PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)

PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)
KASUS YANG RUMIT


__ADS_3

ERWIN Nampak tegang melihat sebuah ponsel yang disana ada gambar rekaman suara. Wahyu dan Ayu pun tak tahu itu rekaman apa, kemudian ketua polisi berkata.


"ini adalah ponsel milik nya mas Randi, didalam ponsel ini ada rekaman obrolan dari mas Randi yang terputus dengan mas Wahyu. setelah itu kami mendengar suara keributan dan langsung kami rekam, mungkin dengan diputar nya rekaman ini. kami bisa memastikan siapa yang salah diantara kalian berdua." dari keluarga Lastri nampak tegang menunggu suara rekaman itu diputar kembali, mereka tak mendengar keseluruhan obrolan Wahyu dan Erwin itu karena ponsel nya Randi dipegang oleh polisi dalam perjalanan menuju lokasi Wahyu.


Begitu pun dengan Wahyu serta Erwin, kedua nya nampak tegang juga karena mereka tak tahu itu rekaman apa. kecuali Ayu, ia sama sekali terlihat biasa saja karena ketika Wahyu dan Erwin cekcok ia sedang berada didalam mobil dan sedang pingsan.


Kemudian ketua polisi itu mulai memutar nya, dari rekaman itu terdengar dari suara benda terjatuh dan kemudian suara gebrakan pintu yang berusaha didobrak serta suara teriakan Wahyu memanggil nama Ayu. kemudian berlanjut terdengar suara teriakan Ayu dari dalam pondok. kemudian Wahyu mencoba mendobrak pintu pondok itu hingga berhasil dijebol. kemudian percakapan antara Wahyu yang menuding Erwin telah melecehkan Ayu dan menjebak nya hingga terdengar suara ki Baron yang menyuruh Erwin membunuh Wahyu. kemudian Erwin meminta keris nya ki Baron dan hingga mereka berkelahi diluar pondok memperbincangkan soal rencana Erwin yang sengaja ingin memanfaatkan Wahyu. kemudian suara ricuh kesakitan dan pekikan dari Erwin dan Wahyu terdengar hingga suara Ayu yang memaki Erwin karena Ayu telah memukul kepala Erwin memakai kayu bakar hingga Erwin terjungkal ke samping. semua yang Erwin dan Wahyu serta Ayu ucapkan kala peristiwa dipondok nya ki Baron terdengar jelas direkaman ponsel itu hingga ponsel itu mati karena kehabisan baterai.


Semua orang yang mendengar rekaman percakapan dari perkelahian Wahyu dan Erwin itu menatap Erwin yang wajah nya begitu tegang.


"bagaimana Win? apa bukti rekaman itu masih kau bantah juga? sudah jelas-jelas kaulah biang kerok dari permasalahan ini!"


"biadab kau! rupa nya kau telah menjebak ku dengan rekaman ponsel palsu itu!"


"siapa yang menjebak mu bodoh! jelas-jelas rekaman ponsel itu tak sengaja terdengar jelas diponsel nya kak Randi. apa kau lupa bahwa aku kala itu sedang dihubungi seseorang dan aku keluar pondok?" Erwin diam seribu bahasa, kemudian terdengar ayah nya Lastri bertanya kepada ketua polisi.


"apa hukuman nya bagi orang yang sudah melakukan tindak perbuatan musrik dengan cara pesugihan itu pak polisi? apa mereka layak dipenjara seumur hidup atau dihukum mati?"


"hei orang tua jaga mulutmu! kau saja sana yang dihukum mati!" bentak Erwin kepada Ayah nya Lastri.


"kurang ajar sekali kau!" geram ayah nya Lastri.

__ADS_1


"sudah ayah tenangkan diri ayah, masalah ini tak ada sangkut paut nya dengan kematian Lastri!" ujar kakak nya Lastri.


Kemudian terdengar Ayu berkata memakai logat suara nenek-nenek.


"ada! kematian anak yang bernama Lastri itu bukan sekedar kecelakaan biasa! tapi telah direncanakan oleh anak muda itu!" ujar Ayu menunjuk ke arah Erwin dan semua orang yang awal nya heran mendengar suara Ayu seperti nenek tua itu kini menatap Erwin. tiba-tiba saja Yanti kakaknnya Lastri pingsan dan segera ditangkap oleh suami nya.


"kau kenapa sayang?"


"kak Randi, ini aku Lastri yang merasuki raga nya kak Yanti." ujar Yanti yang pingsan itu berkata begitu dan orang-orang yang berada disitu semakin pusing melihat keanehan itu.


Sebelum nya, ketika kehancuran istana raja Genderuwo itu. arwah nenek Iroh segera menyusul pergi nya arwah Lastri dan mereka bertemu dikantor polisi tersebut. Lastri saat itu sedang menatap Wahyu dan keluarga nya, saat itu nenek iroh mendekati nya. nenek iroh berkata kepada Lastri bahwa ia akan membantu menguak misteri Kematian nya itu. Lastri hanya menurut saja, maka nenek iroh akan merasuki tubuh cucu nya yaitu Ayu dan Lastri akan merasuki tubuh kakak nya. kini, Ayu dan Yanti sudah dirasuki oleh arwah nenek iroh dan arwah nya Lastri.


"mengapa suara mu berbeda kali ini? apa kau bukan Ayu???"


"aku adalah Nini Iroh yang merasuki tubuh cucuku ini, aku telah menyelamatkan semua arwah korban tumbal pesugihan termasuk Lastri dan membunuh dukun sesat perantara pesugihan itu!"


"ja..jadi siapa yang masuk ke dalam pondok nya ki Baron itu nek? bukankah itu Ayu yang dirasuki nenek???" pertanyaan Wahyu kepada Ayu itu membuat mereka bingung tak mengerti.


Lastri yang merasuki Yanti pun masih terdiam dan mata Yanti masih terpejam, seakan-akan ia sedang ikut memperhatikan Wahyu yang sedang mengobrol dengan Ayu.


"kau tak usah bingung anak muda, aku tak akan sembarangan menyuruh cucu ku masuk ke dalam kandang singa. dukun sesat dan cabul itu berencana akan memperkosa cucuku ini dan anak muda yang disana pun berniat ingin memperkosa cucu ku juga." Erwin nampak tegang dan berkata,

__ADS_1


"drama apa lagi ini!? sudah hentikan omong kosog mu itu Ayu!"


"diam kau Erwin!" bentak Yanti yang memakai tubuh Yanti.


"aku sudah tahu semua soal kebusukan mu itu Erwin! aku akui, aku meninggal karena bukan ditumbalkan oleh mas Wahyu karena pesugihan yang ia lakukan kepada raja Genderuwo itu! tetapi mobil yang aku kendarai ketika aku marah kepada mas Erwin itu ternyata rem nya blong dan ternyata itu adalah ulah mu!"


"hei jangan mengada-ada kau! aku saat itu sedang dirumah ku!"


"semua yang dikatakan oleh perempuan itu benar." tiba-tiba dua orang detektive masuk ke dalam ruangan itu.


Semua mata menatap ke arah datang nya anak muda dan satu lagi lelaki setengah tua. dua orang itu adalah detektive yang mencari barang bukti ditempat kejadian meninggal nya Lastri.


"maaf jika kami datang tak memberi salam, perkenalkan nama saya adalah Alex dan ini adalah menantu saya nama nya Dendi. kami adalah detektive yang ditugaskan oleh pak ketua polisi untuk menyelidiki kasus pembunuhan ini." ujar lelaki setengah tua itu dan anak muda yang bernama Dendi menambahkan.


"benar, kami datang kemari karena kami sudah selesai menyelidiki kasus tersebut dan membawa hasil nya." lalu Dendi mendekati pak ketua polisi untuk memberikan lembaran kertas laporan hasil mencari barang bukti soal pembunuhan Lastri dan laporan hasil otopsi kematian Lastri dari pihak rumah sakit.


Semua orang menatap ke arah Dendi dan pak Alex itu, Ayu dan Yanti yang dirasuki oleh arwah nenek Iroh dan arwah nya Lastri pun ikut menatap ke arah Dendi dan pak Alex itu. mereka berdua melihat dua detektive itu memiliki cahaya sebesar biji jagung ditengah kening diantara dua halis. mereka sudah memastikan bahwa dua orang detektive itu bukan orang sembarangan dan mampu melihat wujud yang bentuk nya gaib seperti arwah orang mati dan mahluk astral seperti jin, siluman dan dedemit.


...*...


...* *...

__ADS_1


__ADS_2