
"Halo sayang. Sekarang sudah berada di bandara ya?" Tanya Burhan ke Rani yang tak sabar menanti kekasihnya datang
"Iya sayang."
"Ya sudah. Hati hati ya sayang. Awas nanti ada barang yang ketinggalan. Di periksa dulu semua ya."
"oke sayang."
Waktu sekarang menunjukkan pukul 8.00 wib. sekitar 1 jam lagi pesawat Rani terbang. Rasa Rindu Burhan dan Rani sudah lama berkecamuk di hati nya. Walau mereka belum lama terpisah.
Setelah sarapan bersama ibu nya selesai. Burhan siap siap pamit berangkat ke bandara untuk menjemput Rani.
"Han. Kamu mau kemana?" Ibu Burhan penasaran tingkah anaknya yang seperti mau berangkat.
"Iya Bu. Saya mau pergi jemput Rani Bu di bandara."
"Benarkah sayang. Rani pulang hari ini?'"
"Iya Bu."
"Ya udah. Berangkat sana."
"Iya Bu "
Burhan pun tampak bersemangat untuk menjemput Rani. Karena saat ini selain ibunya, Rani lah juga yang mengembalikan semangat dan harapan Burhan.
"Bu, Han pamit ya."
"Ya sayang. Hati hati dijalan. Jangan terlalu ngebut!"
"Baik Bu."
Burhan pun menyalakan motor nya, dan melajukan motornya menuju bandara. Dia pun tak sabar menantikan kekasih nya. Setelah tiba di bandara. Burhan menatap jam di ponsel nya. Hari masih pukul 9.30. Tapi memang Burhan tak mau telat menjemput Rani.
Sesekali Burhan menatap kembali ponselnya, menatap kembali jam, tak terasa waktu sebentar lagi menunjukkan pukul 10.00 wib.
"Alhamdulillah. Sebentar lagi tiba". Perasaan hati Burhan begitu bahagia, karena sebentar lagi pesawat Rani tiba.
Setelah beberapa menit ke depan, suara pemberitahuan bahwa pesawat yang ditumpangi Rani akan segera mendarat. Hati Burhan makin berdetak kencang, karena terlalu senangnya ketika mendengar kekasih nya sudah tiba di kota nya. Burhan segera membuka ponselnya kembali, kali ini dia menuliskan pesan untuk Rani. Ketika Rani mengaktifkan ponselnya, Rani akan langsung mengabarinya dan membalas pesannya.
"Selamat datang, sayang. Aku tak sabar menantikan kekasih tersayang ku tiba di hadapanku. I love u🤗❤️" Isi pesan Burhan untuk Rani.
Rasa bahagia hati Burhan kian memuncak, dan berharap penuh menatap dan memeluk kedatangan kekasihnya, rasa sedih kehilangan sosok ayahnya saat ini sementara hilang terganti sosok kekasihnya.
"Ting" suara bunyi pesan masuk dari ponsel Burhan.
"I love too. Alhamdulillah aku telah sampai dengan selamat" Balasan dari Rani.
Burhan tersenyum semeringa ketika membaca pesan kekasihnya. Burhan pun lari kearah pintu keluar bandara, dan langsung pandangan nya menuju kearah pintu. Satu persatu seseorang keluar melalui pintu keluar. Dan tak sabar berharap yang keluar adalah Rani.
Tak lama mata Burhan menatap kearah pintu keluar, Rani pun keluar dengan anggunnya.
"Rani."
Rani pun menatap kearah jeritan suara yang memanggilnya, dan Rani pun dengan cepatnya melangkah kearah panggilan. panggilan kekasih yang sangat Rani sayangi.
__ADS_1
"Han."
"Rani."
Rani pun dengan erat memeluk Burhan, betapa bahagia nya Rani dan Burhan saat mereka bersama kembali.
"Maafin aku sayang. Aku baru tahu tentang kematian ayahmu. Kamu harus tetap semangat ya, demi aku dan ibumu."
"Iya sayang. Terima kasih."
Burhan pun langsung mengandeng Rani, dan membawa apa yang di bawa Rani menuju ke parkiran motor Burhan.
"Kita kemana sayang, kita makan dulu atau langsung kerumah."
"Kerumah aja sayang. Aku ingin cepat bertemu dengan ibu."
"Oke. Siap."
Burhan segera menghidupkan motor nya dan membawa Rani menuju ke rumah, karena Rani ingin bertemu dengannya Burhan. Rani ingin mengucapkan belasungkawa dengan ibunya Burhan.
"Terima kasih ya sayang. Kamu sudah rela jauh jauh pulang untuk aku dan ibu."
"Iya sayang. Aku kan kekasihmu dan ibu akan menjadi ibu ku juga. Jadi aku harus memberi semangat buat kalian."
Burhan tersenyum bahagia. Dalam hatinya berkata "Wajar hatiku berlabuh jatuh cinta kepadamu Rani. Ternyata kamu memang anak yang baik. Tuhan telah mempertemukan ku dengan mu Rani."
"Han..Han."
Rani manggil Burhan karena Rani menatap Burhan dari kaca spion, Burhan tersenyum senyum sendiri.
"Kamu kenapa senyum senyum sendiri."
"Nggak kenapa kenapa"
"Hemm. Udah jangan melamun bawa motornya. Agak sedikit cepat melajunya, aku tak sabaran bertemu ibu."
"Iya putri."
Sepanjang jalan Burhan merasa bahagia mendengar kata kata Rani. Dan Burhan menikmati perjalanannya dengan Rani dengan sangat bahagia. Tak terasa perjalanan mereka sampai kerumah Burhan.
"Srrrttttttt."
Suara ban motor berhenti dan parkir tepat di halaman rumah Burhan. Burhan pun memanggil ibunya dan mengucapkan salam.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam-."
"Eh Rani, udah nyampai ya nak."
"Iya Bu."
Rani sambil memeluk ibu Burhan. Ibu pun memeluk erat Rani, sambil menetes air mata.
"Sabar ya Bu."
__ADS_1
"Iya sayang. Ibu sudah ikhlas dan kuat kok. Karena ibu masih punya Han dan kamu."
"Iya Bu. Aamiin."
"Rani, ayo sayang kita makan. Kamu pasti lapar. Ibu sudah masak untuk Rani."
"Oh ya Bu. Terima kasih sudah repot repot masakin buat Rani."
"Tidak apa apa sayang. Kamu yang sudah repot repot datang kesini."
"Tidak apa Bu. Kan Rani sekalian ada yang diurus pulang kesini."
"Oh gitu."
Ibu Burhan sambil merangkul Rani mengajak Rani untuk makan. Karena ibu tau perjalanan Rani dari pagi, mungkin Rani belum sempat sarapan.
Burhan pun dengan sigap menarik kursi untuk kekasihnya makan siap. Dan kemudian Burhan membantu ibu nya menyiapkan masakan ke meja untuk Rani. Rani bak seorang putri yang diistimewakan ibu dan Burhan.
"Bu, kok repot repot. Rani saja yang bantu siapin sama Burhan. Ibu yang duduk di kursi."
Ibu pun tersenyum mendengar kata kata yang keluar dari bibir Rani. Betapa anggun nya,Rani sudah cantik dan sopan lagi anaknya.
"Tidak apa apa sayang. Untuk kali ini special untuk Rani. Kalau besok Rani sudah jadi menantu ibu. Rani yang harus melayani ibu ya."
"Pasti dong Bu."
Rani pun tersenyum bahagia, mendengar ibu nya Burhan yang sudah sangat menyayangi Rani. Rani pun beruntung mendapatkan Burhan. Rani pun merasakan punya ibu lagi. Rani pun merindukan masakan seorang Ibunya. Ibu Burhan sangat lah baik. Jadi serasa Rani lagi bersama ibunya sendiri.
Setelah menu sudah ada semua diatas meja. Ibu mengajak Burhan dan Rani sama sama menyantap hidangan yang sudah disajikan ibunya.
"Mari sayang. Banyak banyak makan nya ya, agar Rani bisa tambah gemuk."
"Iya Bu." Rani dengan senyuman manis nya menjawab ibu Burhan.
Rani pun satu persatu mengambil makanan yang ada di atas meja. Setelah semua nya terisi kedalam piring. Rani pun mulai menyantap masakan itu.
"Ehmmm. Enak dan mantap." Puji Rani.
"Nambah ya sayang."
Burhan pun senang melihat ekspresi wajah yang keluar dari wajah Rani. Betapa bahagia perasaan Burhan, rasa sedihnya saat ini benar benar hilang dengan kehadiran Rani. Mungkin juga perasaan ibunya. Rani adalah sosok wanita yang bisa menghibur kesedihan seseorang , walaupun terkadang perasaan Rani kadang lagi hancur. Namun Rani adalah gadis yang tampak anggun dan luar biasa.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Jangan lupa di tunggu ya.
Like
Komen
Vote
Hadiah🌹🌹
🤗🤗🤗🙏🙏🙏🤗🤗🤗
__ADS_1