Pulang Malu Tak Pulang Rindu

Pulang Malu Tak Pulang Rindu
Merayakan Ultah Ayah Rani


__ADS_3

Setelah semua siap siap, akhirnya Meraka berangkat, semua nya tak ada yang tinggal. Rumah Rani, di kunci dan pintu pagarnya pun di gembok. Semua nya di bebas tugaskan ayah Rani kerja untuk hari ini. Mereka semuanya menikmati liburan merayakan kebahagiaan ayah Rani di hari ultahnya.


"Kita hari ini pergi kemana ya tuan." Tanya Adi sopir mobil ayah Rani.


"Kita enaknya kemana ya." Ayah Rani malah balik nanya.


"Gimana kita nonton aja ayah. Atau kita karaoke ja." Sambung Rani.


",Gimana Pak Somat, Pak Rahmat." Ayah Rani bingung.


"Kami ikut saja tuan. Nonton jadi atau karaoke, kami semua setuju."


"Betul." Suara para bibi kompak.


"Ya udah kita nonton saja. Jawab ayah Rani. Karena ayah Rani memang hobi nonton bioskop. Terkadang Ingin nonton tapi nggak ada teman nonton.


"Siap tuan." Adi memutarkan mobil nya ke arah mall, yang ada bioskop nya.


Akhirnya mereka semua menyetujui nonton. Dan mobil mereka mengarah mall yang megah ada di kota ini. Setelah sampai mereka, mulai memilih film yang ada di bioskop, ternyata antara laki laki dengan perempuan, berbeda film yang ingin di tonton. Laki laki nya pengen film yang lagi booming sekarang, bernuansa aksi dan romantis, sedangkan perempuan film yang bernuansa romantis, dan ada kesedihannya.


Namun karena ini hari ultahnya tuan mereka, maka yang perempuan ikut saja apa kata tuannya, atau film apa yang di sukai ayah Rani. Begitu' pun Rani, Dia ingin hari ini ayahnya bahagia. Jadi apapun mau ayahnya, Rani ikut saja..


"Rani kamu mau nonton apa, nak?"


"Kalau Rani ikut aja ayah. Film yang ayah suka pasti Rani suka juga."


"Oke deh. Kita lihat saja nanti di bioskop nya. Film film apa yang akan tayang pada bulan ini."


"Itu ide ya bagus ayah."


Akhirnya mereka semua berjalan masuk mall menuju arah bioskop. Di sana ada beberapa film yang sedang tayang. Salah satunya Spiderman, ada lagi film Romantis. Jatuh cinta, ada film horor Gentayangan, dan yang terakhir film lawak yang lagi hitz sekarang Srimulat.


",Ayah itu ada film lucu ayah. Apa kita nonton itu aja ayah."


"Iya kayaknya seru juga nonton Srimulat di bioskop. Biasanya kita selama ini nonton nya di TV."


"Iya ayah bener."


"Iya tuan. Kayaknya seru ya." Semuanya merasa kompak suka semua nonton film Srimulat yang di tayangkan di bioskop.

__ADS_1


"Oke oke. Deal ya kita nonton Srimulat"


"Horee." Semua merasa senang dengan keputusan ayah Rani.


Ayah Rani segera menghitung jumlah yang ada. Dan segera membeli tiket nonton. Ayah Rani pun mengarah ke kasir tiket.


"Minta karcis nya 8 orang ya.."


"Baik. Duduk nya sebelah mana pak." Jawab kasir tiket bioskop.


"Tengah aja." Begitu pilihan ayah Rani. Dan kasir pun memberi kan tiket masuk bioskop nya sejumlah 8 orang.


Setelah mereka membeli karcis bioskop, ayah Rani tau kalau mereka masih lama masuk jam nontonnya. Jadi ayah Rani mengajak makan dulu, karena mereka dari rumah belum ada yang makan. Ayah Rani tau mereka tadi cuma mencicipi kue ultah ayah nya yang diberi Rani. Ayah Rani pun merasa kelaparan, apalagi semua pegawainya.


"Kita sarapan dulu yuk. Minimal kita makan ringan dulu, kita beli mie atau apa saja, yang bukan nasi. Atau ada yang mau makan nasi langsung. Tidak masalah."


"Sarapan saja dulu ayah." Rani memberi gagasan kepada ayahnya.


Sarapan itu yang cepat datangnya kalau di pesan. Apalagi mereka akan nonton. Tinggal waktu 1 jam lagi mereka makan. Jadi kalau langsung makan siang. Akan lama pesanan datang. Jadi tidak keburu.


"Kita sarapan apa sayang."


"Memang disini tidak apa bubur ayam."


"Tidak ada ayah."


"Terus kita sarapan apa."


"Beli makanan ringan saja, kalau begitu ayah."


"Beli apa Rani?"


"Rani pesan Pizza aja ayah di bawah ya, sama beli minum Aqua nya disini saja.


"Ya udah nak."


Ayah Rani pun memberikan uang. Rani pun menerimanya dan segera turun ke bawah untuk membeli pizza. Cuma itu makanan yang cepat untuk mengganjal perut mereka sementara.


Semuanya menunggu di bioskop sampai Rani kembali tiba membawa pizza untuk mereka makan, sebelum nonton. Ada setengah jam Rani turun. Rani sudah datang membawa 2 kotak pizza yang besar. Dan meraka semua telah mendapat sebotol minuman satu persatu, ayah Rani sudah menyuruh Adi untuk membeli minum dalam bioskop ini.

__ADS_1


Mereka segera menyantap pizza yang sudah Rani beli. Ayahnya berbagi sekotak bersama pegawainya yang laki laki. Dan Rani bersama ketiga bibinya. Mereka setalah menyantap pizza agak sedikit lega, perut mereka agak sedikit terasa kenyang.


Rani melirik ke jam tangannya, sebentar lagi jam masuk ke ruangan sudah dekat. Ayah Rani pun nanya ke Rani


Rani jam berapa sekarang sayang."


"10 menit lagi ayah kita masuk."


"Rani. Ini beli makan dan minum lagi buat kita nonton nak." Ayah Rani memberikan sejumlah uang lagi kepada Rani untuk membeli makanan dan minuman untuk dibawa dalam bioskop. Satu orang mendapat minum, dan popcorn. Untuk jadi cemilan. Setelah Rani membelinya, Rani membagikan satu persatu kepada seluruh anggota yang ikut nonton.


"Mksh nak Rani". Satu persatu berterima kasih.


"Sama sama" Rani pun menjawab mereka satu persatu.


Setelah semua nya mendapat bagian


Mereka tinggal menunggu pintu ruangan dibuka. Berati saatnya mereka masuk ke ruangan.


Assisten Rani memang beruntung memiliki tuan seperti ayah Rani. Sebenarnya ayah Rani itu baik, tapi orangnya sangat tegas. Kalau dia tidak sesuai apa yang dipikirkannya makanya ayah Rani akan marah. Tapi kalau masih bisa diterima akal sehat nya, ayah Rani akan lunak orangnya.


Tak lama pintu teater atau pintu ruangan no 3 terbuka, mereka semua bergegas masuk mencari posisi duduk mereka masing masing. dan mereka saatnya menunggu film pilihan mereka di mulai.


Rani duduk tepat di sebelah ayahnya. Dan sebelah Rani, duduklah Bu Atun, kemudian Bi Ina dengan suaminya Pak Somad, terus Pak Rahmat, Bi Lastri dan Om Adi sopir kepercayaan ayahnya.


Mereka sangat senang menikmati film tersebut, karena ada kesan lucu dan menghibur. Terutama untuk ayah Rani, perasaan hatinya ada sedih dan bahagia bercampur baur saat ini. Disaat hatinya sedih teringat dengan mantan istrinya, namun terlihat sosok anak nya yang setia mendampinginya membuat kehilangan istrinya bisa terlupakan. Terutama di hari kelahirannya, menatap anaknya begitu sangat bahagia.


"Ha..ha..ha." Sontak terdengar suara penonton terdengar kompak. Karena ada adegan lucu di tengah tengah film.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Jangan lupa di tunggu ya.


Like


Komen


Vote


Hadiah🌹🌹

__ADS_1


🤗🤗🤗🙏🙏🙏🤗🤗🤗


__ADS_2