Pulang Malu Tak Pulang Rindu

Pulang Malu Tak Pulang Rindu
Tak Bisa Tidur


__ADS_3

Dring


Dring


Dring


Suara handphone Rani, nampak dikontak Rani tertulis Burhan sayang memanggil.


"Halo sayang." Suara Burhan memanggil Rani lembut.


"Halo juga sayang." Balas Rani yang merasa bahagia mendengar sapaan Burhan kekasihnya.


"Lagi apa sayang. Aku bisa tebak kamu lagi ngapain sekarang." Ujar Burhan seakan bisa meramal dan tau apa yang dilakukan Rani.


"Ayo apa coba. Sotoy lho Han." Rani mengejek Burhan.


"Nggak percaya dia." Ujar Burhan meyakinkan.


"Ya udah tebak sekarang. Aku lagi ngapain?"


"Diam ya. Mantap disitu. Aku tahu kamu lagi...lagi!" Celoteh Burhan membuat Rani penasaran.


"Apaan sih buat penasaran aja." Ujar Rani yang tak sabaran menunggu jawaban Burhan.


"Kamu pasti lagi. Lagi mikirin aku ya." Canda Burhan.


"Hemm.Kirain tau bener. Aku sudah percaya." Ujar Rani.


"Tapi bener kan. Kamu pasti mikirin aku tadi. Ayo ngaku?" Burhan masih mencandai Rani.


"Nggak kok. Aku sibuk packing buat berangkat besok. Jadi nggak ada sempat mikirin kamu." Rani menjawab sambil tersenyum.


"Nggak mau ngaku dia. Awas ya kalau dekat ku cubit pipi tembem mu." Ujar Burhan.


"Aku pukul lho Han." Jawab Rani lembut.


"Berani nyakitin aku ya." Balas Burhan.


"Berani lah."


"Oh sudah berani ya sama kekasihnya sendiri, main sakit sakitan." Sahut Burhan.


"Sekarang serius sayang. Kamu lagi apa? Udah makan belum? Peduli Burhan.


"Lagi packing sayang. Besok kan aku berangkat, Aku mau ke Jakarta. Aku kan mulai masuk kuliah." Jelas Rani.


" Sendiri dong, aku mulai besok. Aku antar ya besok." Ujar Burhan yang ingin mengantar kekasih nya berangkat.


"Jangan Han. Maaf besok ada ayah ku." Teriak Rani di telepon.


"Terus, Kita tidak ada perpisahan gitu. Aku kangen nanti sama kamu pastinya." Ujar Burhan sedikit sedih.


"Besok pagi kita ketemu saja, gimana?" Ajak Rani membujuk Burhan.

__ADS_1


"Beneran?"


"Iya."


"Emang kamu besok berangkat jam berapa, Ran?" Tanya Burhan.


"Jam 3 Han. Masih sempat kok kita ketemuan." Sahut Rani.


"Ya udah. Kita ketemuan di mana?" Tanya Burhan dengan senang.


"Tunggu aja aku dirumah mu." Sahut Rani.


"Aku tunggu ya sayang. Jangan nggak datang nya. Aku marah lho." Ujar Burhan penuh harap.


"Pasti aku datang sayang. Udah ya aku lanjut packing lagi. Keburu malam ntar, mata ku ngantuk banget sudah." Ujar Rani yang sudah setengah mengantuk.


"Oke sayang. Daaa. I love u." Burhan menutup telepon nya.


"Love u too." Jawab Rani pun menutup telpon.


Rani melanjutkan packing baju bajunya untuk besok.


"Tiket udah, baju udah. Sekarang apa lagi ya? Tidur yang belum. Besok kan aku mau bertemu kekasih ku Han." Seru nya senang.


"Kriyeeeekk." Rani beranjak masuk kamar mandi. Mencuci muka dan kakinya. Lalu mengganti baju tidur.


"Blug.." Suara tubuh Rani mengambil posisi tiduran di kasur. Menarik selimutnya. Dan memejamkan mata.


Dalam memejamkan mata, bayang wajah Burhan berputar putar di pelupuk mata Rani, terbayang bagaimana romantisnya Burhan saat bersama nya di pantai.


Rani menikmati mimpi nya, seakan melayang layang di buat Burhan. dan menikmati bercinta dengan Burhan.


"Han. Han sayang."


Panggilan mendesah Rani dalam pelukan Burhan. Rani merasakan cumbuhan Burhan yang begitu nikmat di rasakan Han.


Seketika Burhan mulai dalam mencumbui Rani. Rani terbangun dari mimpinya. Karena Rani kepalanya terbentur meja lampu sebelah kasurnya.


"Au sakit." Raung Rani kesakitan sambil mengelus kepalanya.


Rani termenung dengan mimpinya. Membayang kan apa yang terjadi dalam mimpinya.


"Hemmm. Ada ada aja mimpiku ya. Untung cepat terbangun. Kalau nggak abis aku dalam mimpi." Senyum Rani malu.


"Tapi enak juga ya bercinta dengan Han. Hihihi." Pikiran Rani sudah kemana mana.


"Andai Han tau mimpi ku, pasti aku di bully sama dia. Cerita nggak ya besok." Ujar nya dalam hati.


"Nggak ah." Malu Rani.


Rani kembali menarik selimut nya lagi, dan mencoba memejamkan matanya kembali.


Namun lamunan Rani tentang mimpinya tadi, membuat nya sulit untuk memejamkan mata.

__ADS_1


"Aduh. Kok susah ya tidur. Mengapa aku terbayang bayang dengan mimpi ku tadi. Ada ada aja mimpi ku itu." Gumam Rani.


Senyum senyum sendiri Rani membayang kan mimpi nya tadi.


"Ayo mata. Tidur dong, besok aja ketemu Han nya. Besok pasti ketemu kok. Sabar..sabar. Tidur ya mata." Rani kelihatan agak sedikit gila berbicara sendiri dengan mata nya. Membujuk mata nya biar lupa dan bisa tidur kembali.


Namun namanya mata tidak bisa di ajak kompromi, malah tambah segar, membayangkan mimpinya tadi.


"Aduh. Gimana ini ya! Biar aku bisa tidur lagi." Gumam Rani terus menerus, sambil menarik selimut mencoba menutupi wajahnya.


Berkali kali Rani mencoba memejamkan mata. Namun tak ada hasil. Tak terasa suara di masjid sudah mulai terdengar.


"Ini jam berapa ya? Kok sudah ada suara suara di masjid." Gumam Rani lagi.


Rani menarik handphone nya yang berada di atas meja lampu.


"Haaaaa. Hampir jam empat." Sontak Rani kaget.


Tak terasa waktu subuh sudah mulai masuk.


"Apaan sih aku ini. Kok bisa bisa mikir dan membayangkan seperti ini. Pasti gara gara mimpi ku ini. Pikiran ku jadi jorok gini." Rani menggerutu sendiri, sehingga menambah segar mata nya.


"Aduuh. Tidur dong mata. Besok ya kita ketemu Han nya." Lagi lagi Rani bergumam sendiri, seolah olah mata bisa diajak nya bicara.


"Allahuakbar Allahuakbar." Suara adzan subuh berkumandang.


"Haaaaa. Sudah azan." Rani pun tambah kaget, begitu cepat waktu berlalu. Tak terasa sudah hampir 4 jam, mulai terbangun dari mimpinya sampai dengan sekarang, belum bisa tidur.


"Gimana ini, besok aku pasti ngantuk. Mana aku mau berangkat lagi. Belum paginya mau ketemu Han." Ujar nya kembali sambil menapak dahinya.


"Han..Han. Kok kamu bisa buat aku jadi begini. Sekali bermimpi kamu, membuat ku tak bisa tiduran semalam." Tambah Rani.


Malam ini penuh celotehan Rani, berbicara sendiri. Hanya benda benda mati yang jadi saksi mendengarkan.


Sedangkan Burhan sebaliknya, dia tidur dengan pulas, membayang kan wajah Rani yang begitu cantik dan membuat hati Burhan klepek klepek.


Malah matanya Burhan tak sabar menutup, menyusul pagi yang menjelang. Tak ingin lambat menghabiskan malam untuk bertemu sang pujaan hati nya.


"Rani. Aku menunggu mu besok. Aku merindukan mu sayang. Lama kita akan berjumpa. Aku ingin menghabis kan waktu ku bersamamu." Kata kata Burhan yang di lontarkan nya sebelum dia tertidur pulas. Kalimat itu juga yang membawa Burhan tertidur nyenyak dan tenang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


B E R S A M B U N G


Simak novel ku sebelumnya


* Dinding Pemisah*


Di tunggu


👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻


Komentar, vote dan Hadiahnya!

__ADS_1


🌹THANKS🌹


...****************...


__ADS_2