
Setelah melaksanakan ibadah shalat subuh. Burhan teringat kalau hati ini dia, harus membeli tiket.
"Aku harus beli tiket buat berangkat ke makasar." Dalam hati yang ingin mencari tiket. Burhan mula mengecek tiket keberangkatan ke Makasar melalui ponselnya menggunakan aplikasi Traveloka.
"Waduh. Mahal banget ongkos tiket ke Makasar ya. Apa karena aku belinya mendadak. Coba aku ganti lusa aja berangkatnya." Burhan sambil mengotak atik ponselnya. Dan merubah jadwal keberangkatan jadi lusa.
"Benar lebih murah harganya. Berati aku batal besok berangkat. Lusa aja, berati aku kabari Baim kembali, karena setau dia besok aku berangkatnya." Burhan ngomong sendiri dengan hatinya masalah keberangkatannya.
Ring 3x
"Halo, Baim!"
"Iya Han. Ada apa. Apa kamu mau mengabari berangkat hari. Aku jemput pasti."
"Nggak jadi hari Han. Besok aja aku beli tiketnya. Karena tiket untuk hari ini mahal semua."
"Oh gitu. Ya udah Han. Biar tidak mahal besok. Sekarang kamu beli tiket buat besok."
"Maksud aku juga begitu, Baim. Aku telepon kamu mau beritahu itu saja. Malam ini aku positif beli tiket buat lusa. Jadi aku pilih berangkat lusa aja. Paling jam 7 pagi dari sini."
"Ya udah. Berati datangnya jam berapa besok. Biar aku siap siap nungguin."
"Aku pilih yang datangnya sore aja ya. Jam 6 sore. Nggak apa apa kan, kamu sudah pulang kerja belum jam segitu."
"Udahlah Han. Aku pulang dari kerja jam 5 sore. Pas kalau aku langsung ke bandara."
"Ya udah berati malam ini aku pesan langsung ya. Takutnya tiket mahal lagi. Bisa bisa aku nggak berangkat kembali. Tunda terus." Ujar Burhan sambil bercanda. Baim tersenyum lucu mendengar jawaban Burhan.
"Kamu ini Han. Kan yang buat tunda terus itu kami sendiri Han."
"Iya iya."
",Semoga tidak terjadi apa apa Han. Halangan selalu kamu mau berangkatnya."
"Tapi kali ini nggak. Aku tidak ada kegiatan hari ini."
"Iya udah. Sekarang kamu pesan. Ntar lupa lagi. Mahal kembali harga tiketnya."
"Iya ini. tapi aku masih menelpon kamu."
"Hemmm. Bilang saja nyuruh aku tutup teleponnya." Baim bercanda sama Burhan.
"Nggak lah Baim. Sensi amat ya lho jadi orang."Burhan pun menjawab komentar Baim
"Nggak apa apa kok. Aku juga cuma bercanda aja." Canda Baim.
"Ya udah. Aku cari tiket dulu ya Baim."
"Yoi sob." Jawab Baim yang sedikit gaul.
Burhan pun mulai mencari tiket pesawat untuk keberangkatan besok. Setelah mencari cari dapat lah Burhan tiket yang sedikit lebih murah dari yang lain. Tetapi tiket nya agak datang malam. Jam 8 malam, tiba di Makasar.
__ADS_1
"Tidak apa apa kali ya, aku tiba malam. Apa perlu aku tanya Baim lagi." Tanya hati Burhan.
Terlintas di benaknya untuk bertanya kembali pada Baim. Takutnya kalau malam. Baim tidak bisa menjemputnya. Burhan mencoba menghubungi Baim kembali untuk memastikan tiket keberangkatannya.
"Baim. Gimana kalau aku pilih tiket pesawat nya dari sini jam 11 siang tibanya jam 8 malam." Burhan mengirim pesan dengan Baim.
"Iya nggak apa apa Han. Kalau malam saya bisa kok. Jangan saja siang atau sore diatas jam 5. Aku belum pulang kerja." Baim membalas pesan Burhan.
"Iya Baim. Ya udah, aku pesan dulu ya." Burhan membalas pesan Baim kembali dan segera memesan tiket yang sudah dia pilih tadi.
Setelah dapat tiket. Burhan, mulai memikirkan apa apa yang harus dia siapkan. Terutama harus membayar tagihan pembelian tiket ke Indomarket, tidak jauh dari rumahnya.
Dan juga keperluan keperluan apa yang harus di bawanya.
Burhan langsung menemui ibunya. Dan membicarakan pada ibunya kalau dia sudah memesan tiket berangkat besok. Dan tinggal membayarnya di Indomarket.
"Bu. Han sudah memesan tiket pesawat buat besok. Han mau bayar nya sekarang Bu."
"Iya udah. Kamu bayar Ini uangnya." Ibu sambil mengeluarkan uang dan memberikannya pada Burhan.
Burhan langsung berjalan menuju ke arah Indomarket untuk membayarkan tiket tersebut. Dan menuju ke kasir.
"Bayar Traveloka, mbak." Ujar Burhan depan kasir.
Kasir Indomaret membuka layanan pembayaran.
"Berapa kode nya mas?'" Ujar kasir toko.
"2 jt 400 mas." Ujar kasir menyebutkan nominal ongkos keberangkatan.
Burhan dari rumah sudah di beri ibu nya sejumlah uang tersebut untuk membayarnya. Dan Burhan menyerahkan kepada kasir.
Setelah proses pembayaran selesai. Burhan pulang kerumah. Ia kembali mempersiapkan apa apa yang akan dibawanya besok. Baik berkas berkas maupun keperluan pribadi Burhan.
"Han. Sudah nak pembayarannya." Tanya ibu Burhan ketika melihat Han yang sudah pulang.
"Sudah Bu."
"Syukur lah. uang nya cukup kan."
"Cukup Bu."
"Alhamdulillah. Berati sekarang kamu tinggal mempersiapkan keperluan kamu, Awas ada yang tertinggal. Karena Kalimantan jauh, kalau sampai ada yang tertinggal."
"Iya Bu. Burhan akan mempersiapkan semuanya."
"Ya udah persiapkan lah."
"Nanti aja Bu lanjutnya. Tadi udah kok. Sekarang Han mau bantu ibu dulu. Apa ada yang Han bisa bantu buat ibu?" Tanya Han yang peduli sama ibunya. Karena setelah keberangkatan Han, ibunya akan bergerak sendiri. Tidak ada lagi yang membantu ibunya. Kalau ibu nya perlu sesuatu.
"Belum ada sayang. Kalau ada pasti ibu minta tolong Han." Jawab ibunya dengan senang. Karena ibunya merasa bangga memiliki anak yang patuh dan baik pada orang tua.
__ADS_1
"Ya syukur, kalau begitu Bu. Han ke kamar lagi ya Bu."
"Iya sayang. Selesaikan urusanmu dulu. Nanti kalau ibu butuh Han. Pasti ibu panggil."
" Iya Bu." Burhan sambil melangkah kakinya masuk ke rumah. Sementara ibunya berada di warung, mempersiapkan barang barang jualan gado gado nya.
Burhan mengecek kembali apa apa yang harus dibawa nya besok. Jangan sampai ada yang ketinggalan.
Setelah beres dan merasa tak ada satu yang ketinggalan lagi. Burhan mengambil ponselnya dan kembali teringat untuk menanya kabar Rani kekasihnya
Ring...Ring
"Assalamualaikum sayang."
"Waalaikumsalam."
"Sayang. Aku positif besok berangkat, tiket sudah aku beli."
"Alhamdulillah sayang. Jadi jam berapa kamu besok berangkat?"
"Besok dari sini jam 11, tiba di Makasar jam 8 malam."
"Oh iya sayang. Hati hati ya selamat jalan. Jangan lupa kabari aku selalu ya disana, kamu lagi apa. pokoknya seperti biasa setiap hari."
"Iya sayang. Aku kan tak pernah lupa dengan kekasihku. Kekasih ku saja yang sering lupa sama aku " Canda Burhan kepada Rani.
"Tuh kan. Mulai lagi!" Rani sedikit cemberut.
" Canda sayang. Aku memang nggak bisa tidak ada kabar dari kamu."
"Iya sayang. Pokoknya yang penting kamu tidak pernah berpikiran macam macam tentang aku. Aku selalu ingat sayang dengan mu."
"Iya ya. Udah ya. Aku mau menemui ibu, mungkin ibu butuh aku.
"Ya. sayang. Daaa. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Burhan dan Rani mengakhiri percakapan mereka.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Jangan lupa di tunggu ya.
Like
Komen
Vote
Hadiah🌹🌹
__ADS_1
🤗🤗🤗🙏🙏🙏🤗🤗🤗