![Rampaian [Kumpulan Drabble]](https://asset.asean.biz.id/rampaian--kumpulan-drabble-.webp)
Itu sudah sebulan yang lalu.
Sebulan lamanya pula Indri bagai gundah gulana. Suasana hatinya itu disadari para pelayan pribadi, adik, bahkan sang kakak yang sebenarnya makin sibuk untuk pengangkatannya sebagai raja. Namun, Indri selalu bisa membuat mereka tak bertanya lebih dengan senyum meyakinkan. Apa yang Indri pikirkan selama satu bulan itu adalah: apakah ia boleh memiliki perasaan ini?
Itu benar. Indri sudah mengakui. Sejak pesta itu, ia tak bisa melupakan setiap momen yang terjadi. Sejak dansa yang dilakukannya pertama kali dan paling berkesan dalam hidupnya, ia tak bisa melupakan luap bahagia saat melakukannya. Sejak Indra menyentuh tangan dan merengkuhnya malam itu, pikiran dan hatinya semakin dibayangi lelaki itu. Sejak Indra menjadi lelaki pertama yang menciumnya, ia tak bisa mengontrol detak jantungnya yang menggila dan wajahnya yang memanas setiap mengingat itu. Indri bahkan masih ingat bagaimana erat tangan Indra menggenggam tangannya maupun menopang pinggangnya selama dansa, bagaimana hangat pelukan dan embus napas Indra, serta bagaimana bibir lelaki itu menyentuh bibirnya. Semua sensasi itu masih diingat dan dirasakan jelas oleh Indri hingga membuatnya sangat sering berdebar dan merona sendirian--dan menjadi alasan para pelayannya khawatir sekaligus penasaran tentang apa yang sudah terjadi di pesta, terlebih karena Indri tidak mau menceritakannya. Indri bukan perempuan lugu yang tak menyadari apa yang sedang dirasakannya kini, terlebih Indra masih menggantungkan jawabannya--di saat lelaki itu bahkan sudah berdansa dengannya, memeluknya, dan menciumnya--hingga membuat Indri kadang galau memikirkannya.
__ADS_1
Indri tidak menyesal memiliki perasaan ini. Yang lebih dipikirkannya adalah hal eksternal: apakah ia boleh jatuh cinta pada seorang lelaki dari negeri seberang? Masanya kini masih masa perang dingin di antara empat kerajaan. Indri tentu tak akan peduli pada masalah ini ... jika ia bukan Putri Mahkota. Apakah keluarga dan rakyatnya akan menerima itu? Apakah keluarga dan orang-orang terdekat Indra juga akan menerima itu? Lebih luas lagi, apakah empat kerajaan akan mendiamkan itu?
Indri sedang di puncak dilemanya. Lalu sebuah surat undangan datang ke istana.
***
__ADS_1
Keluarganya tentu bergembira. Ritual itu memang wajib dan sudah sebaiknya segera dilakukan setelah sang anak mulai berkepala dua. Yang membuat mereka heran adalah Indra mendadak setuju tanpa menerima pengaruh lagi dari mereka. Yang membuat mereka lebih penasaran adalah tentang apa yang sudah terjadi di pesta itu hingga Indra bahkan mendesak sang ayah untuk melakukan ritualnya segera. Yang membuat mereka tambah bingung adalah selama persiapan satu bulan untuk ritual itu, Indra kembali lagi menjadi pribadi yang gila berlatih dan belajar alias cuek pada percintaan. Bahkan ketika kabar bahwa ritual untuk sang pangeran akan segera digelar menyebar ke seisi negeri, itu membuat perempuan dari berbagai kalangan makin banyak berusaha menarik perhatian Indra--agar mereka langsung dipilih saat ritual itu tiba, tetapi Indra kembali lagi menjadi tidak peduli dan lebih fokus pada peningkatan kemampuan bertarung dan memimpinnya. Keluarga berusaha berspekulasi positif: barangkali Indra ternyata sudah memegang seorang calon dan sengaja menggelar ritual itu untuk membuat dirinya lebih yakin sekaligus sebagai formalitas. Namun, di satu sisi, mereka juga agak khawatir jika Indra ternyata bertemu sang calon saat pesta itu. Maka bukankah amat mungkin calon itu berasal dari kerajaan lain? Dugaan mereka pun terbukti saat Indra dimintai usul tentang siapa saja yang boleh menghadiri ritual itu. Jawabannya ringkas dan tegas: seluruh kaum bangsawan lapis tinggi dari seluruh kerajaan. Yang ia maksud adalah kaum pejabat yang amat penting, dalam hal ini seperti menteri, petinggi militer, termasuk keluarga kerajaan.
Keluarga Indra bukannya tidak menerima menantu dari kerajaan lain. Justru itu bisa meredam perang dingin dan menciptakan persekutuan, terlebih jika Indra ternyata memilih calon yang berasal dari salah satu kerajaan dalam kuartet kerajaan adikuasa. Tetapi apakah rakyat dan kerajaan lain akan diam tentang ini?
Sebenarnyalah, selama sebulan itu, Indra sangat sadar tentang spekulasi yang dipikirkan orang-orang di sekitarnya tentang calon yang akan dipilihnya. Namun, Indra memutuskan tak perlu memikirkan itu. Justru ia semakin ingin menunjukkan pilihannya pada semua orang. Ia juga sudah muak dengan perang dingin yang tak jelas kapan berakhir. Indra benci keadaan senyap yang tak pasti, maka ia ingin menjadi orang yang mendobrak kesunyian ini sekaligus memastikan segenap kerajaannya ada dalam perlindungannya. Dan satu alasan lainnya ... karena cita-citanya yang ingin diwujudkan bersama Indri.
__ADS_1
Indra sampai bosan menerima pertanyaan tentang siapa dan apa asal-usul calon yang diduga sudah dipegangnya, hingga ia makin sering meminta waktu privasi seiring ritual yang semakin dekat. Orang-orang itu dianggapnya tak penting untuk tahu sekarang--termasuk keluarganya. Indra bahkan sudah menetapkan calonnya itu sejak enam tahun yang lalu, maka usaha mereka mengubah pikirannya hanyalah buang-buang waktu. Karena selama tiga belas tahun ini, hati Indra sudah telanjur terpikat pada sang teman bersuratnya.