PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)

PESUGIHAN (TUMBAL NYAWA)
KECELAKAAN KARYAWAN WAHYU


__ADS_3

SEMUA Pesanan yang Ayu beli sebelum nya melalui marketplace online sudah dibawa masuk semua ke dalam kamar Wahyu. disana Ayu sedang mencoba pakaian, sepatu dan tas yang ia pesan itu.


"bagaimana sayang? cocok tidak?"


"sangat cocok sayang, aku sangat suka." ujar Wahyu memuji Ayu dan membuat Ayu semakin girang. satu persatu Ayu mecoba semua pesanan yang ia beli itu dan Wahyu tetap menemani nya untuk melihat nya.


Kemudian ponsel Wahyu berdering dan ia segera mengangkat nya.


"halo Tiana ada apa?" tanya Wahyu kepada asisten kantor nya yang bernama Tiana itu.


"bos cepat datang ke pabrik! disana ada karyawan yang kecelakaan dan meninggal dunia!"


"apa!?" sentak Wahyu kaget dan membuat Ayu menatap Wahyu dengan heran dan seraya bertanya,


"ada apa sayang???"


"karyawan pabrik ku ada yang kecelakaan dan meninggal dunia! aku harus cepat kesana sayang!"


"aku ikut sayang!" ujar Ayu memaksa dan Wahyu pun tak merasa keberatan.


"yasudah cepat ganti pakaian mu sayang. aku akan menunggu mu di mobil."


"iya sayang." lalu Wahyu segera pergi ke dalam garasi mobil dan Ayu sedang berganti pakaian.


Pagi hari yang sebentar lagi siang itu terlihat sangat ramai didepan sebuah pabrik tekstil. disana hanya ramai oleh karyawan saja yang keluar dari dalam pabrik karena mereka sangat ngeri melihat karyawan yang kecelakaan itu. satpam-satpam dipabrikan itu semua nya sedang mengamankan semua karyawan pabrikan itu dan sudah menghubungi kantor polisi. Tiana belum nampak disana, karena saat itu sedang berada dikantor untuk siap-siap pergi ke pabrik tersebut.


Ayu sudah berpakaian dan ia memakai gaun berwarna merah jambu semakin membuat penampilan Ayu cantik dan anggun. Wahyu hanya geleng-geleng saja melihat Ayu berjalan masuk ke dalam mobil tersebut.


"kau sangat cantik sekali sayang."


"terima kasih sayang, ini semua kan untuk mu." ujar Ayu tersenyum manis dan Wahyu pun membalas senyuman tersebut. kemudian Wahyu segera menyalakan mobil dan setelah mobil keluar rumah, Wahyu keluar dari mobil lagi untuk mengunci pintu gerbang rumah nya.


Kemudian Wahyu masuk lagi ke dalam mobil nya dan melanjutkan perjalanan nya pergi ke pabrik tekstil milik nya. rupa nya, ada mobil lain berwarna hitam yang berjalan menuju rumah Wahyu. mobil itu berpas-pasan dengan mobil yang dikendarai Wahyu dan orang yang ada didalam mobil itu melihat Ayu yang duduk disamping kemudi.

__ADS_1


"hei lihat! bukankah itu wanita yang ada dipoto ini!?" ujar nya kepada teman nya.


"iya benar! memang dia wanita yang kita cari! pasti dia sedang bersama lelaki yang pernah dikatakan oleh bos itu!"


"lalu sekarang kita harus bagaimana?" tanya salah seorang yang ada dibelakang kemudi dan satu lagi yang duduk disamping nya berkata.


"ini adalah kesempatan kita untuk masuk ke dalam rumah nya! bukankah bos Rehan menyuruh kita untuk mencari barang berharga dirumah lelaki itu!?"


"benar juga! ayo kita lanjut pergi ke rumah nya dan biarkan saja wanita itu bersama lelaki muda itu pergi!" lalu mobil yang berisikan empat orang bertampang preman itu melajukan mobil itu sampai ke depan rumah Wahyu yang ada disebuah perumahan mewah.


"besar sekali rumah nya!"


"aku yakin anak muda itu orang yang benar-benar kaya!"


"pasti barang berharga nya banyak sekali didalam!"


"lalu bagaimana kita masuk? sedangkan dirumah sudah pasti ada pembantu dan satpam nya???" ujar ke empat preman itu saling mengobrol.


Salah satu dari ke empat orang itu pun berkata,


Ia melihat ada wajah seorang nenek tua didepan lubang kunci itu. wajah sosok nenek tua itu nampak pucat pasi dan membuat preman itu lari ketakutan masuk kembali ke dalam mobil.


"hei kenapa kau lari!?"


"apa satpam dirumah itu menakuti mu dan akan memukul mu?"


"hahaha..." ujar ketika preman itu menertawakan teman nya itu. preman yang ketakutan itu semakin dongkol ditertawakan oleh ketiga teman nya,


"hei jaga mulut kalian! ucapan kalian sama sekali tak ada yang benar!"


"lalu kenapa kau berlari seperti kucing tersiram air?"


"aku melihat wajah nenek tua ketika aku ingin mengintip keadaan didalam rumah itu!"

__ADS_1


"halah hanya sama nenek-nenek tua saja kenapa mesti takut!?"


"nenek tua itu seperti mayat! wajah nya pucat tahu!" ujar preman itu berkata meyakinkan.


"ahhh aku tak percaya."


"iya aku tak percaya." ujar teman yang lain nya.


"terserah kalian mau percaya atau tidak, lihatlah kesana sendiri!" ujar preman itu dan ketiga preman itu pun membuktikan nya.


Ketiga nya turun dari mobil dan mencoba mengintip apa yang ada didalam lubang gerbang itu, tetapi mereka sama sekali tak melihat apa-apa. ketiga nya lalu kembali lagi ke mobil dan preman yang tadi takut bertanya,


"bagaiaman!? adakah?"


"gundul mu ada!" ujar mereka bertiga mendengus kesal.


"tapi aku serius loh tadi melihat nya!" ujar preman itu dan ketiga preman itu mendelik menatap teman nya yang ada didalam mobil itu.


"hei mengapa wajah kalian begitu kepada ku hah!?" lalu dari salah satu preman itu menunju ke arah belakang preman itu.


"ada apa!?" lalu preman itu memutar kepala nya dan ia tersentak kaget melihat ada sosok nenek tua yang sebelum nya ia lihat ada dibelakang nya.


Tiba-tiba sosok nenek tua itu lenyap dari pandangan ke empat preman itu, tetapi mereka mendengar suara gaib dari suara seorang nenek tua.


"cepat pergi dari rumah ini! jika sampai kalian datang kembali ke rumah ini dan berniat ingin mencelekai cucuku! ku bunuh kalian berempat!" suara Gaib penuh Ancaman dari sosok nenek tua itu membuat ke empat preman itu ketar-ketir ketakutan dan mereka segera masuk ke dalam mobil untuk segera pergi dari tempat itu.


Perjalanan mobil wahyu hampir tiba ditempat pabrik tekstil nya berada. disana sudah ada polisi yang membuat lintasan polisi dipintu masuk gerbang pabrik itu. Tiana sudah ada didalam bersama polisi lain nya, ia sedang mengobrol soal kecelakaan yang dialami karyawan pabrik itu karena Tiana adalah sang penangggung jawab kedua setelah bos nya yaitu Wahyu.


"jadi bos anda sudah dihubungi?"


"iya pak, dia bilang akan segera datang kemari."


"baiklah, sementara jenazah dari karyawan yang meninggal itu nanti akan dibawa dulu ke rumah sakit setelah mobil ambulan tiba nanti."

__ADS_1


"baik pak." ujar Tiana dan saat itu juga suara sirena mobil ambulan sudah terdengar sangat dekat.


__ADS_2