PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)

PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)
RENCANA JAHAT ERWIN


__ADS_3

KI Baron dan Erwin sudah tak tegan- seperti tadi dan mereka melihat sesajen yang mereka sembahkan semua nya sudah habis tak tersisa dimakan oleh Raja Genderuwo itu.


"ingat baik-baik ucapan Raja Genderuwo itu mas Erwin!


"baik Ki Baron. aku tak akan teledor lagi."


"baiklah, hari sudah sangat malam sudah seharus nya kau pulang."


"baik Ki, saya pamit pulang." lalu Erwin pun pamit pulang setelah ia memberikan sebungkus tembakau rokok kepada Ki Baron beserta uang gepokan.


KI Baron hanya melihat kepergian mobil Erwin yang semakin menjauh dan wajah wibawa dari Ki Baron mulai berubah menjadi tawa terbahak-bahak. disamping nya ada sosok tuyul yang telah memberikan sekantung perhiasan dan beberapa gepokan uang. seperti yang pernah terjadi kepada Wahyu dan Lastri ketika datang ke tempat itu, tuyul tersebut menaruh barang berharga itu didalam bagasi mobil nya Erwin dan kemudian ia ambil kembali untuk diberikan kepada tuan nya.


Kepergian Erwin itu di ikuti oleh anak buah Raja Genderuwo untuk memantau gerak-gerik Erwin jika ia lalai lagi. malam telah larut dan Wahyu serta Ayu malam itu sudah tertidur dengan lelap nya, tiba-tiba suara ponsel Wahyu berdering. agak lama suara ponsel itu berdering, akhir nya Ayubangun dari tidur nya. ia lalu membangunkan Wahyu setelah ia tahu yang menghubungi Wahyu adalah Erwin teman nya.


"sayang, bangun. teman mu menelepon." ujar Ayu seraya membangunkan Wahyu.


"hmm siapa sayang?" tanya Erwin yang masih mengantuk.


"ini kamu lihat saja." lali Wahyu pun menerima ponsel nya dari Ayu, dan kemudian dahi nya berkerut seraya membatin,


"Erwin!? ada apa dia menghubungiku malam-malam begini!?" lalu Wahyu segera bangun dan berkata kepada Ayu,


"kamu lanjut tidur ya sayang, aku mau mengobrol dulu dengan Erwin."


"iya sayang." ujar Ayu dan kini Wahyu sudah keluar dari kamar nya.

__ADS_1


Wahyu lalu pergi ke ruangan tamu dan duduk disana, kemudian ia mengangkat panggilan ponsel Erwin.


"halo Win ada apa!?"


"kenapa kau lama sekali mengangkat nya!?" tanya Erwin.


"maaf aku baru saja bangun tidur, apakah kau menghubungi ku ingin menyampaikan sesuatu?"


"iya Wah, tadi setelah aku melakukan ritual pemanggilan Raja Genderuwo itu bersama Ki Baron. aku telah mengusulkan rencana mu soal tumbal istri ku yang ingin aku pindahkan kepada karyawan ku."


"lalu bagaimana?"


"Raja Genderuwo itu !!memperbolehkak9oo9ll6, tetapi dia hanya menginginkan seorang perempun yang masih perawan."


"apa!? bagaimana kita tahu bahwa karyawan itu masih perawan atau tidak!?" tanya Wahyu dengan bingung.


"oh begitu, lalu kau sekarang ada dimana?"


"aku sedang ada didalam ruangan tamu rumahku, istri ku sedang tidur dikamar takut dia mendengarnya."


"oh aku juga sedang ada di dalam ruangan tamu ku Win. lalu kapan kita bertemu? aku ingin mengenalkan calon istriku itu kepadamu."


"ya nanti saja Win, aku masih sibuk harus mengurus kematian soal kedua orang tua ku."


"oh baiklah kalau begitu, terima kasih info nya. lalu apakah aku juga bisa melakukan pemindahan tumbal itu seperti mu Win?"

__ADS_1


"coba saja kau datangi Ki Baron dan jangan lupa bawakan sate daging burung gagak untuk nanti melakukan ritual seperti yang telah aku lakukan."


"baiklah jika begitu, nanti lain hari aku akan pergi kesana."


"yasudah kalau begitu, kita sudahi dulu panggilan ini. aku sudah sangat mengantuk."


"baiklah, aku pun sudah mengantuk juga." ujar Wahyu dan kini panggilan ponsel pun berakhir.


Erwin tertawa terbahak-bahak setelah ia menghubungi Wahyu, senyum jahat dan sinis terpampang jelas diwajah nya. ia sudah berniat akan menumbalkan para karyawan nya Wahyu dan bukan menumbalkan para karyawan restoran nya.


"bodoh sekali jika aku menumbalkan para karyawan restoran ku! susah sekali aku mendapatkan karyawan seperti mereka yang pandai memasak dan rajin bekerja. lebih baik aku tumbalkan saja karyawan nya si Wahyu itu hingga pabrik nya nanti ditutup karena banyak nya orang yang meninggal nya karena kecelakaan kerja! hahaha mampus kau Wahyu! kau pikir aku ini baik karena telah menolong mu untuk membuat mu kaya seperti sekarang!? oh tidak! aku menjerumuskan mu masuk ke dalam lingkar pesugihan ini agar aku bisa mendapatkan tumbali pengganti dari istri ku!" ujar Erwin berkata begitu dan ternyata ia adalah biang kerok yang membuat Wahyu terlilit rantai pesugihan karena nya.


Wahyu pun duduk disofa diruangan tamu rumah nya. ia sedang merenungkan ucapan Erwin tadi, kemudian terbersit dipikiran nya untuk menumbalkan para karyawan pabrik nya.


"aku punya banyak karyawan di pabrik tekstil ku dan kantor nya, jika aku menumbalkan salah satu karyawan dikantor ku. itu bakal membuat ku kekurangan karyawan yang berbakat seperti mereka, hmm sebaik nya aku menumbalkan karyawan pabrik ku saja. disana masih banyak gadis-gadis muda yang seperti nya masih perawan, ya disana pun sangat rawan kecelakaan jika mereka tak berhati-hati dalam bekerja. jadi jika ada yang kecelakaan dan meninggal dunia, semua orang pasti akan menyangka itu hanyalah kelalaian karyawan saja dan tak akan mencurigai bahwa itu adalah tumbal dari pesugihan ku. hahaha, akhir nya aku bisa tenang sekarang." ujar batin Wahyu dan senyum jahat mulai nampak membayang diwajah nya.


Sosok nenek tua yang biasa menampakan diri kepada Wahyu itu saat itu sedang ada dikamar Wahyu. ia sedang duduk disamping cucu nya dan terlihat seperti sedang mengusap-usap rambut cucu nya itu. disaat itu juga ia berbicara kepada cucu nya yang sedang tertidur pulas itu,


"kau sekarang sudah dewasa cucuku, nenek harap kau bisa mendapatkan seorang suami pengganti dari suami mu yang telah meninggal itu. nenek mengharapkan lelaki yang baik dan pantas kau jadikan suami mu. nenek tak bisa memaksakan keinginan mu untuk memilih seorang suami yang seperti apa, tetapi nenek takut jika lelaki yang saat ini sedang bersama mu bisa saja berbuat jahat kepada mu. lelaki itu dulu nya memang orang baik, tetapi gara-gara ia menghalalkan segala cara agar ia bisa kaya raya melalui pesugihan yang dijalani nya itu. jalan hidup nya yang salah itu telah membuat diri nya yang baik kini telah berubah menjadi jahat. nenek harap, kau jangan terlalu mengharapkan cinta sejati dari lelaki itu cucuku." ucapan sang nenek itu tak membuat Ayu mendengar nya, hanya saja Ayu merasakan usapan lembut dirambut nya itu.


Wahyu sudah kembali lagi ke kamar nya untuk tidur kembali, saat itu Ayu sudah terbangun dan menatap ke arah pintu. Wahyu baru masuk dan menatap Ayu seraya berkata,


"mengapa kamu belum tidur lagi sayang?"


"aku sudah tertidur lagi tadi, tapi aku terbangun lagi." ujar Ayu cemberut dan Wahyu langsung mencubit pipi Ayu.

__ADS_1


"ayo kita tidur lagi sayang." ujar Wahyu dan Ayu pun menuruti nya. kini mereka tertidur lagi dengan lelap nya dan ditatap oleh sosok nenek tua yang ada didekat meja rias kamar tersebut.


__ADS_2