
SUARA Nada dering telepon dikantor polisi itu berbunyi dan segera diangkat oleh polisi yang sedang bertugas tersebut.
"halo dengan siapa ini?" tanya pak polisi itu.
"halo pak polisi, saya Wahyu orang yang dulu pernah terjerat kasus pembunuhan Lastri dan pesugihan dengan Erwin."
"oh mas Wahyu, ada apa mas? apa ada yang bisa saya bantu???"
"begini pak, saya hanya ingin menanyakan kabar kondisi nya Erwin saja pak."
"oh begitu, kabar mas Erwin sangat memprihatinkan."
"memprihatinkan bagaimana pak???" tanya Wahyu penasaran.
"tingkah nya sekarang seperti orang gila, ia sering mengamuk dan seringkali menangis tanpa sebab. ia sering mengucapkan kata 'Jangan Bunuh Aku'. secara berulang-ulang kali."
"apakah itu pengaruh dari kematian istri nya pak???"
"hmm seperti nya ada benar nya, sebab sebelum kami memberitahu bahwa istri nya meninggal karena bunuh diri. ia masih sedikit waras dan masih bersikap normal, walaupun kegilaan nya mulai nampak sedikit. setelah kami memberitahukan bahwa istri nya telah meninggal dunia karena bunuh diri, saat itu pula tingkah nya semakin parah."
"hmm begitu pak." ujar Wahyu.
"iya mas, ada apa memang nya???"
"tak ada, saya hanya ingin tahu keadaan Erwin saja disana. baiklah jika begitu, saya sudahi dulu panggilan ini pak."
"baik mas Wahyu." lalu Wahyu pun mematikan panggilan ponsel itu dan kini ia menatap Ayu yang baru masuk ke dalam kamar.
"tadi mas Wahyu menghubungi siapa???" tanya Ayu.
"tadi aku menghubungi pihak kepolisian untuk menanyakan keadaan Erwin."
"oh begitu, aku tadi mendengar katanya Erwin sudah bertingkah seperti orang gila kan?"
"iya sayang, sebelum ia tahu istri nya meninggal karena bunuh diri. dirinya sudah mulai tak waras, ia sering mengamuk dan menangis tak jelas, terkadang sering ketakutan seperti ada yang ingin membunuh nya."
"seperti nya itu adalah halusinasi nya saja mas, wajar saja dia kan banyak sekali dosa nya."
__ADS_1
"bukan masalah dosa nya, ini ada hubungan nya dengan cairan aneh dipakaian dalam bekas mu itu sayang."
"maksudmu bagaimana mas???" tanya Ayu tak mengerti.
Lalu Wahyu menuntun Ayu untuk duduk ditepi ranjang, kemudian ia berkata.
"seperti nya benar apa yang telah kita bincangkan dulu, sosok Genderuwo yang membunuh istri nya Erwin itulah yang saat ini sedang meneror kita. dia tertarik kepada mu sayang! sosok Genderuwo itu akan terus berusaha agar ia bisa menyetubuhi mu bagaimana pun cara nya." Ayu nampak tegang mendengarnya.
"lalu kita harus bagaimana sayang??? aku tak mau disetubuhi oleh mahluk menjijikan itu!"
"kau tak perlu cemas sayang, selagi jimat tusuk konde itu ada padamu. kau akan aman dari gangguan jahat mahluk menjijikan itu."
"tapi sayang, bagaimana jika ia menipuku dengan cara ia merubah wujud seperti dirimu? aku tak bisa membedakan mana kau yang benar-benar asli atau jelmaan mahluk itu."
"kau tak perlu cemas sayang, cara untuk membedakan mana orang yang asli atau bukan bisa dilihat dari kaki nya. jika kaki nya berbulu lebat, sudah dipastikan dia adalah mahluk yang menyerupai ku. apa kau lihat kakiku ini bersih tanpa bulu?" Ayu pun mengangguk seraya berkata.
"jadi apa rencana mu sayang? hidup kita tak akan tenang jika rumah tangga kita terus diteror seperti ini."
"aku akan pikirkan nanti, sekarang kita makan dulu aku sudah lapar."
"bukankah tadi mas Wahyu sudah memesan makanan via online?" tanya Ayu.
"pasti itu pesanan mu mas."
"seperti nya, yasudah aku ke depan dulu untuk ambil pesanan itu."
"baik mas." ujar Ayu yang kini segera membereskan pakaian kotor yang berantakan itu ke dalam keranjang.
Wahyu sedang menuju ke depan gerbang untuk mengambil pesanan yang ia pesan. disela Wahyu sedang membayar pesanan itu kepada kurir, sosok Genderuwo yang sedang mencari kemana pergi nya sosok pocong yang menjadi anak buah nya itu mendekati Wahyu.
"inilah saat nya untuk ku menyerap sedikit energi lelaki itu agar aku bisa dengan mudah masuk ke dalam rumah itu dan menyerupai wujud nya!" lalu sosok Genderuwo itu memegang pundak Wahyu dan seketika itu juga Wahyu merinding.
Wahyu sudah membayar pesanan nya itu dan kini ia akan masuk lagi,
"mengapa tiba-tiba aku merasakan badan ku merinding???" lalu Wahyu celingak-celinguk ke sekitar nya dan ia langsung masuk ke dalam rumah tanpa pikir panjang lagi. sosok Genderuwo itu tersenyum menyeringai karena pasti rencana nya untuk menyetubuhi Ayu akan berhasil. soal itu ia tangguhkan dulu, ia masih mencari kemana pergi nya sosok poconh disekitaran luar rumah itu. ketika ia berada disebuah tempat pembuangan sampah, sosok Genderuwo itu menemukan tubuh sosok pocong itu yang sudah mati menjadi abu dan membuat sosok Genderuwo itu berkata.
"bodoh mengapa dia malah mati!? seperti nya ia terkena api itu juga dan akhir nya ia mati seperti ini! menyedihkan sekali nasib kau buruk rupa!" ujar sosok Genderuwo itu dan kini ia pun meninggalkan sosok pocong yang sudah mati menjadi abu itu.
__ADS_1
Di dalam rumah, Wahyu dan Ayu sudah berada diruangan meja makan. mereka berdua sedang menyantap makan siang mereka itu dan disela makan mereka berbincang.
"rencana mu yang tadi tertunda apa sayang?" tanya Ayu memulai obrolan.
"rencana ku, kita akan membunuh sosok Genderuwo itu memakai jimat tusuk konde mu itu sayang."
"bagaimana caranya???" tanya Ayu penasaran.
"begini sayang, aku nanti akan pura-pura menghubungi seseorang diluar rumah. jimat tusuk konde itu biar aku yang membawa nya, agar sosok Genderuwo itu bisa masuk ke dalam rumah ini."
"lalu???" tanya Ayu lagi.
"pancing dia dengan pakaian mu yang seksi, aku jamin dia akan menampakan wujud nya didepan mu dalam potong tubuh mirip seperti ku."
"lalu bagaimana cara aku membedakan nya dengan dirimu mas???"
"seperti yang sudah aku katakan, perhatikan kaki nya."
"oh iya aku masih ingat. lalu apa yang harus aku lakukan jika ia merayu ku dan mengajaku berhubungan badan?"
"usahakan kau harus menahan napsu nya dulu sampai aku tiba didalam kamar. oh iya, kamar nanti jangan kau tutup dan beri tanda jika ia masuk ke dalam rumah dan menggoda mu."
"bagaimana cara ku memberikan tanda kepada mu mas?" lalu Wahyu berpikir sejenak.
Kemudian ia menatap Ayu dan bertanya,
"dimana ponsel mu???"
"ada dikamar mas."
"usahakan ponsel mu selalu berada dalam genggaman mu. jika sosok tiba-tiba ada didekat mu, usahakan kau menghubungi ku dan tanda itu aku pastikan aku akan masuk untuk menusuk tubuh Genderuwo itu dari belakang disaat ia lengah. ingat sayang, buat dia terlena kepada mu dan jangan sampai ia memasukan barang kelakian nya kedalam barang kewanitaan mu."
"tapi bagaimana jika ia meremas dan membelai tubuhku???"
"pasrah saja, semua ini demi kebahagian kita sayang."
"baiklah aku paham sayang." ujar Ayu pasrah dan memahami kondisi yang sulit itu.
__ADS_1
"baiklah, setelah kita makan. kita akan langsung melakukan rencana itu."
"iya sayang." ujar Ayu dan kini mereka lanjut makan lagi.