PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)

PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)
KISAH MASA LALU WAHYU


__ADS_3

AYU Masih mempertanyakan soal bungkam nya Wahyu ketika ditanya oleh Ayu itu.


"mengapa diam saja sayang? apa yang kamu tutupi itu sebenar nya tak ada guna nya sayang. aku hanya ingin tahu saja soal latar belakang mu itu, apakah itu salah? apakah seorang pasangan harus saling bungkam dan menutupi kisah masa lalu nya mas Wahyu???" Wahyu hanya bisa terdiam dan batin nya berkecamuk seaka enggan menceritakan nya.


Ia ingin Ayu tak sampai mengetahui bahwa ia telah melakukan pesugihan sampai ia sekaya sekarang. desakan Ayu itu membuat Wahyu akhir nya memutuskan untuk menjawab nya.


"baiklah aku akan menceritakan soal masa lalu ku, tapi kamu jangan kaget jika apa yang kau dengarkan itu membuat mu risih dan benci kepada ku." Ayu mengerutkan dahi nya seraya bertanya,


"mengapa harus benci?"


"hanya mengingatkan mu saja."


"aku tak akan menilai buruk masa lalu seseorang meskipun orang itu dulu nya adalah orang jahat." ucapan Ayu itulah yang membuat hati dan pikiran Wahyu mulai terbuka.


Wahyu pun merebahkan tubuh nya diranjang dan membuang napas sesak nya didada, Ayu menatap nya ketika Wahyu berkata.


"aku dulu nya adalah orang yang miskin dan tak mempunyai pekerjaan yang tetap. aku berasal dari kampung dan aku dikota ini awal nya merantau ikut dengan temanku."


"mas Erwin kah orang nya???" tanya Ayu menyela dan Wahyu menggelengkan kepala nya.


"bukan, Erwin adalah teman sepekerjaan ku dulu sebelum akhir nya aku dipecat dan menganggur cukup lama."

__ADS_1


"oh begitu, lalu teman-teman mas Wahyu pada kemana saat itu???"


"mereka sudah punya pekerjaan masing-masing dan kami berpisah setelah aku berhenti bekerja ditempat mereka. ketika aku bekerja disuatu tempat dan mengenal Erwin, itu dipekerjaan ku yang baru. tetapi tak berselang lama Erwin dipecat dari pekerjaan nya dan kami berpisah lagi. selang enam bulan kemudian, ditempatku bekerja banyak yang diPHK dan aku salah satu karyawan yang diPHK. akhir nya aku menganggur lagi hampir satu bulan lama nya, aku sudah berusaha mencari pekerjaan namun hasil nya tetap nihil. biaya sehari-sehari dari sisa gaji pun sudah menipis dan aku bingung harus mencari kerja kemana lagi. aku pernah berpikir untuk pulang saja ke kampung, tetapi aku malu kepada keluarga ku yang ada dikampung. jadi aku hubungi teman-teman sekampung yang awal mengajak ku merantau ke kota ini lewat ponsel, namun mereka sama sekali tak ada satupun yang perduli kepada ku. mereka cenderung cuek dan seakan tak mengenaliku sama sekali. disitulah titik terpuruk ku dalam hidup, hutang ku diwarung sudah nunggak beberapa minggu dan akupun terancam diusir dari kontrakan ku." wajah Ayu nampak serius menanggapi tentang Kisah Masa Lalu Wahyu itu.


Kemudian Wahyu melanjutkan ucapan nya lagi.


"lalu aku teringat akan Erwin, ia dan aku berteman baik dan saling berbagi dikala kami masih sama-sama bekerja. kemudian aku menghubungi nya dan ia pun mengangkat panggilan ponsel ku. lalu aku menanyakan soal pekerjaan kepada nya dan akhir nya ia mendatangi ku untuk diajak nya bekerja."


"lalu pekerjaan apa yang ditawarkan mas Wahyu itu???" Wahyu menatap Ayu dan berkata,


"pesugihan." hanya itu yang keluar dari mulut Wahyu dan Ayu mengerutkan dahi nya dan berkata,


"pesuguhan!? tunggu-tunggu! bukankah sebelum nya mas Wahyu pernah berkata pesugihan soal mas Erwin namun tak jadi meneruskan ucapan itu?" Wahyu mengangguk dan berkata,


"jadi mas Erwin dapat semua itu dari pesugihan yang mas Wahyu sebutkan itu!?" tanya Ayu tiba-tiba dan Wahyu mengangguk.


"istri Wahyu tak tahu menahu soal kekayaan dari suami nya itu didapat darimana, karena itu sudah menjadi rahasia kami berdua."


"jadi mas Wahyu juga sama hal nya seperti mas Erwin yang melakukan pesugihan itu???"


"memang benar, apa kau terkejut Ayu? apa setelah kau tahu tentang masa lalu ku inu kau akan pergi meninggalkan ku seperti yang pernah Lastri lakukan terhadap ku???" Ayu masih menatap Wahyu yang berkata seperti itu kepada nya.

__ADS_1


Wahyu tak melihat sama sekali wajah marah atau wajah benci kepada Wahyu, tetapi Wajah Ayu saat itu langsung menunduk sedih dan bertanya.


"apakah Lastri meninggal karena sebenar nya sudah kau tumbalkan mas Wahyu???"


"aku tak menginginkan hal itu terjadi sebenar nya, tetapi perjanjian yang telah aku sepakati itulah yang membuat ku harus merelakan kehilangan seorang istri yang sangat aku sayangi itu." lalu Ayu menatap Wahyu seraya bertanya,


"lalu apakah kau akan menumbalkan ku dan mencari wanita lain lagi setelah aku ditumbalkan seperti yang sudah terjadi kepada Lastri itu???" Wahyu segera bangun dari rebahan nya dan memegang wajah Ayu seraya berkata.


"aku tak mau hal itu terjadi sayang, aku cinta dan sayang sekali kepada mu."


"tetapi apa arti nya jika kecintaan mu padaku itu hanya untuk membuatku menderita?"


"aku tak akan membiarkan diri mu menjadi tumbal selanjut nya seperti Lastri. aku sudah menyesali semua nya semenjak aku kehilangan Lastri. aku pernah berniat untuk bunuh diri saja, namun hati dan pikiran ku ini tetap menyuruh ku untuk hidup dan menjalani kehidupan penuh penyesalan ku ini." ucapan Wahyu itu membuat Ayu tak bisa berkata-kata lagi, tetapi air mata telah jatuh dipelupuk mata Ayu.


Wahyu masih menatap wajah Ayu lekat-lekat dan berkata,


"maka nya sampai saat ini aku masih belum menginginkan kita menikah dulu karena kekhawatiran ku kepada mu sayang. karena tumbal pesugihan genderuwo itu menginginkan tumbal istri orang yang mengikat pesugihan dengan nya."


"begitukah? apa karyawan mu yang kecelakaan dipabrik itu juga memang sengaja kau tumbalkan juga? bukankah kecelakaan itu memang tak wajar???" Wahyu pun bingung harus menjawab apa, sebab ia tak tahu apakah karyawan nya itu kecelakaan karena teledor apa karena hal gaib.


Ayu masih menunggu Wahyu menjawab pertanyaan nya itu, kemudian Wahyu pun tak enak hati juga jika ia tak menjelaskan nya.

__ADS_1


"aku rasa, aku tak pernah melakukan perjanjian dengan Raja Genderuwo itu dengan menumbalkan karyawanku. malah itu hanya rencana awal ku saja jika aku sudah menikah dengan mu dan mengalihkan tumbal itu. tetapi yang membuat ku heran, mengapa tumbal itu datang tak lama setelah meninggal nya Lastri? harus nya itu terjadi ketika bulan purnama muncul dan masih sekitar setengah tahun lagi. ini sungguh membuat ku tak habis pikir, soal nya aku belum datang ke dukun itu untuk membicarakan soal pengalihan tumbal itu." ucapan Wahyu itu membuat Ayu berpikir soal Erwin.


"apakah mas Erwin tahu akan rencana mu itu mas? aku curiga apa jangan-jangan mas Erwin yang telah menumbalkan karyawan mu itu mas." seketika itu juga Wahyu segera teringat akan obrolan nya dengan Erwin tentang pengalihan tumbal istri mereka kepada karyawan mereka masing-masing.


__ADS_2