Pulang Malu Tak Pulang Rindu

Pulang Malu Tak Pulang Rindu
Alasan Rani


__ADS_3

"Ran. Nginap sini saja ya."


"Han nggak. Aku harus pulang kerumah ayah. Nanti ayah ku tahu kalau aku pernah pulang. Dari pada nanti ayah tambah melarang hubungan kita."


"Iya ya. Kamu benar juga. Maafin aku ya. Mengajak kamu berbuat seperti ini, Aku mungkin terlalu merindukanmu, sehingga aku lupa."


"Hemmm." Rani sambil tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


"Tapi pulangnya agak sore sore saja ya. Aku masih kangen kok sama kamu."


"Iya sayang." senyum dan angguk Rani.


"Rani. aku nanti sehabis kamu berangkat, aku juga merantau sayang."


"Kamu mau kemana sayang. Jaga diri jaga hati ya buat aku."


"Pasti dong sayang. Aku pasti jaga hati ku hanya untuk kamu."


"Hemmm. Bisa aja kamu buat aku melayang."


"hehehe." Tawa kecil Burhan pun keluar.


"Jadi rencana kamu mau berangkat kemana Han."


"Rencana aku mau ke Kalimantan, Ran. Aku coba karir ku di sana. Siapa tahu dengan memulai karir ku di sana, aku akan berhasil. Mudah mudahan rejekiku ada di negeri sana."


"Aamiin. Semangat ya sayang. Aku akan selalu berdoa untukmu disini."


"Han, ibu kemana ya."


"Iya ya, habis kita makan tadi. Ibu langsung keluar. Entah ibu pergi kemana."


Burhan kebingungan karena ibunya memang keluar tidak pamit dengan Burhan atau pun Rani. Habis makan Burhan dan Rani pindah duduk di ruang tengah. Mereka berbincang bincang tentang Burhan yang akan merantau ke negeri seberang. Karena asyik berbincang dan bersenda gurau. Mereka sampai lupa, kalau ibunya tadi keluar sebentar.


Burhan dan Rani pun gelisah, mereka mulai bingung mencari ibunya.


"Jadi gimana Han. Coba tanya tanya tetangga. Ada yang lihat ibu nggak."


"Ya udah. Ayo kita tanya dulu ya."


Ketika Burhan dan Rani mau beranjak berdiri mau bertanya dengan tetangga, ada yang melihat ibu nya. Tiba tiba ibu nya Burhan kembali pulang.


"Ibu dari mana? Bikin Han khawatir. Ibu kok nggak bilang bilang mau keluar kemana."


"Hmmm. Ibu di rumah Tante Henny sebentar."


"Ibu ngapain kerumah Tante Henny."


"Nggak apa apa kok. Ibu mau nanya tentang suami Tante Henny yang bekerja di kapal siapa tau, suami Tante Henny bisa bantu kamu mendapatkan pekerjaan."


"Ibu ibu sempat bikin Burhan dan Rani khawatir, kirain ibu ada apa apa. Alhamdulillah ibu baik baik saja. Jadi gimana kabarnya ada berita baik Bu."


"Belum ada sayang. Tapi kata tante Henny, suaminya baru saja keluar dari perusahaan lamanya. Tapi kalau ada kabar dari suaminya. Nanti Tante Henny kasih kabar ke ibu.


"Oh ya sudah Bu. Berdoa saja. Kalau rejeki Burhan enggak akan kemana."

__ADS_1


"Iya sayang. Kamu semangat saja ya."


"Iya Bu. Han semangat kok. karena ada dua orang dalam hidup Han yang harus Han bahagiain."


Ibu Burhan tersenyum bangga mendengar semangat Burhan yang begitu antusias. Ibu langsung memeluk Burhan dengan rasa haru.


Rani pun mendengar tekad Burhan merasakan harunya. Dan menatap Burhan dengan penuh rasa sayangnya.


"Iya Han. Pasti ibu dan aku bangga memiliki mu "


"Terima kasih sayang."


Burhan pun merasa bahagia menatap kekasihnya yang selalu memberi dukungan untuk nya.


"Bu Rani pamit ya. Han. Aku pamit pulang ya. Nanti hari bentar lagi sore."


"Iya nak Rani."


"Sayang. Aku antar pulang ya."


"Iya."


Rani pun pamit dengan ibunya Burhan. Burhan segera mengambil kunci motornya segera menghidupkan motornya untuk mengantar Rani pulang.


Rani segera naik ke motor Burhan. Dan motor Burhan pun melaju kearah rumah nya Rani.


"Han. stop di depan lorong saja ya. Takut ayah masih marah kalau melihat kamu dekat sama aku. Ayah belum menerima kamu kok. Tapi sabar sayang nggak lama kok ayah pasti lama lama merestui kita."


"Iya sayang. Nggak apa apa kok. Aku maklum orang tua mana yang tidak ingin anaknya hidup bahagia. Aku janji akan mendapatkan restu dari ayahmu."


"Tidak sayang."


Motor pun dihentikan Burhan di depan lorong rumah Rani. Rani tidak jauh lagi jalan menuju kerumah nya.


"Ya udah hati hati ya sayang. Aku pulang ya."


"Iya udah jalan sana. Aku mau lihat kamu aman jalan menuju rumahmu."


"Han. Kalau udah sampai rumah aku telpon ya."


"hmmm." Burhan mengangguk kan kepalanya.


"Daa sayang."


"Daa."


Rani pun melangkah menuju rumahnya. Dan tak jauh dari lorong Burhan masih mengawasi Rani.Karena Burhan ingin kekasihnya aman sampai menuju pagar rumahnya. Setelah Rani di depan pagar. Burhan pun menghidupkan kembali motornya dan melaju pulang kerumahnya.


Seperti biasa rumahnya Rani ada banyak assisten rumah tangga. Mulai dari penjaga keamanan sampai pembantu rumah tangga nya ada tiga orang. Cuma Bi Lastri yang bekerja sebagai asisten rumah tangganya yang belum bersuami.


"Pak. Buka pintunya "


"Non.. kok pulang jalan kaki."


"Nggak kok saya turun mobil dari depan lorong. Tapi jangan bilang bilang ayah ya pak."

__ADS_1


"Baik Non "


"Pak, ayah ada kan dirumah."


"Ada Non."


"Eh Nak Rani. Kok pulang nggak ngabarin. Biasanya ayah ngomong sama Bi Atun. Ini ayah nggak cerita apa apa kok kalau nak Rani mau pulang."


"Iya Bi Memang Rani mau kasih kejutan buat ayah."


"Emang kejutan apa Nak Rani.Ayah ulang tahun kah?"


"Nggak bi. Cuma kejutan sama ayah saja kalau Rani pulang."


"Emang libur Nak Rani."


"Nggak juga Bi. Emang Rani mau pulang bentar kok. Rani mau ambil sesuatu yang tinggal."


"Oh ya udah. Non. Sana temui ayah Non di dalam."


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Ayah Rani sontak kagek melihat di depan mata sosok anaknya, seakan akan mimpi dia melihat anaknya pulang berada di depannya.


"Rani. Ran, ini benar kamu nak?"


"Iya ayah. Ini Rani. Kok ayah kayak bingung Rani pulang."


"Iya sayang. Ada apa kamu pulang tiba tiba lagi, dan tak memberi kabar ayah."


",Nggak apa apa ayah. Rani kangen saja sama ayah. Sekalian lupa sesuatu."


"Lupa apa nak. Kenapa tidak minta kirim saja. Ayah kan bisa mengirimkannya."


"Ayah tidak rindu Rani ya. Kok Rani mau pulang kangen dan bertemu ayah tidak boleh."


"Boleh sayang. Siapa yang tidak boleh. Kamu itu pulang tidak ada hujan tidak panas. Tiba tiba pulang, itu yang buat ayah bingung."


"Iya ayah Rani cuma kangen ayah. sekalian lupa bawa data Rani. untuk dikumpul, jadi karena kangen sama ayah jadi mendingan Rani pulang."


Ayah Rani pun percaya saja alasan Rani. Terlepas anaknya hanya memberi alasan. Ayah Rani pun senang saja. Karena Ayah nya sayang betul dengan Rani. Apapun yang dilakukan Rani selama membuat ayahnya bahagia, ayahnya akan setuju saja. Bagi ayahnya Rani adalah segalanya buat nya. Uang bukan segalanya. Yang terpenting kebahagian nya dan kebahagiaan Rani.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Jangan lupa di tunggu ya.


Like


Komen


Vote


Hadiah🌹🌹

__ADS_1


🤗🤗🤗🙏🙏🙏🤗🤗🤗


__ADS_2