
Ayah Rani senang saja melihat anaknya berada di depan matanya. Terlepas apapun alasan Rani pulang.
"Ayah, aku kembali ke Jakarta naik pesawat aja ya."
"Ya sayang. Tidak apa apa. Yang penting anak ayah selamat sampai tujuan."
"Makasih ayah."
"Memang kapan kamu mau ke Jakarta lagi. Lusa aja ayah. Aku besok masih kangen sama ayah."
"Hemmm. Beneran kangen sama ayah. Atau ada sesuatu."
"Apaan sih ayah. Gitu banget sama Rani."
"Ya kali aja."
"Ayah kok gitu sama Rani."
"Ya udah istirahat saja. Kamu pasti capek seharian."
"Iya ayah sayang."
Rani bahagia sekali ayahnya tidak marah akan kepulangan nya secara tiba tiba. Walau pun dia tahu ayah nya cuek akan Rani. Ayahnya memang rindu akan kepulangan Rani. Sebenarnya ayah nya ingin Rani sekolah nya dekat ayahnya tapi ayah tau tidak ada jurusan yang di ingin kan Rani. Ayah Rani tidak ingin cita cita dan keinginan anaknya terkubur lantaran rasa rindu seorang ayah nya kepada anaknya.
Rani segera mengambil ponselnya kembali, dia teringat pesan Burhan tadi. Kalau situasi sudah aman, Rani jangan lupa mengabarinya. Rani pun tak sabar untuk menelpon Burhan.
"Ring"
"Ring"
Hp Burhan berbunyi. Burhan pun mengangkat telepon Rani
"Assalamualaikum sayang."
"Waalaikumsalam."
"Gimana ayahmu tak marah kamu pulang Rani."
"Iya lah sayang. Ayah sebenarnya juga merindukan ku. Sama sepertimu, jadi mana mungkin ayah marah."
"Hemmm. Kamu bisa aja sayang."
"Iya kan. Kamu aja nggak nolak dengar aku mau pulang. Yang ada kamu malah tambah bahagia mendengarnya. Tapi benarkan?"
"Kamu ya. Kalau dekat aja pasti aku cubit pipi kamu."
"Oh ya. Gimana ibu, udah tidur kan?"
"Udah sayang. Ya udah sekarang kamu istirahat. Capek kan seharian dari perjalanan pulang langsung kerumah."
"Nggak lah sayang kan aku pulangnya kerumah pacarku. Manalah terasa capek."
"Lagi lagi kamu bisa aja buat aku bahagia. Ya udah tidur ya sayang."
"Ya sayang."
__ADS_1
"Daaa sayang. I love u."
"Love u too."
Burhan sangat bahagia seketika mendengar kabar dari kekasihnya. Semangat untuk membahagiakan kedua orang yang disayangi nya semakin berkobar di dadanya.
"Aku harus semangat mencari pekerjaan. Harus!" Bisik hati Burhan.
Setelah lama berpikir. Akhirnya Burhan terlelap tidur. Dalam tidurnya Burhan bermimpi seakan akan dia di beri petunjuk langkah pergi dalam mengejar impiannya.
"Han. Kemari nak." Sosok bayang ayahnya menuntut langkah Burhan.
Burhan pun melangkah kakinya menuju sosok bayang seakan akan yang berdiri memanggilnya adalah ayahnya.
"Iya ayah. Tunggu Han."
"Ikuti langkah ayah nak." Lagi lagi bayang misterius di dalam mimpi Burhan berkata.
Di dalam mimpi, Burhan bersama ayahnya melihat di depan ada sebuah istana Mega dan Indah. Burhan merasa tenang dan damai berada di dalam istana indah ini. Apalagi bersama ayahnya, Mimpi Burhan seakan nyata melihat ayahnya masih mendampinginya. Tak lama Burhan bersama ayahnya, tiba tiba ayah Burhan pergi berjalan jauh jauh dan menjauh sambil melambaikan tangan dengan meninggalkan pesan.
"Han, anak ku datanglah kesini lagi sendiri. Disini kau akan menemukan kebahagiaan mu. Jadilah anak yang tangguh dan kuat ya. Ayah pamit ayah pulang duluan ya."
"Ayah, ayah tunggu Han. Ayah!"
Burhan pun terbangun dari mimpinya. Mimpi Burhan tadi seolah nyata pergi bersama ayahnya.
"Ya Allah. Astafigrullah. Aku hanya bermimpi pergi bersama ayah. Mungkin juga aku cuma berhayal karena merasa rindu sama ayah."
Burhan pun melirik kearah jam yang berada di dinding. Di tatap nya jam baru menunjukkan pukul 1 dini hari. Burhan bangun dan segera berwudhu, Burhan melaksanakan shalat malam mendoakan ayahnya dan berdoa memohon petunjuk dari Allah. Tentang mimpinya tadi, apakah itu juga jalan dan petunjuk dari Allah.
"Ya Allah, ampunilah dosa ibu bapak ku, terutama dosa ayahku yang telah tiada. letakkan ayahku di surgaMu. Dan mohon petunjukMu atas aku mencari rejekiku. Demi membahagiakan orang orang terkasih ku. Terutama Ibu ku. Aamiin Ya Rabbal Alamin."
"Alhamdulillah. Sudah masuk subuh."
Burhan pun bangun kembali dari tempat tidur, dan kembali mengambil wudhu untuk melaksanakan shalat subuh. Burhan adalah pemuda yang taat akan agama. Walau di usia yang masih mudah. Burhan tidak pernah melupakan arti bersyukur kepada Allah.
Seperti biasa Burhan kalau sudah melaksanakan shalat subuh nya, pasti langsung mencari ibunya ke dapur.
"Bu... ibu,"
"Iya nak, ada apa?"
"Bu, semalam Han bermimpi. Han diajak ayah ke sebuah istana indah dan sangat Mega sekali Bu. Tapi seketika sudah berada di tempat itu, ayah meninggalkan ku kembali Bu, dan berpesan datanglah lagi sendiri kesana sendiri. Ayahpun menjauh dan berjalan jauh meninggalkan Han Bu."
"Alhamdulillah, nak. Ayah disana mungkin selalu mendoakan mu, begitu juga kita ya. Jangan berhenti mendoakan ayah."
"Pasti Bu. Han sangat sayang sama ibu dan ayah."
Ibu Burhan matanya berkaca kaca menatap anaknya yang sangat Soleh, dan selalu mendoakan kedua orang tuanya.
"Ibu bangga padamu, nak." Ibu sambil memeluk Burhan.
"Iya Bu."
"Ya udah, ibu mau masak menyiapkan sarapan. Besok antar ibu ke pasar ya. Ibu mau jualan kembali. Sudah lama ibu libur jualan gado gado. Banyak yang sudah nanya kapan ibu mulai jualan."
__ADS_1
"Iya Bu. Tapi kalau Han jadi merantau ibu bagaimana kepasarnya. Ibu pasti sendirian disini."
"Udah nggak apa apa kok, kan masih ada bentor disini."
"Iya Bu. Pokoknya ibu kalau Han nggak ada, jangan terlalu capek ya. Jangan di paksa jualannya. Nanti Han cari uang yang banyak supaya ibu nggak capek capek lagi berjualan."
"Aamiin."
"Bu, apa yang Han bisa bantu."
"Nggak ada sayang."
"Ya udah. Kalau ada panggil Han aja ya Bu.
"Iya." Ibu sambil mengangguk.
Burhan pun masuk ke kamar lagi dan meraih ponselnya untuk memberi pesan wa untuk kekasihnya Rani.
"Sayang. Udah bangun belum."
"Udah."
"Tadi shalat subuh nggak."
"Pasti sayang."
"Alhamdulillah."
Burhan sangat senang sekali, setelah mendapat balasan pesan dari kekasihnya.
"Oh iya, hari ini kamu mau kemana sayang.
"Nggak kemana mana kok. Cuma dirumah saja. Kan Rani ini menghabiskan waktu bersama ayah disini. Tapi, kalau aku kangen sama kamu sayang, jemput aku ya."
"Hemmm."
"Nggak kangen ya. Di jawab hemmm aja."
"Kangen banget sayang. Sebenarnya kata kata itu yang aku tunggu. Tapi takut ganggu kebersamaan kamu dan ayahmu. Pokoknya aku tunggu kabar kamu kok, Sebelum aku berangkat aku pun ingin menghabiskan waktu ku dengan kekasihku."
"Hemmmm."
"Tuh kan dibalas hemmm juga aku."
"Hehehe." Rani pun tersenyum kecil membaca pesan Burhan.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Jangan lupa di tunggu ya.
Like
Komen
Vote
__ADS_1
Hadiah🌹🌹
🤗🤗🤗🙏🙏🙏🤗🤗🤗