PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)

PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)
KEANEHAN DIRUMAH WAHYU


__ADS_3

Wahyu lalu memalingkan badan nya ke arah pos satpam dan tak melihat sama sekali seorang nenek tua dipos satpam itu.


"mana aku tak melihat nya!?"


"itu loh sayang, eh menghilang!" ujar Ayu kaget dan membuat Wahyu segera menatap Ayu dengan heran.


"sudah-sudah ayo masuk, mungkin kamu salah lihat sayang." ujar Wahyu segera mengajak Ayu masuk ke dalam rumah dan Ayu pun tak bisa mengelak nya.


Setelah didalam rumah, Wahyu segera ke kamar untuk berganti pakaian. sedangkan Wahyu sedang ke kamar mandi untuk buang air besar. didalam kamar mandi, ia memikirkan soal apa yang dikatakan oleh Ayu tadi.


"tadi Ayu melihat seorang nenek-nenek? seperti nya itu sosok nenek tua yang seringkali menampakan wujud nya dihadapan ku. hal ini sangat membuatku bingung, nenek tua itu seringkali berkata kepada ku agar jangan sampai menyakiti Ayu dan ia pun tahu bahwa aku telah melakukan pesugihan? tahu darimana dia? apa jangan-jangan nenek tua itu adalah nenek nya Ayu yang sudah meninggal itu???" pikiran Wahyu segera teringat akan jimat tusuk konde yang dibawa Ayu ke rumah itu.


Wahyu baru menyadari bahwa dirumah nya kini suasana nya sangat berbeda sekali, ia sudah tak menemukan hal janggal lagi seperti ketika apa yang alami ketika masih bersama Lastri. tetapi keheranan nya tentang sosok nenek tua yang baru-baru ini seringkali menampakan diri kepada nya itulah yang membuat Wahyu berpikiran janggal lagi.


"apakah sosok nenek tua itu muncul dirumah ini karena mengikuti cucu nya atau ia tinggal didalam jimat yang Ayu katakan itu? bukan kah jimat tusuk konde itu dapat menghalau mahluk gaib yang berani masuk ke dalam rumah ini? ini harus segera aku cari tahu, jika perkiraan ku itu benar. lalu apakah jimat itu dapat menghalau mahluk gaib yang selalu mengintai ku dirumah ini untuk memata-matai ku atas perintah nya Ki Baron itu?" ujar batin Wahyu dan ia masih memikirkan hal itu karena ia tahu bahwa diri nya selalu dipantau oleh Ki Baron melalui mahluk gaib peliharaan nya yang selalu berada dirumah Wahyu.


Tetapi Wahyu tak mengetahui nya karena semenjak Ayu datang ke rumah itu dengan membawa jimat tusuk konde yang disimpan dirumah itu, semua mahluk gaib yang ada di dalam rumah itu lari terbirit-birit karena kepanasan akibat efek dari jimat tusuk konde itu. Ayu sudah selesai berganti pakaian dan entah kenapa pandangan nya selalu menatap ke arah laci meja rias.


"mengapa sejak tadi aku ingin melihat isi laci itu? bukankah itu tempat aku menyimpan jimat nya nenek?" lalu Ayu pun segera membuka laci meja itu dan tak ada yang aneh sama sekali.


Ayu segera memegang jimat itu dan membuka penutup kain mori nya. Ayu lalu duduk dimeja rias itu dan menggelungkan rambut panjang nya, kemudian tusuk konde itu ia pasang dirambut nya. tanpa sadar Ayu tersenyum dan berkata,

__ADS_1


"cantik juga aku kalau rambut ku dikonde begini." Ayu masih menatap wajah nya di kaca cermin itu, tetapi ia dikagetkan oleh sosok nenek tua dibelakang nya.


"nenek!?" lalu Ayu memalingkan wajah nya ke belakang dan tak ada siapa-siapa disana.


"tadi aku melihat nenek? apakah itu hanya halusinasi ku saja ya?" ucap Ayu pelan dan ia segera teringat akan seorang nenek tua yang ia lihat ketika diluar tadi. kemudian Ayu beranikan berkata tanya karena ia tahu bahwa arwah nenek nya pasti ada dikamar itu.


"apakah itu benar-benar nenek? lalu apa maksud nenek mulai menampakan diri lagi didepan Ayu? sudah sekian lama sejak kejadian itu, mengapa tidak dari dulu saja nenek menampakan diri ketika Ayu masih hidup sendiri tanpa sanak saudara nek?" ucapan Ayu itu tak mendapat jawaban sama sekali, tetapi Ayu merasakan rambut nya ada yang mengusap-usap nya dengan lembut. ia mendengar suara bisikan gaib seorang nenek tua,


"cucu ku sayang, maafkan nenek ya. nenek baru kali ini menampakan wujud didepan mu karena ada bahaya yang akan menimpa mu. nenek hanya menampakan wujud jika keadaan mu dalam bahaya saja dan ketahuilah cucuku, nenek akan selalu ada disamping mu." bisika gaib itu didengar jelas oleh Ayu dan ia masih berpura-pura tak merasakan usapan lembut dirambut nya saat itu, ia masih mengartikan bisikan gaib itu.


Kemudian pintu kamar itu terbuka dan terlihat Wahyu masuk ke dalam kamar. ia melihat Ayu menatap nya dan Wahyu pun melihat ada seorang nenek tua yang sedang mengusap-usap rambut Ayu sembari berdiri.


"mana aku tak melihat siapa-siapa sayang?" ujar Ayu dan kepala nya memutar-mutar kesamping. Wahyu segera mengucek mata nya dan kemudian tak melihat sosok nenek tua itu lagi.


Ayu bangun dari duduk nya dan mendekati Wahyu yang menatap nya juga.


"tadi kamu melihat apa sayang?" tanya Ayu.


"aku melihat seorang nenek tua memakai kemben batik berdiri disamping mu dan mengusap-usap rambut mu sayang."


"serius sayang!?" tanya Ayu kaget.

__ADS_1


"serius sayang, untuk apa aku membual didepan mu."


"tadi aku juga melihat nya sayang, perawakan nya dan wajah nya mirip persis seperti nenek ku."


"apakah itu benar nenek mu?" Ayu mengangguk dan berkata,


"tak salah lagi, seperti nya arwah nenek ku mulai menampakan diri jika aku dalam kondisi bahaya." Wahyu menatap tegang dan berkata,


"benarkah? apa dulu juga pernah terjadi hal yang seperti itu!?" Ayu mengangguk dan kemudian mengajak Wahyu untuk duduk ditepi ranjang.


"arwah nenek ku pernah menampakan wujud nya kepada ku sebanyak dua kali dan itu bertepatan dengan meninggal nya kedua orang tua ku dan kemudian suami ku."


"hmm begitu, coba kau jelaskan sayang, aku ingin mendengar nya dengan jelas dari mu."


"baiklah aku akan menjelaskan nya kepada mu sayang." ujar Ayu dan kini ia mulai menceritakan nya.


Erwin nampak puas sekali tertawa terbahak-bahak diruangan kantor pribadi nya. ia menertawakan rencana nya itu yang sedikit demi sedikit akan berhasil.


"jika aku berhasil meluluhkan hati nya si Ayu itu, aku akan peralat dia untuk mencuri semua sertifikiat berharga dirumah si Wahyu itu! jika itu berhasil, dengan mudah nya aku akan menguasai semua harta kekayaan nya dan akan ku buat si Wahyu itu menderita lagi seperti dulu ia masih hidup miskin! hahahaha!" tertawa puas Erwin itu membuat diri nya menghayal yang bukan-bukan jika rencana nya itu berhasil.


Ia awal nya ingin merencanakan melaporkan soal meninggal nya Lastri yang terkena tumbal pesugihan nya Wahyu kepada polisi, tetapi Erwin takut Ki Baron terbawa jerat hukum juga dan otomatis diri nya ikut terseret juga. maka rencana dengan mempelet Ayu itulah cara satu-satu nya untuk merebut semua harta kekayaan Wahyu, apakah rencana Erwin akan berhasil???.

__ADS_1


__ADS_2