PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)

PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)
KORBAN KECELAKAAN KERJA


__ADS_3

WAHYU Dan Ayu yang mendengar suara sirene mobil ambulan itu sudah paham bahwa mobil tersebut sedang menuju tempat yang mereka tuju. sesampai nya didepan gerbang pabrik tekstil itu, lintasan polisi dibuka dan mobil ambulan itu masuk ke dalam parkiran pabrik luas dan besar itu. mobil Wahyu tiba setelah mobil ambulan itu masuk, para karyawan pabrikan itu semua nya melihat kedatangan mobil bos nya itu dan mereka hanya bisa menaruh hormat dengan tundukan kepala. Wahyu hanya membalas tundukan hormat itu dengan senyuman saja dan Ayu pun berkata,


"banyak sekali karyawan pabrik mu ini mas, pabrik nya pun besar juga."


"iya sayang." ujar Wahyu dan mobil tersebut segera dihentikan oleh polisi.


Setelah Wahyu berbincang sejenak dengan polisi itu bahwa ia adalah bos nya pemilik pabrik tekstil itu, mobil Wahyu pun masuk ke dalam parkiran pabrik tersebut. disana Tiana melihat mobil Wahyu datang dan ia segera mendekati mobil tersebut. langkah nya cukup tergesa-gesa, ketika Wahyu keluar dari mobil bersama Ayu, langkah kaki Tiana terhenti karena ia menatap Ayu yang berjalan bergandengan dengan Wahyu ke arah nya.


"Tiana!? bagaimana keadaan karyawan itu???"


"meninggal Bos. pihak rumah sakit sedang membawa mayat dari karyawan itu didalam."


"coba ayo kita lihat ke dalam."


"saya tak berani Bos." ujar Tiana dan kemudian Wahyu berkata,


"yasudah kamu tunggu disini saja bersama Ayu, biar aku yang akan masuk." Tiana hanya mengangguk saja dan Wahyu berkata kepada Ayu,


"oh iya ini kenalkan Tiana, asisten kantor ku yang pernah aku ceritakan itu sayang."


"oh iya, salam kenal. aku Ayu, pacar nya mas Wahyu." ujar Ayu seraya menyodorkan tangan nya untuk bersalaman. Tiana berkerut dahi, tetapi ia paksakan bersalaman juga.


"nama ku Tiana, asisten nya mas Wahyu." lalu ia bersalaman dengan Ayu, saat itu ia membatin.

__ADS_1


"mas Wahyu sudah dapat pacar lagi!? cepat sekali!? darimana mas Wahyu bisa mendapatkan wanita secantik wanita ini? padahal baru beberapa hari saja istri nya meninggal dunia!" ujar hati Tiana dan kemudian mereka segera melepas jabatan tangan itu.


Wahyu sudah masuk ke dalam pabrik itu bersama para polisi yang ada disitu. sambil menunggu Wahyu kembali, Ayu paksakan bertanya untuk basa-basi memulai obrolan karena sejak tadi mereka berdua hanya diam saja.


"oh iya, sudah berapa lama mbak Tiana ini bekerja ditempat nya mas Wahyu???"


"mungkin hampir satu tahun mbak Ayu."


"lumayan juga." ujar Ayu manggut-manggut, kemudian Tiana giliran bertanya.


"maaf jika saya tak sopan bertanya, memang nya mbak Ayu dan mas Wahyu sudah berapa lama pacaran???" seketika itu juga Ayu membatin,


"untuk apa dia menanyakann hal itu? apa dia cemburu kepada ku dan mas Wahyu? hmm aku baru menyadari nya, ternyata wanita inilah penyebab mantan suami mas Wahyu cemburu dan akhir nya meninggal karena wanita ini!" tetapi ucapan mulut nya Ayu berbeda,


"oh begitu ya, mbak Ayu beruntung sekali ya bisa mendapatkan seorang lelaki tampan dan mapan seperti mas Wahyu itu."


"apakah mbak Tiana belum menikah?" Tiana hanya mengangguk saja dan Ayu lalu berkata,


"semoga mbak Tiana bisa seberuntung diriku ya." Tiana hanya tersenyum saja sembari mengangguk dipaksakan.


Ayu sengaja berkata begitu hanya sengaja untuk memancing kecemburuan Tiana dan terbukti wajah Tiana terlihat cemburu. Ayu diam saja dan hanya memendam nya dalam hati, Tiana merasa terjebak dalam pertanyaan nya itu. mereka kini terdiam lagi sampai Wahyu keluar dari dalam pabrik itu. didalam pabrik dan berada didekat mesin penjepit bahan tekstil, disana terlihat para pekerja rumah sakit sedang mengeluarkan seorang karyawan perempuan yang terjepit mesih tekstil. badan nya setengah nya terseret ke dalam jepitan mesin itu dan setengah badan itu remuk tak dikenali wajah nya lagi.


Darah mengucur banyak membasahi mesin itu dan lantai pabrik tersebut. bau anyir darah tercium amat pekat dan Wahyu saat itu tak bisa berkata-kata lagi, ia terdiam dengan mata mendelik melihat darah dan karyawan perempuan yang meninggal itu. ia teringat kembali akan kecelakaan yang dialami oleh Lastri dan darah serta mayat perempuan itulah yang membuat Wahyu berteriak histeris.

__ADS_1


"tidaaaak! jangan terulang lagi! maafkan aku Lastriiiii! hixhixhix." Wahyu pun menangis setelah berteriak itu, kemudian tubuh nya rubuh dan terjatuh dilantai.


Para polisi yang bersama nya segera menolong Wahyu yang kini terbaring lemas seraya menangis pilu. mereka membangunkan Wahyu, tetapi wahyu enggan bangun dan tangis nya malah semakin keras. mereka pun membiarkan nya karena mereka menyangka Wahyu sedang menangisi karyawan nya yang telah meninggal akibat kecelakaan kerja itu, padahal ia menangisi karena ingatan nya tentang Lastri dan ia merasa bersalah telah membuat Lastri meninggal dunia. Korban Kecelakaan Kerja itu sudah berhasil dilepaskan dari jepitan mesin tekstil itu dan kini sudah dimasukan ke dalam kantung jenazah untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.


Wahyu sudah bisa meredakan tangis nya dan kini ia sudah bisa di bangunkan oleh para polisi yang ada didekat nya.


"mas Wahyu, kasus kecelakaan kerja ini harus diklarifikasi mengapa sampai ada karyawan yang meninggal. apa ada saksi yang melihat kecelakaan ini mas???"


"saya tidak tahu menahu mengapa bisa begini pak, mungkin karyawan yang lain melihat kejadian sebelum kecelakaan dan bisa menjelaskan nya pak."


"baiklah, ayo kita keluar dan cari saksi untuk mengklarifikasi kejadian ini." Wahyu hanya mengangguk saja dan kini mereka keluar dari dalam pabrik itu.


Sementara pabrik itu akan ditutup untuk dibersihkan dari darah kecelakaan itu dan lintasan polisi sudah dipasang. Ayu dan Tiana menatap Wahyu yang berjalan mendekati kedua nya bersama ketua polisi,


"Tiana, coba kau jelaskan. apa kau mengetahui bagaimana awal kronologi karyawan itu kecelakaan???" Tiana hanya mengangguk dan menjelaskan nya.


"ketua karyawan pabrik ini menelepon ku, kata nya karyawan itu kecelakaan antara sadar dan tak sadar."


"maksud nya???" tanya Wahyu tak mengerti.


"karyawan wanita itu sebenar nya bukan berada dibagian mesin, tapi berada dibagian menjahit. entah mengapa tiba-tiba karyawan itu mendatangi tempat mesin dan tiba-tiba saja ia masuk ke dalam jepitan mesin itu. padahal, karyawan yang menjaga mesin sudah melarang nya dan menarik tubuh nya agar menjauhi mesin itu. tetapi tenaga nya terlalu besar dan membuat para karyawan penjaga mesin yang rata-rata lelaki itu terpental. akhirnya seperti yang sudah terjadi, wanita itu antara sadar dan tak sadar melakukan hal itu." penjelasan dari Tiana itu membuat para polisi saling tatap, Wahyu pun mengerutkan dahi nya tanda tak mungkin hal itu terjadi tanpa ada sebab nya.


...*...

__ADS_1


...* *...


__ADS_2