbang itu, Ayu berpikir tentang ucapan Wahyu yang keceplosan itu.


"seperti nya ada yang mas Wahyu tutupi dari ku, ia terakhir menyebut dukun pesugihan dan setelah itu ia membekap mulut nya? apa yang sebenar nya ia tutupi itu, apa jangan-jangan mas Wahyu melakukan pesugihan bersama mas Erwin hingga mereka berdua menjadi orang yang kaya raya???" pikiran Wahyu masih ia pertimbangkn masak-masak, lalu ia membatin.


"seperti nya jika aku bertanya langsung begitu, yang ada nanti aku malu sendiri karena tak ada bukti fakta yang nyata. sebaik nya aku mencari tahu akan masa lalu mas Wahyu itu dulu nya bagaimana, bukankah aku belum mengetahui bagaimana latar belakang mas Wahyu itu dulu nya? ya lebih baik aku nanti akan menanyakan hal itu kepada nya." ujar Ayu bertekad akan memecahkan misteri soal ucapan Wahyu yang mencurigakan itu nanti.


Wahyu sudah kembali kedalam mobil dan segera menyalakan mesin mobil nya, mobil itu kini sudah masuk dan terparkir didalam bagasi luas itu. Wahyu keluar lebih dulu dan kemudian disusul oleh Ayu. Wahyu segera kembali ke pintu gerbang untuk mengunci pintu gerbang itu lagi. Ayu menatap Wahyu dari kejauhan yang berjalan ke arah nya yang ada didepan teras rumah itu, samar-samar Ayu melihat sosok nenek-nenek tua berada diekat pos satpam sedang berdiri menatap ke arah nya.


"siapa nenek tua itu? seperti nya aku mengenal nya?" ucap batin Ayu mencoba mengingat-ingat wajah nenek tua itu. Wahyu sudah ada didekat Ayu dan bertanya,


"kamu sedang melihat apa sayang?"


"ehhh maaf sayang, tadi aku melihat nenek-nenek dipos satpam itu." ujar Ayu menunjuk ke arah pos satpam yang jarak nya lumayan jauh dari teras rumah.

__ADS_1


...*...


...* *...


__ADS_2