
Malam telah semakin larut dan kebakaran diclub malam nya pak Rehan mulai mereda dan masih menunggu bara api nya padam sebelum mengevakuasi korban didalam bangunan itu. pak Rehan dan ke empat preman anak buah nya itu telah meninggal bersama dukun yang disewa itu, kini Ayu dan Wahyu sudah lepas dari bahaya seperti apa yang diperingatkan oleh nenek Iroh itu, tetapi masih ada bahaya lagi yang masih membuat kebahagiaan Wahyu dan Ayu terancam.
Wahyu yang tertidur pulas itu bermimpi berada disebuah taman yang indah. ia mengerjapkan mata nya dan keadaan Wahyu itu terbaring ditanah berumput.
"dimana aku? mengapa aku ada ditaman bunga seperti ini?" ujar Wahyu pelan dan ia masih belum menyadari nya bahwa ia sedang bermimpi. disamping nya ada seorang perempuan duduk memakai pakaian serba putih, Wahyu menatap nya dan wanita itu berkata.
"kau sudah bangun rupa nya mas."
"Lastri!? kaukah itu??? tap...tapi bukankah kau sudah meninggal?" tanya Wahyu kaget karena ia mengenal suara Lastri dan saat itu wanita itu memalingkan wajah ke arah Wahyu.
Seketika itu juga Wahyu menangis sembari memeluk Lastri dan Lastri pun memeluk nya. terasa nyata sekali apa yang Wahyu rasakan itu, kemudian terdengar Lastri berkata.
"aku memang sudah meninggal mas, tetapi kita berada di alam mimpi mu. sudah tak perlu kau menangisi kepergian ku ini mas, ini semua sudah jalan takdir ku begini."
"tapi semua ini salah ku Lastri, aku yang menyebabkan diri mu meninggal dunia akibat tumbal pesugihan yang aku lakukan itu, hixhixhix."
"aku tahu mengapa kau sampai melakukan pesugihan itu setelah kematian ku dan aku dijadikan budak napsu nya si Genderuwo itu di istana nya, ternyata aku yang salah karena telah menanggapi ucapan dukun itu dan berpikir bahwa semenjak kita bertemu dirimu sudah melakukan pesugihan. padahal raja Genderuwo itu menjelaskan bahwa dirimu melakukan ikatan pesugihan itu sebelum kau bertemu dengan ku dan masih masih hidup susah."
"apa yang raja Genderuwo itu jelaskan kepada mu, sama hal nya dengan apa yang akan aku jelaskan ketika kau nekat pergi naik mobil dan akhir nya menabrak pohon. jujur aku sangat terpukul sekali saat itu, aku sempat berniat untuk bunuh diri karena telah kehilangan orang yang aku sayangi yaitu dirimu Lastri." ujar Wahyu seraya menatap wajah Lastri dan Ayu pun nampak menangis juga.
Wahyu lalu mengusap air mata Lastri dan Lastri pun mengusap air mata Wahyu seraya berkata,
"sudah tak usah dipikirkan lagi soal itu mas, aku sudah memaafkan kesalahan mu yang tak jujur itu. tapi kehadiran ku di alam mimpi mu bukan suatu kebetulan semata, aku ingin membeberkan sesuatu tentang raja Genderuwo yang murka kepada mu mas."
"murka!? lalu bagaimana cara nya kau bisa memasuki alam mimpi ku? apa raja Genderuwo itu tak mengekang mu???" Lastri menggelengkan kepala nya seraya berkata,
"aku ditugaskan oleh nya untuk mengetahui mengapa rumah ini tak bisa dimasuki oleh anak buah nya raja Genderuwo itu dan anak buah nya dukun sesat itu."
__ADS_1
"lalu apakah kau ada dipihak nya???" tanya Wahyu dan Lastri menjawab nya.
"aku ada dipihak mu mas, aku akan membantumu untuk memutus ikatan pesugihan ini dengan raja Genderuwo itu."
"lalu bagaimana cara nya?"
"aku akan memohon kepada raja Genderuwo itu untuk memutuskan ikatan nya dengan mu mas."
"mungkinkah berhasil? aku tak yakin rencana mu itu akan berhasil Lastri, Erwin saja yang mencoba memutus pesugihan itu dengan raja Gendruwo malah kedua orang tua nya yang menjadi tumbal."
"hal itu pun sebenar nya akan dilakukan oleh raja Genderuwo kepada kedua orang tua mu mas."
"apa!?" sentak Wahyu kaget.
"kau tak perlu khawatir mas, aku telah mencegah raja Genderuwo itu menumbalkan kedua orang tua mu dan ia pun akhir nya menuruti ku."
Lastri pun menatap wajah Wahyu yang murung itu,
"kau tak perlu risau mas, ku akui rasa sayang mu kepada ku sungguh besar. hanya saja, kau selama ini telah dipengaruhi oleh pikiran jahat nya si dukun sesat itu. dialah dalang dibalik meninggal nya diriku, karena aku tahu dialah yang mempengaruhi pikiran mu untuk datang ke pondok nya untuk mencelakai ku atas perintah raja Genderuwo itu."
"jadi kau tahu semua nya dari raja Ganderuwo itu sayang?" Lastri mengangguk dan berkata,
"aku dan yang lain nya sebenar nya sudah berencana akan membunuh raja Genderuwo dengan dibantu bersama para korban tumbal lain nya mas, karena aku sudah merencanakan hal itu bersama mereka."
"benarkah!? apa itu berhasil???" Lastri menggelengkan kepala nya dan berkata,
"korban tumbal pesugihan itu sangat banyak sekali dan rata-rata kebanyakan seorang perempuan. kami merencanakan akan membunuh raja Genderuwo itu, tetapi kami gagal karena tubuh nya raja Genderuwo itu kebal ketika ditusuk oleh salah satu korban tumbal pesugihan. belati tajam tak mempan menusuk kulit nya yang hitam berbulu itu."
__ADS_1
"kalau begitu sangat sulit untuk mengalahkan nya, Lastri."
"kau tak perlu khawatir mas, aku yakin sosok nenek tua yang menjadi khodam nya perempuan yang bersama mu berada dirumah ini dapat membunuh raja Genderuwo itu."
"mengapa kau yakin sekali sayang?"
"karena anak buah raja Genderuwo itu tak ada yang bisa menembus perisai gaib dirumah ini dan ada juga salah satu anak buah raja Genderuwo itu yang badan nya penuh luka bakar akibat kekalahan nya melawan sosok nenek tua itu." Wahyu pun merenung sejenak dan teringat akan Nini Iroh Sulawesi, nenek nya Ayu yang terbilang dulu nya bekas seorang dukun yang sakti mandraguna itu.
Kemudian terdengar Lastri berkata,
"bolehkah aku meminta satu permintaan kepada mu mas?"
"permintaan apa itu Lastri???"
"aku ingin jenazah ku disempurnakan dan dimakamkan dikampung kelahiran ku." seketika Wahyu merasa khawatir dan Lastri bertanya.
"mengapa kau merasa khawatir begitu mas???"
"aku khawatir kedua orang tua mu dan keluarga mu memasukan ku ke dalam penjara setelah tahu kau meninggal karena aku."
"aku akan mendatangi ayah dan ibu ku lewat alam impian untuk menjelaskan semua yang terjadi mengapa aku meninggal dunia."
"apakah mereka akan percaya Lastri???"
"aku akan berusaha, sekarang aku pergi dulu mas. waktu ku tak akan lama lagi, aku khawatir raja Genderuwo itu menarik arwah ku lagi."
"baiklah kalau begitu, sekali lagi maafkan kesalahan ku ya sayang. sampai saat ini aku masih bungkam soal kematian mu kepada keluarga mu dan keluarga ku. aku berjanji akan menepati permintaan mu Lastri, aku merindukan mu." Lastri pun mulai menghilang arwah nya dan Lastri tersenyum seraya berkata,
__ADS_1
"aku pamit mas, aku juga sangat merindukan mu. aku harap perempuan yang saat ini bersama mu akan bisa menggantikan posisi ku dihidup mu." Wahyu pun melambaikan tangan nya kepada Lastri yang kini telah lenyap dari hadapan nya.