
Gruduk..
Gruduk..
Aku berlari lari masuk kamar, setelah pulang dari rumah Burhan.
"Rani, kok kamu lari lari ini. Ada apa memangnya?" Ayah bingung dengan sikapku yang baru datang berlari masuk ke kamar.
"Nggak apa apa ayah. Aku cuma mau cepat aja nyampe ke kamar." Sahutku yang bergegas mengunci pintu dan mulai menyiapkan keperluan ku untuk berangkat jam 3 sore ini.
"Kamu dari mana tadi? seharian nggak ada di rumah. Sudah tau mau berangkat. Masih saja mau keluar." Ayah ngomel ngomel, mungkin sepagi ini ayah mencari ku.
Aku diam saja di dalam kamar, sibuk dengan urusanku sekarang. Aku bergegas menyiapkan semuanya. Kalau tidak cepat aku takut bakal ketinggalan bis. Atau barang barang ku nanti banyak yang tertinggal.
Ayah pun menjauh dari pintu kamarku, karena aku tak menyahut apa yang di katakan nya tadi.
"Dasar anak zaman sekarang" Ayah pergi sambil menggelengkan kepalanya.
" Bodoh ah ayah mau marah. Yang penting aku sudah ketemu Burhan hari ini." Celoteh ku dalam hati sambil menyusun perabotan yang akan aku bawa berangkat.
"Aduh. mana ya?" Aku mencari baju kesayangan ku. Baju ini adalah momen aku bersama Burhan di pasar kemaren, harus aku bawa." Tukas Rani sembari mengacak acak baju di lemarinya.
"Oh iya, aku lupa. Baju itu kan aku Tarok di mesin cuci, berati udah di cuci bibi belum ya?" Pikirku sambil keluar mencari bibi Atun.
Bibi Atun adalah wanita paruh baya, pembantu Rani yang sangat dia percaya, hanya Bibi Atun yang di percaya Rani untuk masuk kamar tanpa seizin dia. Walaupun pembantu Rani ada tiga, Bibi Atun yang paling Rani sayang dan di sukai nya. Bi Atun saat ini adalah pengganti ibu nya Rani yang sudah lama pergi dari rumah meninggalkan Rani dan ayahnya. Waktu itu Rani masih SMP. Ibu Rani pergi bersama laki laki lain, meninggalkan ayah Rani. Memang ayah Rani, sedikit kasar kalau ke ibunya. Mungkin hal itu yang menyebabkan Ibunya meninggalkan ayah Rani. Rani pernah bertemu ibunya disaat SMU, ibu nya ingin mengajak pergi bersamanya, tapi Rani menolak dan tetap memilih bertahan bersama ayahnya. Bagaimanapun sikap ayahnya, Rani sangat menyayangi ayahnya. Jadi, Bi Atun tempat Rani menumpahkan segala curhatnya sekarang. Tapi Bibi Atun sering di bully pembantu yang lain, karena mereka cemburu kalau Bibi Atun bisa mengambil hati nya Rani. Bisa menaklukan Rani seperti anaknya sendiri. Rani pun selalu menurut apa yang diajarkan Bibi Atun dengannya.
__ADS_1
" Bi...Bi Atun." Teriak Rani.
"Iya Non. Ada apa non." Bi Atun langsung lari dan mendekati Rani.
"Bi, Kemaren aku meletakkan baju kotor dalam mesin cuci, udah di cuci belum ya?," Tanya Rani berharap.
"Sudah Non. Bibi lihat sudah di cuci sama Bi Ina." Sahut Bi Atun.
"Ya udah baguslah, tolong panggilkan Bi Ina ya Bi!" Pinta Rani ke Bi Atun.
"Baik, Non. Bibi permisi ya!'
Bi Atun mencari bi Ina, biasanya Bi Ina kalau nggak nyuci. dia membersihkan taman.
Bi Ina adalah pembantu Rani yang kedua. Bi Ina bekerja di rumah Rani bersama suami nya. Suami Bi Ina adalah pak Somad, Dia adalah tukang kebun di rumah Rani. Kalau sudah selesai pekerjaan Bi Ina dirumah, Dia mulai membantu suaminya di kebun. Jadi semua pekarangan dan kebun di rumah Rani adalah tanggung jawab pak Somad.
"Duh, Bi Ina kemana ya?" Gumam Bi Atun.
Karena sudah di usia baya nya. Jadi Bi Ina mudah merasa capek. Dia duduk istirahat karena sudah berkeliling mencari Bi Ina, yang ada malah Bi Lastri yang lewat.
"Lastri Pembantu genit. Kamu lihat Ina tidak?" Panggilan Bi Atun kepada Lastri, sembari menanyakan melihat Bi Ina.
Lastri adalah Pembantu ketiga, disini Lastri paling mudah. Dia sangat montok dan masih sangat mudah. Terkadang genit pembantunya yang ketiga ini. Terkadang membuat Rani merasa tak nyaman. Karena Rani takut ayah nya tergoda. Apalagi dengan balutan seksi di tubuhnya. Cuma mau bagaimana lagi, ayah nya paling menyukai pembantu yang bernama Lastri ini. Berulang kali Rani, membuat Lastri supaya ayah nya memecat nya, Namun usaha Rani selalu gagal. Ayah Rani sering membela Lastri. Kalau urusan mengurus ayah Rani. Lastri memang jago nya. Makanya ayah Rani paling senang dengan Lastri. Untung untung Lastri tidak dijadikan Ibu tirinya Rani. Tapi ketakutan Rani selalu ada, kalau nanti ayah nya sampai tergoda dan menginginkan menikah lagi.
"Tidak, nenek peyot. Emang aku kantongi apa Ina. Badannya aja gemuk, mana bisa aku bawa, Hihihihi." Balas Bi Lastri kepada Bi Atun sembari mengejek.
__ADS_1
Bi Lastri melewati Bi Atun, sambil berjalan dengan pantatnya yang geal geol. Mana mungkin ayah Rani tidak tergoda dengan kemolekan Lastri..
",Aduh, kemana Ina ya? Tanya Bi Atun dalam hati sambil mengelap peluh yang bercucuran di dahi nya. Dia kembali menemui Rani yang menunggunya.
"Tok..Tok." Non, Bi Ina nya tak tau kemana, Bini sudah cari dia di sekitar rumah nggak ada, non." Ungkap Bi Atun yang nampak kelelahan.
"Kemana ya? Udah bibi aja ya bantu Rani, Tolong, Carikan baju Rani yang warna kuning ada balutan hitam sedikit." Ujar Rani sambil menunjukkan gambar baju nya di handphone nya.
"Baik, Non.," Sahut Bi Atun langsung keluar kamar, mencari baju yang sudah di cuci Bi Ina.
Bi Atun ,mencari baju di jemuran, namun tak ada satupun baju yang sama dengan gambar di photo. Bi Atun kembali masuk, dia mencari di tumpukan pakaian yang sudah di gosok Bi Ina. Satu persatu mata Bi Atun menatap tumpukan baju baju yang sudah di gosok Bi ina. Yang siap di pindahkan ke dalam lemari masing masing.
Kemudian mata Bi Ina tertuju, pada satu tumpukan baju, ada yang berwarna kuning seperti gambar di handphone Rani.
"Oh, mungkin yang ini baju nya." Gumam Bi Atun dalam hati.
Ditarik oleh Bi Atun, baju kuning itu, kemudian di buka nya terlebih dahulu, takut nya nanti Bi Atun salah bawa.
"Non..Non. Ini baju nya. Betul nggak?" Bi Atun memperlihatkan bajunya.
"Bener Bi. Sini." Rani meminta baju nya dari tangan Bi Atun.
"Ini Non." Bi Atun segera menyerahkan baju itu, dengan bernafas Lega.
"Terima kasih Bi. Capek pasti ya, Sudah mencari cari Bi Ina, sekarang mengambilkan baju Rani. Maaf ya Bui." Tukas Rani merasa tidak enak ke Bi Atun.
__ADS_1
"Tidak apa apa Non. Kan Bi Atun senang bisa bantu nak Rani." Jawab Bi Atun senang.
Rani tersenyum hangat menatap Bi Atun yang mau menjaga dan selalu ada buat nya. Seakan Rani mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu. Walaupun itu dia dapatkan dari Bi Atun.