
"Ayo, Han. Hari sudah jam berapa? " Ajak Rani yang sudah hampir 2 jam istirahat makan.
"Iya Ran. Bentar 5 menit lagi.
"Oke deh."
"Gluk..Gluk." Suara air minum di tenggorokan Burhan.
"Ayo kita berangkat."
"Tunggu Han. Aku pakai sepatu dulu."
Burhan menghidupkan motor nya, menunggu Rani mengikat tali sepatunya.
"Bruk.."
Suara Rani naik di atas motor.
"Siap Ran."
"Iya."
Burhan pun melaju kan motor dengan pelan. Suasana perjalanan Burhan dan Rani tidak terlalu panas. Matahari tidak terlalu menyengat. Jadi mereka bisa menikmati kebersamaan di sepanjang jalan.
Suasana dingin pun sudah mulai terasa menghembus sekujur tubuh Rani dan Burhan.
"Han.. Enak banget kali tinggal di pantai ya. Udara nya segar dan dingin. Tidak sama seperti kita yang tinggal dekat kota. Terasa panas." Ujar Rani yang menggosok lengan nya karena kedinginan.
"Hussss." Tiupan angin seketika menjambak rambut panjang Rani. Nampak terlihat cantik Rani dengan gelombang gelombang rambutnya yang tertiup.
"Cepat Han. Aku tak sabar mau lari lari di pinggir pantai."
"Sabar sayang."
"Cepet."
"Iya. Ini sudah hampir sampai."
Mereka pun tiba di pantai. Nampak indah nya pesona pantai. Ditambah biru nya air laut menambah keindahan nya. Angin pun bertiup sepoi-sepoi.
"Srtttt.." Tak lama motor pun berhenti di pinggir pantai. Rani langsung turun dari motor.
"Aaaaaaaaa. " Teriak Rani lepas. Betapa bahagia Rani melihat pantai.
"Han, sungguh indah ya pemandangan. Angin nya sejuk." Ujar Rani.
"Kamu bahagia Ran."
"Sangat."
Burhan mendekat dan meraih tangan Rani. Rani pun membelok kan badan nya ke arah Burhan.
"Makasih ya Han sudah ngajak ku kesini. Aku dari dulu kok ingin seperti ini ke pantai. Bersama kekasih ku. Ternyata sekarang kamu kekasih ku." Ujar Rani yang mengutarakan isi hati nya.
"Benerkah sayang? Kalau ini impian kamu. Dan aku yang pertama kali ngajak kamu ke pantai." Tanya Han penasaran.
"Iya Han." Kamu lah yang pertama.
"Yes...yes. Asyikkkk, Alhamdulillah ya Allah. Syukur Burhan yang tak terlambat bertemu Rani. Bahwa Burhan adalah orang pertama yang membuat impian Rani terwujud.
"Bangganya aku."
"Hemmm." Rani tersenyum.
Burhan dan Rani mereka saling bertatapan penuh rasa sayang.
"Ran."
"Iya."
"Terima kasih juga ya mau menerima ku sebagai kekasihmu." Sambil membelai rambut panjang Rani yang terurai di tiup angin.
Rani mengangguk kan kepalanya, Ia pun merasa bahagia. Burhan juga sudah mengutarakan isi hatinya ke Rani.
"Rani..I love u."
"Love u too."
Tatapan mata Burhan ke Rani begitu hangatnya, Burhan membelai rambut Rani yang menutupi matanya.
__ADS_1
Rani sesekali menggigit kedua bibirnya, terasa malu dipandang oleh Burhan. Burhan matanya tak berkedip menikmati keindahan wajah Rani.
Tatapan mata Burhan menusuk relung hati Rani. Seakan membuat Rani terbang bersama sayap sayap burung yang berkeliling di pinggiran pantai.
"Burhan... Burhan." Suara hati Rani memanggil. Rani ingin merasakan pelukan hangat Burhan.
"Rani. Jaga cinta kita ya, sampai saat nya kita bersatu." Ujar Burhan yang penuh harap kelak mereka bisa menjadi pasangan suami istri.
"Ya Han. Aku akan selalu setia menanti mu."
"Rani. Maaf ya aku tak bisa kuliah seperti mu. Tapi aku janji aku akan berusaha kerja semampuku. Menjadi orang yang sukses walau tanpa kuliah."
"Semangat Han."
"Ya sayang. Aku akan semangat apalagi aku telah mendapatkan cintamu."
"Emmmmm." Rani memberikan senyuman hangat ke Burhan
Saat Han kembali menatap Rani. Tiba tiba.
"Byur." siram air ke wajah Burhan oleh Rani. Rani pun berlari.
"Hemmmm." Burhan mengejar Rani.
Mereka pun lari lari kecil. Burhan mengejar Rani. Dan memeluk Rani. Kemudian mengendong Rani berputar putar.
Rani merasakan bahagia di saat di gendong Burhan, dan menikmati kemesraan disaat bersama Burhan.
"Braak" Mereka berdua jatuh di pantai dan basah.
"Han. "
"Iya sayang."
Rani mendekati Burhan, dan kepalanya menyender di pundak Burhan. Burhan pun menyambut sambil merangkul kepala Rani.
"Aku bahagia Han, bisa menjadi kekasihmu sekarang."
"Aku pun merasakan hal yang sama Ran."
"Oh iya Han. Ketiga teman mu kuliah semua ya" Rani teringat dengan teman teman Burhan.
"Iya sayang. Yang penting kamu semangat ya."
"Pasti dong sayang. Apalagi sudah ada kamu."
"Hemmm." Rani menatap Burhan yang selalu memuji arti hadir nya Rani untuk Burhan.
"Kamu kapan berangkat kuliah." Tanya Burhan lagi.
"Besok lusa Han."
"Jaga hati dan Jaga diri ya di sana."
"Iya sayang."
"Aku mulai besok akan mencari pekerjaan. Aku ingin merantau juga." Ujar Burhan.
"Kamu mau kemana Han? Nanti kamu akan melupakan ku. Kalau aku libur kuliah, aku tak bisa melihat mu kalau aku pulang." Ujar Rani sedikit sedih.
"Sayang. Tidak apa apa, simpan dulu rindumu. Tunggulah aku selalu. Dimana pun aku berada aku tidak akan melupakan mu. Kamu lah hati ku. Takkan pernah tergantikan." Burhan memberi kan semangat buat Rani.
"Benar ya, kamu akan selalu mengingatku. Janji ya!" Pesan Rani.
"Iya sayang. Aku janji."
"Aku akan sukses demi dirimu dan kedua orang tua ku. Aku akan membahagiakan kalian."
"Emmm." Rani tersenyum bahagia.
Burhan pun memeluk Rani.
Suasana pantai membawa damai dalam hati mereka.
Tak terasa sudah 3 jam Rani dan Burhan berada di pantai menikmati keromantisan mereka.
"Pulang yuk sayang." Ajar Burhan.
"Iya sayang."
__ADS_1
"Ini jam berapa sudah."
"Sudah jam 4 sore sekarang Han."
"Ya pas kita nyampai rumah nanti jam 6."
"Kamu lapar lagi tidak." Tanya Burhan sementara perutnya sudah memanggil.
"Kriyuk..Kriyuk." Bunyi perut Burhan.
"Hehehe. Han kamu sudah lapar ya. Tuh bunyi perut mu."
"Iya sayang. Maka nya aku nanya kamu juga."
"Takut kemalaman Han, kalau kita mampir makan."
"Jadi."
"Ya jadi kita makan di rumah ja masing masing ya." Tukas Rani yang takut pulang di marah ayah nya.
"Ya sudah kalau begitu."
Mereka pun bersiap siap pulang. Dan mengganti baju mereka yang basah tadi.
"Ran."
"Iya Han.,"
"Sudah belum."
"Iya bentar lagi."
Tak lama Rani pun keluar dari tempat ganti baju. Dan membereskan baju yang basah dimasukkan di plastik.
Sementara Burhan sudah menunggu Rani di atas motornya.
"Bruk." Rani pun naik keatas motor Burhan.
"Siap sayang.," Ujar Burhan.
"Iya sayang.,"
"Peluk ya."
Rani pun memeluk Burhan. Burhan pun melajukan motor nya.
"Asyik betul ya sayang di pantai hari ini." Rani seakan tak ingin hari ini habis. Rani senang menikmati keromantisan mereka berdua.
"Ya sayang." Jawab Burhan sambil fokus menatap jalan.
"Nanti suatu hari kita kesini lagi ya." Ajak Rani.
"Pasti sayang. Apapun untukmu pasti aku lakukan."
"Hemm." sembari mencubit pinggang Burhan.
"Auu." Burhan menjerit kegelian.
"Hahahaha." Mereka pun sepanjang jalan tertawa bahagia menikmati perjalanan pulang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa di tunggu ya.
Like
Komen
Vote
Hadiah🌹🌹
Simak juga novel ku sebelum nya yang berjudul" Dinding Pemisah"
__ADS_1
🤗🤗🤗🙏🙏🙏🤗🤗🤗