
Kemudian Burhan mengambil handuknya pergi mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Kemudian setelah mereka selesai mandi, mereka rehat di kamar sambil cerita masalah Burhan ke depannya.
"Kamu sudah bawa berkas kamu Han, untuk mencari pekerjaan disini." Tanya Baim
"Iya Baim. Kan tujuan ku datang kesini untuk mencari pekerjaan, jadi yang terpenting semua berkas sudah semua dibawa."
"Ya udah besok aku coba bawa ke bos ku, siapa tau ada lowongan pekerjaan buat mu."
"Terima kasih Baim. Tapi sebelum aku bekerja, aku mau coba mencari cari di daerah sini kalau ada yang membutuhkan tenaga ku."
"Bagus Han. Semangat ya. Pokoknya kalau ada yang bisa aku bantu. Kamu beri tahu aku ya. Siapa tahu, aku bisa membantumu."
"Iya Baim. Terima kasih banyak kamu sudah mau bantu aku."
"Ya udah. Sekarang waktunya kita istirahat."
.
"Iya. Kamu duluan saja. Aku mau nelpon Rani dulu."
"Rani Risnani? Dia anak SMU kita itu, Dia angkatan 2000, Seusia sama aku."
"Iya Baim."
"Selamat ya, dia gadis yang sangat baik. Banyak laki laki menginginkan jadi pacarnya. Ternyata kamu yang berhasil menggaet hatinya."
"Makasih Baim."
"Aku duluan tidur ya."
"Ya." Burhan mengangguk kepalanya
"Ring 3x" Suara bunyi ponsel Burhan menelpon Rani.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam sayang. Iya sayang. Gimana kamu udah dirumah temanmu."
"Iya sayang. Kata Baim di satu angkatan sama kamu.Dia tahu kok sama kamu."
"Oh gitu. Siapa dia?" Tanya Rani penasaran.
" Namanya Baim, sayang."
"Baim? Dia dulunya kelas IPS ya." Tanya Baim sedikit mengenalnya
"Nggak tau sayang. Mungkin aja. Yang jelas dia mengenal kamu kok."
"Iya sayang. Kamu kelas rendah aja, tau sama aku. Apalagi satu angkatan. Aku kan aktif di sekolah kita dulu. Aku anggota OSIS."
"Iya ya. Kekasih ku memang aktif, pintar dan cantik lagi " Puji Burhan dengan Rani.
"Hemmm. Tapi kamu bangga kan sama aku."
__ADS_1
"Iya."
"Gitu dong."
"Ya udah sayang. Tidur besok kan kamu kuliah."
"Iya sayang. Daaa. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Burhan mengakhiri percakapan dengan Rani. Dan mulai berbaring untuk istirahat. Karena seharian perjalanan mereka membuat tubuh Burhan terasa sangat letih.
Semalaman Burhan istirahat, sampai saatnya menjelang subuh Burhan terbangun. Dan dia bergegas menunaikan shalat.
"Baim. Bangun!! Mari shalat subuh." Burhan mengajak Burhan untuk menunaikan shalat subuh.
"Seperti biasa Baim karena tidak terbiasa bangun subuh jadi dia hanya. sekedar mendengkur mendengar ajakan Burhan.
"Baim Baim." Burhan menggeleng gelengkan kepalanya.
Burhan karena sudah terbiasa bangun pagi. Dia berjalan jalan menikmati suasana pagi hari di kota Makasar.
Selang se jam Burhan berada di luar rumah menikmati paginya di kota barunya. Baim terbangun dan melihat di sebelahnya Burhan tidak berada lagi di sebelahnya tertidur.
"Han.. Han. Kamu dimana Han?" Baim mencari temannya yang tidak ada di dalam rumah.
"Kemana ya Burhan." Dalam hati Baim bertanya tanya.
Disaat Baim mencari cari, Burhan nampak dari cela jendela depan karena dari jendela terlihat jelas. Baim sedang olahraga, sekalian menikmati udara sejuk pagi hari.
"Dari menikmati udara pagi Baim. Sekalian berkenalan dengan penduduk disini yang lagi lalu lalang lewat. Ada yang mau pergi ke sawah. Ada yang baru mau berangkat kerja."
"Semuanya kamu tegur Han." Canda Baim dengan sedikit mengguyoni Burhan.
"Ya nggak lah Baim. Mereka yang aku lewati kebetulan berada di depan rumah mereka, atau mereka yang lagi melewati ku."
"Kirain yang baik motor, lalu lalang juga kamu sapa." Baim sambil tertawa.
"Hemmm."
Baim mengambil handuknya dan bersiap siap untuk berangkat kerja.
"Han. Sudah disiapkan berkas kamu. Nanti hari ini aku bawa ke kantor. Siapa tau kamu dapat panggilan kerja."
"Aamiin. Sudah semalam aku persiapkan, sambil menelpon Rani menyiapkan nya. Karena semalam kan kamu juga sudah mengingatkan pada ku."
"Syukurlah kalau begitu."
Baim langsung mandi dan bergegas menyiapkan diri.
"Baim. Aku nanti jalan keluar ya, atau jalan ke pasar. di daerah sini ya. Tidak jauh kan disini."
"Tidak Baim. Kamu naik aja mobil merah. Bilang turun pasar Karina. Akan di turunkan nya tepat di depan pasar."
__ADS_1
"Oh ya udah. Mksh udah memberi tau."
"Aku pergi ya Han."
"Ya Baim. Hati hati. Tidak apa apa kan aku pergi."
"Ya Han. Kamu juga hati hati, kamu baru datang kesini olehnya."
"Iya Baim. Siap."
Baim pergi ke kantor dengan penuh semangat, ditambah dia membawa berkas untuk membantu Burhan bekerja. Dia berharap ada keajaiban yang membantu untuk menerima Burhan bekerja satu perusahaan dengan nya.
Burhan setelah Baim pergi ke kantor, dia bersiap siap untuk mandi, karena tidak ingin menghabiskan harinya hanya berdiam dirumah.
"Semoga aku cepat bisa bekerja di perusahaan nya Baim. Aku tidak ingin lama lama menganggur. Kasihan ibu, aku ingin membantu dia." Bisik hati Burhan penuh harap. Dalam hatinya terus berdoa dan berdoa.
Burhan mulai mandi dan bersiap diri untuk berangkat ke pasar tujuan yang disebutkan Baim. Dengan penuh keberanian Burhan berangkat menuju pasar. Siapa tau ada yang bisa dilakukan nya di pasar. Setidak nya membantu mengangkat barang atau ikut membantu berjualan di pasar.
Burhan mengikuti arahan Baim. Kalau nanti di depan rumahnya naik mobil warna merah menuju kearah pasar.
Tak lama dari Burhan menunggu, tibalah sebuah mobil merah menuju kearah dia berdiri. Burhan pun seperti biasa menyetopkan mobil tersebut. Mobil itu berhenti dan kearah Burhan. Burhan segera naik ke mobil itu.
"Pak ke pasar Karina ya." Ujar Burhan kepada sopir mobil yang berwarna merah.
"Iya nak.' Sopir menjawab Burhan
Sekian jauh perjalanan yang ditempuh. Akhirnya sampailah Burhan di tempat tujuan nya.
Dengan keberanian nya Burhan berjalan menelusuri pasar. Dengan mata melihat ke kanan ke kiri dan mendengar, kalau ada yang perlu bantuannya di pasar.
Burhan pun mendekati bapak yang lagi sibuk menyiapkan barang dagangannya. Dengan sedikit merasa butuh bantuan bapak itu melihat ke kanan dan ke kiri. Burhan memperhatikannya dan menawarkan bantuan ke bapak penjual sayur itu.
"Pak boleh saya bekerja membantu bapak?" Tanya Burhan kepada bapak pedangan sayuran. tersebut.
Bapak pedagang sayuran tersebut sebenarnya ragu untuk meminta pertolongan, apalagi mengangkat sayuran itu dari mobil ke tempat dagangannya dengan orang yang baru dikenalnya namun ketika menatap Burhan dia yakin Burhan adalah anak yang baik.
"Ya nak, bisa bantu bapak. Angkat barang di mobil sana pindahkan ke tempat dagangan bapak." Ujar bapak pedang. sayur.
"Baik pak." Burhan mengarah ke mobil mengangkat barang dagangan bapak tadi.
Burhan dengan segenap tenaganya mengangkat karung yang berisi sayuran.
Bersambung...
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Jangan lupa di tunggu ya.
Like
Komen
Vote
__ADS_1
Hadiah🌹🌹
🤗🤗🤗🙏🙏🙏🤗🤗🤗