Pulang Malu Tak Pulang Rindu

Pulang Malu Tak Pulang Rindu
Sepi


__ADS_3

Semenjak kepergian ayah Burhan, suasana rumah Burhan terasa sepi, terasa hambar perasaan Burhan saat ini, tanpa ayahnya. Begitu juga perasaan hati ibu Burhan terasa hancur saat kehilangan suami tercintanya.


Burhan menatap ibu nya, yang baru merasakan kesedihan semenjak kepergian ayah nya, Burhan pun mendekati ibunya dan menghibur hati ibunya.


"Bu, jangan terlalu sedih Bu, kan ada Burhan disini, Burhan akan selalu menjaga ibu dan kelak akan membahagiakan ibu."


"Ya Han. Ibu percaya Han esok akan membanggakan ibu, dan selalu menjaga ibu."


"Pasti Bu. Han sayang sama ibu."


"Iya Han." Ibu sembari mengelap air mata yang menetes di pipinya.


"Sekarang tidurlah Han. Hari sudah malam, besok ibu juga akan mulai berjualan kembali."


"Iya Bu. Han pamit tidur ya."


"Ya sayang."


"Ibu tidur juga ya."


Keesokan hari Ibu Han terbangun pagi pagi untuk mempersiapkan aktivitas nya kembali berjualan.


Ibu Burhan berangsur angsur sudah pulih, dan mulai mengikhlaskan kepergian suaminya. Walau terasa berat ibu Burhan harus nampak kuat demi anak nya. Di hati ibu nya terasa pilu kehilangan dua orang yang disayangi nya dalam hidup ibunya. Namun Burhan yang membuat ibunya bangkit. Ibunya tak mau menatap ke piluan di hatinya. Karena ibu nya tau sebenar nya terasa hancur kehilangan sosok ayah adalah Burhan. Jadi ibu harus kelihatan tegar. Agar Burhan juga bisa menjadi pemuda yang tegar dan kuat.


"Bu, Han ingin merantau mencari kerja ya. Han ingin merantau ke negeri seberang Bu."


"Iya Han. Pergilah."


"Tapi Han ragu meninggalkan ibu sendiri."


"Tidak apa apa sayang. Ibu bisa sendiri. Asal Han selalu memberi khabar sama ibu."


" Iya Bu. Han pasti mengabari ibu selalu."


"Ya, ibu percaya sayang."


Burhan pun mulai berpikir kemana ia harus melangkahkan kakinya merantau."


"Oh iya aku coba ke Jakarta , mungkin di sana nasib ku akan berubah. Aku ingin membahagiakan ibu ku." Bisik hati Burhan.


Burhan pun mulai menutup matanya,dan berusaha tertidur. Tak lama Burhan pun terlelap. Dalam tidur Burhan seakan melihat ayahnya yang tersenyum bahagia melihat nya, dan menuntun Burhan berjalan ke sebuah jalan lurus di sana seperti nya Burhan akan mendapat pekerjaan.Tak lama Burhan terbangun sontak.


"Ayaaaaah." Teriak Burhan terbangun dari tidurnya.


"Astagfirullah. Aku hanya mimpi ada ayah di sampingku. dan mendampingi ku mencari pekerjaan."


"Han. Ada apa sayang." Tanya Ibu. Burhan kaget mendengarkan teriakan anak nya dari dinding kamar.


Ibu Burhan disaat mendengar Burhan berteriak, ibunya lagi melaksanakan shalat tahajud berdoa kepada Allah,mohon ampunan untuk suaminya dan mohon kesuksesan untuk anaknya Burhan. dan juga untuk putri yang sudah lama hilang.


"Tidak apa apa Bu. Han mimpi ayah mengandeng tangan Han berjalan ke suatu jalan,Bu."


Ibu Han mendengar kata kata Han tersenyum senang.


"Kok ibu senyum Bu."


"Ibu hanya bahagia saja sayang mendengar nya, ayah masih menuntun mu."


"Iya Bu seakan semua masih nyata."

__ADS_1


"Iya. sayang. Doakan ayah selalu ya. Agar ayah tenang disisi Allah dan berada di surga. Aamiin."


"Sekarang tidurlah kembali sayang."


"Iya Bu."


Burhan pun berbaring dan kembali melanjutkan tidurnya. Burhan pun tidur dengan pulas.


Tak terasa hari sudah tampak menjelang subur, Burhan pun terbangun dan mendengar suara azan subuh berkumandang. Burhan segera bangkit dari tempat tidurnya.


"Alhamdulillah. Tak terasa sudah masuk subuh. Aku harus segera shalat dulu, dan mendoaken ayah yang sudah tenang di surga." kata hati Burhan.


"Han." panggil ibu Burhan ketika mendengar langkah kaki Burhan.


"Iya Bu."


"Oh syukur Alhamdulillah sayang kamu udah bangun."


"Iya Bu. Ibu sudah shalat subuh?"


"Sudah sayang. Ini ibu mau siap buat sarapan di dapur."


"iya Bu."


Burhan segera ke kamar mandi berusap wajah nya dan segera berwudhu. Setelah itu melaksanakan shalat subuh.


"Allahuakbar"


"Assalamualaikum warahmatullahi." Burhan menoleh ke kanan d


an ke kiri dan mengakhiri shalatnya.


Burhan pun berdiri dari tempat bersujud dan menuju kearah dapur menemui ibunya yang lagi sibuk.


"Bu. Apa yang bisa Han lakukan."


"Tidak ada sayang. Ibu cuma masak buat kita sarapan."


",Ibu belum siap siap untuk jualan ya."


"Belum sayang." Ibu belum siap untuk berjualan."


"Ya sudah Bu. Istirahat saja dulu."


"Iya sayang."


Burhan paham perasaan ibu nya yang merasa kehilangan sosok suami seperti ayah. Akupun merasakan kehilangan. Wajar mungkin ibunya Burhan merasa sedih, semangat nya lagi hilang.


Burhan pun kembali ke kamarnya. Dan Burhan pun teringat kembali dengan Rani.


"Rani jadi tidak ya pulang. Aku harus menelpon Rani. Gumam Burhan.


Ring.


Ring


Ring


Suara telpon berbunyi. Burhan lagi menelpon Rani.

__ADS_1


"Assalamualaikum." Rani mengangkat ponselnya.


"Waalaikumsalam. Halo sayang. Gimana kamu jadi berangkat hari ini?


"Jadi sayang. Ini sudah siap siap."


"Kamu naik apa sayang?" Burhan sedikit mengkhawatirkan Rani.


"Naik pesawat jam 9 berangkatnya dari sini."


"Hati hati ya sayang."


"Iya sayang."


"Aku jemput ya di bandara? Jam 10 ya tiba kesini pesawatnya?".


"Iya."


"Ya udah aku siap siap dulu ya sayang. Sebab dari sini aku berangkat naik taxi jam 7. Takut macet."


"Iya sayang. Hati hati ya."


"Iya."


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam." Burhan menutup telpon nya.


Dalam kesedian Burhan ada semangat kembali karena Rani akan pulang. Sedikit hati nya terasa terhibur kembali dengan kedatangan Rani. Tak sabar rasa hati Burhan untuk bertemu Rani. Detik demi detik waktu terasa begitu lama di tunggu Burhan.


"Han. Ayo sarapan sayang." Terdengar suara ibu memanggil Burhan mengajak sarapan.


"Iya Bu. Burhan mandi dulu sebentar ya Bu."


"Iya udah. Cepatan ya."


"Iya Bu."


Burhan langsung menuju ke kamar mandi. karena Burhan tak sabaran melewatkan waktu demi waktu untuk segera menjemput Rani. Setelah selesai mandi. Burhan segera memgbil posisi duduk tepat disampinh ibunya untuk sarapan.


"Han.Sepertinya hari ini agak sedikit bersemangat sayang. Beberapa hari ini ibu perhatikan Han agak sedikit murung dan sedih, karena kepergian ayah. Tapi hari ini wajah Han agak sedikit berbeda sayang." Ungkap ibu melihat wajah anak nya yang tak lagi murung.


"Iya Bu. Hari ini Han sedikit terhibur Bu. Rani jauh jauh pulang untuk menghibur hati Han."


"Iya sayang. Kita juga tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan. Ayah sudah tenang di sana, ayah juga bahagia kalau melihat kita bahagia." Ibu menyemangati Burhan seolah olah ibu juga sudah merasa tegar kehilangan sosok suaminya. Demi melihat anak nya tambah bersemangat.


"Ya Bu."


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Jangan lupa di tunggu ya.


Like


Komen


Vote


Hadiah🌹🌹

__ADS_1


🤗🤗🤗🙏🙏🙏🤗🤗🤗


__ADS_2