
CICIT Riuh suara Burung di pagi hari terdengar sangat ramai dipepohonan samping rumah itu dan ditaman bunga rumah besar itu. Ayu dan Wahyu sudah bangun pagi dan seperti biasa mereka sedang sarapan pagi. Wahyu dan Ayu berniat akan pergi ke klinik bersalin untuk mengecek masa kandungan Ayu. mobil yang baru dibeli itu sudah dipanaskan oleh Wahyu dan kini sepasang suami istri itu sudah beranjak pergi dari ruangan meja makan untuk pergi keluar dari rumah menuju klinik persalinan terdekat.
Sosok Genderuwo yang awal nya sudah masuk masuk ke dalam mobil nya Wahyu itu, terpental keluar ketika Ayu dan Wahyu masuk ke dalam mobil. alasan sosok Genderuwo itu terpental keluar karena Ayu memakai tusuk konde dirambut nya dan membuat sosok Genderuwo itu terpental. sosok pocong yang kini sudah menjadi anak buah nya Genderuwo itu pun mendekati nya dan bertanya,
"mengapa kau terpental keluar kang? bukankah niatmu ingin mencelakakan sepasang suami istri itu dijalan?"
"niatku memang begitu! tapi apa kau tak melihat nya tadi!? perempuan itu memakai tusuk konde itu! itulah alasan ku terpental bodoh!"
"oh begitu kang, lalu apa rencana mu selanjutnya kang?" sosok Genderuwo itu pun menyeringai ke arah rumah Wahyu seraya berkata.
"ayo ikut aku masuk ke dalam rumah itu! aku ingin melihat-lihat didalam rumah itu ada apa saja! aku yakin pengaruh pagar gaib itu sudah tak ada jika tusuk konde itu dibawa oleh pemilik nya!"
"baiklah kang, aku ikut mau mu saja." ujar sosok pocong itu, lalu ia berkata lagi.
"janji ya kang jika rencana mu berhasil, kau akan memberikan ku sosok seorang wanita cantik."
"tenang saja, kau akan aku berikan sosok seorang wanita dari golongan kuntilanak untuk menemani hidup mu." ujar sosok Genderuwo itu dan hal itulah yang membuat sosok pocong itu bersemangat membantu Rencana Busuk nya sosok Genderuwo itu sampai ia lupa ancaman dari sosok arwah nenek nya Ayu. kini dua sosok beda golongan itu masuk ke dalam rumah besar itu dan entah apa yang akan mereka lakukan nanti didalam.
Diperjalanan menuju klinik bidan, Wahyu dan Ayu sedang berbincang.
"coba tebak sayang, calon bayi kita ini laki-laki apa perempuan?"
"hmm seperti nya perempuan atau mungkin laki-laki."
"ihhh sayang kenapa harus mungkin? kan aku hanya menyuruh mu menebak salah satu diantara kedua nya."
"baiklah, anak kita pasti perempuan."
__ADS_1
"berarti aku menebak nya laki-laki sayang."
"apa ada alasan nya sayang???" tanya Wahyu dan Ayu menjawab nya.
"entahlah, kenapa hati ku tetap bersikeras berkata bahwa calon anak kita ini laki-laki."
"hmm begitu, tapi kita harus tetap terima kenyataan saja jika apa yang kita harapkan tak sesuai dengan keinginan kita sayang."
"iya sayang, aku sudah siap menerima apapun yang diberikan oleh tuhan." ujar Ayu dan Wahyu tersenyum seraya mengusap rambut Ayu.
Kini mobil yang ditumpangi mereka sudah tiba didepan klinik bersalin. mereka berdua lalu keluar dari dalam mobil dan setelah itu masuk ke dalam klinik tersebut untuk mengecek kandungan nya Ayu. dokter spesialis kandungan atau bidan sedang mengecek pergerakan janin nya Ayu yang baru jalan dua bulan itu dan melihat jenis kelamin dari janin nya Ayu.
"bagaimana bu bidan? apa jenis kelamin anak kami?" tanya Wahyu.
"jenis kelamin anak mas Wahyu laki-laki." Wahyu menatap Ayu yang sudah tersenyum girang karena perasaan nya akan tebakan nya benar.
"tapi, seperti nya ada satu lagi calon janin yang berjenis kelamin perempuan." Wahyu tersentak kaget menatap ke wajah dokter bidan itu dan begitu pun dengan Ayu.
"maksud bu bidan bagaimana???" tanya Ayu tak mengerti.
"selamat pak Wahyu dan ibu Ayu, kalian akan memiliki bayi kembar. jenis kelamin nya laki-laki dan perempuan." seketika itu juga Ayu dan Wahyu menitikan air mata nya karena terharu.
Wahyu segera memeluk istri nya yang menangis karena terharu itu, sang dokter hanya tersenyum saja melihat Wahyu dan Ayu merasa senang dan terharu memiliki bayi kembar.
"terima kasih bu bidan." ujar Wahyu.
"sama-sama mas Wahyu, dimasa awal kandungan. ibu Ayu jangan bergerak terlalu letih atau bekerja yang berat-berat dulu. takut nya nanti terjadi keguguran."
__ADS_1
"baik dok, saya akan mengingat saran dokter." ujar Ayu dan Wahyu berkata kepada dokter bidan.
"baiklah bu bidan kalau begitu kami pamit." bu bidan hanya tersenyum saja seraya mengangguk dan kini Wahyu sudah keluar klinik setelah membayar biaya praktek kepada kasir diklinik tersebut.
Diperjalanan pulang, sepasang suami istri itu pun berbincang lagi.
"kita harus segera mencari pembantu rumah tangga untuk mengurus rumah sayang." ujar Wahyu.
"aku pun berpikiran seperti itu sayang, kira-kira kita butuh berapa orang ya sayang?"
"hmm dulu, ada sekitar lima pembantu dan satu lagi penjaga pos satpam."
"berarti total semua nya enam dong sayang."
"iya sayang, nanti aku akan mencari nya."
"baiklah sayang." ujar Ayu menurut dan kini perjalanan pulang mereka sebentar lagi tiba.
Dirumah nya Wahyu dan berada didapur, disana nampak sosok pocong sedang menjilat makanan yang ada dimeja makan. ia pun menghirup saripati buah dan minuman yang berada dimeja makan itu. sosok pocong itu diperintahkan oleh sosok Genderuwo untuk mengobrak-abrik seisi rumah itu demi untuk membuat sang pemilik rumah takut kepada mereka. akan tetapi rencana mereka itu gagal karena masing-masing dari mereka terbuai akan kenikmatan duniawi. sosok pocong keseharian nya hanya memakan sari kotoran itu terbuai dengan makanan yang ada dirumah itu.
Sedangkan sosok Genderuwo yang menjadi ketua nya, ia terbuai oleh ****** ***** bekas Ayu yang ada dikeranjang baju kotor dipojokan kamar nya Wahyu. sosok itu awal nya ingin menghancurkan barang-barang yang ada dikamar itu, namun ia terlena dengan bau anyir dari keranjang baju kotor. sosok Genderuwo itu pun penasaran dan akhirnya menemukan ****** ***** dan Bra bekas Ayu yang belum di cuci. sosok Genderuwo itu mengendus-endus nya dan sesekali menjilat nya karena gemas akan bau anyir yang tak lain adalah bau darah menstruasi itu.
Suara mobil diluar rumah terdengar berhenti dan sosok Genderuwo bersama sosok pocong itu pun mendengar nya, namun mereka tetap cuek dan terus melanjutkan kegiatan nya itu. Wahyu sudah membuka gerbang yang terkunci itu dan setelah itu Wahyu menyuruh Ayu menyetir mobil itu dan memasukan mobil ke dalam halaman rumah. Ayu pun melakukan nya dan Ayu nampak lihai sekali memarkirkan mobil itu didepan teras rumah. Wahyu tersenyum senang kepada Ayu yang kini sudah bisa mengendarai mobil itu.
...*...
...* *...
__ADS_1