Promise!

Promise!
Kesalahan besar


__ADS_3

Setelah malam itu, Chana resmi menjadi kekasih Ze menurut Ze. Bahkan Ze mempublikasikan hubungannya dengan Chana pada awak media.


Media sosial milik Ze pun dipenuhi dengan foto kebersamaan mereka yang dilakukan saat pertama kali bertemu.


Ze menceritakan bagaimana mereka bertemu hingga dia dibuat gelisah dan jatuh cinta pada Chana. Banyak fans yang terbawa suasana dan mendukung hubungan mereka, namun ada juga fans yang kecewa dan membenci Chana.


"Kenapa tidak berkencan dengan Tata saja?"


"Tata lebih cantik."


"Jika dibandingkan Tata, ini, sih jauh bagaikan langit dan bumi."


Dan masih banyak lagi cuitan fans yang lebih mendukung hubungan Ze dan Tata.


Tata adalah seorang artis yang sama terkenalnya dengan Ze. Mereka bahkan sering main film dalam satu frame. Tidak sedikit lagi yang kolaborasi dengannya. Itulah kenapa fans sangat ingin mereka bersama.


"Kenapa harus Ze?" bentak William saat dia sedang di arena panah. Anak panah melesat dari busurnya dan tepat mengenai sasaran.


"Kenapa harus dia!?" Anak panah itu kembali mengenai sasaran tanpa meleset sedikitpun.


"Apa kita harus bertindak, Bos?"


"Jangan! Dia seorang selebritis, semua tindakannya akan disorot wartawan. Jika kita gegabah, kita akan terkena masalah."


"Lalu kita harus bagaimana sekarang?"


William kembali meluncurkan anak panahnya.


"Kita harus bisa membaca situasi jika ingin tepat sasaran."


Banyaknya pemberitaan tentang hubungan Chana dan Ze, membuat Iksia sakit kepala. Wanita itu kesal karena putrinya tiba-tiba saja berpacaran dengan orang yang jelas tidak disukainya.


"Tenang dulu, Mom. Jangan sampai Mom sakit gara-gara masalah ini. Mungkin itu hanya gosip doang."


"Sakya, meski itu gosip, tapi Mom gak suka. Mom gak mau Chana pacar dengan artis."


"Kalau begitu nikahkan saja dia, jodohkan Chana dengan laki-laki lain."


Iksia diam menatap Sakya seperti mendapatkan pencerahan.


"Kamu benar. Mom akan menjodohkan dia saja dengan William. Kalau perlu Mom akan memohon pada William untuk menikahi Chana."


"Ya enggak sama dia juga, Mom. Dia terlalu tua untuk Chana."


"Umur bukan masalah, yang penting anak Mom aman."


"Mom! Kita semua tahu siapa William, bagaimana dia membangun perusahaannya sampai sebesar ini apa Mom akan menutup mata untuk itu? Mom, dia itu mafia. Dia bisa menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Apa Mom yakin Chana akan bahagia? Lagi pula, artis tidak semua memiliki pergaulan yang buruk."


"Seorang ibu memiliki insting kuat untuk anak-anaknya, Sakya. Mom merasa kalau Ze itu tidak baik meski dia diberitakan sebagai artis dengan best attitude."


"Tapi William pun bukan pilihan yang tepat, Mom!" Sakya terpaksa meninggikan nada suaranya.

__ADS_1


Iksia ambruk di lantai.


"Mom, i am sorry. Bukan maksud Sakya membentak Mom. Tapi aku mohon, Mom sadarlah. Lebih baik biarkan saja dulu Chana dengan Ze, dia bukan wanita yang polos banget kok. Chana bisa menjaga dirinya, Mom harus percaya itu." Sakya merengkuh pundak ibunya.


"Mom hanya tidak percaya pada Ze, bukan pada Chana."


Berita itu ditanggapi santai oleh Chana, dia bahkan tidak peduli meski teman-temannya di kampus tiba-tiba mendekati dan bertanya perihal dirinya dan Ze.


Tidak sedikit dari mereka yang bertanya tentang pribadi Ze.


Banyak juga dari mereka yang bilang iri dan mengatakan bahwa Chana sangat beruntung mendapatkan Ze.


"Makasih, ya."


Chana merasa sangat senang karena dia dianggap beruntung. Dia juga suka pada keadaan di mana semua wanita menginginkan posisinya saat ini. Kebanggaan besar itu tumbuh di dalam hati Chana.


"Sayang, hari ini kita ketemu, ya. Sebentar aja soalnya aku ada pemotretan."


Chana segera membalas chat dari Ze.


Di sebuah tempat yang agak sepi, Ze dan Chana bertemu. Tentunya dijaga oleh beberapa pengawal pribadi Ze agar mereka tidak diganggu oleh fans.


Hanya dua puluh menit saja mereka bertemu, berbincang dan ber swafoto.


Keesokan harinya, Chana dichat temannya agar dia segera membuka sosial media. Berapa senangnya Chana saat melihat postingan Ze, dia memposting foto mereka dengan caption Melepas rindu meski dengan sedikit waktu. My sunshine.


Chana lantas membuka kolom komentar dan membaca komentar orang-orang di sana.


Bikin iri deh.


Mau dong jadi Sunshine nya.


Bahagia selalu ya kalian


couple of the year


Banyak lagi komentar-komentar yang membuat Chana merasa senang. Siapa sangka, idola yang selama ini dia puja, menjadi pemuja dirinya.


"Temani aku konser, ya."


"Gak bisa, aku mau ujian di kampus."


"Kan bisa nyusul. Sementara konserku tidak bisa ditunda. Ikut, ya. Aku mohon. Aku ingin memberikan kejutan sama kamu."


"Kejutan?"


Ze mengangguk.


"Ya udah, nanti aku izin dulu sama orang tua."


Saat Chana hendak minta izin, orang tua Chana pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis.

__ADS_1


"Loh, bagus dong. Tanpa izin pun kita bisa pergi."


Akhirnya Chana terpengaruh dan mereka pun pergi ke luar kota untuk konser.


"Ze, kenapa sekarang kamu menjaga jarak dengan dancer kamu? Biasanya suka ada interaksi gitu, kan, ya." pertanyaan dari pembawa acara.


"Soalnya ada hati yang aku jaga saat ini."


Tepuk tangan pun bergemuruh.


Chana hanya tersenyum mendengar ucapan Ze, dia merasa benar-benar berharga.


"O, iya. Hari ini aku akan membawakan sebuah lagi spesial. Lagu ini pertama kalinya aku bawakan di acara ini."


"Huuh! tepuk tangan yang meriah dong. Woww, Ze. Ada apa?"


"Karena malam ini seseorang yang spesial datang. Lagu ini aku persembahkan untuknya."


"Waaah, di mana ya dia sekarang?" tanya pembawa acara sambil menengok ke sana ke mari.


Seorang staf mengajak Chana menaiki panggung. Begitu Chana muncul semua orang berteriak histeris diiringi tepuk tangan yang membahana.


"Wah, ternyata ini bidadarinya Ze."


Chana dipersilakan duduk di kursi. Musikpun di mulai. Ze menyanyi di hadapan Chana sambil berlutut.


Ze bangun dan berputar ke belakang Chana, dia memeluk gadis itu dari belakang saat Chana masih duduk di kursi.


Jeritan histeris dari para fans pun kembali menggaung.


Saat musik berhenti, hal tidak terduga terjadi yaitu saat Chana dicium di bagian bibirnya tanpa pemberitahuan. Awalnya Chana terkejut dan takut, namun suara tepuk tangan membuat dia kembali merasa bangga.


Kejadian itu sudah pasti tersebar melalui semua media baik itu online maupun cetak dan televisi.


Iksia yang juga melihat bagaimana anaknya ada di sana sangat murka. Dia bukan membanting ponsel dan merusak televisi.


"Ini? Ini yang kamu lakukan di belakang kami, Chana?"


"Maaf, Mom. Aku juga gak tau kalau dia mau menciumku."


Plakkk!


Iksia menampar Chana. Arzhan dan Sakya sangat terkejut melihat itu, namun mereka sendiri tidak melakukan apa-apa karena Chana memang sangat keterlaluan.


"Kamu pergi tanpa izin Mom and Dad. Sejak kapan kamu seperti ini, Chana? Dengar, jika dia membuat kami menjadi manusia yang lebih buruk, itu artinya dia bukan pasangan yang tepat."


"Apa itu artinya dad juga bukan yang tepat untuk, Mom? Jika dad baik, kenapa dia merusak Mom dan membuat kami lahir dengan status anak haram!"


"Chana!" Sakya membentak.


Iksia membisu saat mendengar ucapan dari anak yang selama ini dia lindungi dengan segenap jiwa dan raganya. Janin yang dia pertahankan meski dia harus kehilangan seluruh dunianya.

__ADS_1


Tubuh Iksia perlahan kehilangan tenaganya hingga dia jatuh tidak sadarkan diri.


__ADS_2